Ketika Semuanya Menjadi Baru
(Wahyu19-22)
Indonesian
Year:
2012
Quarter:
4
Lesson Number:
13
Pendahuluan: Kita lanjutkan eksplorasi kita minggu lalu tentang “masa pensiun” di surga – tempat mulia dengan waktu dan sumber daya nan tak terbatas. Karcisnya sudah kita miliki dan kita perlu berhati-hati agar jangan sampai datang ke acara yang salah. Kita sementara menghidupkan suatu kehidupan yang memantulkan kasih Allah kepada kita dan menantikan kehidupan kita di surga. Sekarang Yesus datang! Mari selami Alkitab masing-masing dan pelajari lebih detil mengenai apa yang akan terjadi sesudahnya!
- Kebangkitan!
- Baca 1 Tesalonika 4:16-18. Apa yang digambarkan di sini? (Kedatangan Yesus Kali Kedua.)
- Ayat ini tidak menyebutkan tentang orang-orang yang tidak akan masuk surga. Mengapa demikian? Apakah semua orang akan masuk surga?
- Baca Wahyu 20:5. Ada berapa kebangkitan? (Lebih dari satu! Ayat-ayat ini menyatakan bahwa ada dua kebangkitan. Kedatangan Yesus Kali Kedua merupakan saat kebangkitan pertama – kebangkitan orang benar. Yang kedua adalah kebangkitan orang jahat. Kita tentunya mau menjadi bagian dari kebangkitan pertama!
- Baca Wahyu 19:11-16, Wahyu 14:14-20 dan Wahyu 6:15-17. Apakah ini yang saudara nanti-natikan? Pekan lalu kita membahas sukacita besar yang kita rasakan saat diangkat ke angkasa untuk bertemu Yesus. Apa yang kita baca dalam ayat-ayat ini? (Pada Kedatangan Kedua, Yesus mengumpulkan orang-orang benar, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup. Kemudian Ia membinasakan orang-orang jahat yang masih hidup.)
- Baca Wahyu 19:17-21. Apa yang terjadi pada para seteru Allah saat Kedatangan Kedua? (Ini merupakan bukti selanjutnya bahwa mereka dibinasakan.)
- Apakah saudara senang melihat pemandangan ini? (Berapa banyak buku dan film yang kita tonton yang mana “orang baik” dikejar-kejar dan diancam oleh “orang jahat”, lalu tiba-tiba sang pahlawan muncul untuk menyelamatkan orang baik dan menyingkirkan orang jahat? Ini memberikan kesan bahwa orang benar akan berada dalam keadaan yang sangat sulit saat Kedatangan Kedua sudah dekat. Yesus, Pahlawan kita, datang dengan pasukan berkuda dan menolong kita! Betapa sukacita! Betapa lega!
- Pada saat yang bersamaan, gambaran ini membuat saya tersentak dan merasakan keganjilan. Jika Yesus datang seperti pencuri pada waktu malam (1 Tesalonika 5:2, 2 Petrus 3:10), bagaimana bisa ada pasukan musuh yang menanti untuk menyerang Yesus? (Bagaimana jika pasukan ini memang sudah berkumpul untuk membinasakan orang-orang kudus di bumi, dan Tuhan kita datang untuk menyelamatkan kita? Masalahnya, ayat tersebut menyebutkan bahwa mereka “berkumpul untuk melakukan peperangan melawan [Yesus].” Wahyu 12:17 mengatakan bahwa naga itu pergi memeragi orang kudus. Memerangi pengikut Allah bisa dianggap memerangi Yesus.)
- Baca 1 Tesalonika 4:16-18. Apa yang digambarkan di sini? (Kedatangan Yesus Kali Kedua.)
- Halte Pertama: Surga
- Baca Wahyu 20:1-3. Berapa lama masa hukuman Setan? (Seribu tahun!)
- .) Siapa yang akan diperdaya oleh Setan? (Tak seorang pun. Semua orang jahat sudah mati.)
- Baca Wahyu 20:4-5. Kemana perginya orang benar? (Ke surga. Gambaran besarnya di sini adalah bahwa pada Kedatangan Kedua orang benar diangkat ke surga dan orang jahat dibinasakan.)
