Hubungan Sosial

Indonesian
1 Petrus 2:13 – 1 Petrus 3:17
Year: 
2017
Quarter: 
2
Lesson Number: 
4

Pendahuluan: Bagaimana seharusnya hubungan kita dengan pemerintah? Bagaimana seharusnya hubungan kita dengan atasan kita? Bagaimana seharusnya hubungan kita dengan pasangan kita? Pertanyaan-pertanyaan ini adalah pertanyaan praktis dengan derajat yang berbeda-beda berdasarkan sifat dasar pemerintah, atasan kita dan juga pasangan kita. Namun demikian, Petrus memberikan saran kritis atas ketiga bagian berbeda ini. Tuntunannya agar bertolak belakang dengan cara berpikir saat ini, maka bersiaplah untuk menerima tantangan. Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita untuk belajar lebih banyak lagi perihal hal ini!

 

  1. Pemerintah

 

  1. Baca 1 Petrus 2:13-14.  Petrus membuat pembedaan antara raja dan pemerintah. Saya tidak pernah tinggal dibawah otoritas raja dunia, namun saya pernah bekerjasama dengan pihak pemerintah. Tekanan apakah yang Petrus tuliskan dalam bukunya perihal raja-raja dan pemerintahnya? (Ia mengatakan pada kita untuk berserah kepada raja, sebagai otoritas tertinggi, dan kepada mereka yang telah didelegasikan untuk menjalankan otoritas raja.)

 

  1. Alasan prinsipil apakah yang menyuruh agar kita berserah terhadap otoritas pemerintah? (“Demi nama Allah.” Ini berhubungan dengan reputasi Allah.)

 

  1. Apakah alasan kedua mengapa kita harus berserah kepada otoritas pemerintah? (Karena pemerintah dapat “menghukum mereka yang salah dan…membuat komentar terhadap mereka yang berbuat benar.”)

 

  1. Baca 1 Petrus 2:15. Petrus berasumsi jika kita berserah terhadap otoritas pemerintahan bahwa kita telah “berbuat baik.” Apakah benar? Bagaimana dengan pemerintah Roma pada masa Petrus? Bagaimana dengan otoritas yang menyuruh murid-murid untuk tidak berkhotbah dan berencana untuk menyalibkan Yesus?

 

  1. Menurut Petrus apakah tujuan dari berserah? (Untuk “mendiamkan pembicaraan dungu dari orang-orang bodoh.”)

 

  1. Apabila orang-orang ini bebal dan bodoh, mengapa kita perlu menaruh perhatian? (Ini kembali kepada reputasi Allah.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saya agak terganggu dengan perkataan Petrus. Orang bebal dan orang-orang bodoh akan mudah salah tanggap. Apakah Petrus mengatakan bahwa kita janganlah berbuat baik, jika itu melawan hukum, oleh sebab orang-orang bebal dan bodoh?

 

  1. Mari kita menjelajahi lebih banyak pemerintahan Amerika Serikat. Siapakah “raja” disini? Apakah Presiden atau saudara? (Menurut konstitusi Amerika Serikat, otoritasnya ada pada rakyat. Adalah rakyat yang menentukan siapakah yang akan menjadi presiden dan pemerintah mereka. Apakah perbedaan ini berarti bahwa “berserah” terhadap “semua otoritas” memiliki arti berbeda?

 

  1. Mari kita berbicara mengenai otoritas dan “berbuat baik.” Di Amerika Serikat aborsi dan pernikahan dengan jenis kelamin yang sama adalah legal. Mengambil kehidupan orang lain demi keuntungan saudara adalah apa yang saya sebut sebagai “anti-injil.” Pernikahan dengan jenis kelamin yang sama bukan hanya secara spesifik dikutuk oleh Alkitab (Imamat 20:13; Roma 1:26-28), hal tersebut juga bertentangan dengan rencana penciptaan atas pernikahan. Dapatkah kita berkata bahwa kitalah “otoritas” dan bahwa kita perlu melawan apa yang legal, ataukah kita harus berserah terhadap keputusan pemerintah?

