Yesus tentang Menjangkau Masyarakat

Indonesian
(Lukas 4, Matius 10 & 13)
Year: 
2016
Quarter: 
3
Lesson Number: 
5

Pendahuluan: Baru-baru ini, saya membaca satu artikel yang menyarankan jemaat-jemaat harus mencari tahu kebutuhan masyarakat (dalam hal ini masalah penyalahgunaan narkoba), dan kemudian berkonsentrasi menolong masyarakat dengan masalahnya, gantinya berpusat pada perbaktian mingguan.  Dari waktu ke waktu saya mendengar pemikiran kalau jemaat harus membuat perbedaan dalam masyarakat dengan cara praktis.  Tetapi artikel ini, pergi lebih jauh dan sepertinya menyarankan kalau mengatasi penyalahgunaan narkoba di masyarakat lebih penting daripada perbaktian mingguan. Dan selalu, kita perlu melihat apa yang Alkitab katakan tentang cara terback untuk menjangkau masyarakat. Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan temukan lebih jauh!

 


I.             Jangkauan dalam Jemaat

 

A.            Baca Lukas 4:14-15. Siapa yang memimpin Yesus? (Ayat secara khusus mengatakan kalau Roh Kudus bekerja dengan penuh kuasa dalam Yesus.)

 

1.            Apakah Yesus keluar di masyarakat melakukan pelayanan masyarakat? (Disini dikatakan kalau Yesus mengajar di sinagog. Ia pergi ke tempat-tempat orang berbakti.)

 

B.            Baca Lukas 4:16. Apakah kebiasaan Yesus dalam perbaktian mingguan? (Ia pergi berbakti setiap minggu. Pemikiran kalau perbaktian mingguan adalah tidak penting tidak sejalan dengan apa yang dipraktekkan Yesus.)

 

C.            Baca Acts 14:1. Apakah praktek Paulus dan Barnabas dalam kegiatan penginjilan mereka? (Berbicara kepada mereka yang berkumpul untuk berbakti setiap minggu.)

 

D.           Baca Lukas 4:17-19. Apakah yang dinubuatkan Yesaya tentang pekerjaan Yesus? (Untuk menyampaikan kabar baik, memberitakan pembebasan, menolong orang buta melihat, membebaskan yang tertindas, dan memberitakan rahmat Tuhan.)

 

1.            Menurut Anda apakah yang Yesaya maksudkan mereka yang miskin ekonomi, tahanan penjara sesungguhnya, dan mereka yang benar-benar buta? (Tidak. Kabar baik adalah injil. Itu dikabarkan kepada mereka yang miskin karena mereka tidak tahu akan injil, orang-orang yang terbelenggu dalam dosa dan dibutakan oleh jalan dunia.)

 

2.            Bagaimanakah pekerjaan Yesus ini diaplikasikan dengan pemikiran meninggalkan perbaktian jemaat untuk menolong mengatasi masalah kecanduan narkoba di masyarakat? (Artikel yang saya sebutkan di pendahuluan kelihatannya berargumentasi kalau mengatasi kecanduan narkoba akan membawa perhatian kepada injil. Ini adalah kebalikan.  Injillah yang membebaskan orang dari kecanduan. Selain itu, apakah anggota jemaat tahu bagaimana mengobati mereka yang kecanduan narkoba?  Mudah-mudahan, anggota jemaat faham akan injil!)

 

E.            Baca Lukas 4:20-21. Apa yang Yesus katakan kepada mereka yang datang berbakti? (Kalau Ia adalah Mesias!)

 

1.            Apakah itu masih pekabaran injil yang utama?

 

II.       Jangkauan Keluar dari Jemaat

 

A.            Baca Matius 10:5-11. Disini kita memiliki gambaran bagaimana pergi ke masyarakat mengabarkan injil. Perhatikan beberapa hal aneh.  Pertama, Yesus tidak memberi murid-muridNya uang atau kebutuhan fisik lain. Kedua, Yesus katakan kepada mereka untuk tinggal di rumah orang yang “layak”. Pelajaran apa yang Yesus ajarkan kepada mereka (dan kita)? (Mereka yang mendengar injil harus membayar untuk itu. Murid-murid harus tinggal di rumah seseorang yang menginginkan mereka disitu.)

 

1.            Bagaimanakah ini dibandingkan dengan jangkauan ke masyarakat dari  jemaat Anda?

 

2.            Dibanyak program penginjilan yang saya bantu, kami tidak memungut persembahan dari pengunjung. Gantinya, kita berikan mereka Alkitab dan hadiah-hadiah lain untuk kehadiran mereka. Apakah ini cara yang seharusnya?

 

B.            Baca Matius 10:12-15. Ketika Anda menyelenggarakan jangkauan penginjlan kepada masyarakat, apakah Anda mengganggu orang untuk datang ke pertemuan, dan sesudah mereka datang tetap menelpon mereka untuk mendesak mereka datang ke gereja? Apakah itu sejalan dengan apa yang Yesus jelaskan?

 

C.            Kalau Anda mengikuti pola program penginjilan yang dianjurkan Yesus, apa yang akan Anda lakukan? (Anda hanya akan mencari orang yang mau mendengar, dan Anda akan membuat mereka membayar program jangkauan. Jemaat tidak akan menanggung dana bagi program tersebut, dan tidak ada yang mengejar pendengar yang tidak berminat.)

 

1.            Menurut Anda bagaimana itu akan berhasil? (Anda mungkin berkata, “Itu tidak akan berhasil! Tidak akan ada yang mau datang.)

