Pemimpin-pemimpin Gereja Pertama

Indonesian
(Kisah 6-8)
Year: 
2018
Quarter: 
3
Lesson Number: 
4

Pendahuluan: Maukah Anda melakukan hal-hal besar bagi Tuhan? Apakah kerinduan Anda untuk melakukan hal-hal besar terhalang karena tugas Anda di Gereja biasa-biasa saja? Contohnya, “memenangkan jiwa” bukanlah tugas Anda, tetapi mengkoordinasi makan siang. Minggu ini kita memalingkan perhatian kepada seseorang yang menonjol dalam bersaksi di kerumunan makan siang. Tugasnya adalah membagi-bagikan makanan. Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan pelajari lebih jauh!

 

  1.         Pertentangan

 

    1.        Baca Kisah 6:1. Apakah tuntutan diskriminasi? (Itu bukanlah tuntutan berdasarkan agama atau ras, tetapi asal kebangsaan. Kelihatannya lebih kepada kebudayaan.)

 

      1.        Menurut Anda apakah tuduhan itu benar?  Atau, apakah ini hanyalah semacam tuntutan palsu yang timbul karena perbedaan budaya and super sensitif? (Kita tidak memiliki cukup informasi untuk mengetahui.)

 

    1.        Baca Kisah 6:2-3. Apakah keduabelas murid percaya kalau tuduhan itu benar? (Apa yang mereka putuskan adalah untuk tidak terlibat akan hal tersebut. Mereka memutuskan untuk membentuk satu kelompok administrasi yang akan memastikan pembagian makanan dilakukan dengan adil.)

 

      1.        Apakah ketentuan-ketentuan kualifikasi yang mereka cari bagi ketujuh administrator makanan? (Orang-orang  yang dipenuhi Roh Kudus dan bijaksana.)

 

        1.        Mengapa mereka perlu bijaksana? (Tuntutan diskriminasi antara beberapa budaya berbeda adalah satu hal sulit. Adalah sulit untuk mengetahui dengan tepat bagaimana memperbaiki masalah tanpa menciptakan tambahan diskriminasi.)

 

    1.        Baca Kisah 6:5. Ingat tuduhan asli bahwa janda-janda Yunani ditelantarkan. Nama-nama ini semuanya Yunani. Apakah ada satu pelajaran di sini? (Pastinya, keterlibatan orang Yahudi Yunani penting. Tetapi, nama saja kemungkinan tidak menjamin tepatnya latar belakang budaya mereka.)

 

        1.        Siapakah yang melakukan pemilihan di sini? Yang Duabelas? (Tidak. Anggota-anggota gereja yang mula-mula. Ini bukanlah pilihan yang dibuat oleh pimpinan.)

 

          1.      Mengapa? (Ini adalah bukti lebih jauh yang Duabelas mau tanggung jawab ini diambil dari mereka.)

 

    1.        Baca Kisah 6:4. Apa yang akan menjadi fokus dari yang Duabelas? (Doa dan pelayanan firman.)

 

    1.        Pelajaran apakah yang harus kita dapatkan dari keempat ayat ini? (Anda tidak mau keluhan memburuk. Entah mereka benar atau tidak, Anda mau menanggapi mereka dan tidak mengabaikan mereka. Memberikan mereka yang mengeluh keterlibatan dalam penyelesaian adalan penting. Tanggung jawab dalam Gereja haruslah menjadi fokus. Kalau terlalu luas, maka detil-detil penting bisa saja terlewatkan. Semua yang terlibat dalam administrasi harus dipenuhi Roh Kudus, bahkan jika mereka kelihatannya memiliki tugas remeh. Menjadi bijaksana juga penting.)

 

    1.        Baca Kisah 6:6-7. Terjemahan saya katakan, “Firman Allah makin tersebar.”  Apakah ada hubungan antara penyebaran dan penyelesaian pertentangan? (Saya pikir ini adalah apa yang ada dalam pikiran penulisnya. Ia mau kita tahu kalau menyelesaikan masalah ini di dalam gereja membuatnya bertumbuh.)

 

  1.       Stefanus

 

    1.        Baca Kisah 6:8-10.  Apakah tugas Stefanus? (Baca Kisah 6:2. Yang Duabelas terlibat dalam pelayanan dan Stefanus “melayani meja.”)

 

      1.        Mengapa Stefanus terlibat dalam pelayanan? Apakah ia lupa akan uraian tugasnya? Apakah ia menyerobot pekerjaan dari yang Duabelas? (Tidak ada dalam cerita ini yang menyarankan kalau Stefanus melakukan kesalahan.  Ini mengatakan kepada kita kalau itu adalah kesempatan bagi setiap orang di gereja, apapun tanggung jawab resminya, untuk membagikan injil.)

 

      1.        Alasan lain apa yang membuat kita percaya kalau pelayanan adalah bagian dari tugas Stefanus yang sesungguhnya? (Ayat 8 katakan kalau Roh Kudus berbicara melalui Stefanus. Kita juga baca kalau ia mengadakan “mujizat-mujizat dan tanda-tanda.” Sudah jelas, Tuhan mendukung pekerjaan pelayanan Stefanus.)

 

    1.        Baca Kisah 6:11. Penentang-penentang Stefanus tidak dapat melawan hikmatnya. Apa yang kita ketahui tentang kejujuran dari tuduhan yang ditimpakan atas Stefanus? (Jika satu kelompok harus bekerja secara rahasia, kalau mereka harus “meyakinkan” orang untuk membuat tuduhan, maka Anda tahu tuduhan-tuduhan tersebut diragukan.)

