Roh dan Firman

Indonesian
(1 Korintus 2, Daniel 2, Yohanes 16)
Year: 
2017
Quarter: 
1
Lesson Number: 
1

Pendahuluan: Dari semua pelajaran penting tentang Alkitab, salah satu pelajaran yang terpenting adalah untuk mengerti cara bekerja Roh Kudus. Dalam Kisah 8:14-17 kita baca cerita tentang orang percaya yang baru2 dibaptis dalam nama Yesus, namun masih memiliki defisit yang sangat serius: yaitu mereka belum “menerima Roh Kudus.” Petrus dan Yohanes “menaruh tangan mereka diatas orang-orang itu, dan merekapun menerima Roh Kudus.” Apakah saudara memiliki defisit dalam kehidupan Kristiani saudara? Apakah saudara sama seperti orang-orang Kristen itu, yang dibaptiskan, namun kekurangan Roh Kudus? Perpanjangan masalah potensial menjadi lebih jelas ketika kita mempertimbangkan bagaimana Roh Kudus beroperasi dalam kehidupan kita. Mari kita memulai perjalanan kita dalam mempelajari Alkitab tentang bagaimana kritisnya kita perlukan Roh Kudus dalam hidup kita!

 

I.            Roh Kudus dan Pemahaman akan Allah

 

A.   Baca 1 Korintus 2:13. Apakah yang salah dengan hikmat manusia? (Hal ini terbatas adanya. Bahkan hikmat manusia akan mengatakan pada saudara bahwa hikmat Allah seharusnya lebih besar dari hikmat ciptaanNya.)

 

B.   Baca 1 Korintus 2:14. Masalah serius apakah yang kita hadapi sebagai orang Kristen jika kita kekurangan Roh Kudus? (Kita tidak dapat memahami masalah yang berhubungan dengan Allah.)

 

1.   Ada beberapa komik terkenal dan juga orang-orang yang intelektual terpandang yang mempermainkan Kekristenan. Manakala saya mendengar olok-olok mereka saya akan merasa marah. Apakah saya seharusnya memang marah? Ataukah, seharusnya saya memiliki reaksi emosi yang berbeda? (Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa adalah wajar untuk seorang manusia untuk berpikir bahwa Kekristenan adalah sebuah “kebodohan” jika orang tersebut kekurangan Roh Kudus. Walaupun saya berpikiran bahwa orang-orang yang mengolok-olok itu ada di bawah pengaruh setan, namun kelalaian hikmat manusia adalah untuk gagal memahami hal-hal tentang Allah.)

 

C.   Baca 1 Korintus 2:15. Apakah artinya bahwa kita tidaklah “subyek atas penilaian orang” dalam konteks apa yang tengah kita pelajari? (Mereka yang tidak dituntun oleh Roh Kudus mungkin saja menilai kita bodoh, namun kita sebaiknya tidak menanggapi mereka karena kita tidaklah subyek terhadap penilaian mereka. Mereka tidaklah memiliki kesanggupan untuk menyimpulkan penilaian yang benar atas kita.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.          Roh Kudus dan Firman Allah.

 

A.   Baca 2 Petrus 1:19-21. Perbedaan apakah yang kita temukan antara hikmat manusia dan pemikiran manusia yang diarahkan oleh Roh Kudus? (Tidak ada nubuatan Alkitab yang berawal dari kehendak manusia. Melainkan, “dorongan” yang memberitahukan manusia deskripsi atas masa depan.)

 

B.   Baca Mazmur 95:7-9 dan bandingkanlah dengan Ibrani 3:7-9. Apakah sumber dari bagian ini dalam Mazmur? (Roh Kudus! Kita melihat bahwa Roh Kudus adalah pusat dari penciptaan dalam Alkitab.)

 

III.        Roh Kudus dan Pemecahan Masalah.

 

A.   Baca Daniel 2:1-3. Asumsikanlah bahwa saudara merupakan salah satu ahli nujum raja, pertanyaan apakah yang akan saudara ajukan kepadanya?

