Yesus Mengajak Mereka, “Ikut Aku”

Indonesian
(Yohanes 9 & 10, Lukas 19)
Year: 
2016
Quarter: 
3
Lesson Number: 
11

Pendahuluan: Apakah Anda memiliki pengetahuan tentang pemasaran? Saya tidak. Tetapi, saya memiliki nalar. Perkiraan saya prinsip utama pemasaran adalah meyakini produk Anda. Pelajaran kita minggu ini membesarkan hati kita dengan sikap Allah terhadap kita. Satu lagi prinsip penting pemasaran adalah menemukan siapa yang dapat dipastikan menginginkan produk Anda. Pelajaran kita minggu ini membagikan beberapa petunjuk siapa saja yang memiliki kemungkinan besar untuk ditobatkan. Mari selami pelajaran Alkitab kita dan temukan lebih jauh tentang memasarkan injil!

 


I.             Melihat dan Mendengar

 

A.            Baca Yohanes 9:1-2. Ini menimbulkan beberapa pertanyaan tentang Allah yang memanggil kita untuk mengikut Dia. Apa yang dipikirkan oleh murid-murid tentang sifat Allah? (Ia menghukum manusia dengan kebutaan karena dosa mereka atau dosa-dosa orang tua mereka.)

 

1.            Apakah Anda suka dengan gambar Allah yang demikian?

 

B.            Baca Yohanes 9:3. Apa yang Yesus katakan tentang sifat Allah? (Kalau hal-hal buruk kadang terjadi untuk memuliakan Allah.)

 

1.            Apakah Anda suka gambar Allah yang demikian?

 

C.            Baca Yohanes 9:4-5. Apakah kewajiban kita terhadap Allah? (Kita diciptakan untuk bekerja bagi Dia. Ini membuat komentar tentang orang yang buta lebih dimengerti. Apapun situasi kita, tujuan akhir kita adalah untuk melakukan kehendak Allah.)

 

D.           Baca Yohanes 9:6-7. Apakah pekerjaan Allah disini? (Menyembuhkan yang buta.)

 

1.            Bagaimana mungkin kehendak Allah bagi orang ini untuk menjadi buta dan pekerjaan Allah untuk memberi dia penglihatan? (Yohanes 9:3 tidak mengatakan kalau kehendak Allah bagi dia untuk menjadi buta, tetapi itu adalah kesempatan untuk menunjukkan pekerjaan Allah.)

 

a.            Apa dikatakan disini tentang pekerjaan Allah dan tragedi dalam hidup? (Pekerjaan Allah memperbaiki tragedi.)

 

E.            Baca Yohanes 9:8-12. Kalau kita mempelajari Yesus memanggil orang kepadaNya, mengapa Yesus tidak tinggal dengan orang yang tadinya buta dan menerangkan tentang injil?

 

F.            Baca Yohanes 9:13-17. Bagaimanakah percakapan ini memajukan injil?

 

G.           Baca Yohanes 9:24-25 dan Yohanes 9:30-33. Orang yang tadinya buta itu mulai mengatakan ia hanya tahu kalau Yesus telah menyembuhkan dia. Apakah itu benar? (Hampir tidak! Orang yang tadinya buta itu kemudian melanjutkan dengan membuat pembelaan baik yang masuk diakal tentang Yesus.)

 

H.            Baca Yohanes 9:34. Kalau Anda adalah salah satu pemimpin agama apakah argumentasi dari orang yang tadinya buta itu membuat Anda mempertimbangkan kembali pendapat Anda?

 

1.            Apakah “murid-murid Musa” ini terbuka akan kebenaran?

 

I.        Baca Yohanes 9:35-38. Mengapa orang yang tadinya buta begitu terbuka akan kebenaran?

 

1.            Mari lihat kembali diskusi awal kita. Apakah Anda sedikit kurang nyaman dengan pemikiran kalau orang yang buta itu membawa kemuliaan bagi Allah?

 

a.            Kalau demikian, tanyakan diri Anda apakah lebih baik bagi Anda untuk menjadi orang buta itu atau pemimpin agama?

 

(1)          Ketika Yesus datang untuk mengambil mereka yang selamat ke sorga, Anda mau menjadi siapa?

 

J.            Baca Yohanes 9:39. Saya pikir Yesus datang ke dunia ini karena Ia mengasihi kita. Mengapa Yesus katakan Ia datang untuk “menghakimi?” (Dapatkah Anda melihat bagaimana pekerjaan Yesus (dan pekerjaan kita) semuanya diarahkan kepada penghakiman? Hal yang penting bukan apakah kita buta atau menderita, hal yang penting adalah penghakiman dan hidup kekal.)

 

K.            Baca Yohanes 9:40-41. Apakah kunci penghakiman? (Yesus ajarkan pada kita kalau memiliki banyak pengetahuan tentang hal-hal keagamaan bukanlah kunci kepada penghakiman yang menguntungkan. Gantinya, adalah kemauan untuk percaya dalam Yesus.)

 

L.            Baca Yohanes 10:1-3. Melanjut dengan tema “menjaga”, siapakah “penjaga?” (Seseorang dengan tanggung jawab terhadap domba. Membuka pintu dapat menjadi gambaran Roh Kudus membuka hati.)

