Pemeliharaan Ciptaan
Pendahuluan: Apa itu “Pemeliharaan Ciptaan”? Saya mandi tiap hari, gosok gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, makan dan berolahraga. Begitukah pemeliharaan ciptaan diringkaskan? Jika menurut saudara artian seperti itu terlalu sempit, saya tambahkan bahwa saya memotong rumput di halaman kalau sudah saatnya dan memangkas semak yang ada diseputaran rumah saya. Jika menurut saudara artian itu “masih terlalu sempit”, mengapa demikian? Jika semua orang mengurus apa yang mereka punyai, tentunya ciptaan sudah terpelihara, bukan? Makna environmentalism di zaman sekarang bukanlah tentang hal-hal yang relatif tidak kontroversial seperti bagaimana semua orang mengurus kepemilikan masing-masing, namun lebih kepada bagaimana perlakuan kita terhadap lingkungan dan dampaknya terhadap lingkup yang lebih luas yakni terhadap umat manusia di bumi. Apakah kita punya hak untuk berlaku “egois” saat berurusan dengan ciptaan yang lain? Mari selami Alkitab dan temukan apa kata Allah mengenai hal itu!
- Manusia dan Binatang
- Baca Kejadian 1:26-28. Bagaimana hubungan manusia terhadap binatang? (Kita menguasai mereka. Binatang tidaklah sederajat dengan kita.)
- Allah memerintah kita. Apakah kita mau diperintah Allah dengan cara yang sama dengan cara kita memerintah binatang?
- Baca Kejadian 2:19-20. Binatang dibentuk dari tanah seperti Adam, namun apakah mereka menjadi penolong yang cocok baginya? (Adam menamai binatang, namun tak satu pun binatang yang dipandang sebagai penolong yang sepadan dengannya. Ini menunjukkan bahwa binatang tidaklah sederajat dengan manusia. Pernyataan bahwa manusia mestinya dipandang sama dengan “binatang” tidaklah Alkitabiah.)
- Baca Kejadian 9:1-3. Apakah ayat ini mengindikasikan adanya perubahan dalam hubungan antara manusia dan binatang? (Sepertinya kini binatang takut dan gentar terhadap manusia.)
- Perubahan apa lagi yang terjadi dalam hubungan antara manusia dan binatang? (Manusia kimo menjadikan binatang sebagai santapan – barangkali inilah yang menimbulkan rasa gentar!)
- Baca Kejadian 9:4-6. Apa yang terjadi jika binatang membunuh manusia? (Allah mengijinkan manusia membunuh binatang, bukan sebaliknya. Ini memberi kita pemahaman penting mengenai hubungan yang patut antara manusia dan binatang.)
- Bagaimana semestinya hubungan tersebut? (Hanya manusia yang diciptakan dalam “peta Allah”, karenanya mereka lebih penting dari binatang. Manusia dapat menggunakan binatang untuk meningkatkan kehidupan manusia.)
- Baca Ulangan 5:12-15. Apakah yang ayat ini katakan tentang binatang? (Mereka juga beristirahat pada hari Sabat.)
- Apa yang diajarkan ayat ini mengenai sikap Allah terhadap binatang?
- Apa yang ayat ini anjurkan sebagai sikap kita terhadap binatang? (Dianjurkan bawa kita wajib memperlakukan binatang secara pantas. Sekalipun mereka tidak sederajat dengan kita, dan kita bisa menyantap dan memanfaatkan mereka, kita tidak punya hak untuk berbuat kejam terhadap binatang atau menyalahgunakan mereka.)
- Baca Amsal 27:23-27 dan Efesus 5:28. Alasan egois apa yang ada pada kita saat memelihara binatang? (Saya melontarkan ayat dari kitab Efesus karena ayat tersebut menolong kita memahami sebuah hubungan. Jika saudara mengasihi pasangan saudara, saudara akan mendapat berkat. Jika saudara mengasihi binatang, saudara akan mendapat berkat.
- Baca Kejadian 1:26-28. Bagaimana hubungan manusia terhadap binatang? (Kita menguasai mereka. Binatang tidaklah sederajat dengan kita.)
- Manusia dan Tumbuhan
- Dalam kitab Kejadian pasal pertama (Kejadian 1:29), kepada manusia diberitahukan bahwa mereka bisa menyantap tanaman sebagai makanan. Baca Matius 21:18-19. Apa kewajiban kita terhadap pepohonan dan tanaman lainnya?