 

B.   Baca Daniel 2:4-5. Ternyata para ahli nujum memiliki pertanyaan yang sama yang akan kita ajukan “Ceritakanlah kepada hamba-hambamu  mimpi itu.” Menurut saudara mengapa raja sangat marah terhadap para ahli nujum itu? (Raja kemungkinan memiliki dua pemikiran. Pertama, bahwa ini adalah sebuah mimpi yang sangat penting dan ia ingin memperoleh cerita yang benar dari mimpi itu. Kedua, ia tidak mempercayai para penasehatnya. Ia dapat menguji apakah mereka mengatakan kebenaran dengan mengkonfirmasikan jika mereka dapat secara tepat menceritakan mimpinya.)

 

C.   Baca Daniel 2:11-12. Menurut saudara bagaimanakah kondisi kesehatan mental raja? Apakah dia seorang maniak, ataukah ini merupakan reaksi yang wajar atas sekelompok “orang pintar” yang selama ini dibiayai oleh raja?

 

D.   Baca Daniel 2: 13-15. Tempatkanlah diri saudara pada posisi Daniel. Apakah pertanyaan yang sama inikah yang akan saudara ajukan?

 

E.   Baca Daniel 2:16. Apakah yang merupakan permintaan asumsi Daniel? (Bahwa ia dapat menginterpretasikan mimpi itu.)

 

1.   Pertimbangkanlah bahayanya datang menghadap raja. Para pengawal raja sedang mencari orang-orang pintar untuk membunuh mereka!

 

F.    Baca Daniel 2:17-18. Bandingkanlah penjelasan Daniel dengan pernyataan dari orang-orang bijaksana – bahwa hanya ilah saja yang mengetahui jawabannya. Keterangan apakah yang dapat kita peroleh? (Daniel dan juga orang-orang bijaksana lainnya setuju – bahwa ini adalah masalah dari para ilah. Perbedaannya terletak pada kepercayaan Daniel akan aksesnya terhadap Allah, dan bahwa Allah akan membantu dia.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.   Pernahkan saudara mengalami tekanan yang lebih mengerikan daripada hal ini – dimana pemerintah telah memutuskan untuk memotong saudara ke dalam bagian-bagian kecil dan akan menghancurkan rumah saudara jika saudara gagal menghasilkan jawaban yang benar?

 

G.   Baca kembali Daniel 2:11. Perhatikan bagaimana orang-orang bijaksana mengatakan bahwa para ilah tidak hidup diantara manusia. Apakah ini benar dengan Allah saudara? (Baca Yohanes 14:17, Roma 8:11 dan 1 Korintus 6:19. Ayat-ayat ini mengatakan pada kita bahwa Roh Kudus hidup diantara kita! Maka, lebih baik dari para ilah yang hidup di”antara” manusia adalah Allah yang hidup “dalam” kita!)

 

1.   Jika, seperti Daniel, saudara memiliki masalah dalam informasi, dan hidup saudara ada dalam garis genting, apakah saudara akan hanya mengandalkan pengetahuan Ilahi sebab Roh Allah hidup diantara saudara?

 

H.   Baca kembali Daniel 2:18. Apakah bantuan dari Roh Kudus itu sifatnya otomatis? (Saudara harus memintanya. Daniel dan ketiga temannya “memohon atas kemurahan” dari Allah untuk memberikan mereka jawaban.)

 

I.    Baca Daniel 2:19. Mengapa jawabannya diterima oleh Daniel pada malam hari? Mengapa tidak segera? (Baca Daniel 2:22-23. Roh Kudus yang hidup di dalam saudara tidak secara otomatis menanamkan saudara dengan seluruh pengetahuan Allah. Melainkan, kita meminta Allah untuk informasi atas pemecahan masalah dan Ia memberikan informasi yang diminta kepada kita.)

