Kesatuan Injil

Indonesian
Galatia 2
Year: 
2017
Quarter: 
3
Lesson Number: 
3

Pendahuluan: Kesatuan injil apakah yang diwakili oleh Paulus? Sejauh ini, kelihatannya Paulus paling berminat untuk mengatakan bahwa injilnya datang langsung dari Allah, dan bukan dari pemimpin gereja. Ini terlihat seperti pendekatan yang aneh terhadap persatuan! Mungkin kita tidak selihai Paulus. Mungkin Paulus mengetahui bahwa untuk meneruskan jalannya sendiri dalam mengajar orang bukan Yahudi seperti yang diinstruksikan Allah kepadanya. Hanya bila ia telah menetapkan pekerjaannyalah ia baru akan mendatangi para pemimpin gereja untuk meminta persetujuan. Mari kita baca apa yang dituliskan Paulus dan melihat apakah pendekatan yang digunakannya!

 

 

  1. Tahun-tahun Terpisah

 

    1. Baca Galatia 2:1. Bandingkan dengan Galatia 1:18-19. Paulus melaporkan bahwa tiga tahun setelah pertobatannya ia mengunjungi Yerusalem dan memiliki kontak yang sangat sedikit dengan para pemimpin gereja. Empatbelas tahun kemudian, ia datang untuk menemui kembali para pemimpin gereja. Jika saudara sedang memberikan nasehat bagi Petrus dalam masalah persatuan dengan pemimpin gereja, apakah saudara akan menyarakan tindakan yang demikian? (Saya tidak sependapat. Ini terlihat seperti berseberangan dengan apa yang biasanya dilakukan untuk mempromosikan persatuan.)

 

    1. Baca Galatia 2:2. Mengapa Paulus muncul setelah empatbelas tahun? (Sebagai respons akan sebuah wahyu.” Allah menyuruhnya mengunjungi para pemimpin. Ini menyarankan bahwa Allah sebelumnya tidak menyuruhnya untuk kembali ke Yerusalem dan meminta nasehat para pemimpin.)

 

      1. Menurut saudara apakah Paulus akan pergi ke Yerusalem jika Allah tidak memerintahkannya untuk mengunjungi para pemimpin? (Menurut saya tidak demikian. Jika saudara telah pergi selama empatbelas tahun, dan saudara merasa tidak perlu meminta nasehat para pemimpin, mengapa perlu meminta nasehat?)

 

      1. Menurut saudara mengapa Allah membuat Paulus menunggu begitu lama?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Konsistensi?

 

    1. Baca 1 Korintus 1:10-12. Bagaimana Paulus dapat berargumen perihal persatuan kepada para pemimpin, jika secara pribadi selama empatbelas tahun ia telah mengadakan “pertunjukan” nya sendiri diantara orang bukan Yahudi?

 

    1. Baca kembali Galatia 2:2. Mengapa Paulus mengatakan ia memutuskan untuk menemui para pemimpin gereja secara tertutup? (Ia khawatir telah bekerja secara sia-sia.)

 

      1. Apakah artinya menurut saudara?

 

      1. Baca Galatia 1:6-8. Paulus tidak memiliki keraguan atas caranya mempresentasikan injil, maka apakah kira-kira yang sedang dibicarakan Paulus ketika mengatakan ia khawatir telah berusaha secara sia-sia.

 

    1. Ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sulit! Bagaimana bisa Paulus yang telah menjauh mempromosikan persatuan, dan bagaimana Paulus dapat berpikir ia mungkin telah bekerja secara sia-sia? Mungkinkah kita telah melihat hal ini dalam cara yang salah?

 

    1. Baca 1 Korintus 1:18-19. Apakah Allah selalu bekerja dalam cara yang masuk akal bagi kita?

 

      1. Jika Paulus benar bahwa ia telah mengkhotbahkan injil yang benar, bagaimana ajaran yang benar tersebut dapat muncul terhadap mereka yang menolak rahmat Allah? (“Kebodohan”).

