Yesus Bergaul dengan Orang Banyak

Indonesian
(Lukas 14 & 15, Kejadian 13, Matius 3)
Year: 
2016
Quarter: 
3
Lesson Number: 
6

Pendahuluan: Yesus dan orang Farisi menggunakan pendekatan berbeda untuk menobatkan orang berdosa. Yesus bersantap dengan mereka. Orang Farisi berpikir orang lain harus berusaha menjadi seperti mereka. Kita mengetahui bahwa menobatkan orang berdosa adalah sebuah bisnis yang penting karena pertobatan membawa sukacita bagi surga. Bagaimana sebaiknya kita berhubungan dengan orang berdosa dengan tidak membuat kita terbawa ke dalam kehidupan mereka? Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita dan melihat pelajaran yang dapat kita peroleh dari topik penting ini!

 

I.             Allah dan Orang Berdosa

 

A.   Baca Lukas 15:1-2. Permasalahan apa yang terjadi disini? Mengapa orang Farisi “menggerutu” akan tindakan Yesus yang menyambut orang berdosa dan bersantap dengan mereka?

 

1.   Apakah saudara pernah mendengar pepatah “seorang laki-laki akan dikenal dari usaha yang dijalankannya?” Apakah hal ini yang menjadi masalah disini? (Saya kira demikian adanya. Mungkin orang Farisi berpikir bahwa Yesus sedang mendorong orang berdosa untuk tetap berada dalam dosa.)

 

2.   Baca Lukas 7:36. Gambaran lebih jelas yang bagaimanakah kita dapati dari kawan bersantap Yesus? (Bahwa Yesus akan bersantap dengan semua orang. Ia bukan menentukan karakter tertentu.)

 

3.   Ketika saya masih muda, saya diajarkan (atau pengertian saya) bahwa jika saya terlibat dalam dosa, maka Allah akan menghindari saya. Keterangan apakah yang kita peroleh dari ayat ini perihal ide tersebut? (Allah tidak pernah melarikan diri dari mereka yang berbuat dosa.)

 

B.   Baca Lukas 15:3-6. Pelajaran apakah yang kita peroleh mengenai hubungan Allah dengan orang berdosa? (Bukan saja Ia akan mengejar mereka, namun ia bahkan akan mengangkat mereka pulang!)

 

1.   Pada cerita ini, siapakah yang memiliki hubungan lebih dekat degan Yesus, apakah domba yang diselamatkan atau domba yang hilang? (Yesus menggunakan waktu lebih banyak untuk menemukan domba yang hilang. Hal ini merupakan pusat perhatianNya. Namun, sebenarnya tujuanNya adalah untuk menjadikan domba yang hilang  domba yang berbudi.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.   Mari kita kembali melihat pembahasan minggu lalu perihal pekabaran injil. Ingat bagaimana dalam Matius 10:14-15 Yesus mengatakan kepada para muridNya bahwa jika seseorang tidak mau mendengarkan pekabaran injil, “kebaskanlah debu dari kakimu” dan berjalan terus. Janganlah mengejar dan mengganggu orang yang menolak kebenaran. Bagaimana saudara dapat merekonsiliasikan instruksi tersebut dengan kisah Yesus mengejar domba yang hilang? (Menurut saya kisah Yesus mengenai domba yang hilang adalah mengenai pekabaran injil. Namun kisah itu mengungkapkan sikap Allah terhadap orang berdosa.)

 

C.   Baca Lukas 15:7. Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap orang berdosa yang bertobat? (Kita seharusnya bersukacita.)

 

D.   Kembali kepada isu pekabaran injil, baca kembali Lukas 15:1. Apakah Yesus sedang mengejar orang berdosa? (Tidak, mereka yang sedang mengejar Dia. Masalah orang Farisi terjadi pada saat orang berdosa menemukan Yesus.)

