Pembenaran Oleh Iman Saja

Indonesian
(Galatia 2:15-21, Roma 7)
Year: 
2017
Quarter: 
3
Lesson Number: 
4

Pendahuluan: Minggu ini kita memulai diskusi kita dengan inti dari injil – bagaimana seorang Kristen diselamatkan dari dosa-dosanya. Adalah sangat penting untuk mengartikan ini dengan benar. Apakah Anda ingat dalam Galatia 1:8 Paulus katakan kalau mereka yang mengajar injil palsu harus “dikutuk selamanya.” Saya akan coba mengartikan ini dengan benar! Lebih penting dari apa yang saya tulis, pertimbangkan dengan seksama apa yang Paulus tulis sehingga Anda akan mengerti dengan benar kehendak Tuhan. Mari masuki pelajaran yang sangat penting ini!

 

 

  1. Orang Yahudi vs. Bukan Yahudi

 

    1. Baca Galatia 2:15-16. Ingat ketika kita mengakhiri diskusi kita di pelajaran yang lalu, Paulus berargumen kalau Petrus bertindak seperti seorang munafik dengan memisahkan dirinya dari orang yang bukan Yahudi. Saya jelaskan kalau Paulus harus (dan mau) membuat satu argumen berdasarkan Alkitab. Apakah argumennya seperti yang dijanjikan? Yang berdasarkan Alkitab? (Tidak persis. Gantinya, Paulus katakan pada orang Yahudi untuk memikirkan pengertian mereka tentang perbedaan antara orang Yahudi dan bukan Yahudi.)

 

      1. Apakah perbedaannya? (Baca Roma 2:17-18. Orang Yahudi memiliki satu hubungan khusus dengan Tuhan. Ia memberikan mereka banyak peraturan untuk membuat hidup mereka lebih baik dari orang-orang bukan Yahudi yang hidup di sekeliling mereka. Mereka adalah satu “terang” diantara kegelapan orang-orang yang bukan Yahudi.)

 

      1. Walaupun mengetahui kalau orang Yahudi memiliki kelebihan hukum dan memiliki hubungan khusus dengan Tuhan, apa yang orang-orang Yahudi yang bertobat memasuki Kekristenan juga ketahui? (Kalau mereka tidak dibenarkan oleh hukum. Gantinya, mereka dibenarkan oleh iman dalam Yesus.)

 

        1. Apakah kita harus percaya ini hanya karena orang-orang Yahudi mula-mula yang bertobat mempercayainya?

 

    1. Baca Roma 2:21-24. Di sini kita baru saja membaca bagian pertama dari argumen Paulus – kalau orang Yahudi memiliki kelebihan karena memiliki hukum dan satu hubungan khusus dengan Tuhan. Apakah akibat dari hubungan khusus ini?  Apakah mereka memelihara hukum yang merupakan satu berkat bagi mereka? (Tidak. Gantinya menjadi satu terang, mereka tidak menghormati dan menghujat Tuhan dengan cara-cara mereka yang berdosa.)

 

      1. Oleh karena itu apakah orang Yahudi yang bertobat ketahui yang harus membuat kita menerima kalau hukum tidak menyelamatkan kita? (Mereka tahu mereka tidak mampu memelihara hukum.)

 

      1. Jangan biarkan ini dengan pemikiran dari orang-orang yang tidak kita kenal. Apakah Anda tahu kalau Anda secara teratur melanggar hukum? (Kalau Anda jujur, Anda akan katakan (seperti orang-orang Yahudi mula-mula yang bertobat) “ya, saya melanggar hukum secara teratur.”)

 

      1. Mari lihat kembali Galatia 2:16. Kalau Anda berdosa, dapatkah Anda “dibenarkan dengan menurut hukum?” (Dengan jelas, tidak. Paulus tidak memulai dengan argumen teologi, ia mulai dengan pengalaman setiap putra dan putri Adam dan Hawa. “Tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh melakukan hukum Taurat.”)

