Suatu Warisan Kudus

Indonesian
(1 Petrus 1)
Year: 
2017
Quarter: 
2
Lesson Number: 
2

Pendahuluan: Minggu ini kita mulai pelajaran kita dari surat pertama Petrus. Mereka yang membaca kisah-kisah di injil tentang Petrus menyukai dia. Ia keras, ia memiliki semangat, dan ia tahu apa artinya mengecewakan Tuhan. Dalam pelajaran kita minggu ini, Petrus memberikan kita suatu suatu gambaran singkat dari hidup Kekristenan. Mari selami Alkitab dan temukan hikmat dan dorongan apa yang Petrus miliki bagi kita!

 

 

  1. Kedua Belah Pihak

 

    1. Baca 1 Petrus 1:1. Surat-surat kuno dimulai dengan nama penulisnya dan dilanjutkan kepada siapa surat itu ditujukan. Masihkah kita melakukan itu sekarang? (Hampir semua surat bisnis memiliki kop surat. Hampir semua e-mail menunjukkan siapa pengirimnya dibagian atas. Jawabnya “ya,” kita sering melakukannya dengan cara yang sama.)

 

      1. Perhatikan kalau Petrus menyatakan latar belakangnya sebagai “seorang rasul Yesus Kristus.” Bagaimana Anda menerangkan Petrus? (Berdasarkan pelajaran minggu lalu, Anda dapat katakan “nelayan,” “seorang yang kadang diinspirasikan oleh Allah dan kadang diinspirasikan oleh Setan.”)

 

        1. Apakah Anda menampilkan roman muka terbaik Anda di gereja? Menurut Petrus, apakah itu hal baik? (Ya. Petrus memberi latar belakangnya yang terbaik dalam menulis kepada sesama umat percaya. Itu masuk akal karena ia menulis sebagai seorang berkuasa yang diinspirasikan oleh Roh Kudus.)

 

    1. Lihat kembali 1 Petrus 1:1. Apakah latar belakang dari mereka yang ia tuliskan pekabaran ini? (Mereka adalah umat pilihan Tuhan.)

 

      1. Apa artinya itu? Tuhan memilih pemenang-pemenang dan dan orang-orang kalah? (Kita akan bicarakan hal ini lebih jauh di bawah.)

 

      1. Perhatikan kalau Petrus juga menyebut mereka “pendatang di dunia.” Apa artinya ini? (Dunia ini bukan rumah mereka.)

 

      1. Apa artinya kalau penerima-penerima suratnya “tersebar” di seluruh muka bumi ini? (Sepertinya ada sesuatu yang menyebabkan mereka pergi. Mungkin penganiayaan di Yerusalem. Ini mendukung sebutan “pendatang”.)

 

    1. Baca 1 Petrus 1:2. Kita lihat tiga alasan mengapa orang-oang ini telah “dipilih.”  Maukah Anda “dipilih” oleh Allah?  Kalau demikian, mari selidiki ketiga alasan tersebut:

 

      1. Apa arti “dipilih sesuai dengan rencana Allah Bapa?” Apakah sebagian direncanakan untuk selamat dan yang lain direncanakan untuk hilang?

 

      1. Di bagian akhir seri pelajaran kita yang lalu kita mempelajari Kisah 15. Gereja yang mula-mula membicarakan apa yang harus dituntut dari orang non-Yahudi yang bertobat. Mari lihat kembali diskusi dengan membaca Kisah 15:14-19. Perhatikan ayat 18 katakan “yang telah diketahui dari sejak semula.” Apa dikatakan pada kita disini tentang “kemahatahuan” Allah dan keselamatan? (Allah tahu apa yang Ia akan lakukan jauh sebelumnya – kalau injil harus disebarkan kepada yang bukan Yahudi. Itu tidak mengatakan tentang perseorangan. )

 

      1. Baca Matius 6:8. Apa dikatakan di sini tentang pengetahuan Tuhan akan masa yang akan datang? (Allah tahu kebutuhan Anda sebelum Anda memintaNya. Fakta kalau Ia tahu tidak berarti kita akan meminta. Dalam hal ini kita memiliki pilihan.)

 

      1. Baca Roma 11:2. Siapa yang Allah “telah ketahui sebelumnya?” (Israel! Dan, kita ketahui dari Alkitab kalau tidak semua mereka selamat.)

 

      1. Baca Roma 8:28-30. Ini berbicara tentang sudah ditentukan. Apa yang memulai “sudah ditentukan” ini? (Mereka yang mengasihi Allah. Baca seluruh fasal Roma 8 dan Anda akan mendapat kesan kalau diselamatkan adalah pilihan Anda. Kalau Anda masih belum yakin, baca Roma fasal 9 dimana Paulus katakan Allah memilih Israel, tetapi hanya sedikit akan ikut. Akibatnya Allah memanggil mereka yang “bukan umat-Ku” menjadi anak-anak Allah yang hidup. Roma 9:26.)

 

    1. Kita kembali kepada alasan kedua mengapa penerima-penerima surat adalah “dipilih Allah.” Baca kembali 1 Petrus 1:2.  Peranan apakah yang dimainkan Roh Kudus dalam hidup mereka yang dipilih Allah? (Baca Roma 8:5-8. Roh Kudus menjadi pusat bagi hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Ia menuntun kita untuk menurut dan menanamkan dalam kita sikap yang memantulkan kebenaran dan kesucian.)

 

    1. Baca kembali bagian akhir dari 1 Petrus 1:2. Apakah alasan ketiga mengapa mereka adalah “dipilih Allah?” (“Dipercik oleh darahNya.”)

 

      1. Apa artinya itu? (Ini membawa kepada pikiran pelayanan kaabah. Dosa dipindahkan melalui darah. Ini menunjuk pada keselamatan melalui iman dalam pengorbanan Yesus bagi kita.)

