Kasih dan Penghakiman: Pilihan Allah (Hosea)

Indonesian
(Hosea 7, 10, 11 & 14)
Year: 
2013
Quarter: 
2
Lesson Number: 
2

Pendahuluan: Pernahkah Anda menemukan seseorang yang memerlukan penyesuaian tingkah laku? Kita mempertimbangkan apa yang sedang berlangsung dan berkesimpulan kalau sikap orang tersebut tidak pantas dalam situasi tersebut. Aplikasikan kesimpulan kita pada diri sendiri. Renungkan sikap kita terhadap Allah. Apakah perlu penyesuaian? Saya tahu kalau Allah bekerja memperbaiki sikap saya selama bertahun-tahun. Sementara saya percaya kalau sikap saya sudah jauh lebih baik, saya tahu saya perlu perbaikan lebih jauh! Mari masuki kelanjutan pelajaran kita akan buku Hosea untuk melihat apa yang dapat kita pelajari dalam memperbaiki sikap kita terhadap Allah!

  1. Siapakah yang Anda Percayai?
    1. Baca Hosea 7:11 dan Matius 10:16. Apakah menjadi seperti merpati suatu hal yang baik atau buruk? (Barnes’ Notes menceritakan kalau pepatah Timur mengatakan, “Tidak ada yang lebih sederhana daripada seekor merpati.” Di buku Hosea, konotasi seperti merpati bukanlah suatu pujian.)
      1. Efraim melambangkan umat Allah. Asyur dan Mesir adalah dua kekuatan lawan di utara dan selatan. Apa yang diperbuat umat Allah? (Mengadu domba kedua kekuatan lawan.)
        1. Mengapa Asyur dan Mesir mau melakukannya? (Asyur dan Mesir menggunakan Kerajaan Utara bangsa Israel demi kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak perduli akan umat Allah.)
        2. Apa yang salah dengan mengambil untung dari permusuhan dua kekuatan lawan? Bukankah itu “cerdik seperti ular?”
          1. Mengapa menyebut umat Allah “mudah ditipu dan tidak berakal?” (Umat Allah membuat kesalahan bersekutu dengan penguasa yang tidak memperdulikan mereka, ketika mereka dapat bersekutu dengan Allah yang sangat memperdulikan mereka.)
    2. Baca Hosea 7:13-14. Apakah sikap Allah terhadap umatNya? (Ia rindu menolong mereka, tetapi pemberontakan membawa mereka kejalan menuju kehancuran.)
      1. Perhatikan kalimat “Seruan mereka kepada-Ku tidak keluar dari hatinya, tetapi mereka meratap di pembaringan mereka”. Apa yang dikatakan disini tentang sikap mereka terhadap Allah? (Mereka memanggil Allah bukan karena mereka mengasihi Dia. Mereka memanggil Allah karena mereka lemah. Mereka memerlukan sesuatu. Mereka menginginkan sesuatu.)
    3. Bagaimana hubungan Anda dengan Allah? Apakah Anda mempercayai uang dan manusia gantinya Allah? Apakah Anda berpaling kepada Allah hanya ketika Anda terdesak dan usaha-usaha lain gagal?
      1. Bagaimanakah hubungan Anda dengan Allah ketika segala sesuatunya lancar? Apakah berbeda dengan saat situasinya buruk?
  2. Menabur dan Menuai
    1. Baca Hosea 10:12. Perhatikan dua macam cara kata “kebenaran” digunakan. Dibagian pertama kita menabur, di bagian kedua Allah menghujani. Apakah ini membuktikan kalau dalam hal kebenaran, kita melakukan sekuat kemampuan dan Allah memenuhi kekurangannya?
      1. Baca Roma 3:22-24. Dari manakah datangnya kebenaran kita? (Iman dalam Yesus.)
        1. Ayat dalam buku Roma sama sekali tidak menyebutkan menabur, menuai atau pekerjaan lain untuk mendapatkan kebenaran. Haruskan kita jelaskan perbedaan ini sebagai Perjanjian Lama/Perjanjian Baru, Wasiat Lama/Wasiat Baru?
      2. Lihat kembali Hosea 10:12. Apakah Allah hanya mengasihi mereka yang benar? Mereka yang bekerja bagi Dia?
        1. Kalau Anda katakan “Tidak”, maka ada dua masalah serius dengan Hosea 10:12. Kita memiliki pemikiran kalau kita membuat diri kita benar dan kita membuat diri kita dikasihi Allah. Apa saran Anda untuk mengatasi masalah tersebut?
    2. Baca Galatia 6:7-10. Ini tulisan dalam Galatia, inti dari kebenaran melalui iman. Apa yang dikatakan buku Galatia tentang perilaku dan berkat-berkat? (Kita perlu mengerti dengan jelas dua konsep. Dalam hal keselataman, kita diselamatkan hanya melalui iman dalam Yesus. Tetapi, dalam hidup, bagaimana kita bertingkahlaku memberi hasil berbeda. Menurut Anda mengapa Allah mati karena hukum? Bukankah lebih mudah kalau Allah katakan, “Oh! Makan buah? Saya akan ubah hukum, cobalah untuk lebih baik kedepannya”. Gantinya, Ia memperlakukan dosa dan hukumNya dengan sangat serius – begitu seriusnya sehingga itu menjadi masalah hidup atau mati bagi Dia.)