 

II.       Pembenaran oleh Iman

 

    1. Galatia 2:15-16 beberapa kali menggunakan istilah “dibenarkan”. Menurut Anda apakah artinya itu? (Dari sudut  pandang Hukum Amerika, itu berarti Anda telah melanggar hukum tetapi Anda tidak dianggap bersalah.  Contohnya, seseorang memasuki rumah Anda dimalam hari dan Anda takut kalau orang itu akan membahayakan Anda. Jika Anda menembak dan membunuh orang itu karena ia mendekati Anda, itu adalah apa  yang disebut sebagai hukum “pembunuhan yang dapat dibenarkan.” Membunuh seseorang dengan sengaja secara umum adalah kejahatan yang mengerikan. Tetapi, dalam situasi ini pembunuhan “dibenarkan.”)

 

      1. Pernahkah Anda mendengar perkataan “Diselamatkan dari dosa-dosa Anda dan bukan dalam dosa-dosa Anda?” Jika kita dibenarkan bahkan ketika kita berdosa, apakah perkataan ini benar?

 

    1. Baca Galatia 2:17. Pikirkan tentang situasi hukum di Amerika yang baru saja saya jelaskan. Apakah hukum ini mempromosikan pembunuhan? Apakah itu melemahkan hukum yang melarang pembunuhan? (Itu menetapkan otoritas hukum pada tempatnya. Itu mengatakan dalam situasi tertentu, aturan hukum ditetapkan dengan mengijinkan seseorang untuk mempertahankan dirinya.)

 

    1. Baca Galatia 2:18. Apa yang telah “dihancurkan?” (Kalau kita mengaplikasikan ini kepada situasi Petrus, ketika ia kembali kepada cara lamanya dengan memisahkan diri dari orang-orang bukan Yahudi, ia membangkitkan hukum (legalisme) dan, sebagai akibatnya, menghukum dirinya. Walaupun sebagian berpikir hukum telah dihancurkan, saya pikir adalah lebih tepat untuk menyimpulkan kalau hukuman bagi hukum telah “dihancurkan” ketika kita diselamatkan oleh iman.)

 

    1. Baca Galatia 2:19. Ini mengatakan kalau saya mati “untuk hukum.” Itu tidak mengatakan kalau hukum telah “dihancurkan.” Bagaimakah seorang Kristen “mati untuk hukum?” (Baca Roma 6:3-7. Ketika kita dibaptis, kita mati dengan Yesus, dan kita dibangkitkan dengan Yesus. Kita tahu kalau Yesus telah mati karena dosa kita. Oleh karenanya, kita (melalui Yesus) telah membayar upah bagi dosa-dosa kita. Kita telah membayar harga yang dituntut hukum bagi dosa. Hukum tidak “dihancurkan,” tetapi itu tidak lagi mengancam kita karena kita telah membayar penuh hukuman dari dosa melalui Yesus.)

 

    1. Baca Roma 7:1-4. Paulus katakan kita adalah seperti seorang isteri yang suaminya mati, dan oleh karenanya dia dibebaskan dari hukum perzinahan.  Mari lanjutkan dengan contoh spesifik. Apakah orang-orang Kristen bebas dari hukum perzinahan? (Baca Roma 6:1-2 dan Roma 6:5-7. Ini katakan pada kita kalau kita tidak berlanjut membuat dosa. Dikatakan kepada kita kalau “diri yang lama” telah mati. Cara terbaik untuk mengerti hal ini adalah dengan mengatakan kalau kita telah mati terhadap hukuman dari perzinahan – sama seperti upah dari melakukan dosa yang lain. Tetapi, kita tidak mati terhadap pengertian kalau hukum ada untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik. Kita tidak mati terhadap pengertian kalau mengidupkan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah akan membawa kemuliaan bagiNya.)

 

    1. Baca Galatia 2:19-20. Akankah seseorang yang melakukan perzinahan “hidup untuk Allah?” (Sudah tentu tidak.)

 

      1. Bagaimanakah Kristus hidup dalam kita? (Ini menyatakan Roh Kudus hidup dalam kita.)

 

      1. Mari gunakan satu contoh. Seandainya saya katakan Anda mati terhadap semua hukum lalu-lintas. Apakah itu membuat Anda seorang pengemudi yang lebih baik? (Kalau Anda sudah mati, Anda tidak akan tahu tentang hukum lalu-lintas. Oleh karena itu, seandainya Anda dapat mengemudikan dalam keadaan mati, Anda akan menjadi seorang pengemudi yang jauh lebih buruk.)

