Jubah Elia dan Jubah Elisa

Indonesian
(1 Raja-raja 19, 2 Raja-raja 2)
Year: 
2011
Quarter: 
2
Lesson Number: 
6

Pendahuluan: Ingat permainan video Donkey Kong? Walaupun sudah sangat lama tidak bermain video game, saya masih ingat bagaimana saya berubapa untuk membawa Mario ke tempat yang tinggi. Sudah mendaki tinggi, namun tiba-tiba dilindas oleh serangkaian tong atau bahaya lain dan harus mulai lagi dari awal. Apakah kehidupan rohani saudara sangat mirip dengan permainan tersebut? Maju pesat lantas jatuh berdebam? Maju sedikit lantas terpeleset? Pelajaran kita pekan ini tentang Elia, seorang yang paham akan prinsip permainan Donkey Kong. Mari tapaki pelajaran Alkitab kita!

 

  1. Kejatuhan
    1. Baca 1 Raja-raja 19:1. Cerita apa yang dituturkan oleh Ahab? (Jika saudara mempelajari 1 Raja-raja 18, saudara akan dapati bahwa Elia menantang Ahab dan para nabi Baal untuk bertanding di hadapan semua orang. Siapa yang sanggup menurunkan api ke atas gunung: Ke-850 nabi palsu dan ilah-ilah mereka ataukah Elia dan Allahnya? Yang menang Allah Elia, dan Elia membunuh ratusan nabi palsu. Cerita yang sungguh hebat.)
       
    2. Baca 1 Raja-raja 19:2. Jawaban yang bijak?
      1. Tepatnya, siapa “para alah” yang Izebel maksudkan? (Ini jawaban yang arogan dan lancang. Allah Elia memenangkan adu tanding tersebut dan ratusan nabi dari para alah yang kalah tersebut dibunuh. Harusnya Izebel bersembunyi di kolong tempat tidurnya karena takut kepada Allah yang sejati.)
         
    3. Baca 1 Raja-raja 19:3-5. Jika saudara Allah, bagaimana reaksi saudara terhadap Izebel dan Elia?
      1. Karena Izebel membawa-bawa para allah, mengapa ia tidak dilenyapkan saja?
         
      2. Mengapa Elia berdoa agar dirinya mati saja?
         
      3. Jika ia ingin mati, pergi saja ke tempat Izebel! Bagaimana seharusnya reaksi Allah terhadap pemberontakan nekat (Izebel) ketakutan yang tidak masuk akal (Elia)?
         
      4. Apakah saudara punya alasan untuk memaafkan Elia? (Membunuh semua nabi tersebut mungkin membawa dampak emosional atas dirinya. Stress terhadap adu tanding tersebut berdampak pada emosinya. Ia semata lelah, stress dan depresi.)
         
      5. Benarkah ia tidak pantas mengenakan jubah kenabian? Bahwa ia tidak lebih baik dari para leluhurnya? (Sampai kegentaran ini melanda, ia merupakan salah satu pejuang terbesar di pihak Allah. Ia menampakkan kekuatan Allah dalam rupa manusia.)
         
    4. Baca 1 Raja-raja 19:5-6. Elia mengecewakan Allah. Bagaimana reaksi Allah? (Ia tidak memecat Elia. Ia mengirimkan bantuan. Allah kita sungguh baik!)
       
    5. Baca 1 Kings 19:7-8. Mengapa ada malaikat yang membantu Elia untuk lari?
      1. Mengapa tidak menampar dan menyuruhnya kembali kepada Izebel seraya mengatakan “Pertempurannya di sana.  Jangan lari ke arah yang salah."
         
    6. Baca 1 Raja-raja 19:9-10. Mengapa malaikat dan Allah sepertinya berbeda tanggapan? (Allah mengasihi dan peduli kepada kita, namun Ia juga menegur saat kita tidak setia.)
      1. Apa alasan Elia? Apakah ia menyalahkan Allah?  (Ia meyakini bahwa ia seorang diri. Allah perlu mencari tambahan pendukung.)
        1. Benarkah demikian? (Tidak benar manakala api turun ke atas gunung.
           
