Kehidupan di Gereja yang Pertama

Indonesian
Kisah 2:42-4:26
Year: 
2018
Quarter: 
3
Lesson Number: 
3

Pendahuluan: Pelajaran kita minggu ini membahas gereja setelah masa Pentakosta. Apakah gereja ini menjadi model bagi kita pada zaman ini? Apakah gereja tersebut benar-benar berbeda dibandingkan dengan gereja masa kini. Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari pembahasan ini? Gereja mula-mula memanggil orang berdosa untuk bertobat. Apakah artinya ini? Jika kita melihat dari perbedaan pendapatnya, dan bagaimana satu pihak menggunakan ancaman gantinya bujukan, kesimpulan apa yang harus kita tarik? Mari kita masuk dalam pelajaran kita dari buku Kisah para Rasul dan melihat pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari sesi minggu ini!

 

 

  1.        Hari-hari penuh Ketakjuban

 

    1.        Baca Kisah 2:42-43. Aktivitas apakah yang kurang dari kegiatan harian ini? (Bekerja! Mereka makan, berdoa, diajar, mengadakan persekutuan, dan menyaksikan mujizat-mujizat. Ini adalah saat-saat yang hebat, namun tidak terlihat sebagai rencana jangka panjang yang “bekerja”.)

 

      1.        Dapatkah saudara paralelkan dengan kondisi masa kini? (Pada salah satu kasus kebebasan beragama yang saya tangani, saya membela seorang istri dari seorang laki-laki Yahudi dari sekte “Black Hat” (sekte agama yang ultra-konservatif). Saya seharusnya hanya diminta untuk mewakili laiki-laki itu, dan bukan mewakili secara langsung istrinya. Oleh karena situasi yang aneh ini (bagi saya), saya menyadari bahwa hanya istrinya yang bekerja. Laki-laki itu menggunakan hari-harinya untuk mempelajari dan berdiskusi mengenai Torah.)

 

    1.        Baca Kisah 2:44-47. Apakah solusi dari masalah keuangan dalam hanya makan dan tidak bekerja? (Ini dapat menyebabkan mereka harus menjual harta bendanya jika sewaktu-waktu dibutuhkan)

 

      1.        Saya tidak mengingat melihat model ini dimanapun dalam Alkitab. Sebagian orang menyarankan bahwa hal inilah harus dilakukan oleh orang Kristen yang hidup pada masa kini. Bagaimana pendapat saudara? (Ini adalah program sukarela. Namun, ketika pemerintah mengambil harta dari mereka yang memiliki dan memberikannya kepada mereka yang tidak punya, pada akhirnya mereka akan kehabisan “uang yang dimiliki oleh orang lain” dan situasi dapat menjadi lebih buruk. Dalam absennya intervensi ilahi, ini tidaklah dapat menjadi rencana jangka panjang.)

 

      1.        Jika ini bukanlah model untuk rencana jangka panjang, mengapa hal ini dijabarkan, dan mengapa kejadian ini dicatat dalam Alkitab? (Pentakosta, “waktu retret” dalam berdoa, belajar, mujizat-mujizat, persekutuan dan makan ini, adalah waktu yang spesial. Mungkin sifat alaminya adalah alasan mengapa hal ini dijabarkan dalam Alkitab?)

 

 

 

 

 

 

        1.        Pernahkah saudara mengalami pengalaman yang demikian? (“Perkemahan agama” mengingatkan saya pada hal ini. Suatu waktu spesial dalam satu tahun yang digunakan untuk mengajar, mengadakan persekutuan dan makan bersama teman-teman. Saya menyukai waktu spesial ini.)

 

  1.       Hari-hari Penyembuhan

 

    1.        Kisah 3:1-4. Mengapa orang ini tidak secara otomatis mencari Petrus dan Yohanes? (Tidak dapat diragukan bahwa memohon itu merendahkan derajat. Orang ini tidak melihat secara langsung pada mata mereka yang memberinya uang.)

 

      1.        Lihat kembali pada Kisah 2:46. Jika jemaat yang pertama ini memiliki kepunyaan yang merupakan kepunyaan bersama, dan mereka meliwati orang lumpuh yang sehari-hari meminta-minta, mengapa mereka tidak membawanya kepada kelompok mereka, membagi makanan mereka, bersekutu, dan mengajarnya?