 

        1. Sekarang seandainya pembuat dari semua hukum lalu-lintas “hidup dalam Anda.”  Pengemudi yang seperti apakah Anda? (Jika saya diresapi oleh orang yang membuat semua hukum lalu-lintas, saya akan berada dalam keharmonisan yang sempurna. Saya tidak akan mematuhinya karena saya akan diberi surat pelanggaran oleh polisi. Saya akan mematuhinya karena saya tahu itu akan menciptakan satu dunia lalu-lintas yang aman. Saya pikir itulah tujuan Paulus.)

 

    1. Baca Galatia 2:21. Bagaimanakah seseorang “menolak” kasih karunia? (Dengan berpikir kalau ia harus memelihara hukum agar selamat. Hukum tidak akan pernah menyelamatkan kita. Sehingga memelihara hukum karena kita pikir itu memiliki satu pengaruh akan keselamatan kita adalah satu kesalahan. Bukan saja kita tidak dapat memelihara hukum dengan sempurna karena sifat alamiah kita yang berdosa, tetapi mencoba untuk memelihara hukum untuk diselamatkan menghina Yesus karena itu berarti Ia telah mati sia-sia.)

 

III.      Hukum

 

    1. Kita telah membicarakan tentang hukum. Ketika saya muda, saya diajarkan oleh sebagian orang kalau Paulus membicarakan tentang “hukum upacara,” yang artinya hukum-hukum yang ditulis oleh Musa yang berkenaan dengan pelayanan kaabah. Ketika saya baca komentar-komentar Alkitab yang lama, kelihatannya sebagian dari penulis-penulis komentar percaya kalau Paulus memaksudkan hukum upacara.  Oleh karenanya, saya pikir ini adalah (dan mungkin juga sekarang) pengertian dari sebagian orang-orang Kristen.  Ingat kalau topik spesifik dalam  perdebatan adalah sunat. Apakah itu bagian dari hukum upacara? (Tidak. Lama sebelum kaabah, Tuhan memberikan hukum ini kepada Abraham. Kejadian 17:9-11.)

 

    1. Kalau Paulus tidak membicarakan hanya hukum upacara semata, apakah ia memasukkan Sepuluh Hukum? (Baca Roma 7:7-8. Paulus menyatakan kepada satu “hukum,” dan kita menemukan itu sebagai Hukum ke Sepuluh. Keluaran 20:17. Ketika Paulus menulis tentang perzinahan dan mengingini dalam diskusinya tentang “hukum,” kita temukan kalau ia percaya kita telah mati untuk Sepuluh Hukum.)

 

    1. Baca Roma 7:4-5. Kita dapat saja berpikir dengan membatasi definisi Paulus akan “hukum” kepada hukum upacara menolong kita dengan sikap yang benar. Apa yang Paulus katakan tentang pengaruh dari hukum terhadap sikap yang benar? (Hukum membangkitkan hawa nafsu dosa kita. Anda mengerti ini. Katakan pada seseorang kalau mereka tidak dapat melakukan sesuatu, dan mereka mau melakukannya. Oleh karenanya, mendefinisikan hukum dengan sangat luas (dan kemudian mengatakan kalau kita telah mati kepada semuanya itu) menolong kita menghidupkan kehidupan yang lebih baik. Melalui Yesus, kita telah membayar upah dari pelanggaran akan setiap jenis hukum keagamaan.)

 

    1. Baca Roma 7:6. Bagaimanakah kita melayani Tuhan sekarang? (Dengan menghidupkan suatu kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus!)

 

    1. Sahabat, sudahkah Anda mendapatkan kabar baik di sini? Ketika Anda dibaptis, Anda telah berpartisipasi dalam kehidupan sempurna Yesus dan kematianNya bagi dosa-dosa Anda. Upah bagi dosa-dosa Anda telah dibayar. Maukah Anda sekarang menghidupkan satu kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus? Mengapa tidak meminta, sekarang, bagi pengampunan akan dosa dan untuk dipenuhi oleh Roh Kudus? Mengapa tidak memilih untuk menghidupkan satu kehidupan yang dipimpin oleh Roh?

 

IV.      Minggu depan: Iman Perjanjian Lama.