Pelayanan Perkotaan di Akhir Zaman

Indonesian
(Kisah 3, 17 & 18, 1 Korintus 1)
Year: 
2016
Quarter: 
3
Lesson Number: 
12

Pendahuluan: Alkitab menceritakan bagaimana Petrus dan Paulus bekerja di kota-kota untuk membagikan berita injil. Hal yang menakjubkan yaitu bahwa masing-masing mereka menggunakan pendekatan berbeda untuk menarik perhatian pendengarnya. Bagaimanakah seharusnya pendekatan yang kita gunakan dalam membagikan kabar injil di perkotaan pada akhir zaman? Bagaimana cara kita membuat pendekatan dalam membagikan berita injil di tempat tinggal kita? Apakah diperlukan keterampil tinggi dan kelihaian? Ataukah, Allah memegang kendali untuk mengajarkan kita menggunakan pendekatan tertentu dan tugas kita ialah untuk bekerjasama denganNya? Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita untuk memperoleh pelajaran lebih banyak!

 

I.            Paulus di kota

 

A.   Baca Kisah 17:16-17. Kita sering kali melihat bagaimana pusat penginjilan di Perjanjian Baru adalah di kaabah setempat (gereja lokal.) Pendekatan baru apakah yang dapat kita saksikan disini? (Paulus pergi ke tengah pasar. Para komentator menjelaskan bahwa pasar ini bukan hanya tempat berjualan barang, namun dalam pasar juga adalah tempat mendiskusikan ide-ide.)

 

1.   Apakah ini adalah acara yang telah diiklankan? (Paulus berbicara dengan “siapa saja yang kebetulan ada ditempat itu.”)

 

2.   Perhatikan bagaimana Paulus pergi ke tempat dimana khalayak berkumpul untuk mendengarkan ide-ide baru. Tempat yang bagaimanakah yang setaraf ini pada zaman sekarang?

 

B.   Baca Kisah 17:18-19. Hasil yang bagaimanakah yang diperoleh Paulus dari mendiskusikan injil di pasar? (Ia diundang oleh petinggi pengadilan Areopagus – yang terkenal dalam otoritas pengambil keputusan, diantaranya, pertanyaan-pertanyaan keagamaan. Paulus tampaknya bukan diundang karena tuntutan kejahatan, melainkan untuk mempresentasikan ide-ide barunya.)

 

1.   Apakah yang diajarkan ayat ini kepada kita perihal penginjilan di daerah perkotaan? (Jika kita mengambil langkah untuk menyampaikan berita injil, Allah akan membukakan pintu-pintu yang tepat.)

 

C.   Baca Kisah 17:20-23. Strategi bagaimanakah yang digunakan Paulus dalam memberitakan injil? (Ia memulai dengan sesuatu yang telah mereka ketahui. Ia menarik perhatian mereka dengan mengatakan bahwa ia akan mengungkapkan misteri dari “Allah yang Tidak Dikenal.”)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D.   Baca Kisah 17:24-28. Bagiamanakah gambaran saudara akan langkah selanjutnya dalam argumen Paulus? (Ia selanjutnya beralih kepada alam. Ia mengatakan bahwa Allah menciptakan segalanya, oleh karenanya Ia tidak meminta kita untuk menciptakan rumah-rumah bagiNya.)

 

1.   Mengapa Paulus mengutip perkataan pujangga-pujangga yang berlawanan dengan Alkitab?

 

E.   Baca Kisah 17:29-31. Apakah yang dikatakan Paulus mengenai berhala-berhala? (Ia menyebutkannya “suatu kebodohan” bahwa manusia merancang dan membangun sebuah ilah.)

 

1.   Mengapa Paulus mengatakan ini merupakan konsep penting yang harus diartikan secara benar? (bahwa hari penghakiman akan tiba!)

