Injil dan Gereja
(Galatia 6:1-10)
Indonesian
Year:
2011
Quarter:
4
Lesson Number:
13
Pendahuluan: Bagaimanakah seharusnya gereja menghadapi dosa? Bagaimanakah keberhasilan gereja Anda dimasa lalu? Paling sering, saya melihat dua hal terjadi. Pertama, orang yang kritis mencela dosa (atau kemungkinan dosa) orang lain. Kedua, pendosa merasa kalau dosa mereka adalah “urusan mereka sendiri” dan menginginkan pimpinan gereja untuk “mengurus urusan mereka sendiri” – yang berarti, “tolong jangan urusi saya”. Korban dari orang-orang kritis marah, dan orang-orang dengan dosa serius bersembunyi dalam kungkungan dosa mereka. Mari selami pelajaran Alkitab kita dan temukan apa yang diajarkan kepada kita tentang topik ini!
- Perangkap Dosa
- Baca Galatia 6:1. Apakah artinya “terperangkap” dalam dosa? (Dosa Anda ditunjukkan ketika Anda tidak menginginkan hal itu diketahui umum. Atau, Anda berjalan di dalam dosa ketika Anda lebih suka untuk berjalan dengan Allah.)
- Apakah ini berlaku bagi pendosa yang tidak perduli? (Kalau Anda menyombongkan dosa Anda apakah Anda “terperangkap” dalamnya?)
- Pasti ada salah cetak dalam Alkitab saya. Paulus pasti bermaksud untuk menulis “kamu yang kritis harus dipulihkan”, bukan “kamu yang rohani” harus dipulihkan. Bukankan Anda lebih sering melihat yang hal pertama daripada yang berikutnya?
- Kalau saja yang “rohani” seharusnya “memulihkan dengan lemah lembut”, apa yang diajarkan disini tentang organisasi gereja? Haruskan kita coba untuk menghentikan anggota yang kritis menegur dosa orang lain?
- Renungkan saat Anda ditegur untuk dosa yang sesungguhnya terjadi maupun hanya dugaan. Apakah pemimpin rohani di gereja yang menegur Anda? (Yang paling sering menegur saya karena mereka tidak setuju dengan pandangan saya adalah tamu dan anggota baru! Istri saya yang rohani melakukan tugas terbaik dalam memastikan saya tetap dijalur yang benar!)
- Ketika Anda melihat dosa orang lain, apakah Anda perhatikan kalau sering dosa Anda sendiri yang Anda temukan?
- Apakah Anda menjadi tidak pantas “memulihkan” orang lain karena Anda bergumul dalam dosa yang sama?
- pakah artinya memulihkan seseorang dengan “lemah lembut?” Apakah ini termasuk memecat seseorang dari keanggotaan gereja?
- Baca Matius 18:15-17. Bagaimanakah Yesus mendefinisikan “lemah lembut”?
- Perhatikan contoh yang Yesus berikan bahwa bukan pemimpin “rohani” di gereja, tetapi korban dari dosa yang berhadapan muka dengan orang yang berbuat dosa. Bagaimanakah Anda mempertemukan nasehat Paulus dengan ajaran Yesus?
- Baca Matius 18:15-17. Bagaimanakah Yesus mendefinisikan “lemah lembut”?
- Baca Galatia 6:1. Apakah artinya “terperangkap” dalam dosa? (Dosa Anda ditunjukkan ketika Anda tidak menginginkan hal itu diketahui umum. Atau, Anda berjalan di dalam dosa ketika Anda lebih suka untuk berjalan dengan Allah.)
- Pemikul Beban
- Baca Galatia 6:2. Apakah Paulus merubah topik?
- Apakah dosa sebuah beban dalam hidup Anda? (Ya.)
- Apakah kita wajib (kalau kita pantas secara rohani) untuk memikul beban dosa orang lain?
- Apakah peranan “hukum Kristus” dalam memikul beban dosa orang lain? (Ingat minggu lalu kita mendiskusikan perbedaan antara “kebenaran oleh iman” dalam hidup sehari-hari, dan “perbuatan dan hukum” dalam hidup sehari-hari? Pendekatan iman meminta, “Apa yang dapat saya lakukan untuk menyenangkan Allah, pasangan saya dan sesama disekeliling saya hari ini?” Pendekatan perbuatan menanyakan, “Lampu merah menuju jalan dosa apakah yang telah saya langgar hari ini?” Yang satu berpusat pada mengasihi sesama, yang kedua berpusat pada diri sendiri dan dosa. Pendekatan iman, pendekatan hukum Kristus, menanyakan “Apakah yang dapat saya lakukan untuk memikul beban orang lain?” Ini termasuk menolong mereka mengatasi beban dosa.)
- Apakah pentingnya menggunakan kata “memikul?” (Memikul kelihatannya menuntut lebih daripada sedikit bantuan.)
- Bagaimanakah saya dapat “memikul” dosa orang lain? (Berapa kalikah dosa orang lain merugikan Anda? “Memikul” dosa pada saat Anda memulihkan orang itu berarti Anda mungkin menderita dari dosa orang tersebut.)
- Baca Galatia 6:2. Apakah Paulus merubah topik?
- Kesombongan dalam Memikul Beban
- Lihat kembali bagian terakhir dari Galatia 6:1. Seandainya Anda menolong seorang anggota gereja yang dibebani dengan berdusta. Apakah Paulus mengatakan kalau kita menolong anggota tersebut, kita akan mulai berdusta?
- Baca Galatia 6:3-5. Paulus mengatakan pada saya untuk memikul beban orang lain. Sekarang ia katakan kalau saya harus menanggung beban saya sendiri! Apakah Paulus bertentangan dengan dirinya?
