Allah Sebagai Penebus

(Kejadian 3, Imamat 5, Roma 1 & 5)
Indonesian
Year: 
2012
Quarter: 
1
Lesson Number: 
3

Pendahuluan: Seandainya anda seorang perampok. Anda bersemangat memukul orang, dan memperoleh keuntungan dengan merampok uang mereka. Bayangkan lebih jauh dua kemungkinan. Pertama, polisi, kalau mereka menangkap Anda, hanya meminta Anda untuk memohon maaf, dan membiarkan Anda pergi. Atau, kedua, Anda memiliki seorang paman yang sangat kaya, ketika Anda ditangkap mengusahakan kebebasan Anda dan menanggung biayanya. Bagaimanakah Anda menyikapi kebiasaan merampok Anda? Anda tidak akan menganggap hal itu sebagai problem serius, bukan? Kita tidak perlu membayangkan kalau kita adalah perampok, karena dalam banyak hal kita semua sesungguhnya adalah perampok. Dosa-dosa kita merusak orang lain dan merugikan mereka. Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan renungkan masalah kita dan kebutuhan kita akan seorang Penebus!

  1. Perampokan Pertama
    1. Dalam Kejadian 3 kita baca kisah bagaimana Adam dan Hawa berdosa. Mari ikuti kisahnya dan baca Kejadian 3:9-13. Bagaimanakah Adam dan Hawa menyikapi dosa mereka? (Mereka menyalahkan orang lain.)
    2. Baca Kejadian 3:14-15. Apa yang Allah maksudkan ketika ia katakan kepada ular bahwa kepalanya akan diremukkan? (Allah bukan berbicara hanya kepada seekor ular, Ia berbicara kepada Setan. Ia katakan kepada Setan kalau ia akan dikalahkan.)
      1. Apa saja yang dilibatkan dalam kemenangan bagi Allah dan kekalahan bagi Setan? (Setan baru saja memenangkan kesetiaan manusia. Ia baru saja memperkenalkan dosa ke dalam dunia. Dosa harus dikalahkan dan kesetiaan manusia dimenangkan kembali.)
  2. Penebusan Terhadap Perampokan
    1. Baca Imamat 5:5-6. Apakah pendekatan Allah dalam menghadapi masalah dosa? (Dosa harus diakui, dan hewan dikorbankan “untuk mengadakan pendamaian karena dosa”.)
    2. Baca Imamat 17:11. Terangkan logika dari sistim korban? (Dosa membawa kematian. Akibatnya, upah dosa adalah kematian. Allah membuat ketetapan dimana hidup mahluk lain dapat membayar dosa-dosa kita.)
    3. Baca Yohanes 1:29. Apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis tentang Yesus? (Ia adalah “Anak Domba Allah” yang akan “menghapus dosa dunia!”)
      1. Kalau pada saat itu Anda duduk mendengarkan Yohanes, apakah konklusi Anda tentang sistim pengorbanan dan Yesus? ( Kalau sistim pengorbanan menunjuk kepada Yesus. Itu adalah penggenapan dari nubuat. Sama seperti anak domba menumpahkan darahnya sebagai penebus dosa, maka Yesus akan menumpahkan darahNya untuk menebus dosa kita.)
  3. Akibat dari Perampokan
    1. Baca Lukas 1:26-32. Bandingkan dengan bagaimana Yesus di Sorga dengan bagaimana Ia di dunia ketika Ia datang untuk hidup di dunia sebagai anak Maria?
      1. Sebutkan apa yang Yesus harus tinggalkan?
    2. Baca Matius 27:27-31, Kisah 2:23-24, dan Matius 27:39-42. Apa yang Yesus tinggalkan?
    3. Baca Roma 5:6-8. Apa yang Yesus lakukan ketika Ia mati di salib (hal yang memalukan bagi seorang Allah)? (Ia mati untuk dosa-dosa kita.)
      1. Kalau Anda Yesus maukah Anda melakukan apa yang Ia telah lakukan?
      2. Apakah motif Yesus? (Tidak ada yang dapat kita lakukan bagi Dia. Kita “tidak berkuasa”. Bukan karena kita pantas. Kita adalah “orang-orang berdosa”. Hanyalah karena kasih.)
    4. Baca Roma 5:9. Bagaimanakah pada saat yang bersamaan Allah dapat murka dan mengasihi kita? (Murka Allah adalah terhadap dosa-dosa kita.)
      1. Dalam seri pelajaran kita yang lalu, saya sarankan agar mengukur tindakan kita dengan mengatakan, “Apakah ini berkenan kepada Allah? Apakah ini berkenan kepada pasangan saya?” Bagaimanakah murka Allah dimasukkan disini?
      2. Apakah masuk diakal bagi Allah untuk murka terhadap dosa? (Tentu saja. Dosa mengotori sorga. Dosa merusak Ciptaan Allah. Dosa mengakibatkan pengorbanan dan penderitaan yang besar bagi Yesus. Sudah tentu Allah membenci dosa.)
    5. Baca Roma 5:1-2. Damai seperti apakah ini? (Allah membenci dosa. Ketika kita dibenarkan oleh iman (kebenaran Yesus menjadi kebenaran kita) ini menyelesaikan masalah serius yang dibenci Allah.)
