Roh Kudus dan Karunia-karunia Roh

Indonesian
(1 Korintus 12, Matius 12, 1 Yohanes 4)
Year: 
2017
Quarter: 
1
Lesson Number: 
8

Pendahuluan: Betapa suatu berkat memiliki Roh Kudus! Kita pelajari dua minggu yang lalu kalau Roh Kudus akan menuntun pikiran kalau kita meminta. Kita pelajari minggu lalu kalau Roh Kudus merubah sikap kita agar kita mengalami kasih, sukacita dan damai. Minggu ini kita belajar bagaimana masing-masing kita diberikan paling tidak satu karunia dari Roh Kudus untuk digunakan membangun tubuh orang-orang percaya. Apakah Anda menyukai karunia? Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan temukan lebih jauh lagi tentang  karunia-karunia yang Roh Kudus berikan pada kita!

 

 

  1. Yang Nyata

 

    1. Baca 1 Korintus 12:1-3. Topik apa yang Paulus ajarkan pada kita? (Karunia-karunia rohani!)

 

      1. Apa hal utama yang Paulus mau kita ketahui tentang karunia-karunia rohani? Apa yang menjadi “garis dasar” ajaran dia tentang karunia-karunia ini? (Kita semua dipengaruhi oleh hal-hal disekeliling kita. Paulus tidak mau kita “tersesat” oleh pengaruh-pengaruh yang salah. Pengaruh yang benar, mengatakan kalau seseorang mempraktekkan karunia Roh Kudus adalah mudah – kalau mereka katakan “Yesus adalah  Tuhan” (gantinya “Yesus terkutuk”), Anda tahu ini datang dari Roh Kudus.)

 

    1. Baca 1 Korintus 12:4-6. Mengapa Paulus katakan ada bermacam-macam karunia, pelayanan dan pekerjaan, tetapi Roh Kudus yang sama di belakang semuanya itu? (Ini satu peringatan lain – jangan menghakimi karunia roh orang lain. Hanya karena seseorang memiliki karunia roh yang berbeda, pelayanan berbeda, atau pekerjaan berbeda, kita tidak dapat mengatakan itu datang dari Setan. Roh Kudus bekerja dalam cara yang berbeda dengan orang Kristen yang berbeda.)

 

    1. Baca Matius 12:22 dan Matius 12:24-26. Apa yang Yesus katakan tentang pemikiran kalau seseorang akan menggunakan kuasa Setan untuk melakukan sesuatu yang baik? (Yesus katakan itu tidak masuk di akal.)

 

    1. Baca Matius 12:31-32. Sebelumnya kita sudah belajar dari Paulus pemahaman sesuatu yang datang dari Roh Kudus sudah jelas. Ia kemudian mengingatkan kita jangan menghakimi ketika orang lain memiliki karunia-karunia yang kita mungkin tidak miliki atau tidak pahami. Mengapa Yesus katakan kalau ini adalah hal yang sangat serius? (Kalau kita katakan pekerjaan Roh Kudus sebagai pekerjaan Setan, kita menghujat Roh Kudus! Lebih buruk lagi, ini adalah dosa yang tidak dapat diampuni!)

 

      1. Mengapa menghujat Roh Kudus tidak dapat diampuni dan menghujat Yesus dapat diampuni? Keduanya adalah bagian dari Ketuhanan! (Pikirkan hal ini. Yesus mengirim Roh Kudus untuk hidup dalam kita, menuntun kita, merubah sikap kita, dan memberikan kita karunia. Kalau kita tidak dapat membedakan pekerjaan Roh Kudus dan pekerjaan Setan, kita memiliki masalah praktis yang serius!)

 

    1. Baca 1 Korintus 12:10 dan 1 Yohanes 4:1. Kita baru saja mempelajari kalau membuat penilaian yang salah tentang roh (memahami atau “membedakan antara roh-roh”) adalah suatu hal yang sangat serius. Sesungguhnya, memahami roh-roh adalah karunia yang diberikan kepada sebagian orang. Haruskah kita ragu membuat kesimpulan, karena upah membuat kesalahan sangat mengerikan?

 

    1. Baca 1 Yohanes 4:2-3. Apakah kita tiba pada ujung lingkaran dimana kita memulai diskusi ini. Yohanes setuju dengan Paulus, memahami roh-roh mudah dan nyata. Kita tidak perlu khawatir membuat kesalahan, kalau kita ikuti prinsip sederhana ini – kalau Roh katakan Yesus adalah dari Tuhan, kalau Yesus adalah inkarnasi Tuhan, itu asalnya dari Roh Kudus. Kalau roh katakan Yesus bukan dari Tuhan, maka itu dari Setan. Ini tidak sulit. Apa yang sulit, adalah menerima kalau Roh Kudus bekerja pada orang Kristen yang berbeda dalam cara yang berbeda!)

 

      1. Kalau ini  begitu mudah, mengapa kita perlu satu karunia roh untuk membedakannya (memahaminya)? (Ingat kita baru saja mempelajari kisah Ananias dan Safira? Dalam Kisah 5:3 Petrus katakan kalau Setan telah memenuhi hati Ananias. Ananias memberikan uang kepada gereja. Tidak ada bukti ia meragukan kalau Yesus adalah dari Tuhan. Tetapi, motifnya tidak benar dan Petrus tahu. Roh Kudus mengatakan kepada Petrus tentang roh Ananias yang tidak terlalu nyata. Saya pikir itu adalah karunia roh – mengerti roh manusia yang sebenarnya.)