- Apakah nasehat Paulus berhati-hati untuk tidak dicobai cocok disini? (Potongan-potongan tergabung disini! Kalau kita menolong pendusta dengan dosanya, kita mungkin dicobai dengan kesombongan dengan berpikir kita lebih baik. Kita mungkin dicobai untuk menceritakan pada orang lain betapa buruk pendusta tersebut. Kita perlu “memikul” beban kesombongan dan gossip.)
- Paulus katakan agar kita “menguji perbuatan-perbuatan kita”, “menghilangkan kesombongan” dan hindari “membandingkan” diri kita dengan orang lain. Apa yang ia minta kita lakukan? (Kita tidak dapat membandingkan diri kita dengan pendusta. Kita tidak dapat menyombongkan kalau kita bukan pendusta. Kita tidak boleh melebihkan “kebaikan” kita. Kita harus membandingkan diri kita dengan Yesus, bukan orang lain. Menjadikan Yesus sebagai pusat perbandingan, menyadari dosa kita sendiri, adalah “memikul” “beban kita” sendiri.)
- Karena kita sudah mendiskusikan topik ini, karakteristik apa yang dituntut gereja bagi mereka yang “memulihkan” orang yang jatuh dalam dosa? (Haruslah yang rendah hati dan sadar akan dosa-dosa mereka sendiri, tidak suka bergossip, dan lemah lembut karena menyadari Allah bersikap lemah lembut terhadap mereka.)
- Berkat Guru-Guru
- Baca Galatia 6:6. Disini Anda harus mengundang saya untuk makan malam!
- Kepada siapakah nasehat ini ditujukan? (Paulus menujukan pada mereka yang jatuh dalam dosa dan mendapat manfaat dari orang yang memulihkan mereka dengan lemah lembut dan memikul dosa mereka.)
- Apakah yang harus dilakukan oleh orang berdosa yang telah dipulihkan? (Mereka harus menjadi berkat bagi orang yang telah memulihkan mereka.)
- Pernahkah Anda terlibat dalam pemulihan orang berdosa dan dirugikan? (Bertahun-tahun yang lalu, ada pasangan yang meminta pertolongan saya karena ada masalah buruk dalam pernikahan mereka. Dosa terlibat. Saya bertemu dengan mereka, dan menawarkan salah satu dari mereka untuk tinggal dirumah saya untuk sementara sampai mereka dapat hidup bersama kembali. Hasilnya saya dituduh “berpihak” dengan pasangan yang tinggal dirumah saya – walaupun keduanya setuju siapa yang akan tinggal dengan saya dan istri saya!)
- Kepada siapakah nasehat ini ditujukan? (Paulus menujukan pada mereka yang jatuh dalam dosa dan mendapat manfaat dari orang yang memulihkan mereka dengan lemah lembut dan memikul dosa mereka.)
- Baca Galatia 6:6. Disini Anda harus mengundang saya untuk makan malam!
- embalasan
- Baca Galatia 6:7-8. Mengapa Paulus katakan kalau Allah dilecehkan oleh hukum pembalasan? (Kalau Allah berkuasa atas bumi, maka kita harus dapat bergantung pada aturan-aturan tertentu. Salah satunya aturan “pembalasan”. Menolong orang lain membawa pertolongan bagi Anda. Membahayakan orang lain membawa celaka bagi Anda.)
- Bagaimana ini berhubungan dengan memulihkan seseorang yang terjatuh dalam dosa? (Itu memberikan Anda perdebatan dalam usaha Anda untuk memulihkan! Tetapi, tujuan utama adalah menunjukkan kasih dan kebaikan kepada orang lain akan memperoleh pahala.)
- Baca Galatia 6:9. Mengapa kita diingatkan tentang menjadi “lemah?” (Walaupun Allah berkuasa, dosa dan kebebasan memilih ada dimana-mana. Kadang-kadang pembalasan ditunda. Ada kalanya kita tidak menerima upah kita sampai kita di sorga.)
- Dalam mempelajari buku Galatia, bertubi-tubi diajarkan pentingnya “kasih karunia”. Apakah yang ayat-ayat ini ajarkan kepada kita tentang pentingnya perbuatan? (Kasih karunia memberikan kita keselamatan, tetapi perbuatan memberikan upah – baik positif dan negatif. Paulus secara khusus menyebutkan upah yang menantikan di sorga untuk perbuatan baik kita!)
- Lihat kembali dalam Galatia 6:8. Apakah yang penting dari cara Paulus menjelaskan menabur yang benar? (Perhatikan pendekatan kasih karunia: menabur “dalam Roh”. Tujuan kita adalah untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama disekeliling kita.)
- Baca Galatia 6:10. Mengapa Paulus membedakan antara saudara seiman dengan seisi dunia lainnya? (Kita mempunyai kewajiban yang lebih besar terhadap saudara seiman.)
- Sahabat, maukah Anda bertekad untuk menjadi lebih rohani agar Anda dapat membantu memikul beban dosa orang lain? Kalau sadar ternyata Anda lebih kritis gantinya lebih rohani, maukah Anda meminta Roh Kudus untuk menolong Anda berubah dari kritis menjadi rohani?
- Baca Galatia 6:7-8. Mengapa Paulus katakan kalau Allah dilecehkan oleh hukum pembalasan? (Kalau Allah berkuasa atas bumi, maka kita harus dapat bergantung pada aturan-aturan tertentu. Salah satunya aturan “pembalasan”. Menolong orang lain membawa pertolongan bagi Anda. Membahayakan orang lain membawa celaka bagi Anda.)
- Minggu Depan: Bermegah dalam Salib