 

      1. Pikirkanlah hal ini sejenak. Pusat sokongan atas hukum Musa adalah Yerusalem. Apabila saja Paulus langsung mempresentasikan injil tentang rahmat Allah pada khalayak di Yerusalem, bagaimanakah respons yang akan terjadi saat itu? (Baca Kisah 9:23-25 dan Kisah 22:17-21. Setelah pertobatannya, Paulus berpikir bahwa ia sangat memiliki kualifikasi untuk mempresentasikan injil kepada orang Yahudi yang telah bekerja untuknya. Kita menyaksikan bahwa Allah bukan saja tidak setuju dan bahkan mengirimnya kepada orang bukan Yahudi, juga kenyataan bahwa orang Yahudi mencoba untuk membunuhnya. Hal paling akhir yang patut dibuat Paulus dalam mempromosikan “persatuan” adalah untuk mempresentasikan injilnya kepada orang Yahudi di Yerusalem.)

 

        1. Jika Paulus telah ditolak anggota gereja di Yerusalem, bagaimana efek merugikan yang akan terjadi terhadap pekerjaannya? (Jika saja Paulus tidak bekerja secara terpisah pada tahun-tahun tersebut, ia (mungkin saja) telah mempresentasikan isu kepada khalayak di Yerusalem, kemudian ditolak (ataupun dibunuh) dan itu secara prematur akan mengakhiri pekerjaannya.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Baca Galatia 2:3-5. Apakah hal kontroversinya? (Persunatan disebutkan disitu.)

 

      1. Bagaimana pendekatan Paulus dalam mempromosikan pandangannya? (Ayat lima mengkonfirmasikan bahwa Paulus tidak merasa berita injilnya adalah salah. Melainkan, kita melihat dengan secara tertutup menemui para pemimpin, ia dapat menjabarkan apa yang sedang Allah lakukan melalui pendekatannya. Hal ini menjelaskan bagaimana pendekatan Paulus terlihat begitu janggal. Ia menjauh untuk periode yang begitu lama untuk menjadi benar, ia secara strategis mendekati para pemimpin dan bukan khalayak atas berita yang disampaikannya.)

 

  1. Peran Terpisah

 

    1. Baca Galatia 2:6. Bayangkan jika ini adalah pendeta saudara yang menuliskan mengenai kepemimpinan denominasinya? Apakah saudara akan berpendapat ia adalah pembela persatuan?

 

      1. Apakah alasan Paulus menuliskan pernyataan yang terdengar membangkang tersebut? (Sekali lagi, ia memiliki berita yang diajarkan kepadanya oleh Yesus, dan bukan berita yang diajarkan oleh orang lain.)

 

    1. Baca Galatia 2:7. Dapatkah saudara menemukan berita persatuan dalam pernyatan itu? (Jika saudara melihat gambaran besarnya, saudara dapat menemukan persatuan. Paulus mengatakan bahwa ia memiliki bagian memberitakan pekabaran (kepada orang bukan Yahudi) dan Petrus memiliki bagian lain untuk memberitakan pekabaran (kepada orang Yahudi.)

 

    1. Baca Galatia 2:8. Siapakah yang bertanggungjawab atas pembagian tugas ini dalam gereja? (Allah. Sama seperti bagaimana berita Paulus berasal dari Allah, demikian juga pembagian peranan berasala dari Allah.)

 

      1. Bagaimana saudara dapat mengaplikasikan pendekatan terhadap isu-isu persatuan pada masa ini? Sebagai contoh, di denominasi gereja saya terdapat sebuah pertikaian atas pengurapan pendeta wanita. Bagaimana jika pendukung atas pengurapan wanita ini mengatakan bahwa Allah telah menuntun posisi mereka, dan bahwa Allah telah mengatur agar disebagian belahan dunia wanita dapat diurapi menjadi pendeta dan dibagian dunia lainnya tidak diakui? Apakah ini dapat dibandingkan?
      2. Kenang kembali bahwa kita telah berdiskusi bagaimana gereja yang mula-mula dihadapkan pada pembagian, keputusan diambil dalam mengobservasi pekerjaan dari Roh Kudus? (Baca Kisah 15:12-13.)