 

  1. Suatu Karunia Untuk Semua

 

    1. Baca 1 Korintus 12:7. Mari renungkan ayat ini untuk sesaat. Berapa banyak yang menerima suatu “manifestasi” dari Roh Kudus? (“Setiap orang.” Artinya setiap orang, termasuk Anda!)

 

      1. Mengapa kita diberikan paling sedikit satu karunia roh? (Untuk kebaikan semua. Ini pasti berarti untuk kebaikan sesama orang percaya dalam Yesus.)

 

    1. Baca Kisah 2:38-39. Apa yang diajarkan di sini tentang janji perorangan dari karunia Roh Kudus untuk seterusnya? (Itu berlanjut dari generasi ke generasi.)

 

    1. Baca 1 Korintus 12:8-10. Apakah itu kelihatan kalau kita semua menerima karunia roh yang sama? (Tidak. Ayat-ayat ini kelihatannya mengatakan sebaliknya, kalau orang-orang percaya menerima karunia yang berbeda-beda. Kita semua menerima karunia, tetapi kemungkinannya tidak sama karunianya dengan orang yang duduk di sebelah kita.)

 

      1. Kalau Anda mengorganisasi gereja, apa yang Anda simpulkan dari ayat-ayat yang baru saja saya baca? (Setiap orang memiliki setidaknya satu karunia roh. Karunia-karunia itu unik. Diberikan untuk kebaikan bersama bagi gereja. Oleh karena itu, saya akan mengorganisasikan gereja dengan membuat setiap anggota melakukan sesuatu sesuai dengan karunia yang ia miliki.)

 

    1. Baca 1 Korintus 12:11. Siapa yang memutuskan siapa mendapatkan karunia apa? (Roh Kudus.)

 

    1. Baca Roma 12:6-8. Siapa yang memutuskan sedikit banyaknya karunia roh yang kita miliki? (Paulus katakan itu “menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita” dan ia katakan “sesuai dengan besar imannya.” Ini menyarankan usaha bersama: Tuhan pada awalnya memutuskan karunia dan sedikit banyaknya karunia, dan kita dapat menambahkan kekuatan dari karunia dengan iman kita.)

 

    1. Baca 1 Korintus 12:31. Dalam 1 Korintus 12:27-30 Paulus mendaftarkan beberapa karunia roh. Ia kemudian berkata, “ingin memperoleh karunia yang lebih besar.” Apa dikatakan tentang peranan kita dalam memperoleh tambahan karunia roh yang kita ingin miliki? (Disarankan kalau kita memiliki peranan dalam jenis karunia yang diberikan kepada kita. Tidak masuk di akal bagi Paulus mengatakan pada kita untuk mengingini karunia roh yang lain kalau kita tidak dapat memperolehnya.)

 

    1. Lihat kembali 1 Korintus 12:11. Seperti sudah didiskusikan sebelumnya, Ini harus memiliki dampak besar pada organisasi gereja. Kalau kita hanya memfasilitasi tugas organisasi dari Roh Kudus, apa yang disarankan di sini tentang tugas gereja? (Kita mau Roh Kudus memimpin dalam hal itu juga. Roh mengorganisir dan Ia memimpin.)

 

    1. Baca 1 Korintus 12:12-13. Apakah tujuan dari organisasi ini? (Persatuan. Tujuannya adalah untuk bekerja sebagai satu tubuh.)

 

      1. Apa yang tidak berarti dalam organisasi ini? (Suku kita atau status ekonomi kita. Organisasi dari Roh Kudus adalah pemersatu kita.)

 

I.        Tanyakan diri Anda apakah Paulus menulis tentang gereja lokal atau keseluruhan orang percaya? (Ketika saya remaja, saya diajarkan kalau gereja saya adalah pembaharu terkini dari sejumlah pembaharuan-pembaharuan dalam doktrin sepanjang sejarah gereja. Contohnya, Gereja Lutheran adalah pembaharuan dari doktrin Gereja Katolik. Ini berlanjut dengan denominasi-denomisasi selanjutnya.)

 

      1. Apakah ada pendukung Alkitab untuk sejumlah pembaharuan yang terus menerus dari denominasi-denominasi gereja? (Wahyu fasal 1-3 mendaftar gereja-gereja yang diperkirakan merupakan gambaran dari sejarah gereja sepanjang jaman. Tetapi, ini bukanlah sejumlah pembaharuan. Gantinya, ajaran Alkitab yang setiap orang percaya (dan mungkin setiap kelompok orang percaya) saling melengkapi tubuh Yesus.)  

 

J.       Baca Roma 12:3-5. Peringatan apa diberikan pada kita kalau kita pikir karunia kita (atau mungkin gereja kita) lebih baik dari yang lainnya? (Hal ini meminta untuk “menguasai diri.” Saya pikir kita harus prihatin akan dosa kesombongan. Kita mau mengerti kehendak Tuhan sesempurna mungkin. Kita perlu berbagi pengertian yang lebih baik akan kehendak Tuhan. Tetapi, pada akhirnya kita perlu menyadari kalau anggota-anggota lain dan gereja-gereja yang lain mungkin melakukan hal-hal lain lebih baik daripada kita. Tujuannya adalah bersatu dalam Kristus.)

 

K.       Baca 1 Korintus 12:27-28. Sudahkah Anda memahami apa karunia roh yang diberikan Roh Kudus kepada Anda? Apakah Anda memperhatikan kalau menolong orang lain adalah karunia?

 

L.       Sahabat, kalau Anda menerima Roh Kudus, Ia telah memberikan Anda paling sedikit satu karunia roh. Tantangan saya bagi Anda adalah untuk menemukannya dan menggunakannya!

 

III.      Minggu depan: Roh Kudus dan Jemaat.