 

    1. Mengapa terpilihnya kita harus memberi “kasih karunia dan damai” yang berkelimpahan? (Kita tahu kalau kita adalah umat pilihan Allah. Kita tahu kita diselamatkan oleh kasih karunia. Ketika Anda mengijinkan Roh Kudus menuntun dalam hidup Anda memiliki damai.)

 

II.       Pengharapan Kita

 

    1. Baca 1 Petrus 1:3. Apakah Anda dilahirkan kembali? (Ya, jika Anda telah memilih Yesus. KebangkitanNya adalah “kelahiran baru” kita.)

 

    1. Baca 1 Petrus 1:4. Apa yang terjadi dengan barang baru Anda? (Menjadi tua, usang, dan akhirnya dibuang.)

 

      1. Bagaimana ini dibandingkan dengan warisan Anda di surga? (Itu tidak pernah menjadi usang!)

 

    1. Baca 1 Petrus 1:5. Sementara itu apa yang terjadi dengan kita? (Kita dilindungi, melalui iman, oleh Allah.)

 

      1. Saya sering mendengar kalau kita tidak harus berpusat pada surga. Apakah Anda setuju? (Setiap orang menantikan upah atau hadiah yang akan mereka terima. Allah tidak akan memberikan janji ini jika Ia tidak mau kita mengharapkannya.)

 

    1. Baca 1 Petrus 1:6. Mengapa ada pencobaan di dunia (ingat mereka adalah orang yang “tersebar”), bahkan membuat surga menjadi lebih penting? (Kita mau kesulitan-kesulitan berakhir. Betapa mengecilkan hati kalau kita tidak mempunyai pengharapan bagi tempat dan keadaaan yang lebih baik.)

 

III.      Penderitaan

 

    1. Baca 1 Petrus 1:7. Apakah sisi positif dari penderitaan? (Menunjukkan kemurnian iman kita!)

 

      1. Apa yang Anda pikirkan ketika membaca kata “menderita?” (Saya memikirkan penderitaan fisik.)

 

      1. Pikirkan tentang saat ketika iman Anda dikuatkan? Apakah itu melibatkan sakit fisik? (Bagi saya tidak. Apa yang paling menguatkan iman saya ketika Allah campur tangan dalam masalah-masalah dan tekanan-tekanan dalam hidup saya. Saya katakan, “Ia telah melakukannya. Mengapa saya begitu khawatir”)

 

    1. Lihat 1 Petrus 1:7 kembali. Mengapa kita mau membuktikan kemurnian iman kita? (Itu membawa “pujian, kemuliaan dan kehormatan” kepada Yesus.)

 

    1. Baca 1 Petrus 1:8. Apalagi hasil-hasil dari penderitaan? (Bertambahnya iman dalam Yesus, yang memberikan kita “suka cita yang mulia yang tidak terkatakan.”)

 

      1. Pernahkah Anda mengalami ini?

 

    1. Baca 1 Petrus 1:9. Apakah kita diselamatkan melalui penderitaan? (Saya pikir bukan itu yang dikatakan disini. Penderitaan menguatkan iman kita. Iman kita dalam Yesus yang menyelamatkan kita. Dengan melihat bagaimana Yesus campur tangan bagi kita, kepercayaan dan kasih kita kepadaNya bertambah.)

 

IV.      Keselamatan

 

    1. Baca 1 Petrus 1:10-11. Nabi-nabi yang manakah yang disebutkan Petrus? (Nabi-nabi Perjanjian Lama.)

 

      1. Menurut Anda hal penting apakah yang dibuat Petrus dengan menulis tentang penelitian yang seksama ini? (Kedatangan Yesus dipahami oleh nabi-nabi Perjanjian Lama, tetapi mereka mau tahu lebih jauh lagi.)

 

      1. Nabi-nabi memiliki “Roh Kristus didalam mereka.” Roh apakah itu? (Roh Kudus. Apakah Anda melihat bagaimana Petrus menghubungkan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru? Perjanjian Baru (yang ia tuliskan pada saat itu) tidaklah meninggalkan Perjanjian Lama.)

 

    1. Baca 1 Petrus 1:12.  Apakah kabar buruknya bagi nabi-nabi Perjanjian Lama? (Yesus tidak datang di jaman mereka. Mereka menulis untuk memberi kita pengharapan dan tuntunan.)

 

      1. Apa yang kita simpulkan dari pernyataan bahkan malaikat-malaikat tidak mengerti hal ini?

 

    1. Baca 1 Petrus 1:13-16. Bagaimana Petrus dapat berkata “pada waktu Yesus Kristus dinyatakan?”  Yesus telah datang dan telah kembali ke surga! (Yesus akan datang lagi!)

 

    1. Baca 1 Petrus 1:17-21. Kalau saya memiliki “iman dan pengharapan dalam Allah” mengapa Petrus katakan kalau Allah Bapa “menghakimi semua orang menurut perbuatannya?”

 

    1. Baca 1 Petrus 1:22-23. Apakah ini lebih buruk lagi - Petrus katakan kalau saya “menyucikan” diri saya? Bagaimana itu sejalan dengan lambang Yesus sebagai Domba yang mengangkat dosa-dosa kita? (Petrus mendukung keselamatan hanya melalui iman. Tetapi, ia juga mendesak kita kepada kesucian – untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Dengan melakukannya bukan saja membuat kita lebih baik, tetapi itu membuat kita lebih baik dalam membawakan Allah kepada dunia.)

 

    1. Sahabat, berjalan dengan Yesus adalah hal serius. Maukah Anda meminta Roh Kudus untuk terus menuntun Anda pada jalan kesucian!

 

V.       Minggu depan: Suatu Keimamatan yang Rajani.