Pelajaran 10 Masa Kesusahan

Indonesian
(Amsal 17, Efesus 4)
Year: 
2019
Quarter: 
2
Lesson Number: 
10

Pendahuluan: Apakah Anda kasar terhadap orang-orang yang Anda kasihi? Istri saya, seorang pensiunan guru sekolah gereja, bercerita kepada saya kalau orang-orang tua memberi laporan bagaimana sopan dan baik budi anak mereka di sekolah, tetapi sangat berbeda di rumah. Apakah anggota keluarga Anda lebih sopan, baik budi dan sabar terhadap orang lain daripada orang-orang yang mereka kasihi? Mengapa demikian? Apakah begitu yang seharusnya? Mari selami kedalam pelajaran Alkitab kita dan temukan apa yang diajarkan tentang berlaku baik kepada sesama!

 

  1.         Bendungan

 

    1.        Baca Amsal 17:14. Pernahkah Anda melihat video sebuah bendungan bobol?  Kalau ya, bagaimanakah itu dimulai? (Itu dimulai dengan satu kebocoran kecil.)

 

      1.        Apa yang terjadi di akhir bobolnya bendungan? (Kehancuran total.)

 

      1.        Dapatkah Anda mengendalikan bobolnya sebuah bendungan? (Ini adalah inti dari amsal ini, hentikan pertengkaran Anda sebelum itu keluar dari kendali.)

 

    1.        Pertimbangkan mereka dalam keluarga Anda. Tahukah Anda apa yang memulai permasalahan dengan anggota-aggota keluarga tertentu? Jika demikian, dapatkah Anda menghindari pembicaraan-pembicaraan tersebut?

 

      1.        Apakah ada alasan untuk tidak menghindari pembicaraan-pembicaraan tersebut?

 

  1.        Kehidupan Kafir

 

    1.        Baca Efesus 4:17. Haruskah orang-orang Kristen hidup berbeda dari dunia? (Ya.)

 

      1.        Mengapa ayat ini katakan kita harus berbeda? (Pemikiran kita lebih baik. Orang-orang kafir memiliki pemikiran “sia-sia”.)

 

        1.         Apakah artinya memiliki pemikiran “sia-sia”? (Mari lanjutkan membaca.)

 

    1.        Baca Efesus 4:18-19. Sekarang katakan pada saya bagaimana pemahaman Anda akan “pikiran yang sia-sia?” (Mereka tidak mengerti kehendak Allah. Mereka tidak tahu dan ini membuat hati mereka keras. Gantinya peka, mereka berhawa nafsu. Mereka cemar dan serakah.)

 

      1.        Bagaimanakah pemikiran sia-sia menimbulkan pertentangan dengan rekan-rekan kerja dan anggota keluarga?

 

  1.       Kehidupan Kristen

 

    1.        Baca Efesus 4:20-21. Mengapa ini menunjukkan kepada kita “belajar” satu cara hidup yang baru? (Saya mengajar kecerdasan emosional yang berdasarkan Alkitab di kelas-kelas saya. Kecerdasan emosional adalah sesuatu yang dapat dipelajari, tidak seperti kecerdasan lahir. Kemajuan ini dalam kehidupan Anda sebagai seorang Kristen adalah satu pembelajaran. Itu tersedia bagi setiap orang.)

 

      1.        Apakah perananan Roh Kudus dalam pembelajaran ini? (Baca Yohanes 14:26. Roh Kudus bukan saja mengajar kita bagaimana kita harus hidup, tetapi Ia mengingatkan kita akan apa yang telah kita pelajari.)

 

    1.        Baca Efesus 4:22-24. Apakah yang menjadi pusat dari cara berpikir baru ini? (Anda memiliki satu sikap baru.)

 

      1.        Lihat kembali Efesus 4:22. Bagian mana dari diri lama kita yang berlawanan dengan kita? (“Nafsu-nafsu menyesatkan.” Kita akan ingin melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Keinginan-keinginan ini menyesatkan karena kita pikir itu akan memberi kita sukacita, tetapi tidak.)

 

    1.        Baca Efesus 4:25. Bagaimanakah ketidakjujuran menciptakan masalah bagi kita? (Kalau kita tidak jujur, kita memberikan informasi buruk. Ayat ini katakan kepada kita kalau kita adalah “sesama anggota.” Keluarga kita tidak dapat membantu kita kalau kita memberikan mereka informasi buruk. Keluarga kita bisa saja dicelakakan oleh informasi buruk.)

 

    1.        Baca Efesus 4:26. Berapa lama Anda biasanya marah? Apakah Anda menyimpan dendam terhadap anggota keluarga selama berhari-hari?

 

      1.        Mengapa ini memberikan kita satu batasan waktu bagi kemarahan?

 

      1.        Apakah artinya marah, tetapi “tidak berbuat dosa?” (Tampaknya menjadi kesal bukanlah masalah. Kita tidak dapat membiarkannya lepas kendali.)

 

    1.        Baca Efesus 4:27. Mengapa Alkitab merujuk kepada memberi “kesempatan kepada Iblis” tepat setelah mengingatkan kita tentang kemarahan? Marah membuat kita melakukan hal-hal yang kita sesali kemudian. Ini adalah alasan mengapa kita perlu belajar mengendalikan kemarahan kita.)