 

E.   Baca Lukas 15:8-10. Apakah fokus dari wanita ini? (Koinnya yang hilang.)

 

1.   Seperti yang saudara ketahui dari pelajaran yang baru lalu, saya sepenuhnya mendukung fokus terhadap menjalankan kebaktian yang sempurnya. Dari kisah ini apakah seharusnya yang menjadi fokus dari gereja? (Kisah koin yang hilang dan domba yang hilang berfokus mencari sesuatu yang hilang.)

 

2.   Kita telah menyimpulkan (atau kesimpulan yang saya buat) bahwa kisah domba yang hilang adalah bukan mengenai pekabaran injil, namun merupakan sikap Allah terhadap orang berdosa. Menurut saudara apakah hal ini juga berlaku dengan kisah koin yang hilang?

 

3.   Walaupun jika kedua kisah tersebut memusatkan pada perhatian Allah terhadap orang berdosa, tidakkah kedua kisah tersebut mengatakan sesuatu mengenai pekabaran injil?

 

II.           Penyerahan yang Total

 

A.   Seperti yang saudara ketahui, Saya yakin bahwa konteks yang terdapat dalam Alkitab adalah luar biasa pentingnya. Mari kita menyelidiki ajaran Yesus yang mengikuti diskusiNya mengenai sikap Allah terhadap orang berdosa. Baca Lukas 14:28-30. Pelajaran apakah yang terdapat dalam kisah ini?

 

B.   Baca Lukas 14:31-32. Apakah yang diajarkan kisah ini? (Kedua kisah tersebut mengajarkan kita menjadi pembuat rencana yang baik. Kita seharusnya tidak terlibat dalam sebuah proyek kalau kita tidak dapat memikirkan cara terbaik untuk menjalankannya dan apakah kita memiliki sumber dana untuk menyelesaikannya.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.   Baca Lukas 14:33. Apakah terdengar seperti menderu-deru? Pada kenyataannya, bukankah kesimpulan yang diambil berlawanan dengan kisah yang terjadi? Menara dan peperangan itu memerlukan pendiri bangunan dan seorang raja yang memerlukan sumber dana untuk menyelesaikan pekerjaannya. Namun Yesus sekarang mengatakan kepada saudara untuk rela tidak memiliki sumber dana! Atau, itukah yang dimaksudkanNya?

 

1.   Pasal berikutnya berawal dengan pelajaran mengenai sikap kita terhadap orang berdosa. Mengapa? (Jika kita terlalu berpusat untuk menjadi “lebih” dari orang berdosa dengan menghindari mereka, maka kita tidaklah mengalah terhadap ego kita.)

 

D.   Mari kita kembali meninjau lebih lanjut kontesk ini. Baca Lukas 14:25-27. Apakah Yesus mengajarkan kita untuk mencintai semua orang kecuali keluarga kita? (Tidak. Gagasan yang secara harafiah mengatakan untuk membenci keluarga kita adalah berlawanan dengan seluruh Alkitab, termasuk Hukum Kelima (Keluaran 20:12). Menurut saya Yesus tidak menyuruh kita untuk berhenti mengasihi keluarga kita dan menggantikannya dengan kebencian. Dan, menurut saya maksud Yesus bukanlah untuk menyuruh kita menjual segalanya dan menggantikannya dengan sesuatu yang tidak ada.)

 

E.   Mari kita kembali untuk meninjau lebih lanjut konteks ini. Baca Lukas 14:16-20. Saudara mengetahui kisah ini karena kisah ini muncul di beberapa buku injil. Apakah yang menghalangi orang-orang tersebut dalam menghadiri pesta pernikahan itu? (Mereka lebih mementingkan kesibukan hidup mereka.)

 

1.   Sekarang, apakah pemikiran saudara mengenai pernyataan Yesus yang mengatakan “membenci” keluargamu, meninggalkan “segalanya” dan bersantap dengan orang berdosa? Pelajaran apakah yang Yesus sampaikan kepada kita? (Kita tidak dapat melepaskan pekerjaaan kita, hobi kita, keluarga kita, atau kehormatan kita menghalangi kita dalam memajukan Kerajaan Alah. Orang Farisi tidak mau menyerahkan kehormatan mereka untuk makan bersama orang berdosa.)

