Pelayanan Setiap Anggota
Pendahuluan: Minggu lalu kita memperbincangkan perbedaan antara bersaksi (pengalaman pribadi yang kita ceritakan) dan penginjilan (penjelasan kita akan injil). Kita membicarakan mengenai penginjilan “menyentuh” – dimana kita memberi perhatian akan setiap situasi dan setiap kata yang kita keluarkan sehingga kita mendekatkan orang kepada injil gantinya menjauhkan mereka. Sulit untuk membuat kesalahan dalam menceritakan pengalaman kita, tetapi sebagian dari kita tidak begitu yakin dapat menjelaskan injil – bahkan apa peranan sebenarnya dalam memberikan penjelasan. Karena kita bisa saja melakukan kesalahan, haruskan kita biarkan “hal sulit” bagi mereka yang ahli – mereka yang kita bayar untuk melayani? Mari selami Alkitab kita dan temukan jawabannya!
- Penginjilan Setiap Anggota?
- Baca Efesus 4:1-2. Panggilan apakah yang diberikan kepada masing-masing kita? (Untuk menjadi rendah hati, lemah lembut dan mengasihi. Bagaimana untuk hidup selayaknya orang Kristen.)
- Apakah ini bersaksi?
- Baca Efesus 4:3-6. Apakah pelayanan hal yang kita lakukan sendirian? (Tidak. Kesatuan adalah prioritas.)
- Baca Efesus 4:7-8. Apakah peranan bagi perorangan? (Perorangan adalah bagian penting dari keseluruhan. Peroranganlah yang diberikan “kasih karunia”, bukan keseluruhan. Pemberian ini (“anugerah”) diberikan secara adil oleh Kristus.)
- Secara umum saya berpendapat kalau “anugerah” adalah keselamatan yang Allah berikan kepada saya. Apakah ini dapat dibeda-bedakan? (Tidak. Sulit untuk dibayangkan Allah memberikan 50% keselamatan kepada sebagian orang. Dalam konteks ini anugerah pasti diartikan sebagai pemberian Allah dalam bentuk lain.)
- Apa yang disarankan disini mengenai pekerjaan penginjilan? (Kita bukanlah bagian yang sama dari kesatuan. Gantinya, kita adalah perorangan, dengan karunia perorangan. Besar dan jenis dari karunia berbeda-beda. Tetapi, kita tetap bekerja sebagai kesatuan.)
- Baca Efesus 4:11-13. Apakah kita semua penginjil? (Sudah jelas, tidak.)
- Apakah judul dari pelajaran ini salah? Kalau hanya sebagian orang diberikan karunia menginjil, maka hanya sebagian dari kita yang dipanggil untuk menginjil, bukan? (Kalau judulnya “Penginjilan Setiap Anggota”, kita mempunyai masalah. Tetapi, judulnya adalah “Pelayanan Setiap Anggota”. Artinya setiap orang mempunyai peranan dalam pelayanan.)
- Lihat kembali karunia spesifik yang dituliskan dalam ayat-ayat ini. Apakah hubungan antara pemberian ini dengan injil? (Setiap karunia merupakan alat untuk mengabarkan injil.)
- Apakah tujuan dari semua karunia ini? (Untuk menyatukan kesatuan dalam iman, untuk meningkatkan pengetahuan akan Yesus, untuk menciptakan orang Kristen yang matang dan mengajar orang untuk mencapai “kesempurnaan Kristus”.)
- Baca 1 Korintus 12:7-11. Bagaimanakah daftar pemberian ini berbeda dengan daftar yang baru saja kita pelajari? (Daftar yang sebelumnya adalah tugas-tugas. Daftar ini adalah kemampuan.)
- Apakah persamaan dari kedua daftar? (Tugas dan kemampuan datangnya dari Allah dalam ukuran yang ditentukan oleh Allah. Hal-hal ini diperuntukkan bagi kebaikan organisasi orang percaya.)
- Apa kesimpulannya akan kewajiban pribadi kita untuk melayani? (Kita perlu mengetahui apa kemampuan dan karunia yang Allah berikan kepada kita, dan menerima tugas dan tanggung jawab yang sesuai.)
- Daftar tugasnya kelihatan cukup tinggi bagi saya. Daftar kemampuan kelihatannya mengesankan bagi saya. Bagaimana kalau kita tidak memiliki karunia dan kemampuan? (Baca 1 Korintus 12:11-13. Ayat 11 katakan “setiap orang” menerima karunia. Kita semua memiliki satu peranan, satu pelayanan, yang satu berbeda dari yang lain.)
- Baca Efesus 4:1-2. Panggilan apakah yang diberikan kepada masing-masing kita? (Untuk menjadi rendah hati, lemah lembut dan mengasihi. Bagaimana untuk hidup selayaknya orang Kristen.)
- Bagaimana Kita Mengetahui Apa Tugas Kita?
- Baca 1 Korintus 12:14-21. Saya melihat tiga jenis ekstrim didalam gereja. Sebagian anggota mengatakan mereka tidak memiliki peranan atau tugas tertentu karena mereka tidak memiliki kemampuan tertentu. Sebagian anggota ingin mengisi tugas yang “lebih tinggi”, tetapi tidak kompeten. Ketika tugas ini tidak diberikan, mereka terhina dan marah dan keluar dari gereja. Sebagian anggota memegang posisi tinggi dan tidak menghargai pekerjaan orang lain. Apakah solusi bagi situasi ekstrim ini? (Setiap orang memiliki paling sedikit satu karunia. Setiap orang tidak memiliki beberapa karunia yang lain. Kita perlu berpusat pada karunia yang kita miliki, dan menghargai mereka yang memiliki karunia yang lain – karunia yang mungkin tidak kita miliki.)
