The Personality of the Holy Spirit

Indonesian
(John 14-15, Romans 8)
Year: 
2017
Quarter: 
1
Lesson Number: 
4

Pendahuluan: Berapa kalikah saya menulis “ia” ketika mengacu kepada Roh Kudus? Terlalu sering! Mungkin saudarapun demikian. Mungkin saudara masih melakukannya! Apakah “Dia” merupakan istilah tepat terhadap seseorang yang perbandingannya menyerupai angin? Seseorang yang dapat berada dimanapun dalam seketika? Adalah sulit untuk mengemas pikiran saudara dalam konsep-konsep ini. Namun, menurut saya adalah lebih mudah untuk mengerti bahwa Roh Kudus adalah seorang “Dia” jika kita berfokus akan kepribadianNya, dan bukan bentukNya. Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita untuk mempelajari lebih banyak lagi pelajaran ini!

 

  1. Penghibur

 

  1. Baca Yohanes 16:2-5. Jabarkan hal apa saja yang Yesus katakan yang dapat menyebabkan para murid berduka? (Mereka tidak mungkin untuk berbakti di dalam “gereja.” Orang-orang akan membunuh mereka dan berpikir hal itu merupakan ide bagus. Yesus akan pergi meninggalkan mereka.)

 

  1. Baca Yohanes 16:6 dan Kisah 1:6. Kita tidak dapat menghargai sepenuhnya persaan kehilangan yang dirasakan oleh para murid tersebut apabila kita tidak mengukurnya terhadap harapan mereka yang hilang. Terhadap apakah harapan mereka? (Bahwa Yesus akan menjadi Raja atas bangsa Israel, Ia akan mengalahkan bangsa Roma, dan mereka semua akan menjadi kepala penguasaNya.)

 

  1. Sekarang, terangkanlah bagaimana beratnya pukulan ini atas daftar kehilangan atas pengharapan mereka?

 

  1. Baca Yohanes 16:6-7. Hal apakah yang mungkin menggantikan kehilangan yang telah kita jabarkan tadi? (kedatangan Roh Kudus.)

 

  1. Dalam beberapa waktu ini, kita telah melihat beberapa ayat dalam kitab Yohanes ini dari berbagai sudut. Ketika kita menderita atas kehilangan dan kedukaan, kita ingin untuk dihiburkan. Kita dapat menggunakan seorang penasehat. Apakah yang disarankan mengenai kepribadian Roh Kudus sehingga Yesus memanggilnya “Sang Penasehat”? (Hanya orang yang mengerti artinya kehilangan dan kedukaan yang masuk akal menjadi seorang penasehat.)

 

 

 

  1. Baca Yohanes 14:16-18. Apa yang Yesus katakan disini mirip dengan pernyataan dalam Yohanes 16. Mari kita berfokus pada ayat 18. Yesus mengatakan bahwa Ia tidak akan membiarkan para murid ditinggal seperti anak yatim piatu. Jelaskan gambaran ini kepada saya. Apakah yang dibutuhkan oleh anak yatim piatu? (Anak yatim piatu tidak memiliki orang tua, mereka memerlukan seseorang yang mau membantu dan melindungi mereka.)

 

  1. Apakah Roh Kudus akan berbuat sama bagi kita? Jika ya, apakah yang dapat dikatakan mengenai kepribadian dari Roh Kudus? (Ia memiliki pengertian dalam sama seperti yang dapat diharapkan dari orang tua saudara. Ia sanggup mengerti dan menolong pada waktu kedukaan dan ketika dibutuhkan.)

 

  1. Menurut saudara apakah Yesus begitu saja menggunakan kata “yatim piatu” sebagai analogi yang baik? Ataukah,  bahwa sebenarnya kata itu merefleksikan situasi yang dihadapi para murid? (Yesus mengacu akan “Bapa”Nya. Gagasannya adalah bahwa Allah adalah orangtua kita yang tidak pernah mati, dan selalu hadir. Yesus memenuhi peran ini terhadap para muridNya, dan kemudian Roh Kudus mengambil alih peran itu. Artinya bahwa Roh Kudus adalah penghubung utama kita dengan Trinitas.)

 

  1. Baca Yohanes 15:26-27. Para murid mengemban tugas yang sama dengan Roh Kudus: bersaksi mengenai Yesus. Menurut saudara bagaimana Roh Kudus melakukannya?