 

M.           Baca Yohanes 10:4-5. Kita pergi dari satu cerita tentang menjaga dan acuan dalam menjaga, kepada satu cerita tentang mendengar. Bagaimanakah domba yang mendengar berbeda dengan orang Farisi dan orang yang tadinya buta itu? (Domba adalah orang yang sudah menerima Yesus. Orang yang tadinya buta dan orang Farisi adalah mereka yang dihadapkan kepada situasi apakah mereka percaya dalam Yesus.)

 

1.            Apakah disarankan disini tentang cara bagaimana kita harus menyampaikan injil? (Orang yang berkekurangan adalah kesempatan bagi pekerjaan Allah. Karena Yesus pertama-tama menyembuhkah orang yang buta, kita menemukan gabungan dari menolong dan membagikan logika injil.)

 

2.            Apakah yang orang Farisi ajarkan kepada kita tentang membagikan? (Ada mereka yang tidak akan mau mendengar.)

 

a.            Bagaimana Yesus memperlakukan mereka yang tidak mau mendengar? (Yesus terus terang dengan mereka. Ia katakan (Yohanes 9:41) kalau mereka mengerti, dan mereka bersalah karena dosa.)

 

N.           Baca Yohanes 10:6. Kita memiliki banyak konsep bertebaran dalam cerita domba yang mendengar. Apakah Anda mengerti pekabaran Yesus?  (Saya dapat memerlukan beberapa penjelasan.)

 

O.           Baca Yohanes 10:7-10. Tunggu sebentar! Yesus katakan Ia adalah “pintu”.  Bagaimana Yesus menjadi pintu? (Yesus kembali lagi berbicara tentang penghakiman. Ia katakan mereka yang masuk “melalui Aku akan selamat.”)

 

1.            Lihat kembali Yohanes 10:10. Apakah keinginan Yesus bagi orang yang tadinya buta itu? (Memiliki kepenuhan hidup.)

 

2.            Kita memulai dengan dua gambaran menakutkan tentang Allah. Satu gambar menunjukkan Allah menjatuhkan hukuman mengerikan pada orang berdosa.  Gambar yang lain adalah kita dapat menderita dalam menolong pekerjaan Allah. Gambar apakah kita dapatkan dalam Yohanes 10:10? (Apapun yang terjadi di dunia, tujuan Allah adalah untuk memberi kita hidup, dan bukan hanya hidup, tetapi hidup “yang penuh”!)

 

P.            Baca Yohanes 10:11-15. Yesus katakan kepada kita kalau Ia bukan saja pintu, tetapi Ia juga gembala. Apakah maksud utama Yesus tentang gembala? (Kalau ia menempatkan kepentingan kawanan gembalaannya daripada dirinya sendiri.)

 

1.            Apa yang Anda katakan tentang gambar Allah? Apakah itu suatu gambaran yang mengundang, suatu gambar yang menarik Anda untuk mengikut Yesus?

 

a.            Kalau Anda menjawab, “ya,” apa dikatakan disini tentang kemampuan Anda untuk melihat dan mendengar tentang hal-hal yang berhubungan dengan Allah?

 

II.           Naik ke atas Pohon

 

A.            Baca Lukas 19:1-4. Apa yang kita pelajari tentang Zakheus? (Ia cerdas, pendek, kaya dan seorang pemungut cukai bagi bangsa Romawi. Ia mau bertemu Yesus.)

 

1.            Menurut Anda apakah Zakheus berpikir ia akan dapat bercakap-cakap dengan Yesus?

 

B.            Baca Lukas 19:5-7. Menurut Anda mengapa Yesus memiliki reaksi yang berbeda dengan orang banyak?

 

1.            Mari lihat kembali kisah yang pertama. Baca Yohanes 9:30-34. Apakah pendapat orang banyak tentang orang yang buta sejak lahir? (Ia  “dipenuhi dosa sejak lahir”.  Ingat bahkan murid-murid Yesus memiliki pandangan yang sama (Yohanes 9:2).)

 

2.            Kita berpikir orang Farisi adalah orang-orang berdosa, orang Farisi berpikir orang lain adalah orang yang berdosa, dan semua orang beranggapan kalau orang buta itu dan Zakheus adalah orang berdosa. Orang berdosa yang mana yang harus kita cari?

 

C.            Baca kembali Lukas 19:4 dan baca Lukas 19:8-10. Berapa sulitkah menobatkan Zakheus? (Mudah!)

 

D.           Bandingkan kesulitan menobatkan orang Farisi yang berdosa dengan kesulitan menobatkan Zakheus. Apakah perbedaan diantara keduanya? (Zakheus mengejar Yesus!  Orang Farisi berlawanan dengan Yesus. Kita perlu mengerti suatu pelajaran bagaimana membawa orang kepada Yesus. Kita perlu menjangkau keluar kepada masyarakat, tetapi cari mereka yang tertarik akan injil, gantinya mereka yang adalah musuh injil.)

 

E.            Sahabat, sudahkah Anda mempertimbangkan bagaimana Anda dapat membawa orang lain kepada Yesus? Saya pikir Alkitab ajarkan kita untuk pergi ke “buah yang tergantung rendah” – mereka yang hatinya dibukakan oleh Roh Kudus untuk tertarik pada injil. Saya pikir kita tidak seharusnya meluangkan waktu dengan mereka yang menolak (atau dengan aktif melawan) kebenaran. Maukah Anda hari ini mencoba untuk memantulkan kebijaksanaan Allah dalam mencari yang hilang?

 

III.      Minggu depan: Penginjilan di Kota di Jaman Akhir.