 

F.    Baca Lukas 14:34-35. Siapa yang memiliki telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar? (Orang Kristen seharusnya berbaur dengan dunia. Janganlah kita membiarkan kehormatan kita, perasaan diri yang lebih superior, pekerjaan kita, hobi kita ataupun keluarga kita menghalangi kita dalam membagikan kepada orang berdosa yang ingin berhubungan dengan kita.)

 

III.         Lot

 

A.   Baca Kejadian 13:8-13. Apakah kita diajarkan Yesus untuk menjatuhkan pilihan yang demikian? Agar kita pindah ke kota jahat dan membuka pusat penginjilan di kota itu?

 

1.   Apakah menurut saudara Lot membuat keputusan pindah ke kota itu untuk penginjilan?

 

 

 

 

 

 

 

 

B.   Baca Kejadian 14:11-12. Secara harafiah Lot ditawan oleh orang berdosa! Apakah bahaya seharusnya membuat kita memalingkan diri dari suatu kota dalam penginjilan?

 

C.   Baca Kejadian 14:15-16. Secara harafiah apakah yang dikatakan ayat ini dalam melawan orang jahat? Apakah yang dijelaskan mengenai perlindungan Allah kepada Lot?

 

1.   Apakah saudara memperhatikan sesuatu yang berbeda pada kediaman Lot? (Dalam Kejadian 13:12 Lot mendirikan tendanya “dekat” Sodom. Dalam Kejadian 14:12 ia tinggal “di Sodom.”)

 

D.   Baca Kejadian 19:12-16. Bahaya nyata apakah yang dihadapi orang benar (atau pasangan) ketika pindah ke tempat yang dipenuhi oleh orang berdosa? (Bahaya yang dapat terjadilah adalah membaur ke dalam pengaruh lingkungan yang jahat.)

 

E.   Baca Kejadian 19:17 dan Kejadian 19:26. Mengapa istri Lot berpaling? (Kalau saya memarkir mobil baru dan berjalan menjauhinya, Saya akan menoleh kebelakang untuk melihatnya kembali. Hatinya, hidupnya, dan hartanya berada di Sodom. Ia tidak dapat menolak keinginan untuk melihat sekali lag terhadap kehidupan lamanya.)

 

IV.         Yohanes Pembaptis

 

A.   Baca Matius 3:1-3. Dengan latar belakang pelajaran kita bagaimana saudara menjelaskan Yohanes Pembaptis? Apa dia seorang yang suka membaur?

 

B.   Baca Matius 3:5. Apakah menjadi masalah kehidupan Yohanes yang tinggal di padang gurun? (Tidak. Orang datang menemuinya!)

 

C.   PIkirkanlah perbedaan antara Yesus, orang Farisi, Yohanes Pembaptis dan Lot. Dapatkah saudara membuat formula peraturan-peraturan dalam menjangkau orang berdosa? (Orang Farisi mengajarkan kita untuk tidak memandang remeh orang berdosa. Yohanes mengajarkan kita bahwa dengan berita yang benar, orang berdosa akan datang kepada kita. Lot mengajarkan bagaimana bahayanya bagi harta dan keselamatan kita jika kita tinggal bersama orang berdosa. Yesus mengajarkan kita untuk selalu siap sedia membantu orang berdosa dan rela berinteraksi dengan mereka.)

 

1.   Bagaimana berbedanyakah cara yang harus saudarakan gunakan dalam menjangkau orang berdosa?

 

2.   Apakah yang harus saudarakan lakukan sekarang untuk menjangkau orang dosa yang telah diotorisasi oleh Alkitab?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D.   Sahabatku, membagikan firman Allah kepada orang berdosa adalah pekerjaan yang sangat penting. Ketika orang berdosa bertobat dan berpaling kepada Allah, hal itu akan membuat surga bersukacita. Saat ini, apakah saudara akan setuju untuk membuat formula pendekatan Alkitab dalam membagikan injil dan kemudian menjalankannya>

 

V.           Minggu depan: Yesus merindukan Kebaikan bagi Mereka.