        2. Pernahkah kata-kata ini meluncur dari mulut saudara manakala saudara berpendapat bahwa saudara butuh bantuan orang lain untuk melaksanakan semua pekerjaan Allah?
           
        3. Apakah “tidak masalah” bisa seorang nabi besar Allah berpikir dan berbicara seperti ini?
           
  2. Allah dan Kejatuhan
    1. Baca 1 Raja-raja 19:11-13. Elia mengeluh sendirian dan kalah telak. Allah mengatakah Elia harus menyaksikan parade dengan Allah sebagai Tokoh Utamanya. Apa maksud Allah? (Allah mengendalikan kekuatan alam.)
      1. Apakah ini pelajaran baru bagi Elia? (Tidak. Perbantahan yang berujung pada duel api adalah karena orang banyak menyembah Baal (dewa kesuburan), dan Allah mendatangkan kekeringan ke atas tanah mereka.)
        1. Jika bukan pelajaran baru, mengapa Allah mengulanginya? (Berapa banyak kali Allah harus mengulangi pelajaran-Nya untuk saudara?)
           
      2. Allah tidak berada di dalam kekuatan dahsyat dari alam ini. Apa artinya?
         
    2. Perhatikan bahwa di akhir parade tersebut Allah mengulangi pertanyaan “Apakah kerjamu di sini” kepada Elia. Mengapa?
      1. Apakah Allah berada dalam angin sepoi-sepoi? (Ya. Intinya adalah bahwa Allah mengendalikan kekuatan alam, namun Ia tidak mengendalikan hamba-Nya!)
         
      2. Mengapa Elia harus menutupi wajah dengan jubahnya saat angin sepoi-sepoi berhembus, namun tidak pada saat bebatuan sedang beterbangan? (Ia menyadari kekuatan yang sebenarnya dari Allah.)
         
    3. Baca 1 Raja-raja 19:14. Perlukah Elia mengulangi jawaban yang sama? (Setelah pertunjukan kekuatan ini, jawaban tersebut sepertinya bukanlah jawaban yang jitu.)
      1. Kira-kira jawaban apa yang Allah inginkan? (“Maaf telah mengecewakan. Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranku. Aku akan kembali dan berhadapan dengan Izebel.”)
         
    4. Baca 1 Kings 19:15-18. Tempatkan diri saudara pada posisi Allah. Apa yang akan saudara katakan kepada Elia pada titik ini? Apakah saudara akan memecatnya sekarang?
      1. Apakah Allah memecat Elia? (Ia menempatkan Elia pada masa persiapan pensiun. Allah memberitahu Elia bahwa Ia akan mengangkat pengganti Elia.)
         
      2. Apakah saudara akan menyarankan Elia untuk memberitahu Allah bahwa ia ingin berhenti?
         
    5. Baca bagian pertama dari 1 Raja-raja 19:19. Apa penting?  (Ya. Elia boleh jadi mengucapkan hal yang salah, namun ia pergi ke tempat yang Allah tunjuk. Ia memilih Allah, bukan kematian.)
       
    6. Baca 1 Raja-raja 19:19-21dan Bilangan 20:23-29. Apa makna dari diletakkannya jubah Elia ke atas Elisa? (Isyarat penyerahan wewenang.)
      1. Elia hanya menyampirkankan jubahnya sekeliling Elisa, bukannya memberi seluruh pakaiannya. Apa maksudnya? (Tidak seperti Harun, Allah tidak seketika itu juga mengganti Elia. Gantinya, Elisa bekerja sebagai pembantu Elia untuk beberapa waktu lamanya.)
         
    7. Renungkan rentetan kejadian ini sejenak. Jika saudara Allah, akankah saudara serta merta mengganti Elia karena ia telah gagal dalam imannya?
      1. Apakah pengganti Elia ini ada kaitannya dengan ucapan Elia “Saya mau berhenti saja,” atau kegagalan imannya?
         