 

    1.         Baca Efesus 4:28. Baru-baru ini saya berbicara dengan seseorang yang berkata kalau sejumlah orang harus mencuri agar dapat makan. Apa yang Alkitab katakan tentang ini? (Kita perlu bekerja dan jangan mencuri.)

 

      1.        Mengapa bekerja adalah satu berkat? (Itu memberi kita sesuatu yang berguna untuk dilakukan oleh tangan kita. Kita janganlah meremehkan nilai dari bekerja.)

 

      1.        Apalagi yang bisa kita lakukan? (Untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan.)

 

    1.        Mari simak karakter-karakter yang Alkitab katakan harus kita pelajari: satu sikap positif, kejujuran, mengendalikan kemarahan, dan rajin. Bagaimanakah hal-hal ini memperbaiki kehidupan dalam keluarga Anda? Bagaimanakah itu memperbaiki kehidupan anak-anak Anda?

 

      1.        Apakah Anda meneladani karakter-karakter ini kepada anak-anak Anda?

 

      1.        Baru-baru ini saya berbicara dengan anak lelaki saya dan katakan kepadanya sungguh suatu berkat menjadi cerdas. Saya sarankan kepadanya kalau kerajinan bisa juga sesuatu yang Anda warisi. Ia berpendapat kerajinan diturunkan karena anak-anak mengamati orang tua yang rajin. Bagaimana menurut Anda? (Alkitab ajarkan kalau, paling tidak sebagian, adalah perilaku yang dapat dipelajari.)

 

    1.        Baca Efesus 4:29. NIV menterjemahkan kata tersebut sebagai  “tidak baik” dan KJV menterjemahkan itu sebagai “jahat.” Apakah yang disarankan oleh keseluruhan dari ayat sebagai arti yang terbaik? (Perkataan kita haruslah “membangun” orang lain “menurut kebutuhan mereka.” Perkataan kita harus “bermanfaat” atau “memperbaiki” mereka yang mendengarnya. Oleh karenanya, “jahat” kelihatannya yang paling cocok untuk keseluruhan ayat tersebut.)

 

      1.        Bagaimanakah Anda akan mengaplikasikan ini dalam berbicara kepada anak-anak Anda?

 

      1.        Anak-anak, bagaimanakah Anda akan mengaplikasikan ini dalam berbicara kepada orang tua Anda? (Secara historis, saya pikir ayat ini berhubungan dengan pembicaraan seks yang kotor. Tetapi, saya pikir itu menunjuk kepada perkataan yang dimaksudkan untuk mengangkat orang-orang disekelling kita. Jangan mematahkan orang-orang yang Anda kasihi.)

 

    1.         Baca Efesus 4:30. Bagaimana kita dapat “mendukakan” Roh Kudus? (Melakukan hal salah tidak diragukan membuat Roh Kudus merasa susah. Tetapi, saya pikir ini membicarakan tentang tidak mendengarkan kepada Roh Kudus. Roh Kudus adalah inti bagi pembelajaran kita akan pelajaran-pelajaran yang telah kita bicarakan.)

 

    1.         Baca Efesus 4:31-32. Bagaimanakah ini membingkai masalah-masalah bagi keluarga kita? Bagi kehidupan bekerja kita?

 

      1.        Ketika ayat katakan “buang,” apakah ini menyarankan kalau kita memiliki bagian untuk dimainkan dalam perubahan ini?

 

      1.        Perhatikan semua karakterisik-karakteristik yang didaftar, keduanya baik dan buruk. Bagaimana Anda akan menjelaskannya? (Pada umumnya sikap-sikap.)

 

        1.         Dapatkah Anda merubah sikap Anda? (Kalau itu tidak nyata sebelumnya, itu seharusnya nyata sekarang. Roh Kudus memainkan satu peranan penting dalam perubahan ini. Kita perlu meminta Roh Kudus  untuk campur tangan dalam merubah sikap-sikap kita.)

 

  1.       Berpikir Lambat

 

    1.        Baca Yakobus 1:19. Ini kedengarannya lebih seperti tindakan-tindakan, atau sebaiknya, reaksi-reaksi. Dapatkah Anda memperlambat diri Anda dan secara sadar bereaksi dalam cara ini?

 

    1.        Baca Amsal 19:11. Bagaimanakah Anda bereaksi terhadap penghinaan?

 

      1.        Menurut Anda apakah Anda melindungi “kehormatan” Anda dengan bereaksi terhadap setiap penghinaan?

 

      1.        Haruskah Anda memulai kebiasaan untuk tidak selalu langsung bereaksi terhadap penghinaan?

 

    1.        Baca Filipi 2:3-7. Apakah melakukan ini sulit bagi Anda?

 

      1.        Bagaimanakah itu akan merubah orang-orang disekeliling Anda?

 

    1.        Baca Filipi 2:9-11. Apakah Anda untuk selamanya ditetapkan sebagai seorang hamba? (Yesus menunjukkan kepada kita kalau sikap ini diberi upah dengan kehormatan dan kekuasaan.)

 

    1.        Sahabat, jika Anda rindu memperbaiki hubungan dalam keluarga Anda dan di tempat bekerja, mengapa tidak menguji prinsip-prinsip Alkitab ini?  Mengapa tidak, melalui kuasa Roh Kudus, belajar untuk menjadikannya bagian dari kehidupan Anda?

 

  1.        Minggu depan: Keluarga Beriman.