Yesus Memenuhi Kebutuhan Mereka

Indonesian
(Markus 5 & 10, Yohanes 5, Kisah 9)
Year: 
2016
Quarter: 
3
Lesson Number: 
9

Pendahuluan: Pada pelajaran minggu lalu kita telah menyentuh isu waktu(saat) Allah dalam waktu penderitaan kita. Ketika hidup kita sedang tidak baik, dan kita perlu pertolongan Yesus, terkadang terlihat seolah Ia tidak berusaha menolong kita. Sama seperti cerita kebangkitan Lazarus, mungkin Allah mempunyai suatu rencana yang lebih besar dalam pikiranNya. Minggu ini kita akan melihat beberapa cerita mengenai cara Allah memberikan pertolongan pada masa-masa kesusahan. Mengapa Allah bertindak seperti yang dikehendakiNya adalah suatu hal yang kita tidak selalu dapat mengerti. Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita dan melihat apakah melalui pelajaran ini kita setidaknya mendapatkan sebagian penjelasan!

 

I.             Yairus.

 

A.   Baca Markus 5:21-23. Bayangkan jika saudara adalah Jairus. Seberapa pentingnyakah kedatangan Yesus di kota saudara?

 

1.   Apakah Yairus merupakan hamba Allah? (Iya, ia merupakan “pemimpin” di kaabah. Ia mementingkan hubungannya dengan Allah.)

 

2.   Sebagian pemimpin Yahudi bermasalah dengan Yesus. Bagaimanakah situasinya dengan Jairus? (Ia bertelut dan menunjukkan imannya terhadap Yesus.)

 

3.   Secara spesifik, apakah permintaan Jairus kepada Yesus? (“Marilah…agar ia dapat disembuhkan dan hidup.” Ia menginginkan kesembuhan untuk menghindari kematian.)

 

B.   Baca Markus 5:24. Apakah Yesus telah setuju untuk menolong anak Jairus?

 

1.   Apakah letak permasalahannya? (Khalayak ramai. Hal ini menciptakan masalah ketika Jairus mendatangi Yesus dan memintaNya untuk datang.)

 

C.   Baca Markus 5:25-29. Jika saudara adalah wanita ini, sikap bagaimanakah yang akan saudara ambil? (Tidak diragukan lagi bagaimana ia sangat berharap. Ia telah menggunakan seluruh uangnya untuk berobat pada dokter dan mereka tidak sanggup menolong mereka. Ia secara terus menerus dalam kondisi “tidak tahir” (Imamat 15:19). Baginya dengan menjamah jubah Yesus ia telah merelakan Dia menjadi tidak tahir juga.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D.   Baca Markus 5:30-31. Apakah pemikiran para murid mengenai pertanyaan Yesus? (Mereka berpikir itu adalah pertanyaan bodoh. Karena terdesak oleh khalayak ramai mereka sepanjang waktu menjamah Dia.)

 

E.   Baca Markus 5:32-34. Mengapa wanita itu ketakutan? (Ia mengerti bahwa ia tidak seharusnya menjamah seorang pemimpin agama dan menjadikanNya tidak tahir.)

 

1.   Bagaimana perasaannya setelah Yesus berbicara kepadanya? (Menakjubkan. Seluruh ketakutannya hilang seketika.)

 

F.    Tempatkanlah diri saudara pada posisi Jairus. Apakah dia senang dengan apa yang terjadi pada wanita ini?

 

1.   Murid Yesus berpikir Yesus membuat pertanyaan bodoh yang ketika dia di jamah, menurut saudara bagaimanakah pemikiran Jairus ketika hidup anak perempuannya ada diambang ketidakpastian?

 

G.   Mari kita melihat situasi ini dengan serius. Wanita itu telah mengalami pendarahan selama duabelas tahun. Apakah akan bermasalah jika Yesus menunda sehari atau bahkan beberapa jam saja dalam menolongnya?

 

1.   Apakah Yesus menunjukkan sikap tidak merasakan keadaan mendesak, sensitif atau menunjukkan tenggang rasa dengan tidak mendatangi kasus yang paling penting terlebih dahulu?

 

2.   Jika saudara adalah Jairus apakah saudara merasa ingin berteriak?

 

3.   Apakah seluruh faktor normal diabaikan – dalam kasus Jairus dengan kasus yang mendesak, dan fakta bahwa ia adalah teman Allah, bahkan fakta bahwa ia memegang posisi keagamaan yang penting?

 

H.   Baca Markus 5:35-36. Palu telah dijatuhkan, hal terburuk telah terjadi! Ketika Yesus mengatakan, “Jangan takut; percayalah,” apakah artinya? Takut akan apa? Percaya akan apa? Anak perempuan Jairus telah meninggal! Ia telah ditolak dalam permintaan kesembuhan anaknya. Masa untuk takut dan beriman telah lewat! Ataukah tidak?

 

1.   Perhatikan bahwa wanita itu merasa takut (Markus 5:33) dan Yesus berindikasi bahwa Yesus merasa takut. Berapa banyakkah dari kekhawatiran saudara melibatkan rasa takut?

 

2.   Apakah takut merupakan alat Setan?

 

I.     Baca Markus 5:37-42. Apakah keterlambatan Yesus karena wanita yang tidak tahir itu membuat perbedaan saat ini bagi Jairus dan istrinya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.   Manfaat apakah yang dapat saudara lihat dari keterlambatan Yesus? (Jika Yesus pada saat itu langsung menyembuhkan anak perempuan itu, ada kemungkinan orang mengatakan bahwa anak tersebut telah sembuh sendiri. Tidak ada seorang yang dapat secara alami disembuhkan setelah kematian. Cerita itu menitikpusatkan pada meninggalnya anak perempuan itu dari reaksi saksi mata yang tertawa ketika Yesus mengatakan dia sedang tidur.)

