Nubuatan dan Kitab Suci

Indonesian
2 Petrus 1:16-20
Year: 
2017
Quarter: 
2
Lesson Number: 
10

Pendahuluan: Dua minggu lalu kita mendiskusikan mengapa kita dapat memiliki keyakinan bahwa Yesus adalah Allah. Minggu ini Petrus kembali membahas topik ini. Kenapa? Apakah saudara melihat kejanggalan bahwa Petrus harus menggunakan begitu banyak waktu membuktikan percayanya kepada Yesus? Mungkin terlihat janggal setelah ribuan tahun kemudian, namun pada masa itu ini adalah kunci pembuktian – sebuah kasus untuk membuktikan bahwa Yesus, seorang yang hidup di dunia dan disalibkan oleh pihak otoritas, adalah sepenuhnya Allah. Ini tetap adalah isu sentral dalam membawa orang yang tidak percaya kepada iman. Mari kita menjelajahi argumentasi Petrus untuk mempertahankan iman kita sekarang dan mempelajari bagaimana cara terbaik untuk membagikan berita tentang Yesus!

 

  1. Suara Ilahi
    1. Baca 2 Petrus 1:16. Masih ingat diskusi kita tentang Da Vinci Code? Kita berdiskusi apakah injil itu adalah kisah-kisah “ciptaan” perihal keilahian Yesus. Kita juga mempelajari bahwa Petrus adalah pendukung kuat atas hal keilahian Yesus. Oleh karena itu, perlu kita mungkin perluu mempertanyakan apakah Petrus juga menciptakan kisah-kisah ini? Apakah yang Petrus katakan tentang kisah-kisah ciptaan mengenai Yesus ini? (Ia membantah bahwa ia disesatkan oleh kisah-kisah yang cerdik. Jelas terlihat bahwa Petrus mengakui adanya isu itu, namun ia berpendapat bahwa orang akan percaya bahwa ia telah disesatkan, dan bukan ia yang menyesatkan orang lain.)

 

      1. Keterangan apa yang dikatakan mengenai keadaan pikiran Petrus dalam menyesatkan orang lain? (Bahwa tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa orang akan berpendapat ia telah membuat-buat atas hal ini. Kenyataannya, tidak ada yang mengatakan hal demikian terhadapnya.)

 

      1. Bagaimana cara Petrus menyanggah gagasan bahwa ia menyesatkan melalui kisah-kisah yang cerdik? ( ia mengatakan bahwa apa yang diberitakannya bukan didapati melalui orang lain. Tidak, ia adalah saksi mata atas keagungan Yesus.)

 

    1. Baca 2 Petrus 1:17 dan Matius 17:4-5. Menurut Petrus siapakah yang menyokong hal keilahian Yesus ini? (Allah Bapa. Petrus mendengar berita itu!)

 

      1. Perhatikan waktu yang terdapat pada Matius 17:5. Allah menginterupsi Petrus ketika Ia menyebutkan Yesus sebagai AnakNya. Petrus mengingat interupsi itu!

 

      1. Mari kita baca konteks ini. Baca Matius 17:1-6. Jika saudara adalah Petrus, dan kita sedang berargumentasi atas keilahian Yesus, apakah saudara akan langsung berkata, Saya dengar “sebuah suara…dari surga? (Tidak! Saya akan menceritakan keseluruhan kisah menakjubkan ini. Hal ini akan mempromosikan Yesus dan juga mempromosikan saya!)

 

        1. Apa yang kita pelajari dari fakta bahwa Petrus menahan diri untuk tidak menceritakan keseluruhan kisah itu? (Jelaslah bahwa Petrus bukan membesar-besarkan atau mengada-ada atas bukti tentang Yesus.)

 

    1. Baca 2 Petrus 1:18. Apakah ada orang lain yang dapat menguatkan cerita Petrus ini? (Ia berkata “kita juga telah mendengar suara ini.” Kita belajar dari Matius 17 bahwa Yakobus dan Yohanes ada disana.)

 

    1. Bayangkanlah bahwa saudara adalah seorang pengacara yang sedang mempersiapkan bukti-bukti atas hal Petrus. Menurut saudara bukti apakah yang memiliki nilai tinggi? (Petrus mendengar dan melihat keagungan Yesus. Ia mendengar suara Allah mengklaim Yesus sebagai AnakNya. Allah menyokong apa yang dikerjakan Yesus. Petrus memiliki saksi-saksi pendukung. Cara Petrus menyampaikan kisah itu terlihat sebagai kebenaran yang benar. Ia menahan diri untuk membesar-besarkan dan mencantumkan detil yang akan mempertahankan reputasinya.)

 

  1. Sebuah Nubuatan

 

    1. Baca 2 Petrus 1:19. Bukti lain apakah yang Petrus cantumkan perihal keilahian Yesus? (Para nabi dalam Perjanjian Lama.)

 

    1. Mari kita lihat sebagian ayat ini. Baca Mazmur 22:1 dan Mazmur 22:16-18. Apakah hal ini terdengar biasa bagi saudara? (Baca Matius 27:37-46 dan Lukas 24:36-39. Adalah umum bagi seorang yang disalibkan bahwa tangan dan kakinya akan dipaku ke kayu salib. Yesus berkata kepada pengikutNya untuk melihat tangan dan kakiNya karena itu dapat memperlihatkan luka penyalibanNya.)