 

    1.        Baca Kisah 3:5-8. Solusi apakah yang lebih disukai oleh Petrus? (Mereka seharusnya membawanya bersama mereka. Mungkin pada masa kemudian mereka melakukannya, namun Petrus menyembuhkannya melalui kuasa dari Allah agar peminta-minta itu dapat mengurus dirinya sendiri.)

 

      1.        Lihat kembali pada Kisah 3:6. Apakah Petrus memang tidak memiliki uang? Ia semestinya memiliki akses akan uang jika Kisah 2:45 diartikan secara harafiah – dan inilah pengertian saya secara harafiah. Pelajaran apakah yang diajarkan pada kita dari hal ini? (Ini membuat kita melihat lebih dalam. Pendekatan dangkal pada ayat ini menyimpulkan bahwa orang “kaya” seharusnya memberikan harta mereka kepada orang yang membutuhkannya. Meski Alkitab berbicara banyak mengenai perbuatan amal, namun hampir tidak pernah dibicarakan mengenai pemberian yang tidak mendiskriminasikan, atau apa yang disebut masa kini sebagai “tindakan kebaikan”. Alkitab menganjurkan bekerja (Imamat 19:9-10), kelayakan (1 Timotius 5:9-10), dan perasaan belas kasihan (Amsal 28:27 & Keluaran 22:25-27.)

 

    1.       Baca Kisah 3:9-12. Motif tambahan apakah yang disarankan dari kesembuhan orang ini? (Kita melihat hal yang sama dengan Yesus – mujizat-mujizat merupakan dasar dari tertariknya orang banyak kemudian pengajaran injil dilakukan.)

 

    1.       Lihat sepintas pada khotbah Petrus perihal Yesus dalam Kisah 3:13-18. Baca Kisah 3:19-21. Panggilan akan tindakan apa yang dilakukan Petrus? (Ia memanggil mereka untuk bertobat.)

 

 

 

 

 

 

 

 

      1.        Pengulangan akan hal apa? (Khotbah yang kita lihat sepintas ada hubungannya dengan penolakan mereka akan Yesus sang Mesias. Panggilan untuk bertobat adalah panggilan agar menerima Yesus.)

 

      1.        Saya telah lama memikirkan apakah maksudnya “bertobat.” Ketika saya muda, saya dituntun untuk mempercayai bahwa saya harus mengingat dan meminta maaf atas semua dosa yang dilakukan. Jika, pada waktunya, saya lupa mengakui sebuah dosa, maka saya tidak diselamatkan karena saya memiliki dosa yang tidak diakui. Sekarang, hal ini terlihat bagi saya sebagai salah bentuk dari pembenaran melalui pekerjaan. Pada waktu ini pekerjaan yang dilakukan adalah untuk melacak dan mengakui setiap dosa. Jika saya tidak mendapatkannya secara tepat, maka saya tidak diselamatkanApakah gagasan untuk mengingat dan mengakui setiap dosa konsisten dengan panggilan Petrus untuk bertobat? (Petrus meminta pendengarnya untuk menerima Yesus dan bertobat dari menolak Dia.)

 

    1.        Baca Ibrani 6:1. Bagaimana ayat ini menjabarkan pertobatan? (Ayat ini menyebut pertobatan sebagai “pelajaran awal tentang Kristus.”)

 

    1.        Baca Ibrani 6:4-6. Berapa kalikah kita dapat bertobat? (Penulis Ibrani menyebutkan adalah “mustahil” setelah “jatuh lebih jauh.” Hal ini terdengar seperti sesuatu yang kita lakukan sekali.)

 

      1.        Saya ingin menanyakan saudara pertanyaan yang bersifat pribadi. Apakah saudara menemukan diri saudara mengakui (bertobat) dari dosa yang sama secara berulangkali? (Saya tahu saya melakukan hal ini, dan hal itu membuat saya berpikir apa yang telah diajarkan pada saya pada masa kecil tentang dosa adalah ajaran yang salah. Pertobatan adalah adanya perubahan pikiran, sebuat keputusan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat saudara.)

 

    1.       Baca Kisah 3:19, Kisah 5:31, and Lukas 24:47. Apakah pertobatan dan pengampunan atas dosa dua hal yang berbeda? (Hasil dari pertobatan adalah dosa-dosa kita yang “dihapuskan”. Pada saat sama, hal ini terlihat seperti dua hal yang berbeda.)

 

    1.       Baca Kisah 26:20. Bagaimanakah perbuatan kita dihubungkan dengan pertobatan pada ayat ini? (Jikalah saudara telah berubah pikiran, merubah sikap saudara, maka saudara akan bertindak secara berbeda.)