 

  1. Bagaimanakah saudara (cara saudara) bersaksi bagi Yesus?

 

  1. Tanyakanlah diri saudara, “Hal apakah yang akan meyakinkan seseorang untuk mengikut Yesus?” (Berita pertama adalah bahwa Yesus akan memberikan saudara pengharapan atas hidup dan masa depan yang lebih baik. Jika demikianlah pendekatan Roh Kudus, kita akan melihat bahwa Ia memberikan penghiburan dan pengharapan bagi mereka yang khawatir atas masa depan.)

 

  1. Tuntunan bagi Hidup saudara

 

  1. Baca Roma 8:1-3. Bagaimana kita dibebaskan dari kematian yang kekal? (Dengan menerima apa yang Yesus lakukan bagi kita di kayu salib. Yesus melakukan apa yang hukum tidak dapat lakukan, Ia membebaskan kita dari dosa dan kematian.)

 

  1. Lihat kembali kebagian akhir dari Yohanes 8:3. Apakah sikap Yesus terhadap dosa? (Ia “mengutuk dosa dan manusia yang berdosa.” Yesus tidak menyetujui perbuatan dosa. Ia datang untuk mengalahkan dosa.)

 

 

 

  1. Baca Roma 8:4. Apa yang Yesus inginkan dari kita yang menyangkut Roh Kudus? (Kita melihat dua sifat yang bertentangan: sifat alami dosa dan kehidupan yang hidup sesuai tuntunan Roh Kudus. Telah dijelaskan kepada kita agar hidup “sesuai dengan Roh.”)

 

  1. Haruskah kita hidup dalam Roh Kudus agar “tuntutan Benar atas hukum” dapat dipenuhi?

 

  1. Apakah yang disarankan ayat ini akan kepribadian dari Roh Kudus?

 

  1. Baca Roma 8:5. Apakah peran kita dalam hidup dengan benar? (Apakah kita akan mengatur pikiran kita agar mengikuti “apa yang Roh kehendaki” atau mengikuti “apa yang sifat alami dosa kehendaki.” Kita perlu mengatur pikiran kita terhadap kehendak Roh Kudus.)

 

  1. Apakah saudara pernah berpikir memiliki obligasi untuk memilih atas pikiran apa yang akan saudara atur?

 

  1. Apakah ini pilihan tunggal yang saudara buat pagi ini? (Dalam pengalaman saya, ini adalah pilihan yang terus menerus. Saya selalu harus membuat pilihan ini.)

 

  1. Baca Roma 8:6-8. Seberapa pentingnyakah pilihan ini? (Kita tidak dapat memuaskan Allah jika pikiran kita dikontrol oleh sifal dosa alami kita.)

 

  1. Perlukan kita hidup sesuai Roh agar dapat menikmati Rahmat? Apakah ini yang dimaksud ayat-ayat ini?

 

  1. Baca Yohanes 5:24-25 dan Roma 10:13. Kedua referensi ini menjelaskan pada saya bahwa jika saya memanggil Allah, jika saya percaya Allah mengirim Yesus, saya akan diselamatkan. Bagaimana caranya saudara merekonsiliasi bahwa dengan pernyataan yang terdapat di Roma 8 maka saya harus menetapkan pikiran saya atas apa yang dikehendaki Roh Kudus supaya saya dapat menyenangkan Allah?

 

  1. Perhatikan bagaimana Yohanes 5:24 mereferensikan kepada satu keputusan – bahwa seseorang yang mendengar dan percaya “telah menyeberang dari kematian menuju kehidupan.” Bagaimana saudara menjelaskan hal ini? (Penjelasan saya adalah bahwa Roma 8:5-7 mendeskripsikan keputusan apakah yang Allah inginkan dari kita. Allah menginginkan agar kita secara terus menetrus memanggilNya. Inilah artinya untuk menetapkan pikiran kita terhadap apa yang diinginkan oleh Roh Kudus. Sangat terlihat logis jika saudara benar-benar percaya kepada Yesus, maka saudara mungkin membuat keputusan untuk menghidupkan kehidupan yang dituntun oleh Roh Kudus, dan saudara tidak akan menghidupkan kehidupan yang “hostile terhadap Allah.”)

 

 

  1. Baca Roma 8:9. Renungkanlah hal ini sejenak. Apakah yang dikatakan mengenai kepribadian Roh Kudus dan perannya dalam kehidupan saudara?

 

  1. Baca Roma 8:10-11. Mari kita pekerjakan hal ini. Ketika ayat menyebutkan, “tubuhnya telah mati terhadap dosa,” menurut saudara apakah artinya? (Kita adalah orang berdosa. Penalti dari dosa adalah kematian.)

