Pelajaran 1 Pengaruh Materialisme

Indonesian
(Lukas 12)
Year: 
2018
Quarter: 
1
Lesson Number: 
1

Pelajaran 1 Pengaruh Materialisme

(Lukas 12)

        

 

Pendahuluan: Kelihatannya agak aneh untuk beralih dari mempelajari kebenaran oleh iman dalam buku Galatia dan Roma dan belajar penatalayanan! Penatalayanan bukanlah topik kesukaan saya, tetapi saya tidak dapat ingat kalau pernah mengajar perihal ini dengan begitu mendetil. Tetapi itu adalah satu hal penting dan satu pelajaran yang mana kita dapat belajar lebih jauh tentang kehendak Tuhan bagi kita. Mari gali ke dalam Alkitab akan pelajaran pertama kita dalam seri baru tentang penatalayanan!

 

 

  1. Mati, Kaya dan Bebas dari Kekhawatiran

 

    1. Baca Lukas 12:13-14. Yesus katakan kalau tidak ada seorangpun yang mengangkat Dia menjadi hakim atas perselisihan tentang warisan. Menurut Anda mengapa orang ini meminta pertolongan Yesus? (Yesus adalah seorang tokoh yang berkuasa. Jika Anda sungguh-sungguh mengerti pekabaran Yesus, Ia adalah Tuhan.)

 

      1. Yesus pada dasarnya mengatakan, “Saya tidak akan ikut campur.” Apakah ada dari doa-doa kita yang kelihatannya meminta Yesus untuk melakukan sesuatu yang seperti ini?

 

    1. Baca Lukas 12:15. Gantinya mencoba untuk menyelesaikan perselisihan ini, Yesus berbicara tentang ketamakan. Mengapa ketamakan berkaitan? (Warisan pada umumnya melibatkan keluarga. Yesus tampaknya berpikir kalau perselisihan seperti ini diantara anggota keluarga lebih mencerminkan tentang uang daripada hubungan keluarga.)

 

      1. Apakah Yesus menyebut orang tersebut tamak? (Tidak. Yesus hanya katakan “Waspada!” Mungkin ini adalah satu peringatan kepada orang tersebut untuk mempertimbangkan apakah ia mendahulukan uang daripada hubungan keluarga.)

 

      1. Pelajaran apakah yang Yesus ajarkan? (Hal kepemilikan harta benda dan ketamakan adalah sesuatu yang harus kita pertimbangkan dengan seksama.)

 

    1. Baca Lukas 12:16-18. Apakah ini kelihatannya satu keputusan dagang yang masuk diakal bagi Anda?

 

      1. Jika Anda adalah seorang Kristen, dan Anda mengikuti pimpinan Tuhan dalam hidup Anda, haruskah Anda berharap untuk sukses? (Baca Ulangan 28:1-4. Jika Anda menuruti perintah-perintah Tuhan, Anda dapat berharap untuk diberkati “hasil bumimu,” seperti petani ini.)

 

    1. Baca Lukas 12:19. Apakah ini satu reaksi yang sepantasnya dari seorang petani yang berhasil? Jika Anda memperoleh cukup uang sehingga Anda tidak lagi perlu bekerja, apakah pantas untuk pensiun?

 

    1. Baca Lukas 12:20. Mengapa si petani adalah seorang bodoh? Tidak seorangpun tahu kapan mereka akan mati. Orang ini berharap untuk hidup cukup lama bergantung pada apa yang telah ia tabung, tetapi sekarang seseorang akan mewarisi uangnya. Mungkin orang yang meminta pertolongan Yesus dengan masalah warisan akan memperoleh warisan dari petani ini!

 

      1. Sementara Anda mempertimbangkan semua unsur-unsur dari cerita ini, apakah ada diantaranya yang menurut Anda tidak sepantasnya?  Apakah ada keputusan-keputusan berdosa yang dapat Anda temukan?