 

  1. Baca 1 Petrus 2:16. Perhatikan bahwa Petrus menuliskan dalam 1 Petrus 2:15 mengenai “berbuat benar” dan juga menuliskan “kebebasan” sebagai “menutupi perbuatan jahat.”

 

  1. “Kebebasan” apa yang dimaksudkannya? (Mengikuti hukum setempat.)

 

  1. Apakah yang dikatakan kedua instruksi ini, untuk berbuat benar dan tidak jahat, perihal hukum yang mendukung kejahatan?

 

  1. Petrus mengatakan pada kita untuk “hidup sebagai hamba Allah.” Apakah hal ini menyarankan cara lain – untuk tidak menolak hukum kejahatan, namun membuat keputusan-keputusan pribadi yang mendukung kebenaran? (Sebagian orang Kristen menerjemahkan ini sebagai perlunya agar kita mengacuhkan apapun kejahatan yang diperbolehkan oleh pemerintah, dan menaruh perhatian hanya pada kehidupan pribadi kita. Pada sisi lain, jika saudara dapat merubah sejarah dengan pengaruh saudara, apakah saudara memiliki kewajiban untuk menjalankannya?

 

  1. Baca 1 Petrus 2:17. Apakah saudara menaruh respek terhadap pandangan moral dan politik yang menurut saudara adalah salah? (Kita perlu menunjukkan respek meskipun kita berpikir pihak lain adalah bodoh dan berakhlah buruk.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saya ingin bertanya kepada Petrus, dan saudara dapat menjawab menggantikannya, apakah saudara menunjukkan “respek” dengan mengacu pada kalimat “perkataan dungu dari orang-orang bodoh” (1 Petrus 2:15)?

 

  1. Atasan/ Majikan

 

  1. Baca 1 Petrus 2:18. Karena saya ragu bahwa siapapun yang membaca pelajaran ini adalah benar –benar hamba, bagaimanakah saudara mengaplikasikan pelajaran ini terhadap atasan saudara?

 

  1. Apakah saudara akan mendukung serikat buruh? Apakah mereka mendukung respek atas atasan/majikan mereka?

 

  1. Baca 1 Petrus 2:19. Pernahkah saudara diperlakukan secara tidak adil dalam pekerjaan saudara? Mengapa Petrus mengatakan adalah “terpuji” untuk menanggung penderitaan karena ketidakadilan? (Hal ini berkaitan dengan “menyadari kehadiran Allah.”)

 

  1. Menurut saudara apakah pengertian: menyadari kehadiran Allah saat saudara mengalamai penderitaan? (Yesus menderita demi kita, dan Ialah Tuan kita.)

 

  1. Apakah perbedaan prinsip antara saudara dan seorang budak? (Saudara dapat menukar profesi saudara.)

 

  1. Apakah ini yang perlu kita lakukan ketika berhadapan dengan atasan yang pilih kasih? (Ya! Petrus menuliskan kepada mereka yang tidak dapat membuat perubahan. Saudara bisa. Namun, jika saudara belum membuat perubahan saudara harus mengikuti saran Petrus bagi budak-budak.)

 

  1. Baca 1 Petrus 2:20-23. Petrus berkata bahwa kita tidak layak menerima pujian atas hukuman yang semestinya kita terima. Namun, jika kita tidak layak menerimanya maka kita sedang mengikuti jejak kaki Yesus. Dimanakah letaknya harapan atas keadilan bagi kita? (Dalam Allah. Kita menyerahkan diri kita kepada Dia yang menghakimi secara adil.)

 

  1. Baca 1 Petrus 2:24-25. Yesus mempunyai alasan atas penderitaanNya. Apakah alasan saudara mengalami penderitaan? (Selayaknya adalah alasan yang sama – bahwa semua itu akan membawa kemuliaan bagi Allah.)