      1. Menurut Anda mengapa hukum bagi Allah adalah masalah hidup atau mati? (Karena hukum memantulkan karakter Allah. Diberikan untuk keuntungan kita.)
    3. Lihat kembali Hosea 10:12 sesuai dengan diskusi kita. Apakah masuk diakal kalau bagian pertama dari ayat ini mengajarkan kalau kita menurut, kita akan menikmati keuntungan hidup sejalan dengan hukum? Dimana, satu saat akan tiba dimana Allah menghujani kebenaran pada hidup kita yang tidak sempurna? (Saya pikir itu yang dimaksudkan oleh Alkitab disini.)
    4. Baca Hosea 10:13. Bagaimana mungkin kita menuai kejahatan? (Kalau kita menabur kejahatan, kita akan menuai kejahatan.)
      1. Ketika Hosea menulis tentang “buah kebohongan”, ini mengingatkan Anda akan hal apa? (Kejadian 3:4-6. Hawa tidak percaya Allah dan percaya Setan. Hawa pikir ia dapat menjadi “seperti Allah” berdasarkan usahanya sendiri.)
      2. Apakah inti dari kejahatan yang digambarkan dalam Hosea 10:12? (Bergantung pada kekuatanmu sendiri. Bergantung pada sumber daya kita sendiri.)
  3. . Akankah Anda Ingat?
    1. Baca Hosea 11:1-3. Dapatkan seorang anak mengingat siapa yang mengajar dia untuk berjalan? Dapatkah orangtua lupa mengajar anaknya untuk berjalan?
      1. Apakah kenangan Anda menolong anak Anda belajar berjalan? (Ini adalah kenangan indah bagi orangtua. Tetapi, bagi anak-anak, ada kemungkinan tidak mengingat hal ini.)
      2. Apakah inti pembicaraan Allah disini? (Ia mengasihi kita terlebih dahulu!)
    2. Baca Hosea 11:4-5. Haruskan umat Allah mengingat siapa yang membebaskan mereka dari perbudakan Mesir?
    3. Apakah ayat-ayat dalam Hosea 11 ajarkan kita? (Kita mungkin tidak mengingat segala kasih Allah bagi kita, tetapi dapat dipastikan kita melihat bukti pemeliharaanNya. Apapun yang mungkin kita ingat, Allah tak putus-putusnya setia kepada kita.)
      1. Lihat lagi Hosea 11:2. Betapa menghinanya hal ini kepada Allah? Betapa bodohnya hal ini bagi manusia?
  4. Penghakiman
    1. Baca Hosea 11:8-9. Apakah sikap Allah terhadap penghakiman? (Ia tidak mau melaksanakan penghakiman. Dipastikan Ia tidak melaksanakan penghakiman dalam murka yang menyala.)
      1. Perhatikan disebutkannya Adma dan Zeboim. Seandainya ini bukanlah bagian dari pembicaraan Anda sehari-hari, baca Ulangan 29:22-24. Apa yang terjadi pada kedua kota tersebut?
      2. Dari nasib Adma dan Zeboim apa yang diajarkan kepada kita tentang penghakiman Allah? (Ia akan melaksanakan penghakiman, tetapi Ia tidak melakukannya.)
      3. Apakah jawaban akan pertanyaan dalam Ulangan 29:24? (Baca Ulangan 29:25-26. Bangsa Israel mempercayai dan menyembah sesuatu selain Allah.)
  5. Rencana Allah Bagi Kita
    1. Baca Hosea 14:1-3. Apakah rencana Allah bagi hidup Anda? (Dosa-dosa kita adalah kejatuhan kita. Oleh karena itu, Allah katakan kepada kita kalau kita memerlukan penyesuaian sikap. Kita perlu mengaku dosa-dosa kita, dan percaya Allah. Kita harus berpaling dari mepercayai apa yang dibuat oleh tangan kita.)
      1. Siapakah yang pantas menerima pertolongan Allah? (Bahkan yang paling tidak berdaya. Bagi mereka yang tidak berayah, Allah akan menjadi Bapamu.)
      2. Inilah inti dimana memiliki (atau menjadi) orang tua yang baik membedakan pengertian akan Allah. Bagaimanakah memandang Allah sebagai pengganti orang tua kita merubah sikap kita terhadapNya? (Ayah dan ibu saya mengasihi saya dengan sepenuhnya. Ayah saya juga seseorang yang dapat memberikan hukuman bagi kelakuan buruk! Fakta kalau ayah dapat menghukum tidak pernah mengaburkan kasihnya yang luarbiasa – kasih yang dapat saya percayai sepenuhnya!)
    2. Sahabat, Allah mengasihi Anda sepenuhnya. Bagaimana mungkin Anda dapat menyakiti Dia dengan mempercayai allah lain – uang Anda, pekerjaan Anda, kemampuan Anda, kecerdasan Anda atau hal-hal di alam semesta? Mengapa tidak mengakui dosa ketidakpercayaan, dan bertekad untuk hanya mempercayai Allah?
  6. Minggu depan: Allah yang Suci dan Adil (Yoel).