 

1.   Pada masa yang lampau saya berpikir bahwa Roh Kudus hanylah “tinggal di dalam saya” untuk menolong saya dalam masalah rohaniah. Lihat Yohanes 16:8. Apakah ini kebenarannya? (Tidak menurut cerita ini. Roh Kudus menolong Daniel atas masalah yang menyangkut pekerjaannya.)

 

 

IV.         Roh Kudus dan Perenanaan Strategis.

 

A.   Baca Yohanes 16:12-13. Kita mendiskusikan gagasan ini bahwa dengan Roh Kudus hidup di dalam kita pikiran kita akan ditanamkan semua pengetahuan akan Allah. Alasan apakah menurut Yesus yang tidak terjadi? (Bahwa kita tidak sanggup menanggungnya. Terdapat suatu takaran Ilahi yang membagikan pengetahuan dengan kita agar menyanggupkan kita untuk menanggungnya. Yesus berkata bahwa “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum sanggup menangggungnya, Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan menuntun kamu ke dalam seluruh kebenaran.”)

 

1.   Ketika Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus akan “menuntun” kita “ke dalam kebenaran”, apakah itu berarti bahwa kita akan secara langsung mengetahui apa yang Allah ketahui?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.   Baca Yohanes 16:13-15. Apakah yang disarankan ayat ini perihal pengetahuan dari Roh Kudus? Apakah ini kurang dari apa yang dimiliki Allah Bapa? Bahwa Roh Kudus hanya mengutip hal-hal yang didengarNya, dan kemudian menyampaikannya kepada kita?

 

C.   Baca 1 Korintus 2:10-11. Apakah yang diajarkan ayat ini mengenai kedalaman pengetahuan Roh Kudus? (Ayat ini mengatakan pada kita bahwa di seluruh semesta alam tidak ada yang mengetahui pikiran Allah lebih baik daripada Roh Kudus! Jelaslah, bahwa Roh Kudus tidak hanya “mengutip perkataan saja.”)

 

D.   Baca 2 Korintus 3:17-18. Apakah yang diajarkan ayat ini kepada kita mengenai sifat dasar Allah? (Bahwa Allah “adalah Roh.” Sebagai bagian Trinitas, Roh Kudus dipenuhi Allah. Adalah gagasan salah untuk berpikir bahwa Roh Kudus tidak mengetahui apa yang Allah Bapa ketahui. Melainkan, saya berpikir bahwa kita perlu memahami artinya “hanya apa yang didengarNya” berarti bahwa Trinitas mendiskusikan dan memutuskan seluruh bagian kebeneran yang perlu kita ketahui. Ini ada hubungannya dengan keterbatasan kita, dan bukannya keterbatasan Roh Kudus.)

 

1.   Ketika kita membaca bahwa Roh Kudus akan “menuntun” kita ke dalam “seluruh kebenaran” peran apakah yang disarankan untuk kita? (Bukanlah peran yang pasif! Sama seperti Daniel dan teman-temannya meminta Allah untuk mengungkapkan misteri mimpi itu kepada mereka, maka kita perlu turut serta bersama Roh Kudus dalam mengeksplorasi “seluruh kebenaran.”)

 

2.   Perhatikan pada 2 Korintus 3:17-18 juga mengarahkan pada “kebebasan” dan “muka yang tidak berselubung.” Menurut saudara apakah yang disarankan disini mengenai pekerjaan Roh Kudus? (Ketika Roh Kudus menolong kita untuk lebih memahami kehendak Allah dalam hidup kita, hal ini memberikan kita kebebasan dari kesalahpahaman akan hukum Allah.)

 

E.   Sahabatku, apakah saudara memiliki Roh Kudus dalam hidup saudara? Jika saudara kurang yakin, mengapa tidak meminta Roh Kudus untuk tinggal di dalam saudara. Lebih baik lagi, mintalah pendeta saudara untuk meletakkan tangannya pada saudara dan memberikan saudara hadiah penting dari Allah ini?

 

V.           Minggu Depan: Roh Kudus: Bekerja di Balik Layar.