- Baca Matius 21:20-22. Apakah Yesus sedang mengajarkan bahwa kita harus menghukum tanaman yang tidak memberi hasil seperti semestinya? (Yesus menarik pelajaran rohani dari sini. Saya jadi berpikir bahwa pelajaran rohani itulah yang menjadi isu utama.)
- Baca Kejadian 2:15. Apa rencana awal Allah terkait manusia dan Taman Eden? (Kita perlu “mengusahakan” dan “memelihara taman itu".)
- Seperti apa pelajaran yang bisa kita tarik dari ayat-ayat yang telah kita pelajari sejauh ini tentang manusia dan tanaman? (Bahwa ada tingkatan, dan manusia lebih penting dari tanaman. Manusia bisa makan tumbuhan dan menggunakan tanaman sebagai alat untuk menarik pelajaran. Namun, paling tidak ada sejumlah kewajiban yang perlu manusia lakukan untuk merawat tanaman.)
- . Manusia dan Lingkungan
- Sejauh ini kita telah pelajari bahwa Allah telah mengatur jenjang antara manusia, binatang dan tumbuhan. Binatang dan tumbuhan ada untuk melayani manusia, mereka bukanlah padanan kita. Akan tetapi, hal ini bukanlah merupakan jawaban sepenuhnya terhadap pertanyaan mengenai apa yang Allah tuntut dari kita terkait ciptaan-Nya. Kita akan meyelidikinya berikut ini. Baca Yehezkiel 34:2-4. Miripkah ungkapan “menggembalakan dirinya sendiri” dengan bagian pendahuluan yang mana saya katakan bahwa saya menyikat gigi?
- Apakah di sini Allah sedang membahas binatang? (Tidak. Menurut saya Ia sementara merujuk kepada para pemimpin rohani (gembala) dan umat (domba-domba) Israel.)
- Apakah itu artinya dari ayat ini tidak ada pelajaran yang bisa kita tarik bagi kita dan binatang? (Menurut saya ada pelajaran kedua yang berlaku bagi binatang.)
- Apakah di sini Allah sedang membahas binatang? (Tidak. Menurut saya Ia sementara merujuk kepada para pemimpin rohani (gembala) dan umat (domba-domba) Israel.)
- Baca Mazmur 104:25-30. Siapa yang dibicarakan di sini, manusiakah? (Tidak. Jika saudara melihat seluruh pasal, yang dibicarakan di sini adalah Allah Allah yang melakukan semua hal ini.)
- Apakah itu artinya dari ayat ini tidak ada pelajaran yang bisa kita tarik bagi kita dan binatang? (Jika Allah memelihara hewan, pantaskah kita menyalahgunakan mereka? Logika berkata, “tidak".)
- Baca Yesaya 11:6-9 dan Yesaya 65:25. Siapa yang perlu pemeliharaan di sini? (Ayat-ayat ini mengatakan bahwa di surga binatang tidak lagi menjadi ancaman bagi manusia – atau bagi hewan yang lebih lemah.)
- Jika setidaknya ada sejumlah hewan yang berbahaya bagi manusia, mengapa ada binatang-binatang berbahaya ini di surga? (Jelas bahwa Allah ingin ada binatang di surga – sekalipun binatang itu tadinya berbahaya. Ia memiliki kasih dan kepedulian terhadap mereka dan hal ini menunjukkan bahwa kita juga perlu memiliki kasih dan kepedulian terhadap binatang.)
- Baca Hosea 4:1-2. Gugatan apa yang Allah ajukan terhadap umat Israel? (Mereka tidak mengakui Allah, tidak setia kepada Allah dan tidak menunjukkan kasih.)
- Baca Hosea 4:3. Apakah akibat dari tidak adanya kasih dan adanya egoisme dari bangsa Isreal? (Negeri dan binatangnya sekarat.)