 

F.    Baca Kisah 17:32-34. Apakah pendekatan ini berhasil? (“Sedikit” orang percaya. Namun catatlah bahwa Dionisius, anggota Areopagus, percaya. Kemungkinan orang ini adalah salah satu hakim-hakim, maka dalam hal ini Paulus telah menobatkan seorang anggota forum yang penting.)

 

1.   Laporan yang dibuat ialah bahwa tidak banyak orang yang ditobatkan oleh Paulus. Pelajaran apakah yang selayaknya kita simpulkan disini?

 

G.   Baca Kisah 18:1-4. Kita melihat bahwa selanjutnya Paulus berkhotbah pada “gereja” setempat. Perhatikan bagaimana sepanjang minggu Paulus bekerja dan pada hari Sabat ia berkhotbah. Apakah Paulus membuang waktu berharga dengan bekerja, bukannya berkhotbah, pada sepanjang minggu?

 

H.   Baca Kisah 18:5-6. Paulus berhenti dari pekerjaannya dan menjadi pengkhotbah sepenuhnya. Apakah perbedaannya? (Adanya orang yang membantunya.)

 

1.   Pelajaran apakah yang kita temukan disini? (Saya ragu bahwa Paulus membuang waktunya dengan membuat tenda-tenda. Melainkan, pelajaran yang dapat kita ambil yaitu Roh Kudus akan memimpin kita terhadap bagaimana kita akan menggunakan waktu kita dalam bekerja maupun menyampaikan pekabaran injil.)

 

I.    Baca Kisah 18:6 dan baca kembali Kisah 17:33-18:1. Contoh apakah yang dibuat Paulus bagi kita dalam penginjilan? (Ia membagikan pekabaran injil, dan jika orang percaya, hal itu hebat adanya. Jika mereka tidak percaya, ia tidak melanjutkan mengganggu mereka.)

 

J.    Baca Kisah 18:7-8. Paulus beranjak, namun kelihatannya hanya beberapa langkah! Mengapa bergerak sedikit saja? (Masalah yang ditemukan adalah pada orang Yahudi, dan bukan pada orang bukan Yahudi. Paulus tidak beranjak ke tempat jauh secara geografis, namun ia beranjak sesuai dengan pendengarnya.)

 

 

 

 

 

 

 

 

1.   Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari hal ini? (Kita perlu untuk waspada dan menaruh perhatian terhadap kelompok yang menerima pekabaran injil.)

 

K.   Baca Kisah 18:9-11. Siapakah yang mengarahkan pekerjaan injil Paulus? (Allah!)

 

II.          Petrus di Kota.

 

A.   Baca Kisah 3:1-5. Jika peminta-minta meminta uang kepada saudara, apakah saudara akan berbincang-bincang dengan mereka? Apakah saudara menatap mereka?

 

1.   Mengapa Petrus menyuruh orang itu untuk “melihat kepada kami” (Ia ingin mendapatkan perhatiannya.)

 

B.   Baca Kisah 3:6-10 dan sepintas Kisah 3:11-26. Jelas terlihat bagaimana Allah beserta Petrus dan Yohanes dalam mujizat ini. Petrus menggunakan mujizat sebagai papan lompatan untuk menerangkan kabar injil. Dalam banyak cara hal ini paralel dengan apa yang dilakukan Paulus di Areopagus dan di Korintus. Pendekatan yang manakah yang saudara lebih suka? (Saya memilih pendekatan dengan menggunakan mujizat untuk menarik perhatian khalayak ramai.)

 

1.   Pendekatan manakah yang lebih efektif? (Paulus tidak terlalu berhasil dalam jumlah yang percaya di Areopagus, namun Kisah 18:8 mengatakan pada kita bahwa di Korintus “ banyak dari orang Korintus yang mendengarkannya percaya dan dibaptiskan.”)