- Baca Wahyu 20:11-14. Apa yang menjadi dasar bagi penghakiman? Apakah dasarnya berbeda antara yang selamat dengan yang tidak selamat? (Ini penting sekali. Orang sesat akan dihakimi berdasarkan perbuatan mereka. Orang yang selamat akan mendapati nama mereka tercantum dalam Buku Kehidupan. Inilah kasih karunia! Apabila saudara bertobat dan bersandar pada Yesus nama saudara tertulis dalam Buku Kehidupan. Jika bersandar pada usaha sendiri untuk mendapatkan keselamatan, saudara akan dihakimi berdasarkan perbuatan-perbuatan tersebut!)
- Apa yang dilakukan orang benar di surga? (Baca 1 Korintus 6:2. Ayat-ayat dalam kitab Wahyu digandengkan dengan komentar Paulus di sini, menyatakan bahwa orang benar menghabiskan sebagian dari masa seribu tahun dengan mengawasi jalannya penghakiman atas orang sesat.)
- Mengapa Allah menugaskan mereka untuk melakukan hal ini? (Allah itu transparan dalam penghakiman-Nya. Allah ingin kita nyaman dengan putusan-Nya. Ia ingin kita tahu bahwa Ia lebih dari adil. Bayangkan jika salah satu dari orang yang kita kasihi harus binasa. Allah ingin kita sepakat dengan-Nya soal hukuman yang dijatuhkan.)
- Apa lagi yang menurut saudara menjadi alasan mengapa kita diijinkan untuk menguatkan penghakiman Allah? (Hidup kekal itu haruslah bersih dari dosa. Kita perlu diyakinkan selamanya tentang sesatnya dosa.)
- Mengapa Allah menugaskan mereka untuk melakukan hal ini? (Allah itu transparan dalam penghakiman-Nya. Allah ingin kita nyaman dengan putusan-Nya. Ia ingin kita tahu bahwa Ia lebih dari adil. Bayangkan jika salah satu dari orang yang kita kasihi harus binasa. Allah ingin kita sepakat dengan-Nya soal hukuman yang dijatuhkan.)
- Apa yang dilakukan orang benar di surga? (Baca 1 Korintus 6:2. Ayat-ayat dalam kitab Wahyu digandengkan dengan komentar Paulus di sini, menyatakan bahwa orang benar menghabiskan sebagian dari masa seribu tahun dengan mengawasi jalannya penghakiman atas orang sesat.)
- Baca Wahyu 20:1-3. Berapa lama masa hukuman Setan? (Seribu tahun!)
- . Halte Kedua: Bumi yang Dijadikan Baru
- Baca Wahyu 21:1-4. Sesudah seribu tahun, kemana orang baik berpindah? (Ke Yerusalem Baru yang turun ke bumi. Ini mestinya acara pindah-pindahan yang gampang, karena mereka memindahkan kondominium saya di Kota Yerusalem Baru pada saat yang sama! Saya tidak perlu ngepak-ngepak, tapi barangkali perlu menurunkan lukisan yang tergantung di dinding.)
- Baca Wahyu 20:5 dan Wahyu 20:7-9. Cermati Wahyu 20:9. Kota apa ini? Apa yang disingkapkan di sini? (Kebangkitan kedua dari orang jahat terjadi setelah masa seribu tahun. Orang jahat akan hidup kembali. Setan dilepaskan. Mereka mengepung Yerusalem dalam upaya nekad terakhir untuk memenangkan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan.)
- Coba kita pikirkan dalam-dalam. Pertama, apa yang dikatakan di sini mengenai Setan? Ia telah menghabiskan seribu tahun untuk merenungkan dosa-dosanya. Apa yang seharusnya ia simpulkan? (Ini menunjukkan bahwa Setan merupakan kasus yang mustahil. Ia merupakan musuh bebuyutan Yesus.)