 

  1. Mengapa Yesus mati? (Ia mati untuk dosa-dosa kita. Kita melihat paralelnya di dalam ayat-ayat ini antara dosa yang membawa kematian dan dosa yang mana Yesus mati untuknya.)

 

  1. Apakah obat mujarab untuk menyembuhkan dosa penyebab kematian ini? (kuasa Roh Kudus. Ia memberi kehidupan bagi kita sama seperti Ia telah memberi hidup bagi Yesus.)

 

  1. Baca Roma 8:12-13. Dari apa yang telah kita diskusikan, obligasi apakah yang kita miliki? (Paulus telah mengatakan pada kita bahwa Roh Kudus memberi kita hidup, meskipun kita telah mati di dalam dosa kita. Apakah saudara merasa berkewajian atas seseorang yang telah menyelamatkan hidup saudara? Tentu saja! Kewajian itu adalah untuk “mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu.”)

 

  1. Apakah menjadi masalah pekerjaan kita? (Ya. Yohanes 5:24 mengatakan bahwa percaya membawa kita menyebrang dari kematian menuju kehidupan yang kekal. Roma mengatakan bahwa eliminasi dari perbuatan yang salah merupakan “kewajiban.” Saudara telah diselamatkan dan saudara memiliki kewajiban.)

 

  1. Bagaimana caranya kita mengeliminasi kehidupan yang salah? (“Melalui Roh.”)

 

  1. Baca Roma 8:14-16. Jika saudara berdosa apakah itu menciptakan ketakutan dalam diri saudara? Ketakutan bahwa saudara akan tertangkap? Ketakutan bahwa situasi saudara dapat membahayakan diri saudara? (Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa kehidupan yang dituntun oleh Roh Kudus membebaskan kita dari rasa takut. Hal itu memberikan kebebasan yang kita nikmati sebagai anak-anak Allah.)

 

  1. Mari kita mundur sejenak dan memikirkan hal ini. Kita hidup ditengah-tengah pertentangan antara yang baik dan yang jahat. Allah telah menyelamatkan kita dan memberikan petunjuk tentang bagaimana menjalankan kehidupan yang lebih baik. Apakah tindakan kita diperhitungkan? Apakah pekerjaan kita diperhitungkan? (Bayangkanlah diri saudara benar-benar di peperangan yang benar terjadi. Apakah sangat penting untuk saudara mengikuti perintah atasan saudara? Apakah menjadi masalah jika saudara menembaki teman-teman serdadu saudara? Apakah menjadi masalah jika saudara tiba-tiba berjalan menuju garis musuh? Tentu saja menjadi masalah. Gagasannya adalah bahwa disaat saudara mengklaim Yesus, dan kemudian tidak menaruh perhatian sesudahnya, adalah merupakan suatu hal yang tidak masuk akal.)

 

  1. Baca kembali Roma 8:16. Apakah roh saudara memiliki kepribadian? (Roh saudara adalah kepribadian saudara.)

 

  1. Pelajaran apakah yang kita peroleh dari fakta bahwa Roh Kudus “bersaksi dengan roh kita” atas kepribadian Roh Kudus? (Roh Kudus jelas bukanlah sekumpulan angina. Ia merupakan perantara aktif antara Trinitas dan pikiran saudara.)

 

  1. Baca Roma 8:26-27. Dalam cara bagaimana lagikah Roh Kudus dapat membantu kita? (Melalui doa kita. Hal ini menerangkan pada kita bahwa Roh Kudus “menjadi perantara” bagi kita “sesuai dengan kehendak Allah.” Roh Kudus akan membantu kita bersama usaha kita yang lemah untuk berdoa.)

 

  1. Ketika saya berpikir mengenai perantara, saya memikirkan Yesus yang menjadi perantara kita di surge (Ibrani 8-9), dan juga mengenai para pembela di pengadilan. Ketrampilan apakah yang diperlukan? Apa yang dikatakan pasal-pasal ini mengenai Roh Kudus memiliki kepribadian?

 

  1. Sahabatku, saudara sangat membutuhkan Roh Kudus dalam diri saudara. Saudara memerlukannya untuk memberi penghiburan, memberi arahan atas tindakan saudara, menuntuk dan menjadi perantara saudara ketika mendekati Allah dalam doa. Maukah saudara, saat ini, meminta Roh Kudus untuk tinggal dalam saudara?

 

  1. Minggu Depan: Baptisan dan Kepenuhan Roh Kudus