    6. Apa yang dikatakan disini tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap dosa? Sikap yang seperti apa terhadap Allah? (Dosa dapat mengakibatkan kematian bagi kita kalau bukan karena Yesus, kita harus menyikapinya dengan serius. Karena kita terhindar menanggung akibat dosa tidak berarti mengurangi pentingnya dosa. Karena Yesus meninggalkan segalanya, dan mati dengan mengenaskan bagi kita harus membuat kita selamanya berterimakasih padaNya!)
  4. Sikap perampok
    1. Baca Roma 1:16. Ketika Paulus menulis ia tidak malu terhadap injil, apa yang ia katakan pada Anda? (Ada alasan untuk malu. Kalau Anda mempunyai istri yang sangat cantik atau suami yang sangat tampan, bukankah Anda tidak akan pernah mengatakan, “Saya tidak malu akan penampilan pasangan saya?” Tidak ada alsan untuk menyangkal.)
      1. Apakah alasan untuk malu terhadap injil? (Perhatikan apa yang Paulus katakan selanjutnya, “adalah kuasa Allah”. Itulah petunjuk kita. Allah kita mati. Ia disalibkan oleh penguasa. Kelihatannya disini ditunjukkan ketidakberdayaan Allah, dan hal ini memalukan.)
      2. Bagaimanakah penyaliban menunjukkan kuasa Allah? (Kuasa Allah adalah kasih. Kuasa Allah adalah pengorbanan diri. Allah dilukai agar kita dapat selamat. Apa yang kelihatannya demonstrasi ketidakberdayaan, sesungguhnya menunjukkan kuasa kasih Allah.)
    2. Baca Roma 1:17. Apakah kebenaran Allah yang ditunjukkan dalam injil – injil yang sepintas memalukan? (Yang ditunjukkan adalah Allah mengalahkan dosa dengan kasih. “Kebenaran” ini mengalahkan dosa. Membuat kita dari orang berdosa menjadi orang benar.)
      1. Bagaimanakah kita mendapatkan kebenaran ini? (Kelihatannya bertentangan dengan cara dunia. Kita harus menerimanya dengan iman.)
    3. Baca Yohanes 3:16-18. Apakah pengorbanan diri inti dari kasih? (Ya.)
      1. Mengapa Allah harus dilukai? (Ingat kalau dosa mengakibatkan kematian. Kita harus mati karena dosa-dosa kita. Alkitab katakan kalau Allah rela untuk “dikalahkan”, Ia rela untuk mati bagi kita karena Ia mengasihi kita. Ini menunjukkan kalau Allah tidak mementingkan diri. Kalau Ia mengutamakan kita daripada reputasiNya dan kenyamananNya.)
  5. Murka Allah
    1. Baca Roma 1:18-19. Apakah Allah tidak bahagia? (Allah murka!)
      1. Apakah Allah mempunyai alasan untuk tidak bahagia? (Renungkan ayat Alkitab yang baru saja kita bahas. Allah melakukan hal luarbiasa untuk menyelamatkan kita. Ia mengorbankan segalanya untuk menyelamatkan mereka yang menolak Dia.)
        1. Bagaimanakah perasaan Anda ketika orang yang Anda kasihi dan perhatikan menolak Anda?
      2. Terhadap siapakah murka Allah ditunjukkan? (Terhadap mereka yang jahat dan tidak bertuhan.)
      3. Apakah alasan kemurkaan Allah? (Orang-orang ini menindas kebenaran.)
    2. Baca Roma 1:20. Apakah mereka yang menindas kebenaran mempunyai alasan? (Tidak. Kuasa dan sifat Allah nyata dari ciptaanNya. Kita dapat melihat kalau Allah ada dan kita dapat melihat masalah dosa ada.)
    3. Baca Roma 1:21-22. Dengan cara apa Anda dapat menindas kebenaran Allah? (Banyak cara, tetapi Paulus menyebutkan dua. Dengan menyangkal atau memutarbalikkan apa yang Yesus telah lakukan bagi kita. Dengan menyangkal atau menyalahgunakan kasih Allah. Dengan tidak memuliakan Allah atau tidak berterimakasih.)
      1. Kembali ke topik “memalukan”. Kalau kita malu akan pekabaran dan Allah kita, apakah kita jahat? (Kita menindas kebenaran dengan tidak memuliakan Allah dan tidak berterimakasih akan apa yan Ia lakukan bagi kita disalib.)
    4. Sahabat, kita mulai dengan mengakui kalau kita adalah perampok. Karena kita tidak pernah membayar akibatnya, kita mungkin tidak menyikapi kejahatan kita dengan serius. Cerita injil menolong kita untuk menyikapi kejahatan kita dengan serius. Injil menunjukkan kepada kita betapa besar kasih Allah yang tidak mementingkan diri dan hidup kita yang mementingkan diri. Maukah Anda bertekad hari ini untuk melakukan kehendak Allah? Untuk menunjukkan pengertian Anda terhadap pengorbanan dan kasihNya dengan berpaling dari hal-hal yang menyebabkan kematian Yesus yang menyakitkan? Dengan memuliakan Allah atas apa yang telah Ia lakukan bagi Anda?
  6. Minggu Depan: Allah Kasih Karunia dan Penghakiman