      2. Bagaimana saudara membayangkan kejadian ini dengan Harun, yang kelihatannya tidak mau digantikan? (Harun telah beberapa kali terlibat dosa berat sebelumnya. Elia memang sangat kecewa – namun ia memutuskan untuk menapaki jalan Allah. Allah memberi Elia asisten untuk membantu mengangkat bebannya. Akan lebih baik jika Elia berdoa minta asisten, bukan minta mati.)
         
  3. Upah
    1. Baca 2 Raja-raja 2:1-3dan Kejadian 5:23-24. Kira-kira apa yang para nabi ini pikir akan terjadi pada Elia?
      1. Kira-kira apa yang Elisa pikir akan terjadi? (Ia tidak mau membicarakan hal tersebut. Sejak Henokh, tidak ada lagi yang diangkat. Jadi dugaan saya ia mengira Elia akan meninggal hari itu.)
         
      2. Baca 2 Kings 2:16-17. Ini menunjukkan bahwa nabi-nabi tersebut tidak menyangka bahwa Elia akan diangkat ke surga. Pasti mereka mengira ia akan meninggal.)
         
    2. Baca 2 Kings 2:7-10. Mengapa ini hal yang sukar? (Elisa minta Elia mengendalikan Allah.)
      1. Apa pendapat saudara tentang jawaban “liat saja nanti” dari Elia? (Elia menyerahkan hal tersebut kepada Allah.)
         
      2. Pernahkan saudara memohon sesuatu yang sederhana kepada Allah – seperti menolong saudara menemukan kunci – dan merasa bersalah karena yang lain memohon agar Ia menyembuhkan  penyakit kanker mereka?
        1. “Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana.” Apa yang dinyatakan dalam peristiwa ini mengenai kuasa Allah? (Kuasa Allah tersedia untuk hal kecil dan hal besar. Jadi jika kuasa Allah digunakan untuk membantu saudara menemukan kunci saudara, hal tersebut tidaklah menghalangi penderita kanker dari kuasa-Nya.)
           
    3. Baca 2 Raja-raja 2:11-12. Bawa kembali pikiran saudara ke saat manakala Elia kecewa, ingin berhenti dan ingin mati. Saya pikir para nabi mengira inilah saatnya dia akan meninggal. Apa yang dikatakan di sini mengenai kasih Allah? (Ia memberi kita kehidupan, bukan kematian! Sungguh kasih yang ajaib!)
       
    4. Ingat bahwa Allah menegur Elia dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Apakah orang ini yang akan saudara beri imbalan dengan membawanya langsung ke surga? (Allah tahu kita ini manusia lemah. Elia memiliki hubungan kemitraan yang hebat dengan Allah. Setelah "kejatuhan”-nya, ia kembali ke jalur yang benar dan kembali melayani Allah dengan setia. Allah kita sungguh murah hati!)
      1. Perhatikan lagi 2 Raja-raja 2:12. Apakah Elisa begitu bersemangatnya sehingga ia mengeluarkan kata-kata omong kosong? Apakah ada tentara yang ia lihat? (Apa yang Elisa katakan sangatlah penting. Seorang yang dipenuhi roh lebih hebat daripada tentara kelas satu.)
         
    5. Baca 2 Raja-raja 2:13-15. Elisa memungut jubah tersebut dan mengoyak pakaian lamanya. Apa yang dilambangkan oleh hal ini? (Para nabi mengatakannya – Roh Allah kini ada pada Elisa.)
       
    6. Sobat, apakah engkau merasa ada kalanya engkau mengecewakan Allah? Allah tidak saja mengasihi engkau. Ia menawarkan kuasa terbesar untuk memajukan Kerajaan Allah – kuasa Roh Kudus-Nya. Maukah engkau berdoa hari ini agar memperoleh kuasa tersebut?
       

Pekan depan: Dalam Naungan Sayap-Nya.