Pelajaran 13 Membalikkan Hati di Akhir Jaman

Indonesian
(1 Raja-raja 16-18)
Year: 
2019
Quarter: 
2
Lesson Number: 
13

Pendahuluan: Minggu lalu seorang anak muda datang ke kantor saya dan katakan bagaimana sekolah hukum telah mematangkan pemikirannya. Saya paham tentang apa yang ia bicarakan. Ia berada di kelas saya beberapa tahun yang lalu dan benar-benar “menjengkelkan” karena ia secara terbuka skeptis akan pengajaran saya dalam hukum konstitusi. Pertentangan adalah bagian dari belajar. Ini adalah sesuatu yang berbeda. Semasa di sekolah hukum ia memberikan hatinya kepada Tuhan, dan tahun ini ia adalah salah satu asisten terbaik saya dalam sebuah kasus konstitusi penting yang saya ajukan kepada Mahkamah Agung Amerika. Tuhan telah merubah sikapnya!  Pelajaran kita minggu ini adalah tentang merubah sikap dan memalingkan hati kepada Tuhan. Mari masuki ke dalam pelajaran Alkitab kita! 

 

  1.        Ahab

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 16:29-31. Apa yang kita pelajari tentang Ahab yang menurut Anda penting?

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 16:25. Apakah Anda melihat sebuah pola di sini? (Raja Omri lebih jahat dari semua raja yang mendahuluinya. Anaknya, Ahab, bahkan lebih jahat dari Omri.)

 

      1.        Apakah kita melihat “hati berpaling?” (Ya, tetapi dengan cara yang salah.)

 

      1.        Apa yang begitu buruk dengan Ahab menikahi Izebel? (Ia melembagakan kejahatan pemyembahan Baal dengan menikahi seorang putri kafir.)

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 16:33. Apa lagi yang Ahab lakukan yang luar biasa? (Ia melakukan lebih jauh lagi yang membuat Tuhan marah melebihi semua raja-raja yang mendahuluinya.)

 

      1.        Pikirkan tentang ini. Pandangan saya adalah Tuhan memberikan kita hukum-hukumNya untuk membuat hidup kita lebih baik dan menolong kita membawa kemuliaan bagiNya. Mengapa Tuhan menjadi marah ketika kita gagal menikmati keuntungan dari menurut petunjukNya dalam kehidupan? (Ahab tidak saja gagal menjalani kehidupan terbaiknya, ia adalah lawan aktif Tuhan. Ia memimpin orang menjauh dari Tuhan.)

 

  1.       Elia

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 17:1. Apa yang Elia katakan tentang Tuhan? (Ia hidup!)

 

      1.        Bagaimana ini berbeda dengan Baal?

 

      1.        Apa yang Elia katakan akan terjadi? (Tidak akan ada embun atau hujan kecuali kalau Elia katakan.)

 

        1.        Mengapa Elia katakan kalau ia akan memberitahukan kapan kekeringan berakhir?

 

    1.       Baca Ulangan 11:16-17 dan Yakobus 5:17. Yakobus katakan Elia berdoa bagi penggenapan dari peringatan kalau Tuhan akan menahan hujan kalau bangsa itu berpaling kepada tuhan-tuhan lain. Mengapa Elia harus berdoa untuk ini kalau Tuhan telah datang kepadanya dengan pekabaran bagi Ahab? (Ini menyarankan kalau Elia mengambil tanggung jawab bagi dirinya!  Ia berdoa bagi kekeringan agar bangsanya mau bertobat.)

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 17:2-3. Perhatikan ayat mengatakan kalau firman Tuhan datang kepada Elia sesudah ia katakan kepada Ahab tentang kekeringan. Ini memberikan dukungan lebih jauh tentang pemikiran kalau Elia mendorong kekeringan dan bukan hanya seorang juru kabar.)

 

      1.        Mengapa Elia perlu bersembunyi? (Ahab benar-benar jahat – ia akan membunuh Elia.)

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 17:4-6. Pernahkah Anda mendengar sebuah rencana yang sedemikian?  Sembunyi dan burung-burung akan memberi makan Anda?

 

      1.        Apa keuntungan dari rencana ini, daripada seandainya, orang yang membawa makanan bagi Elia? (Tidak seorangpun dapat disiksa untuk menunjukkan di mana ia berada.)

 

  1.      Pembuat Masalah?

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 18:1-2. Menurut Anda mengapa hujan adalah cara untuk menobatkan orang? (Ini menunjukkan kalau Tuhan mengendalikan hujan. Satu komentar mengungkapkan para penyembah Baal berpikir kalau Baal adalah dewa hujan.  Tuhan dan Elia masuk ke inti dari pertentangan.)

 

      1.        Apakah itu masih merupakan strategi yang benar? Ketika kita mau “menobatkan hati,” haruskah kita masuk khususnya ke inti dari pertentangan?

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 18:16-18. Siapa yang telah mendatangkan kekeringan, Ahab atau Elia? (Mereka saling menyalahkan.)

 

      1.        Yang mana yang benar?

 

      1.        Selama bertahun-tahun ada orang-orang yang menimbulkan masalah di gereja kami. Mereka mau hal-hal dilakukan dengan cara berbeda, dan mereka menyatakan kalau Tuhan ada dipihak mereka. Bagaimana kita memutuskan siapakah si pembuat masalah? (Alkitab katakan si pembuat masalah adalah ia yang telah meninggalkan perintah-perintah Tuhan.)