- Orang jahat sudah mati. Mengapa Yesus membangkitkan mereka hanya untuk membinasakan mereka lagi? (Pikirkan lagi orang-orang kudus yang mempunyai teman dan kerabat yang tidak selamat. Tadi kita melihat bahwa Yesus mengijinkan orang-orang kudus untuk menelaah catatan, dan menarik kesimpulan sendiri tentang penghakiman-Nya. Bayangkan bagaimana hukuman ditegakkan manakala sahabat dan kerabat yang sesat berupaya menyerang Yerusalem baru? Mereka berupaya untuk menyerang orang-orang kudus.)
- Apa yang dikatakan di sini mengenai orang-orang sesat? Apa yang dikatakan disini mengenai Tuhan kita? (Ini menunjukkan bahwa Tuhan kita lebih dari adil. Ia peduli terhadap pendapat kia mengenai peradilan-Nya.)
- Baca Wahyu 20:10. Apa nasib akhir Setan?
- Bagaimanakah pemberontakannya dalam Wahyu 20:9 dan hasilnya terhadap orang jahat? (Api turun dari langit dan membinasakan mereka.)
- Baca Wahyu 21:1. Apakah fitur yang sangat signifikan dari bumi yang dijadikan baru? (Tidak ada laut.)
- Mengapa laut ditiadakan? (Samudra melingkupi 71% dari permukaan bumi. Menurut saya daratan akan melebar ke tempat yang tadinya merupakan lautan. Ini akan menyediakan tempat bagi populasi yang lebih besar.)
- Baca Wahyu 21:2-3. Mengapa kita dipindahkan kembali ke dunia lama yang dijadikan baru? Mengapa Allah memindahkan tahtanya ke sini? (Ini merupakan pemandangan dari kemenangan besar Allah atas dosa. Inilah pusat pertempurannya.)
- Akankah kia mengenali tempat-tempat yang ada di bumi? (Saya pikir begitu. Jika Allah mengubah segala sesuatu, mengapa yang disebutkan hanya nasib lautan? Mengapa menyebutnya “dunia baru” – menggunakan bagian dari nama lama? Sebagaimana halnya kita akan dijadikan baru dan diperindah, namun tetap dapat dikenali (lihat Matius 8:11, 1 Korintus 13:12), maka menurut saya bumi ini akan menjadi baru, diperindah dan tetap dapat dikenali.)
- Baca Wahyu 21:3-4. Apa yang Allah lakukan terhadap kita? (Ia menghapus setiap tetes air mata!)
- Ketika hal buruk menimpa kita di bumi, apakah Allah peduli? (Cita-cita-Nya adalah menyingkirkan semua nestapa, tangisan dan kepedihan! Itulah tujuan Allah.)
- Baca Wahyu 22:1-5. Apa yang terkandung di sini mengenai hidup di atas bumi yang dijadikan baru? (Kejadian 1:26 mengatakan bahwa kita diciptakan dalam gambar dan rupa Allah. Kesimpulan logisnya adalah bahwa tubuh baru kita di bumi baru punya “gambar dan rupa” yang mirip dengan tubuh kita yang sekarang di bumi lama. Kita akan melihat pepohonan, sungai, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dedaunan dan terang di Yerusalem Baru. Coba pikirkan bagaimana kemiripan antara telepon engkol zaman dulu dengan ponsel cerdas yang kita pakai sekarang ini. Pengguna telepon engkol akan terheran-heran melihat ponsel cerdas, namun tidak perlu waktu terlalu lama untuk memahami kemiripannya. Saya pikir ini mengilustrasikan, secara sederhana, mengenai sifat dasar bumi baru.)
- Sobat, bagaimana dengan engkau? Maukah engkau merasakan kekekalan di atas bumi yang telah sangat diperindah? Maukah engkau bebas dari semua kecemasan tentang keluarga dan sahabat? Saya rasa pilihannya jelas. Kita punya musuh yang, sekalipun sudah berkontemplasi selama seribu tahun, ingin menghancurkan Allah dan menghancurkan kita. Orang-orang yang mengikuti Setan memiliki tujuan yang sama. Pilihannya jelas. Mengapa tidak mengambil keputusan itu sekarang?
- Pekan depan: Kita mulaikan pelajaran tentang pentingnya keyakinan kita dalam Penciptaan. Ini merupakan pelajaran yang maha penting. Ikuti terus ya.