 

    1.        Baca Lukas 11:2-4. Seberapa seringkah Yesus mengatakan agar kita berdoa? (“Kala saudara berdoa.” Ini menyarankan hal ini sebagai suatu doa rutin. Kita mengatakannya secara sering.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      1.        Mengapa pengampunan atas dosa-dosa kita berhubungan dengan kita mengampuni orang lain? (Hal inilah yang membuat saya berpikir, sekali lagi, bahwa pertobatan dan pengakuan dosa adalah seperti sebuah sikap, gantinya pengejaran atas setiap dosa. Apakah saya mengampuni orang yang berdosa terhadap saya? Jika saya memiliki sikap itu, maka Yesus menggunakan sikap yang sama terhadap saya..)

 

      1.        Catatan bagi pembaca: Saya mengikutsertakan pertanyaan-pertanyaan ini  tentang pertobatan dan pengakuan dosa untuk memacu pemikiran saudara atas subyek ini, suatu perkara yang belum terselesaikan dalam pikiran saya.

 

  1.      Para Petinggi Menyerang Kembali

 

    1.        Baca Kisah 4:1-4. Pekabaran apakah yang mengganggu pikiran para otoritas Yahudi? (“Dalam Yesus (kita memiliki) kebangkitan dari kematian.”)

 

      1.        Menurut saudara apakah maksudnya ayat ini? (Saya meragukan bila kebangkitan dari kematian merupakan suatu perkara yang panas. Namun, kebangkitan Yesus dari kematian adalah pernyatan yang kontroversil.)

 

    1.        Baca Kisah 4:5-6. Mengapa gagasan kebangkitan Yesus menjadi kekhawatiran dari kelompok ini? (Mereka adalah para petinggi yang menekan agar Yesus disalibkan. Jika Yesus dibangkitkan, dan mereka mengetahui hal ini, maka masalah yang mereka hadapi semakin buruk, dan bukannya membaik.)

 

    1.       Baca Kisah 4:7. Pertanyaan spesifik apakah yang diberikan kepada Petrus dan Yohanes? (Oleh kuasa siapakah engkau menyembuhkan orang lumpuh ini?)

 

    1.       Baca Kisah 4:8-10. Apakah ini jawaban yang dinantikan oleh para petinggi Yahudi? (Jawaban sebaliknya. Argumentasi Petrus, yang diinspirasikan oleh Roh Kudus, adalah bahwa kebangkitan Yesus dibuktikan oleh mujizat penyembuhan dari orang lumput itu!)

 

    1.        Baca Kisah 4:11-12. Apakah tuntutan yang dibuat bagi Yesus? (Pikirkanlah hal ini. Pernyataan ini berarti bahwa seluruh sistem kebaktian Yahudi tidaklah memiliki nilai jika datang kepada isu keselamatan. Ini adalah tantangan frontal bagi para petinggi Yahudi)

 

    1.        Baca Kisah 4:13-14. Sanggahan apakah yang diberikan para petinggi Yahudi atas tantangan yang penuh keberanian ini? (Apa yang dapat mereka katakan? Buktinya ada di hadapan mereka!)

 

    1.       Baca Kisah 4:15-18. Apa yang dinyatakan oleh ayat ini tentang tujuan rohani dari kepemimpinan Yahudi? (Mereka sekarang telah memutuskan untuk meninggalkan kebenaran yang ada. Ancaman mengambil tempat dari bukti dan argumentasi, karena hanya tinggal ancamanlah yang mereka hadapi.)

 

 

 

 

 

 

    1.       Baca Kisah 4:21-26. Apakah dasar pertama dari tindakan memuji Allah dalam doa mereka? (Bahwa Ia adalah sang Pencipta! Penerimaan atas penciptaan adalah pusat pengakuan atas kuasa Allah. Jika Allah dapat berbicara akan eksisnya penciptaan, maka Ia dapat mengatasi semua hal lebih kecil yang kita hadapai dalam hidup kita)

 

    1.        Saudaraku, maukah saudara memeriksa hidup saudara? Maukah saudara melihat jika ada bagian dari diri saudara yang menyimpan opini bertentangan dengan bukti-bukti di hadapan saudara? Mintalah Roh Kudus untuk menyamakan pandangan-pandangan suadara dengan kuasa Allah yang telah terungkap.

 

  1.      Minggu depan: Pimpinan Gereja yang Pertama.