Yesus dan Buku Wahyu

Indonesian
(Wahyu 1 & 19)
Year: 
2018
Quarter: 
2
Lesson Number: 
3

Pendahuluan: Minggu lalu kita telah belajar bagaimana Tuhan memberikan Daniel arti dari penglihatan yang meramalkan masa depan, hingga pada akhir dunia! Buku Wahyu, diantaranya, juga menceritakan kepada kita tentang akhir dunia. Ketika kita berpikir tentang Wahyu, kita mungkin membayangkan segala macam jenis “monster-monster.”  Minggu ini kita pertimbangkan buku Wahyu dalam satu terang yang lebih baik. Kita memusatkan pada Yesus dalam buku Wahyu. Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan temukan lebih jauh!

 

  1.         Yesus dan the Jemaat-jemaat

 

    1.        Baca Wahyu 1:1. Siapakah sumber dari pekabaran dalam buku Wahyu? (Yesus.)

 

      1.        Mengapa Yesus memberikan kita pekabaran ini? (Agar kita dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Ini mengingatkan kita akan pelajaran kita tentang Daniel.)

 

      1.        Siapakah pembawa pekabaran? (Seorang malaikat memberikan pekabaran kepada Yohanes.)

 

    1.        Baca Wahyu 1:2. Bagaimana kita dapat meringkaskan buku Wahyu? (Itu adalah “firman Allah dan kesaksian tentang Yesus Kristus.”)

 

      1.        Di manakah kita telah melihat kalimat ini sebelumnya? (Baca Wahyu 1:9. Yohanes katakan ia berada di Patmos karena “firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.” Dalam Wahyu 12:17 kita baca kalau Setan memerangi mereka yang “menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Kalimat ini ditemukan dibagian lain dari buku Wahyu. Wahyu adalah tentang kabar baik tentang Yesus Kristus. Kabar baik ini adalah inti dari pertentangan antara yang baik dan jahat.)

 

    1.        Baca Wahyu 1:3. Apa yang akan kita terima dari belajar buku Wahyu? (Satu berkat.)

 

      1.        Ini adalah keduakalinya dalam beberapa ayat pertama dimana Yesus menyebutkan waktunya sudah “dekat” atau “apa yang harus segera terjadi.” Baca Wahyu 22:12. Ini telah ditulis dua ribu tahun yang lalu. Apakah ini salah? Kalau ini salah, dapatkah kita mengabaikannya? (Dua hal. Kepada kita dikatakan dalam Mazmur 90:4 dan 2 Petrus 3:8 kalau Tuhan memiliki pandangan yang berbeda tentang waktu. Faktanya, isi dari 2 Petrus 3:8 mengatakan kalau kita jangan sampai kehilangan keyakinan akan Kedatangan Kedua karena apa yang kelihatannya kepada kita seperti satu penundaan. Kedua, Kalau kita melihat ini seperti Wahyu minggu lalu (Nebukadnezar dan Daniel), kita sadari kalau beberapa peristiwa-peristiwa yang dinyatakan tentang sejarah dunia dimulai pada saat itu.)

 

    1.        Baca Wahyu 1:4-6. Siapakah tokoh utama disini? (Sementara disebutkan sambutan dari beberapa kelompok di sorga, Yesus disebutkan beberapa kali. Yohanes memulai dengan puji-pujian kepada Yesus.)

 

    1.        Baca Wahyu 1:7-8. Kelihatannya ini menerangkan peristiwa apa? (Kedatangan Kedua Yesus.)

 

      1.        Itu akan menjadi satu peristiwa besar! Mengapa ayat katakan “semua bangsa di bumi akan meratap karena Dia?” (Perhatikan itu juga menyebutkan mereka yang telah menyalibkan Yesus. Saya berkesimpulan kalau “bangsa di bumi” adalah mereka yang telah menolak sorga.)

 

      1.        Bagaimana Yesus akan datang? (Dari sorga. Perhatikan kalau “setiap mata akan melihat Dia.”  Tidak akan ada keraguan kalau Yesus akan datang.)

 

    1.        Baca Wahyu 1:9. Dalam pelajaran kita di kwartal yang lalu, kita baca beberapa ayat yang menjanjikan harta benda dan berkat-berkat lain jika kita setia kepada Tuhan. Apakah kondisi Yohanes? (Ia “menderita” dan sikapnya adalah satu “kesabaran yang panjang.”)

 

      1.        Mengapa ia berada di pulau Patmos? (Komentator-komentator katakan kalau Yohanes diasingkan ke pulau gersang ini oleh salah seorang kaisar Romawi. Itu adalah satu cara untuk membungkamkan dia (menurut para penguasa) tanpa membunuh dia.)

 

    1.        Baca Wahyu 1:10-11. Yohanes diinspirasikan oleh Roh Kudus pada hari Sabat. Apa yang ada dalam benak Roh Kudus? (Untuk tidak membiarkan Yohanes bungkam. Gantinya, untuk mengirim satu pekabaran kepada tujuh jemaat yang berbeda.)

 

      1.        Menurut Anda apakah ini jemaat-jemaat yang sesungguhnya? (Ya, ternyata ada tujuh jemaat yang sesungguhnya. Kalau Anda baca Wahyu fasal 2-3, Anda akan menemukan satu pekabaran bagi setiap jemaat.)

 

      1.        Tidak diragukan ada lebih dari tujuh Gereja-gereja Kristen pada waktu itu, menurut Anda mengapa Roh Kudus memilih tujuh?  Menurut Anda angka “tujuh” juga mengandung simbolisme? (Tujuh adalah angka sempurna. Saya percaya, juda dengan yang lainnya, kalau ketujuh gereja ini mewakili karakter kerohanian dari Gereja Kristen di sepanjang jaman. Dalam hal tersebut, penglihatan ini menjelaskan tentang masa depan dari Gereja Kristen seperti yang diinterpretasikan oleh Daniel, yang menjelaskan bangsa-bangsa yang akan datang.)