 

  1. Sebelum kita menutup kedua bagian ini, pikirkanlah perbedaan antara berada di bawah otoritas Roma atau dibawah otoritas seseorang yang saudara kenal, dengan menjadi penduduk di tempat yang berdemokrasi dan bekerja bagi seorang atasan yang saudara pilih. Prinsip apa yang menurut Petrus berlaku bagi kita pada masa sekarang?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pasangan kita

 

  1. Baca 1 Petrus 3:1-2 dan 1 Petrus 3:5-6. Apakah Petrus mengalamatkan saran hanya kepada wanita yang menikah dengan orang penyembah berhala? (Tidak. Abraham bukanlah orang kafir, namun Sarah mengilustrasikan apa yang dijabarkan Petrus.)

 

  1. Menurut saudara apakah artinya untuk “bersikap patuh?”

 

  1. Mari kita melompat ke 1 Petrus 3:8. Apakah saran Petrus secara universal terhadap semua orang percaya? (Hidup secara harmonis, bersimpati kepada orang, memiliki kerendahatian dan berbelas kasihan.)

 

  1. Jika seorang yang bersimpati, memiliki belas kasih dan rendah hati kepada sesama orang Kristen pada umumnya, sikap apakah yang saya (sebagai suami) harus lakukan kepada istri saya? (Setidaknya, hal ini secara terang-terangan dinyatakan!)

 

  1. Bayangkanlah sepasang suami istri dimana suaminya bersimpatik, berbelas kasihan dan memiliki kerendahatian terhadap istrinya dan sang istri bersikap patuh terhadap suaminya. Apakah masuk akal pada dunia modern saat ini?

 

  1. Baca Efesus 5:33. Sikap apakah yang Paulus katakan harus dimiliki seorang suami terhadap istrinya? (Agar mencintainya seperti ia mencintai diri sendiri.)

 

  1. Perhatikan bahwa Paulus berkata kepada para istri untuk “menghormati” suaminya. Seberapa pentingnyakah ini dalam pernikahan?

 

  1. Baca 1 Petrus 3:7. Apa kata Petrus mengenai suami yang perlu menghormati istrinya? (Bahwa menghormati itu adalah keharusan.  Maka, dalam pernikahan Kristen, suami dan istri harus saling menghormati.)

 

  1. Apakah yang dipertaruhkan jika suami tidak menghargai istrinya? (Komunikasinya dengan Allah pun “terhalangi”)

 

  1. Diskusi ini mungkin terdengar janggal pada jaman modern dan dapat membangkitkan amarah kaum feminis. Angka perceraian adalah tinggi di Amerika Serikat, dan persentasi pasangan yang hidup bersama tanpa pernikahan sangat besar. Apakah yang disarankan oleh pandangan modern atas pernikahan? (Secara terang-terangan hal itu tidak bekerja sangat baik. Kita susah untuk menolak saran Petrus dan Paulus dikala saran jaman modern mengakibatkan hasil yang buruk.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kita melompat keada 1 Petrus 3:3-4. Baca ini. Apakah ayat ini menyarankan para wanita untuk tidak membelanjakan uangnya atas rambut, menggunakan baju yang buruk rupa, dan menghindari membeli perhiasan? (Tidak. Malah dikatakan bahwa kecantikan yang sebenarnya harusnyalah datang dari kepribadian saudara, dan bukan dari apa yang saudara gunakan.)

 

  1. Apakah ini saran baik untuk saudara yang mencari pasangan? Carilah karakter yang tidak akan berubah seiring dengan waktu?

 

  1. Sahabatku, apakah saudara melihat pola dari saran Petrus? Polanya adalah untuk memiliki sikap hormat dan bersikap patuh kepada otoritas. Para pemberontak akan menuju kepada persoalan. Apakah saudara mau memperiksa kembali sikap saudara hari ini?

 

  1. Minggu depan: Hidup bagi Allah.