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Baca Galatia 2:9. Menurut Paulus siapakah yang mengkonfirmasi pendekatannya dan atas dasar apakah mereka membuat konfirmasi itu? (Pada akhirnya, Paulus menerangkan pada kita bahwa “tiang-tiang” gereja mula-mula telah mengkonfirmasikan pekerjaannya. Perhatikan, bahwa, dasar dari konfirmasi yang diberikan kepada Paulus adalah oleh “rahmat yang diberikan”. Apa yang kita lihat adalah bahwa para pemimpin gereja mengakui pengarahan yang dipimpin oleh Allah.)

 

    1. Baca Galatia 2:10. Kenang kembali adanya isu seketika tentang persunatan. Apakah para pemimpin gereja meminta sebagian modifikasi dalam pengajaran Paulus? (Tidak.)

 

      1. Apakah saudara mengingat bahwa pada bagian mula-mula dari suratnya kepada gereja di Galatia, Paulus telah membuat argumentasi mengenai otoritas dalam pengajarannya? Sekarang ia melaporkan bahwa Allah adalah sumber dari pengajarannya dan tiang-tiang gerejapun menyetujuinya! Bagaimana jika tiang-tiang dari gereja saudara tidak setuju atas pertikaian doktrin dari sisi pendapat saudara?

 

      1. Menurut saudara mengapa para pemimpin gereja meminta Paulus untuk “mengingat mereka yang miskin?” Dari semua permintaan yang dapat mereka ajukan kepada Paulus, apakah ini terlihat sebagai permintaan yang tidak seperti biasanya? (Apakah kritik yang sering terjadi atas pembenaran oleh iman? Hal tersebut memperbolehkan orang untuk terus memuaskan keinginan kepentingan diri(selfish) mereka. Menolong orang lain mendemontrasikan hati yang memikirkan orang lain. Sebagai tambahan, orang miskin yang dibahas adalah orang Kristen Yahudi.  Dengan meminta orang yang bukan Yahudi membantu orang Yahudi, akan menolong mengadakan persatuan.)

 

 

  1. Pertunjukan (Showdown)

 

    1. Baca Galatia 2:11-12. Apakah yang menyebabkan Petrus meragukan keputusannya untuk mendukung pandangan Paulus? (tekanan kelompok/peer pressure!)

 

      1. Pikirkanlah pertikaian doktrin yang saudara khawatirkan. Sebesar apakah keputusan saudara akan didasari oleh mereka yang berada disekitar saudara? Seberapa besarkah keputusan saudara akan didasari oleh ajaran Alkitab?

 

    1. Baca Galatia 2:13. Sebesar apakah kuasa dari tekanan kelompok? (Kelihatannya hanya Paulus yang dapat menolaknya.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Baca Galatia 2:14. Analisalah argumentasi Paulus. Apakah hal ini berdasarkan Alkitab? Bagaimana saudara akan mengkategorikannya? (Paulus berargumen bahwa Petrus adalah seorang munafik! Ia mengungkapkan bahwa Petrus tidaklah mengikuti praktek orang Yahudi. Oleh karenanya, adalah munafik bagi Petrus untuk memaksa orang bukan Yahudi untuk menuruti kebiasaan orang Yahudi.)

 

      1. Pada pertikaian doktrin, perlukah kita membuat argumentasi demikian untuk mempromosikan persatuan? (Kita akan berhenti disini dalam argumentasi Paulus, namun pada ayat berikutnya ia membuat argumentasi yang berdasar pada Alkitab.)

 

    1. Sahabatku, apakah pandangan saudara atas pendekatan Paulus akan persatuan di gereja? Mengapa tidak berdoa agar Allah akan menolong saudara melihat pendekatan prinsipal yang akan membawa persatuan di dalam gereja?

 

  1. Minggu depan:Pembenaran oleh Iman Saja.