 

    1.        Baca Wahyu 1:12-15. Apakah ini Roh Kudus? (Tidak. Kepada kita diberikan lagi informasi. Ini adalah seseorang yang dilihat Yohanes - dan betapa satu penampakan yang Ia perlihatkan!)

 

    1.         Baca Wahyu 1:16-18. Siapakah ini? (Yesus! Pernyataan (v.13) sebelumnya “serupa Anak Manusia” dan pernyataan “Aku telah mati, dan lihatlah Aku hidup sampai selama-lamanya” menyatakan ini adalahl Yesus.)

 

    1.        Baca Wahyu 1:19-20. Siapakah dibelakang kata-kata yang diberikan kepada Yohanes? (Yesus! Perhatikan kalau Yesus katakan “yang akan terjadi sesudah ini.”  Sekarang tidak diragukan lagi kalau Yohanes memberi kita satu gambaran akan masa depan, persis seperti apa yang kita lihat dengan Daniel.”)

 

  1.       Yesus Menang

 

    1.        Baca Wahyu 19:11-15. Menurut Anda siapakah yang dijelaskan disini? (Ingat kalau dalam Wahyu 1:16 kita telah memutuskan kalau orang dengan satu pedang keluar dari mulutNya adalah Yesus. Di minggu pertama dari seri ini, kita baca awal dari Wahyu 12 dan kita temukan dalam Wahyu 12:5 satu pernyataan tentang Yesus memerintah segenap bangsa-bangsa dengan sebuah “gada besi.”)

 

      1.        Saya pikir adalah aneh dan buruk memiliki sebuah pedang yang keluar dari mulut Anda. Mengapa tidak menggenggamnya di tangan Anda?

 

      1.        Baca Kejadian 1:1-3 dan Yohanes 1:1-3. Bagaimanakah Yesus menggunakan kuasaNya? (Dengan berbicara. Saya pikir ini adalah arti dari pedang. Itulah sebabnya mengapa Yesus, “Firman,” tidak perlu membawa sepuah pedang di tanganNya. Perhatikan kalau dalam ayat-ayat yang baru saja kita baca (Wahyu 19:13) Yesus sekali lagi disebut “Firman Allah.”)

 

    1.        Lihat kembali Wahyu 19:14. Berapa banyak pasukan tentara yang dimiliki sorga? (Lebih dari satu! Terjemahan NIV menyebut ini sebagai jamak: “pasukan-pasukan tentara sorga.”)

 

      1.        Apakah ini terdiri dari mahluk-mahluk dari dunia-dunia lain?

 

      1.        Kalau mereka tidak pernah berdosa, apakah mereka “siap bertugas” dalam satu pertempuran?

 

    1.        Baca Wahyu 19:16. Apakah ini membenarkan kalau Penunggang itu (Wahyu 19:11) adalah Yesus? (Benar sekali.)

 

    1.        Baca Wahyu 19:17-18. Seberapa besar keyakinan malaikat ini akan hasil dari pertempuran yang akan datang?

 

      1.        Ini menunjukkan sikap yang seperti apa? Bandingkan dengan sikap yang ditunjukkan Yesus terhadap orang-orang berdosa pada waktu kedatanganNya yang pertama? (Ini adalah suatu hal yang berani.)

 

    1.        Baca Wahyu 19:19-21. Apakah Yesus memerlukan serdadu-serdadu? (Semua kecuali pemimpin-pemimpin dibunuh oleh pedang yang keluar dari mulut Yesus. Kalau saya benar tentang hal ini, Yesus membinasakan mereka dengan berbicara. Pasukan tentara tidak perlu bertempur.)

 

      1.        Perhatikan satu pernyataan yang penting dalam ayat-ayat ini. Siapa yang dibakar dalam belerang? (Binatang dan nabi palsu.)

 

        1.        Apa yang terjadi kepada yang lain? (Mereka dibunuh dan dimakan oleh burung-burung.)

 

        1.        Apa dikatakan disini tentang neraka yang menyala selama-lamanya bagi mereka yang jahat? (Ayat ini membedakan antara pemimpin-pemimpin yang tertinggi dan orang jahat  yang lainnya. Karena ini hanyalah satu pernyataan, itu tidak akan menyelesaikan persoalan, tetapi Anda harus menyimpan dalam pikiran perbedaan yang disebut disini ketika mempertimbangkan isu yang lebih besar.)

 

    1.        Baca Wahyu 22:12-16. Siapa yang mengakhiri buku Wahyu? (Yesus!)

 

      1.        Bagaimanakah orang-orang jahat dan benar digambarkan? Mengapa ini penting? (Orang jahat digambarkan oleh perbuatan-perbuatan mereka. Orang-orang benar digambarkan oleh keputusan mereka untuk menerima kebenaran oleh iman - “mereka telah mencuci jubah mereka.” Bandingkan Wahyu 7:14. Tidak ada satu katapun menyebutkan tentang dosa-dosa dari mereka yang ditutupi oleh kebenaran Yesus.)

 

    1.        Sahabat, Yesus adalah pengarang dan awal dan akhir dari buku Wahyu. Jika Anda mau diselamatkan, jika Anda tidak mau satu katapun disebutkan tentang dosa-dosa Anda, mengapa tidak, sekarang juga, mengaku kalau Yesus adalah Tuhan? Kenakan sebagai jubah kebenaran Anda hidupNya yang sempurna, kematianNya bagi dosa-dosa Anda, dan kemenanganNya atas kematian?