 

J.    Pikirkanlah cerita ini dari konteks ketika saudara berpikir Yesus tidak menolong saudara dengan tidak menyembuhkan atau membantu saudara maupun orang terkasih saudara. Apakah cerita saudara akan berakhir serupa – bahwa keterlambatan tidak menjadi masalah? (Bila kita ada di surga, kita berada di tempat dimana keterlambatan tidak menjadi masalah! Puji Allah! Ia akan membuat semua hal menjadi benar.)

 

II.           Bartimeus

 

A.   Baca Markus 10:46-48. Kita dapat mengerti mengapa orang buta ini berteriak memanggil Yesus. Mengapa khalayak itu mencemooh dia dan menyuruhnya untuk berdiam?”

 

1.   Apakah mereka yang mencemooh Bartimeus menghormatinya? Apakah mereka menunjukkan simpati kepadanya?

 

2.   Apakah mereka berpikir ia berhak akan waktu dari Yesus?

 

B.   Baca Markus 10:49. Apakah Yesus merubah sikap khalayak itu? Apakah saudara memiliki kemampuan yang sama?

 

C.   Baca Markus 10:50-52. Perhatikan perbedaan dari cara khalayak memperlakukan Bartimeus (“berdiamlah”) dan cara Yesus memperlakukannya (Aku hendak mendengarkan engkau.) Apakah yang dilakukan Yesus terhadap Bartimeus selain menyembuhkan penglihatannya?

 

1.   Jika saudara buta dan baru saja disembuhkan, apakah saudara akan mengikut Yesus sebagai bagian khalayak, ataukah saudara akan pergi mencari tahu bagaimana rupa dari teman-teman dan keluarga saudara?

 

a.    Apakah yang ditunjukkan disini mengenai Bartimeus?

 

 

III.         Bethesda

 

A.   Baca Yohanes 5:1-3 dan Yohanes 5:7. Apa yang diusulkan disini mengenai alasan mengapa semua orang yang cacat itu berbaring di dekat kolam itu? (Orang akan memperoleh kesembuhan jika mereka masuk ke kolam itu terlebih dahulu pada saat kolam itu “bergolak”.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.   Apakah menurut saudara orang itu benar benar telah disembuhkan? (Menurut saya demikian – kalau tidak berbaring di tepi kolam itu tidak akan masuk akal. (Ayat empat ini berbantahan. Dalam ayat itu dikatakan secara spesifik bahwa orang telah disembuhkan. Konteks itu sendiri mengindikasikan bahwa hal itu betul.)

 

2.   Jika orang memang disembuhkan ketika air bergolak, mengapa Allah menyembuhkan dengan cara demikian?

 

B.   Baca Yohanes 5:5-7. Apakah yang salah dengan jawaban orang ini? (Ia berfokus kepada masalah dan bukan pada pertanyaan Yesus perihal harapannya.)

 

C.   Baca Yohanes 5:8-9. Mengapa Yesus menyembuhkan hanya satu orang ini bila kita membaca (Yohanes 5:3) bahwa “sejumlah besar orang cacat” ada hadir di situ?

 

1.   Apakah “menang berlomba untuk masuk terlebih dahulu” atau Yesus mengangkat orang itu dari antara khalayak yang akan disembuhkan, mengingatkan saudara bagaimana Yesus membiarkan Lazarus mati? Apakah terdengar agak berubah-ubah?

 

D.   Baca Yohanes 5:13-15. Apakah yang disarankan ayat ini mengenai alasan mengapa Yesus menyembuhkan orang itu?

 

1.   Kita telah membahas dipelajaran sebelumnya bagaimana hal-hal buruk terkadang dapat membuat kita berpaling kepada Allah. Apakah yang dapat membuat orang ini “untuk berhenti berbuat dosa?” (Sebuah mujizat. Berkat yang sangat hebat terjadi pada hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa berkat dapat menjadi metode Allah dalam mengkoreksi dosa dalam hidup saudara.)

 

IV.         Dorkas

 

A.   Baca Kisah 9:36-37. Jika Allah membuat keputusan eksekutif atas kematian kita masing-masing, mengapa iya membiarkan Dorkas mati? (Seperti situasi Lazarus sebelum kedatangan Yesus, hal ini susah untuk dibuat penjelasannya.)

 

1.   Apakah fakta yang diindikasikan bahwa tubuh Dorkas telah dimandikan? (Ia benar-benar telah meninggal.)

 

B.   Baca Kisah 9:38-40. Seluruh cerita kita dalam pelajaran ini melibatkan mujizat yang dibuat oleh Yesus. Apakah yang diajarkan kepada kita? (Bahwa saudara tidak perlu menjadi Allah untuk menjadi agen untuk mujizat2.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.   Baca Kisah 9:41-42. Alasan apakah yang disarankan dari ayat ini dari membiarkan Dorkas mati? (“Banyak orang percaya terhadap Allah.” Kita mempunyai pengertian terbatas atas cara kerja Allah, namun dengan keterbatasan kita, kita dapat melihat alasan-alsan dari keputusan Allah itu.)

 

D.   Saudaraku, karena pengertian kita tidak sempurna saya berpikir kita tidak harus mencoba untuk menjelaskan pikiran Allah secara specifik terhadap orang yang menderita kemalangan tragis. Namun, apa yang hendak ditunjukkan dari cerita-cerita di atas adalah bahwa kita perlu menaruh percaya kepada Allah yang sangat mengasihi kita sampai Ia mati bagi kita. Maukah saudara memutuskan untuk mempercayai Allah meski apapun terjadi pada saudara?

 

V.           Minggu depan: Yesus Memenangkan Kepercayaan Mereka