Melestarikan Hubungan
Pendahuluan: Pekan lalu salah seorang anggota jemaat saya meninggal dunia. Terakhir kali bertemu, ia menatap lekat mata saya dan berkata, “Sampai jumpa.” Saat itu ia akan menjalani operasi besar dan menurutnya ia mungkin akan meninggal saat operasi berlangsung. Saya dan istri saya telah mendoakannya, dan saya percaya bahwa saya nanti akan bertemu lagi dengannya di gereja. Saya tahu bahwa yang ia maksudkan adalah bahwa ia akan bertemu saya lagi di gereja atau nanti di surga. Sekalipun saya belum lama mengenai wanita ini, hanya dalam waktu yang singkat hubungan yang erat dengannya telah terjalin. Saat ia berpulang sebelum saya berjumpa lagi dengannya, saya tidak saja merasa sedih, tapi jadi kembali memikirkan kata-kata terakhirnya yang dia utarakan kepada saya. Kita tidak bisa memastikan kapan akan bertemu kembali dengan keluarga dan sahabat-sahabat kita. Hidup ini tidak pasti. Karenanya, hubungan merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup. Hubungan Paulus dengan anggota jemaat di Tesalonika menjadi pelajaran kita pekan ini. Mari selami pelajaran Alkitab kita dan lihat apa yang dapat kita pelajari tentang memperkokoh hubungan!
- Perpisahan
- Ingat bahwa pekan lalu Paulus menerima sambutan yang beragam di Tesalonika. Coba kita ulangi dengan membaca Kisah 17:5. Apa yang akan saudara lakukan jika saudara tahu bahwa sekelompok massa sedang mendatangi saud
- Bagaimana jika saudara masih belum pulih dari serangan massa yang belum lama ini saudara alami.
- Baca Kisah 17:6-7. Tidak menemukan Paulus atau silas, mereka menyeret Yason ke hadapan pejabat-pejabat kota. Apa yang terungkap di sini mengenai Yason dan Paulus? (Yason memberi tempat tinggal kepada Paulus. Orang-orang tahu bahwa Yason menerima Paulus di rumahnya.)
- Baca Kisah 17:8-9. Apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini mengenai Yason? (Kita dapati bahwa ia punya cukup uang untuk membayar uang jaminan. Ini juga mengindikasikan bahwa ia cukup berpengaruh di kalangan pejabat sehingga ia terhindar dari perlakuan kasar.)
- Baca Kisah 17:10. Apa yang dilakukan Paulus dan Silas? (Sembunyi! Saudara tentunya akan sembunyi juga agar tidak dipukuli seperti yang mereka alami di Filipi!)
- Setelah kita tahu bagaimana caranya Paulus meninggalkan Tesalonika, kira-kira kesan apa yang tersisa di benaknya soal kunjungannya?
- Kesan macam apa yang tersisa di benak Yason dan orang-orang Tesalonika?
- Bagaimana dampak peristiwa ini terhadap hubungan mereka -- harus pergi dalam situasi seperti ini Apakah Paulus dan orang Tesalonika menjadi lebih erat, atau merenggang? (Orang-orang yang berada dalam situasi ekstrim kerap membangun hubungan yang erat. Di lain sisi, tak seorangpun ingin mendabat masalah dan Paulus jelas telah membuat Yason dan teman-temannya terlibat masalah.)
- Baca Kisah 17:11. Bagaimanakan kejadian ini meronai pemikiran Paulus akan orang Tesalonika?
- Pernahkah saudara mendengar ungkapan, “Lebih banyak mudarat daripada manfaatnya?”
- Apa yang "bermanfaat” di Tesalonika? Apakah Paulus akan lebih menghargai tantangan yang lebih besar?
- Pernahkah saudara mendengar ungkapan, “Lebih banyak mudarat daripada manfaatnya?”
- Ingat bahwa pekan lalu Paulus menerima sambutan yang beragam di Tesalonika. Coba kita ulangi dengan membaca Kisah 17:5. Apa yang akan saudara lakukan jika saudara tahu bahwa sekelompok massa sedang mendatangi saud
- Dorongan Semangat
- Baca 1 Tesalonika 1:2-3. Jika seseorang menceritakan masalahnya kepada saudara, apa yang langsung terpikir oleh saudara – tentang mereka atau tentang masalah serupa dalam hidup saudara?
- Beberapa tahun lalu, seorang wanita menelepon istri saya untuk menanyakan apa boleh menitipkan anak-anaknya di rumah kami. Saat istri saya mengatakan tidak bisa karena ibunya baru saja meninggal, wanita tersebut menjawab, "Oh, untunglah orang tua saya baik-baik saja." Barangkali saudara tidak sesembrono itu. Namun saya sadar bahwa manakala orang menceritakan masalah dalam kehidupan mereka, saya kerap menceritakan kepada mereka masalah serupa yang terjadi pada diri saya! Saat saudara menghadapi masalah, apakah saudara ingin orang lain menghubungkannya dengan masalah serupa dalam hidup mereka ataukah saudara ingin mereka memusatkan perhatian pada masalah saudara?