 

    1. Baca Lukas 12:21. Apa yang Yesus katakan sebagai masalah moral dari petani ini? (Ia tidak kaya dihadapan Tuhan. Ia hanya memikirkan dirinya.)

 

      1. Mengapa cerita ini adalah hasil logis dari seseorang yang meminta pertolongan Yesus akan permasalahan warisannya? (Orang tersebut tidak memikirkan hubungannya dengan anggota keluarga yang lain (satu prioritas bagi orang-orang Kristen) dan petani yang sudah pensiun tidak mempertimbangkan hal-hal lain kecuali menyelamatkan uangnya.)

 

    1. Baca Lukas 12:22-24. Jika saya meminta Anda untuk membandingkan petani dengan seorang tua yang tidak membuat persiapan bagi masa pensiun selain menjadi seperti seekor burung gagak, menurut Anda siapakah yang menjadi orang bodoh?

 

    1. Tidak ada keraguan dalam pikiran saya kalau Tuhan maksudkan bagi kita untuk mempertimbangkan ketiga cerita ini pada saat yang sama. Oleh karenanya, mari akhiri dengan apa yang Yesus katakan dengan jangan khawatir. Baca Lukas 12:25-26. Apakah petani khawatir akan kematian? (Yesus kelihatannya mengatakan kalau ia seharusnya lebih khawatir.)

 

      1. Apa yang dikhawatirkan petani?

 

I.       Baca Lukas 12:27-31. Apakah petani mencari kerajaan Tuhan? (Itu adalah kritik Yesus yang spesifik terhadap petani – ia tidak kaya dihadapan Tuhan.)

 

  1. Sehubungan dengan cerita bunga-bunga dan burung-burung, apakah inti utama dari Yesus? (Jangan khawatir. Tuhan akan memenuhi keperluan-keperluan kita. Kekhawatiran tidak menyelesaikan satupun masalah kita.)

 

K.      Mari simak kalau kita dapat menemukan jalinan atau ajaran yang sejalan dari ketiga cerita ini. Pertama, pikirkan bagaimana Anda menghubungkan cerita tentang warisan dengan cerita petani. Persamaan ajaran apa yang Anda temukan diantara keduanya? (Keduanya orang dengan warisan dan petani harus lebih mengkhawatirkan tentang melakukan kehendak Tuhan. Keduanya memusatkan perhatian pada sisi keuangan dari hidup.)

 

  1. Bagaimana Anda menghubungkan cerita petani dengan cerita tentang burung-burung dan bunga-bunga? (Petani seharusnya lebih khawatir tentang tidak “kaya” dihadapan Tuhan. Sementara cerita tentang burung dan bunga-bunga adalah tentang tidak khawatir akan hal-hal yang berhubungan dengan keuangan, orang-orang ini juga lebih khawatir tentang keuangan dan tidak percaya Tuhan.)

 

      1. Apakah adil untuk melihat pada cerita petani dan burung-burung dan bunga-bunga dan menyimpulkan kalau kita tidak harus menabung untuk masa pensiun?

 

      1. Apakah ada perbedaan antara bersikap bijak dan khawatir? (Baca Amsal 6:6-11. Tuhan bukanlah pencipta dari kemalasan atau perencanaan yang buruk. Masalah dari petani bukanlah tidak menghasilkan dan menabung, itu adalah melakukan hal ini tanpa menjadi “kaya” dihadapan Tuhan. Ingat kalau Lukas 12:16 katakan “bumi” menghasilkan panen berlimpah, bukan keahlian dari petani. Petani melihat masa depannya di dunia ini saja dan tidak ke masa depannya di dunia yang akan datang.)

 

  1. Bagaimana Anda menghubungkan cerita petani dengan burung-burung dan bunga-bunga dengan menempatkan Tuhan didalam gambar? (Keduanya memiliki persamaan ini: kekhawatiran datang karena tidak mengingat apa yang Tuhan lakukan bagi kita. Ketamakan petani datang dari ketidakperdulian akan apa yang Tuhan tuntut dari dia. Keduanya gagal mempertimbangkan dengan selayaknya peranan Tuhan dalam kehidupan.)