 

        1.        Dalam situasi yang saya pikirkan, kedua belah pihak berpikir mereka mengikuti perintah-perintah Tuhan. Apa yang Anda lakukan dalam situasi seperti itu? (Apa yang terjadi selanjutnya memberi kita petunjuk.)

 

  1.      Konfrontasi

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 18:19-21. Apa pendapat Anda tentang cara Elia menetapkan pilihan? Menurut Anda apa yang Elia mau orang banyak untuk lakukan? (Saya pikir ia mau mereka untuk mengakui Tuhan. Ia menginginkan pemilih yang luar biasa banyaknya saat itu.)

 

      1.        Mengapa orang banyak tidak mengatakan apapun? (Mereka tidak siap untuk meninggalkan baik Tuhan maupun Baal. Mereka menginginkan keduanya.)

 

        1.        Mengapa? Apakah Anda dan saya demikian sekarang ini?

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 18:22. Apakah maksud Elia?

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 18:23-24. Apa yang orang banyak katakan tentang ujian untuk menunjukkan siapa Allah yang benar? (Sekarang mereka menyahut, dan mereka setuju!)

 

      1.        Aplikasikan ini kepada hidup Anda. Baca Maleakhi 3:10-12. Saya dengar orang berkata kalau unjuk rasa adalah bagi orang-orang Kristen yang masih baru. Orang-orang Kristen yang sudah matang dimotifasi oleh kasih untuk menurut Tuhan. Bagaimana dengan Anda? Haruskah pengabdian kepada Tuhan membuat perbedaan dalam aplikasi dari janji-janjiNya?

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 18:25-29. Apakah Elia malanggar Amsal 24:17 yang mengatakan untuk tidak bersuka cita ketika musuh kita jatuh atau terperosok?

 

    1.        Baca 1 Raja-raja 18:30-35. Menurut saya ini memakan waktu lama. Mengapa Elia menuang begitu banyak air ke atas lembunya? (Ia tidak mau seorangpun mengatakan kalau ia melakukan penipuan.)

 

    1.        Baca 1 Raja-raja 18:36-39. Apakah hati dipalingkan?

 

      1.        Mengapa kita tidak melihat bukti-bukti dramatis seperti itu sekarang? Apakah itu karena kita tidak memiliki iman Elia?

 

      1.        Mari kembali ke belakang dan membaca ulang 1 Raja-raja 18:36. Ingat kalau saya sarankan mungkin itu adalah pemikiran Elia untuk berdoa bagi kekeringan? Apa yang disarankan di sini? (Elia katakan ia mengikuti perintah Tuhan. Apakah ia berbicara tentang apa yang ia lakukan di gunung, atau ia berbicara tentang keseluruhan pertentangan, tidak jelas. Karena Alkitab mengancam kekeringan bagi penyembah berhala, Elia masih dapat membuat pernyataan ini dan berdoa bagi kekeringan.)

 

    1.       Baca 1 Raja-raja 18:40-41. Elia membunuh 450 nabi-nabi Baal, tetapi menyuruh Ahab untuk makan dan minum. Mengapa? Bukankah Ahab yang bertanggung jawab?

 

      1.        Pernahkah Anda mendengar seseorang berdebat kalau Tuhan kita tidak percaya akan penghakiman?  Apakah kejahatan menghukum dirinya sendiri?

 

        1.        Apakah yang dinyatakan cerita ini?

 

  1.       Elia Akhir Jaman

 

    1.       Baca Lukas 1:17. Bagaimanakah Yohanes Pembaptis menyerupai Elia? (Ia memiliki “roh dan kuasa” yang sama seperti Elia.)

 

    1.       Baca Lukas 1:15. Roh apakah yang dimiliki Yohanes Pembaptis – bahkan sebelum ia lahir? (Roh Kudus.)

 

      1.        Apakah yang harus kita simpulkan tentang roh Elia? (Itu adalah Roh Kudus!)

 

      1.        Karena Roh Kudus tersedia untuk semua orang percaya, apakah kita semua memiliki “roh dan kuasa” Elia?

 

        1.        Begitukah cara kita “menobatkan hati?”

 

    1.       Baca Lukas 3:7. Apakah itu pendekatan yang harus kita ambil?

 

    1.       Baca Matius 21:32 dan Markus 1:4. Bagaimana kita menyeimbangkan menarik orang berdosa dan mengkhotbahkan pertobatan?  Apakah kita menobatkan hati dengan menjadi terlalu menerima?

 

    1.        Sahabat, ini adalah sebuah pelajaran yang berkuasa. Elia tidak menggerakkan hati dengan rasa takut atau menyambut dosa dengan tangan terbuka. Ia menggerakkan hati dengan tindakan - kekeringan, api dan pedang. Kuasa dan petunjuk untuk ini adalah dari Roh Kudus. Mengapa tidak mengundang Roh Kudus ke dalam hidup Anda untuk menuntun Anda dalam memalingkan hati Anda kepada Tuhan?

 

  1.      Minggu depan: Kita mulai satu seri baru berjudul “Salah Seorang dari yang Paling Hina: Melayani Mereka yang Berkekurangan.”