- Bagaimana saudara mengartikan ini? Apakah Allah menghukum tanah dan binatang karena dosa umat Israel? Ataukah orang banyak yang menyebabkan timbulnya masalah ini oleh karena dosa mereka? (Ayat 3 diawali dengan, “Sebab itu”. Frasa ini menghubungkan derita yang mendera tanah dan binatang dengan dosa umat Israel. Jika saudara membaca seluruh pasal – Hosea 4 – sepertinya Allah sekadar menggambarkan situasi yang ada, dan mengatakan bahwa hukuman akan turun jika mereka tidak berubah. Jadi, kemungkinan besar umat Israel telah menimbulkan masalah pada tanah dan binatang.)
- Jika pendapat saya benar apa makna dari penyampaian Allah mengenai apa yang akan terjadi kepada tanah dan binatang? (Allah peduli. Sebagaimana halnya Allah menggambarkan dosa-dosa lain dalam pasal ini, begitu pula ia menjelaskan dosa ini. Sekalipun manusia punya hak untuk menguasai dan menggunakan tanah tersebut untuk kepentingan mereka, kita tidak boleh membiarkan keegoisan kita mencederai tanah atau merusak lingkungan tempat tinggal binatang.)
- Bagaimana saudara mengartikan ini? Apakah Allah menghukum tanah dan binatang karena dosa umat Israel? Ataukah orang banyak yang menyebabkan timbulnya masalah ini oleh karena dosa mereka? (Ayat 3 diawali dengan, “Sebab itu”. Frasa ini menghubungkan derita yang mendera tanah dan binatang dengan dosa umat Israel. Jika saudara membaca seluruh pasal – Hosea 4 – sepertinya Allah sekadar menggambarkan situasi yang ada, dan mengatakan bahwa hukuman akan turun jika mereka tidak berubah. Jadi, kemungkinan besar umat Israel telah menimbulkan masalah pada tanah dan binatang.)
- Sejauh ini kita telah pelajari bahwa Allah telah mengatur jenjang antara manusia, binatang dan tumbuhan. Binatang dan tumbuhan ada untuk melayani manusia, mereka bukanlah padanan kita. Akan tetapi, hal ini bukanlah merupakan jawaban sepenuhnya terhadap pertanyaan mengenai apa yang Allah tuntut dari kita terkait ciptaan-Nya. Kita akan meyelidikinya berikut ini. Baca Yehezkiel 34:2-4. Miripkah ungkapan “menggembalakan dirinya sendiri” dengan bagian pendahuluan yang mana saya katakan bahwa saya menyikat gigi?
- Memuja Lingkungan
- Baca Ulangan 5:8-9. Kita telah pelajari bahwa Allah mengajarkan kita mengenai hubungan antara manusia, binatang, tanaman dan tanah. Bagaimana jika kita menetapkan bahwa paling tidak binatang sama penting, jika tidak bisa disebut lebih penting, dari manusia?
- Apakah ini suatu bentuk pemujaan terhadap binatang? (Jika Allah mengatur hubungan kita dengan ciptaan lainnya, melanggar aturan-Nya dapat menjadi suatu bentuk penyembahan terhadap ciptaan.
- Ada contoh yang bisa saudara ajukan? (Sekarang ini ada banyak orang yang menentang pembunuhan binatang dan penebangan pohon, namun sangat menyokong aborsi. Ini benar-benar memutarbalikkan aturan Allah. Orang-orang ini menyembah sesuatu hal yang lain, bukan menyembah Allah.)
- Baca Ulangan 4:15-19. Apa yang diajarkan di sini mengenai pemujaan terhadap alam? (Dilarang.)
- Apa arti kalimat terakhir di ayat 19, “yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka.” Kalimat ini mengatakan bahwa alam adalah untuk digunakan untuk kepentingan kita, bukan disembah.)
- Sobat, apakah pandangan saudara terhadap lingkungan sejalan dengan ajaran Alkitab? Ataukah saudara tidak berada di lintasan yang sama? Maksud saya, apakah saudara dengan egois mengabaikan apa yang Allah amanahkan? Ataukah saudara keliru menyembah apa yang Allah telah perintahkan untuk saudara kuasai, bukannya sembah? Maukah hari ini engkau memutuskan untuk setia pada perintah Allah?
- Baca Ulangan 5:8-9. Kita telah pelajari bahwa Allah mengajarkan kita mengenai hubungan antara manusia, binatang, tanaman dan tanah. Bagaimana jika kita menetapkan bahwa paling tidak binatang sama penting, jika tidak bisa disebut lebih penting, dari manusia?
- Pekan depan: Alkitab dan Sejarah.