 

II.      Harta Milik Anda

 

    1. Baca Lukas 12:32-34. Bagaimanakah ini dihubungkan dengan ketiga cerita yang baru saja kita pelajari? (Saya pikir itu adalah rangkuman Yesus dari ketiga cerita.)

 

      1. Apakah Yesus mengatakan kepada kita untuk menjual semua harta milik kita? (Tidak. Ia tidak katakan jual “semua” harta milik Anda.)

 

      1. Berapa banyak dari harta milik kita yang harus kita jual dan berikan kepada orang miskin? (Yesus tidak katakan.)

 

      1. Kalau Yesus tidak katakan, maka apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kita seharusnya mengartikan ini? (Perhatikan kalau Lukas 12:32 katakan kepada kita jangan takut. Ini adalah maksud dari cerita burung-burung dan bunga-bunga. Lukas 12:33 katakan kepada kita kalau kita dapat memindahkan uang kita ke sorga dengan memberi kepada orang miskin. Ini adalah inti dari cerita petani – ia mempersiapkan untuk pensiun di dunia, sementara faktanya ia sedang  (kita percaya) menuju ke sorga. Ia gagal menaroh uangnya di tempat yang tepat.)

 

      1. Pusatkan perhatian pada Lukas 12:34. Apakah artinya ini? (Kepada saya kelihatannya ketiga cerita adalah tentang fokus kita dalam hidup. Hati kita, dalam pernyataan Yesus, adalah kedudukan kita. Apa yang kita perbuat dengan harta kita memantulkan siapa kita.)

 

        1. Apa yang alokasi harta Anda katakan tentang Anda?

 

    1. Baca Lukas 12:35-37. Dalam cerita-cerita di atas Yesus kelihatannya berbicara tentang uang dan kekayaan. Kekayaan apakah yang Yesus katakan dalam cerita keempat ini? (Apa yang kita lakukan dengan waktu kita.)

 

      1. Menurut Anda ketika Yesus berbicara tentang warisan, cerita-cerita hasil pertanian, dan bunga-bunga dan burung-burung, kalau konklusiNya juga mencakup penggunaan waktu kita? (Mereka katakan kalau “waktu adalah uang.”  Jika ini benar, dan saya pikir itu benar, maka penggunaan dari waktu kita juga memantulkan pusat perhatian kita dalam hidup, prioritas sesungguhnya dari hati kita.)

 

    1. Baca kembali Lukas 12:31 dan Lukas 12:37. Pelajaran kita adalah tentang materialisme. Apakah kemiskinan adalah tujuan kita? (Sepertinya tidak. Kedua ayat-ayat ini mengatakan kalau Tuhan akan memberi kita hal-hal yang dikejar oleh mereka yang materialistis.)

 

      1. Jika Anda setuju dengan konklusi ini, apakah inti dari keempat cerita dalam Lukas 12? (Tuhan mau hati kita dan pikiran kita dipusatkan kepadaNya dan memajukan kerajaanNya.)

 

      1. Ingat di pendahuluan saya sarankan kalau adalah “aneh” untuk beralih dari pelajaran kita tentang kasih karunia ke satu pelajaran tentang penatalayanan. Apakah ini sesungguhnya demikian? (Tidak! Kasih karunia adalah memusatkan pada hubungan kita dengan Tuhan gantinya pada perbuatan-perbuatan kita. Ternyata penatalayanan adalah sama – meletakkan pusat perhatian kita pada Tuhan!)

 

    1. Sahabat, maukah Anda memusatkan diri untuk memajukan Kerajaan Tuhan? Mengapa tidak meminta Roh Kudus hari ini untuk menolong dengan fokus Anda?

 

III.     Minggu depan: “Saya lihat, Saya Ingin, Saya Ambil.”