 

      1.        Pelajaran apakah kita dapatkan dalam memutuskan siapa yang benar dalam satu perdebatan? (Kalau satu pihak berhenti memperdebatkan hal  yang sepatutnya, dan gantinya menggunakan serangan hukum atau serangan fisik, itu memberi Anda satu petunjuk siapa yang benar.)

 

    1.        Baca Kisah 6:12-15. Menurut Anda apa artinya mereka melihat kalau muka Stefanus “seperti muka seorang malaikat?”

 

      1.        Kalau Anda adalah seorang anggota Sanhedrin, dan orang yang menghadapi tuduhan memiliki “muka seperti buka seorang malaikat” apa yang harus Anda simpulkan?

 

    1.        Baca Kisah 7:1-3. Bagaimana kita tahu kalau Stefanus adalah seorang ahli hukum? (Pertanyaan yang diajukan kepadanya memiliki jawaban “ya” atau “tidak”. Gantinya menjawab pertanyaan, Stefanus berkepanjangan dengan 49 ayat!)

 

    1.        Saya undang Anda membaca 49 ayat-ayat berikutnya, tetapi untuk diskusi kita mari lompat ke bawah dan baca Kisah 7:54-58. Proses pengadilan apakah ini? (Stefanus tidak menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya, gantinya, ia menguraikan sejarah hubungan bangsa Israel dan Tuhan. Ia mengungkapkan kalau bangsa Israel menolak dan membunuh nabi-nabi Tuhan bahkan membunuh Yesus. Sebagai balasan, orang banyak menjadi marah dan membunuh dia. Sehubungan dengan proses hukum ini adalah kekacauan luar biasa.)

 

    1.        Baca Kisah 7:59-60. Mengapa tidak menimpakan dosa ini ke atas mereka?  Stefanus baru saja selesai menjelaskan mengapa nenek-nenek moyang mereka dan sekarang mereka sendiri bersalah atas pemberontakan dan ketidaksetiaan kepada Tuhan. Pembunuhannya adalah sejalan dengan garis dosa-dosa yang baru saja ia sebutkan.

 

      1.        Menurut Anda apakah Tuhan menanggungkan pembunuhan Stefanus atas mereka yang membunuh dia dalam kemarahan? (Baca Lukas 11:4. Persoalannya bukan apakah mereka berbuat dosa, mereka berdosa. Masalahnya adalah mengampuni mereka yang berdosa terhadap kita.)

 

      1.        Sudahkah Anda memaafkan mereka yang berdosa terhadap Anda?

 

  1.      Saulus/Paulus

 

    1.        Baca Kisah 8:1. Saulus (yang kemudian dikenal sebagai Paulus) mengerti hukum dan ia memahami Alkitab. Bagaimana ia dapat menyetujui pembunuhan Stefanus? (Kita semua melakukan hal-hal yang tidak masuk di akal karena kita mau satu hasil tertentu. Saulus pikir orang-orang Kristen membahayakan agamanya.)

 

      1.        Menurut Anda mengapa rasul-rasul tinggal di Yerusalem?

 

      1.        Baca Kisah 1:7-8. Menurut Anda bagaimana pemahaman rasul-rasul akan arahan dari Yesus ini?

 

    1.        Baca Kisah 8:2-3. Kalau Anda baru saja ditobatkan kepada Kekristenan, akankah ini membuat Anda lebih atau kurang bertekad untuk tetap tinggal dalam iman yang baru? (Pernyataan kalau Saulus menghancurkan gereja mengatakan kepada kita kalau orang-orang terintimidasi, dan mungkin meninggalkan iman mereka yang baru.)

 

    1.        Baca Kisah 8:4-8. Anggap kalau Setan atau malaikat-malaikatnya menginspirasikan penganiayaan ini. Bagaimana kesuksesan strategi mereka? (Saya pikir itu menjadi terbalik. Gantinya menghancurkan pekerjaan Tuhan, mereka menyebarkannya.)

 

      1.        Pikirkan hal ini sejenak. Bukankah hasil ini dapat diprediksi?  Apakah ini berarti kalau Setan tidak begitu cerdas? (Baca Romas 8:28 dan Kejadian 50:19-20. Kita tidak boleh mengabaikan tangan Tuhan dari penilaian kita. Ia mengambil hal-hal yang seharusnya buruk dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baik. Saya juga percaya kalau kepintaran Setan digelapkan oleh kemarahan dan kebencian.)

 

    1.        Baca Kisah 8:14-17. Apakah ini satu alasan bagi rasul-rasul untuk tetap tinggal di Yerusalem? (Jemaat  yang baru memerlukan kepemimpinan. Mereka memerlukan “kantor pusat.” Ini memungkinkan orang untuk memberi laporan dan Rasul-rasul pergi ke tempat-tempat dimana mereka dibutuhkan.)

 

    1.        Sahabat, jika kerinduan Anda untuk melakukan hal-hal besar bagi Tuhan, minta Ia untuk memenuhi Anda dengan Roh Kudus dan mengarahkan jalan hidup Anda.  Mengapa tidak lakukan itu sekarang juga?

 

  1.       Minggu depan: Pertobatan Paulus.