 

2.   Mengapa Petrus harus menggunakan mujizat dalam menarik perhatian khalayak itu, sementara Paulus perlu menggunakan imajinasinya dan patung berhala di Athena untuk menarik perhatian? (Karena Allah bekerja dengan keduanya, ini menunjukkan pada kita bahwa Allah menggunakan bermacam-macam pendekatan berbeda dalam membagikan kabar injil.)

 

3.   Karena saya belum pernah melihat penyembuhan seperti penyembuhan peminta-minta itu dalam semua pertemuan evangelisasi yang saya kunjungi, perlukah kita memberi perhatian lebih banyak terhadap detil usaha dalam pekabaran Paulus? Atau, perlukah kita berdoa agar Allah memperbolehkan kita membuat mujizat dalam namaNya untuk memajukan pekabaran injil?

 

III.        Fokus dalam Pekabaran Injil.

 

A.   Paulus membahas fokus dari pekabaran injilnya, oleh sebab itu mari kita lihat rekomendasinya. Baca 1 Korintus 1:17. Berhenti sejenak! Saya pikir presentasi Paulus di Areopagus adalah contoh dari kebijakan manusia. Bagaimana saudara menjelaskan hal ini? (Jika saudara membaca kembali presentasi Paulus (Kisah 17:22-31), saudara dapat melihat bahwa ia mengarahkan pada kuasa Allah dan kebangkitan Yesus dari kematian.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.   Baca 1 Korintus 1:18-20. Apakah ayat ini menjelaskan mengapa Paulus hanya menobatkan sedikit orang di Areopagus?

 

C.   Baca 1 Korintus 1:21-25. Tunggu dulu, apakah kita baru saja tersengkat pada alasan mengapa Petrus menggunakan mujizat sementara Paulus menggunakan argumentasi filosofi? Paulus menuliskan bahwa “orang Yahudi menuntut tanda-tanda mujizat sementara orang Yunani mencari kecerdasan.” Apakah ini jawabannya? (Paulus berargumen bahwa orang Yahudi mencari mujizat sementara orang Yunani mencari argumentasi yang cerdas, namun kuasa penginjilan yang sebenarnya adalah penyaliban Kristus.)

 

1.   Apakah hal ini menyarankan bahwa Allah akan menggunakan metode yang biasa orang berfokus dalam inti pusat kabar injil – yaitu Kristus yang Disalibkan? (Ini yang tepatnya kita lihat dalam pelajaran kita sejauh ini.)

 

2.   Jika hal ini benar, maka apakah yang kira-kira orang ingin lihat pada kota dimana kita berada? Di daerah tempat tinggal kita? Apakah fokus perhatian mereka sehingga mereka dapat membuka pendengaran mereka terhadap “Kristus yang Disalibkan?”

 

D.   Baca 1 Korintus 1:26-29. Bagaimana rumitnyakah untuk menentukan bagaimana kita menggunakan pendekatan untuk menjangkau dunia? (Pelajaran ini membantu kita untuk mempertimbangkan bagaimana Allah menggunakan umatnya dalam membagikan kabar injil, bahwa pada akhirnya Allah lah yang menggunakan kita dalam melakukan KehendakNya. Kita tidak perlu merupakan seseorang yang ahli dalam kemampuan kita, kita semua dapat membagikan pekabaran injil.)

 

1.   Saya mengenang ketika saya tinggal di sebuah hotel dalam kunjungan undangan disuatu kota keesokan harinya. Kasir hotel yang menyelesaikan pembayaran saya ketika saya check out secara terus menerus membicarakan kabar injil kepada saya. Saya yakin iya melakukan hal ini kepada semua orang. Hal itu membuat saya berpikir bahwa dalam pekerjaannya yang sederhana ia telah melakukan penginjilan lebih banyak dari waktu saya dalam pekabaran injil.

 

E.   Sahabatku, maukah pada hari ini saudara menetapkan untuk merelakan Allah menggunakan saudara membawa orang lain kepada berita injil “Kristus yang Disalibkan?”

 

IV.         Minggu Depan: Bagaimanakah Kita akan Menunggu?