- Ingat bahwa saat Paulus tiba di Tesalonika, ia masih kesakitan sehabis dipukuli di Filipi. Jika saudara terburu-buru meninggalkan para sahabat karena saudara tidak ingin dipukuli lagi, apakah surat saudara kepada mereka akan diawali dengan tulisan tentang saudara atau tentang mereka? (Saya akan menjelaskan hal-hal yang menyangkut diri saya – mengapa saya perlu lari demi nyawa saya!)
- Simak 1 Tesalonika 1:2-3. Kepada siapa perhatian Paulus tertuju? (Orang-orang Tesalonika.)
- Perhatikan baik-baik kata-kata Paulus. Bagaimana saudara menggolongkan kata-katanya? (Ia sementara memuji mereka.)
- Apakah Paulus semata mengatakan mereka terlihat keren, ia suka baju yang mereka kenakan? (Tidak. Ia memuji mereka soal hal-hal yang menjadi inti dari injil.)
- Saat ayah saya meninggal dunia, salah satu surat pendek yang membuat takjub datang dari Reed Larson, yang namanya digunakan sebagai jabatan saya sebagai dosen di Regent University. Alih-alih menceritakan saat-saat ketika ayahnya meninggal, ia menulis bahwa ayah saya pastilah seorang yang besar. Iya yakin bahwa ayah saya tercermin dalam hidup saya. Ayah saya sudah lama meninggal dunia, namun saya tidak lupa surat pendek tersebut. Saat saudara berbicara atau menulis kepada seseorang yang menghadapi kesukaran, apakah saudara ingat untuk mengatakan hal-hal yang positif dan mengangkat semangat mereka?
- Baca 1 Tesalonika 2:17. Apa yang menjadi fokus Paulus: caranya meninggalkan mereka, atau anggota jemaat? (Ia mengingatkan mereka tentang caranya pergi, namun ia mengatakan ia senantiasa memikirkan mereka.)
- Jika seseorang menulis seperti ini kepada saudara apakah saudara akan menganggap mereka sahabat? (Ya. Pauls terlihat sangat menaruh minat (“rindu yang besar") kepada mereka.)
- Bagaimana saudara mengungkapkan perasaan Paulus dengan bahasa masa kini? (“Hatiku ada bersamamu.”)
- Baca 1 Tesalonika 2:18. Bagaimana bisa Setan menghentikan pekerjaan Allah? (Ada konflik yang sedang berlangsung di antara Yesus dan Setan. Yesus telah menang perang, namun sepertinya Yesus mengijinkan Setan untuk "memenangi" sejumlah konflik.)
- Tuntun pikiran saudara kepada apa yang terjadi kepada Paulus dan teman-temannya di Filipi dan Tesalonika. Apakah Setan memperoleh kemenangan? (Memang benar. Bukan rencana Allah agar para pekerja-Nya dipukuli dan diusir dari kota tempat mereka sedang bekerja.)
- Apa yang peristiwa ini katakan mengenai rintangan dalam hidup saudara? (Kadang-kadang kita memberi Setan peluang lewat keputusan buruk yang kita ambil. Namun, saat lain Setan "memenangi" pertarungan kecil saat kita berbuat baik.)
- Baca 1 Tesalonika 2:19-20. Apakah ayat-ayat ini menyiratkan bahwa Paulus menghidupkan kehidupan yang mementingkan diri sendiri? (Ia menantikan surga, di mana sukacita dan kemuliaannya adalah orang-orang yang telah ia bawa kepada keselamatan.)
- Baca 1 Tesalonika 3:1. Paulus tidak tahan lagi terhadap apa? (Terpisah dari anggota jemaat Tesalonika.)
- Jadi apa yang Paulus lakukan manakala perasaannya mencapai titik ini? (Ia memutuskan untuk tinggal di Atena! “Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena.”)
- Baca 1 Tesalonika 3:2. Apa solusi yang mereka tempuh? (Mereka mengirim Timotius!)
- Apa reaksi saudara manakalah seseorang bilang rindu dan ingin bersama saudara namun yang ia perbuat sepertinya bertolak belakang?
- Atau ada penjelasan yang lebih baik dan lebih positif mengenai ini? (Paling tidak ada dua ulasan Alkitab yang saya baca yang mengemukakan bahwa Paulus ditinggalkan sendirian di Atena. Jadi, Paulus melepaskan sesuatu yang sangat penting agar orang Tesalonika mendapatkan berkat.)
- Sobat, sudahkah engkau menimbang bagaimana reaksimu manakala seseorang menceritakan peristiwa sedih? Apakah engkau berfokus untuk menyemangati mereka, ataukah langsung mulai bercerita tentang dirimu sendiri? Bagaimana kalau hari ini engkau memutuskan untuk memperkuat hubungan di dalam gerja dan di antara sahabat dan keluargamu dengan lebih berfokus kepada orang lain gantinya berfokus kepada diri sendiri?
- Baca 1 Tesalonika 1:2-3. Jika seseorang menceritakan masalahnya kepada saudara, apa yang langsung terpikir oleh saudara – tentang mereka atau tentang masalah serupa dalam hidup saudara?
- . Pekan depan: Tesalonika pada zaman Paulus.