 

    1. Baca Zakaria 12:10, Yesaya 53:5, dan Yesaya 53:10. Bagaimana ayat-ayat ini memprediksikan apa yang akan terjadi pada Yesus di kayu salib? (Saya telah menyebutkan beberapa sedikit nubuatan yang menunjuk kepada hidup Yesus.)

 

    1. Lihat kembali pada 2 Petrus 1:19, namun kalian mari kita berfokus pada bagian kedua ayat ini. Analogi apa yang Petrus buat agar kita mengerti nubuatan atas prediksi mengenai hidup Yesus? (Ia membandingkannya dengan sinar matahari.)

 

      1. Bagaimana hal ini merupakan perbandingan yang mendukung? (Ketika orang mempelajari nubuatan-nubuatan, dan membandingkannya dengan catatan-catatan atas peristiwa dalam hidup Yesus, maka pengertian mereka semakin berkembang dan berkembang. Pada akhirnya, mereka dapat “melihat” bagaimana Yesus memenuhi nubuatan-nubuatan dalam Perjanjian Lama dan bagaimana ia menggenapi sistem kurban dalam Perjanjian Lama.)

 

    1. Baca 2 Petrus 1:20-21. Petrus terlibat dalam argumentasi tentang Yesus sebagai Mesias. Argumentasi apa yang dibantahnya disini? (Gagasan bahwa nubuatan-nubuatan adalah merupakan gagasan manusia belaka. Petrus menerangkan kepada kita bahwa Roh Kudus menaruh nubuatan-nubuatan ini ke dalam pikiran para nabi.)

 

1.Mengapa hal ini penting? (Hal ini menunjukkan bahwa kedatangan Yesus adalah rencana ilahi. Ratusan tahun sebelum Yesus datang ke dunia sebagai seorang manusia, Allah telah menginspirasikan nabi-nabi untuk menuliskan mengenai kedatangan Yesus dan kematianNya.)

 

2. Perhatikan cara penulisan nubuatan dalam Perjanjian Lama. Apakah hal ini mengindikasikan bahwa Roh Kudus mendiktekan kata-kata dalam nubuatan? (Petrus menuliskan tentang “kehendak manusia.” Ia sepertinya menyatakan pada kita bahwa Roh Kudus bekerja alam “kehendak” nabi-nabi. Mereka kemudian menulis (“berkata”) saat Roh Kudus “mengarahkan” dalam kehendak mereka.)

 

    1. Baca 2 Timotius 3:14-15. Ini adalah tulisan Paulus kepada Timotius (2 Timotius 1:1-2). Atas dasar apakah Paul menyuruh Timotius untuk melanjutkan dalam imannya? (Atas kredibilitas mereka yang telah mengajarnya, atas keputusan penginjilan yang dibuatnya, dan atas apa yang dibacanya di Alkitab.)

 

      1. Apakah saudara melihat persamaan dalam argumentasi yang dibuat Petrus dan Paulus tentang percaya akan Yesus?

 

    1. Baca 2 Timotius 3:16-17.”Nafas-ilahi” merupakan suatu istilah yang tidak umum. Menurut saudara apakah artinya? (Catatan Barnes menerjemahkannya sebagai “bernafas atas, atau bernafas ke dalam jiwa.”)

 

      1. Baca Kejadian 2:7. Apakah hal ini membantu saudara untuk lebih memahami ekspresi bahwa Injil merupakan “Nafas-ilahi?” (Hal ini berarti bagi saya. Alllah menghidupkan Adam melalui nafasNya. Ia menjadi hidup bersama nafas Allah. Injil dihidupkan dengan Roh Allah. Saya tidak berpendapat bahwa Allah mendiktekan Alkitab dan bahwa para penulis hanyalah menuliskan apa yang dikatakan Allah. Ia berpendapat bahwa para penulis diinspirasikan oleh Roh Kudus. Pikiran tentang Allah menjadi hidup ketika Ia meniupkan nafas melalui para penulis atas ayat-ayat dalam Injil.)

 

      1. Sekarang mari kita berputar kembali kepada 2 Petrus 1:21 dan membacanya kembali. Bagaimana hal ini mengkonfirmasi argumentasi Petrus bahwa nubuatan adalah alasan untuk percaya bahwa Yesus adalah Allah? (Nubuatan-nubuatan ini berasal dari kuasa Allah. Sama seperti bagaimana Allah telah memberikan kehidupan bagi Adam, maka Allah juga memberi hidup kepada nubuatan yang mengacu kepada Yesus.)

 

    1. Sahabatku, apakah saudara telah diyakinkan atas Yesus? Apakah saudara percaya bahwa Ia diutus oleh Allah, menjadi manusia, hidup dan mati demi menghapuskan dosa kita, dan kini telah kembali kepada BapaNya di surga sebagai Pemimpin atas segalanya?

 

  1. Minggu depan: Guru-guru Palsu