- Baca 1 Korintus 12:27-31. Apakah pantas bagi “kaki” ingin menjadi “mata”? (Dikatakan kita harus “merindukan karunia yang lebih besar”. Tidak ada salahnya berambisi untuk melakukan hal-hal besar bagi Allah. Tetapi, sampai tiba saatnya kita diberikan karunia itu, mereka yang dalam posisi kaki dan tangan harus menjadi kaki dan tangan yang baik, gantinya mengeluh karena bukan mata atau hidung. Yang penting adalah untuk membedakan ambisi untuk memajukan Kerajaan Allah dan ambisi untuk meninggikan diri.)
- . Bagaimana Kerja Penginjilan
- Baca Yohanes 4:35. Kapankah saatnya bagi kita untuk terlibat dalam penginjilan? (Sekarang. Kita perlu membuka mata kita untuk tersentuh oleh kesempatan menginjil.)
- Kalau mata Anda selama ini tertutup, bagaimana membukanya? (Salah satu cara adalah berjaga-jaga. Tetapi, cara yang terpenting adalah meminta Roh Kudus untuk membuka mata Anda.)
- Baca Yohanes 4:36-38. Menurut Anda apa yang tidak biasa dari tugas ini? (Kita memiliki peranan penginjilan yang sama sekali berbeda. Hanya sebagian kecil melakukan semua pekerjaan. Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah “menuai” bagi hidup kekal.)
- Coba gabungkan semua hal ini. Kita pelajari kalau tidak setiap orang adalah “penginjil” (Efesus 4:11). Kita temukan kalau kita semua memiliki karunia dan kemampuan yang berbeda-beda (1 Korintus 12:7-10). Kita dapatkan bahkan penginjil memiliki peranan yang berbeda-beda dalam penginjilan. Apakah ini berarti dalam penginjilan sebagian dari kita dibebaskan dari tanggung jawab?
- Lihat kembali pelajaran kita yang lalu. Apakah perbedaan antara bersaksi dan menginjil? (Bersaksi menceritakan pengalaman pribadi. Menginjil menjelaskan kisah injil.)
- Siapakah yang paling bertalenta, memiliki karunia terbaik, dalam menceritakan pengalaman Anda? (Anda! Kita semua ditugaskan untuk menceritakan kepada orang yang kita kenal dan bertemu tentang apa artinya Allah dalam hidup kita. Kita dapat menceritakan kisah tentang berkat dan pimpinan Allah. Kita dapat bersaksi tentang kesalahan kita berpaling dari Allah.)
- Apakah Anda harus meminta seorang ahli untuk menjelaskan kisah injil? (Kalau Anda seorang “pria gemuk” yang kita bahas minggu lalu, maka Anda perlu meminta mereka yang memiliki karunia menginjil. Tetapi, setiap orang harus tahu (atau belajar) kisah dasar injil: Allah Semesta Allam turun dari sorga, merendahkan diriNya menjadi manusia, hidup sempurna bagi kita, rela mati di salib bagi dosa-dosa kita, dan bangkit dari kubur untuk kembali ke sorga. Yesus menawarkan kita kesempatan untuk mengaku dosa-dosa kita, menerima hidupNya yang sempurna menggantikan hidup kita yang tidak sempurna, menerima kematian Yesus menggantikan kita, dan hidup dalam janji kebangkitan untuk hidup kekal!)
- Ketika saya masih anak-anak, ayah saya serius berkebun dengan “bantuan” saya. Dari sini saya mengetahui bertani melibatkan berbagai jenis tugas. Pernahkah Anda mengunjungi gereja yang rusak? Pernahkah Anda mengunjungi gereja yang kotor? Pernahkah Anda mengunjungi gereja yang kursinya tidak nyaman dan dekorasinya buruk? Menurut Anda apakah mereka yang bekerja untuk membersihkan gereja, merawat, dan memperbaiki yang rusak di gereja adalah penginjil-penginjil? (Tentu saja! Kalau Anda mengatakan, “Saya suka tempat ini”, maka kemungkinannya Anda akan berkata, “Saya mau duduk dan memusatkan perhatian kepada khotbah.”)
- Tugas “penginjilan” lain apa yang dapat kita temukan di gereja yang biasanya tidak termasuk sebagai penginjilan? (Bagaimana dengan penerima tamu! Penerima tamu yang ramah dan bersahabat membuat Anda senang telah datang.)
- Sama seperti kita harus mencari setiap kata dan kesempatan untuk penginjilan yang menyentuh, haruskah kita juga memperhatikan setiap aspek dan program di gereja kita? (Kadang-kadang kita tidak memperhatikan program dengan serius. Berapa kali program dihasilkan oleh perencanaan mendadak, atau diisi oleh pembawa acara “mendadak”, atau mereka yang kelihatannya diminta tigapuluh detik sebelumnya untuk mengisi acara? Hal-hal ini tidak memberikan sentuhan yang baik.)
- Sahabat, tidak ada salahnya mengatakan “Penginjilan adalah bagi mereka yang memiliki karunia menginjil”. Tetapi, Anda memiliki karunia untuk menyaksikan pengalaman Anda. Berbagai jenis tugas dan karunia untuk penginjilan. Anda tidak dapat meninggalkan karunia dan tugas Anda untuk orang lain. Maukah Anda bertekad hari ini untuk berpusat pada karunia-karunia Anda, dan berusaha sebaik mungkin untuk memajukan Kerajaan Allah?
- Baca Yohanes 4:35. Kapankah saatnya bagi kita untuk terlibat dalam penginjilan? (Sekarang. Kita perlu membuka mata kita untuk tersentuh oleh kesempatan menginjil.)
- Minggu depan: Karunia-karunia Rohani bagi Penginjilan dan Bersaksi