 

2.            Mari baca Matius 10:16. Yesus sarankan ini sebagai pendekatan “cerdas”! Bagaimana kita dapat katakan itu tidak akan berhasil?

 

D.           Mari kembali lagi dan simak kalau ada yang kita lewatkan. Baca kembali Matius 10:8. Apakah yang diberikan kegiatan ini? (Motifasi untuk datang dan mendengar! Menempatkan artikel yang saya sebutkan di pendahuluan dalam terang terbaik, pemikiran mengejar pecandu narkota dan menolong mereka akan memberikan mereka (dan yang lain) suatu motif untuk mendengar firman. Kalau seseorang menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, mengobati penyakit berbahaya dan mengusir setan-setan, Anda mau mngetahui tentang hal tersebut, bukan?)

 


1.       Bagaimana kita dapat membuat pekabaran injil kita menarik? Apakah kita terpaku dengan menyuap orang untuk datang dan mengejar mereka karena kita tidak menyembuhkan yang sakit atau membangkitkan yang mati?

 

E.            Baca kembali Matius 10:7. Pekabaran khusus apakah yang Yesus perintahkan bagi jangkauan? (Kalau Ia telah datang.)

 

1.       Apakah pekabarannya sama untuk sekarang ini? Atau, bukankah lebih baik mengkhotbahkan kalau Yesus akan datang lagi?

 

F.            Baca Lukas 10:27. Apa alasan Yesus mengatakan kepada murid-muridNya untuk menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, menyembuhkan penyakit dan mengusir setan-setan? (Kasih.)

 

1.       Baca kembali Matius 10:14-15. Ketika kita mengejar orang, apakah itu karena kita mengasihi mereka? Mengapa Yesus katakan “Beri mereka kesempatan, dan kemudian tinggalkan”. (Saya tidak meragukan kalau menolong orang di masyarakat dan mengejar orang dengan injil, memantulkan kasih.  Tetapi, kita semua tahu kalau maksud baik dapat membawa hasil buruk. Saya sarankan kalau injil adalah kabar baik dan berharga. Ketika kita mengejar dan mengganggu orang dengan itu kita merendahkan kabar baik. Kita membuatnya kelihatan seperti sesuatu yang kecil nilainya. Oleh karena itu, kami harus mengganggu dan menyuap Anda untuk mencoba membuat Anda menerima kabar ini. Itu tidak cerdas.)

 

G.           Mudah-mudahan, pertanyaan-pertanyaan ini membuat Anda berpikir lebih jelas tentang jangkauan masyarakat. Kalau Anda melihat petunjuk-petunjuk Yesus sebagai acuan untuk jangkauan sekarang ini, dan Anda tidak membangkitkan orang mati atau menyembuhkan yang sakit, bagaimana Anda mengikuti teladan Yesus? (Kita harus memberikan orang alasan untuk membuat mereka mau datang. Membayar atau mengejar mereka bukanlah jawaban yang benar. Mengapa tidak berdoa agar Tuhan mengirim RohNya untuk melakukan mujizat di jemaat Anda atau menunjukkan kepada Anda apa yang akan menarik masyarakat Anda (baik kafir dan Kristen).

 

III.      Prosedur Injil

 

A.       Baca Matius 13:1-9. Menurut Anda apakah artinya ini?

 

B.            Baca Matius 13:18-23. Apa yang Yesus katakan artinya?

 

1.       Lihat lagi Matius 13:19. Apa yang sedang ditabur? (“Firman tentang Kerajaan Sorga!” Ini adalah perumpamaan tentang pengabaran injil. Ini perumpamaan tentang jangkauan masyarakat.)

 

2.            Pelajari interpretasi Yesus dan katakan pada saya dimana Anda mau konsentrasikan pekabaran injil Anda? (Kita mau memusatkan pekabaran injil kepada mereka yang “mendengar firman dan mengerti.”)

 

3.            Kalau Anda melihat kategori dari masyarakat pendengar, hanya satu kelompok yang mengerti firman. Yang lainnya mendengar dan mengerti, tetapi mereka tidak “berakar”, atau menghadapi kesulitan, atau memiliki kekhawatiran, atau dikelabui oleh kekayaan mereka. Bagian manakah dari hal ini, yang dapat Anda, penabur injil, kendalikan? (Hanya membuat injil dapat dimengerti. Dalam hal ini, berikan (jual?) kepada pendengar Anda Alkitab yang paling mudah dimengerti!)

 

4.            Kalau kita, sebagai penabur injil, hanya dapat mengendalikan agar pekabaran kita mudah dimengerti, apa yang dikatakan tenang strategi yang harus kita gunakan dalam mengabarkan injil kepada mereka yang tidak memiliki “akar” atau memiliki kesulitan lain yang mengalihkan mereka? (Kita perlu melakukan hal yang sama seperti penabur, memberikan pekabaran kepada semua karena faktor yang dapat kita kendalikan hanyalah bagaimana membuat pekabaran mudah dimengerti.)

 

C.            Sahabat, bagaimana Anda melakukan jangkauan masyarakat? Bagaimana jemaat Anda melakukan pengabaran injil? Maukah Anda memeriksa kembali apa yang Anda lakukan dan minta Roh Kudus untuk menuntun Anda mengikuti pendekatan Alkitab dalam mengabarkan kabar injil?

 

IV.      Minggu depan: Yesus Bergaul dengan Orang Banyak.