Allah atau Mamon?

Indonesian
Matius 19, Lukas 16
Year: 
2018
Quarter: 
1
Lesson Number: 
3

Pendahuluan: Pada pelajaran pertama di seri pelajaran ini kita telah mempelajari bahwa jika kita mencari Kerajaan Allah, maka Ia akan memberikan kita semua barang yang dicari oleh bangsa yang tidak mengenal Allah (Lukas 12:30-31). Jika hal ini benar, apakah judul untuk pelajaran ini menyesatkan? Apakah menjadi seorang hamba Allah tidak selaras dengan keinginan memiliki uang? Jika ia, bagaimana cara kita menjelaskan pahlawan-pahlawan di Perjanjian Lama yang secara umum adalah orang yang sangat kaya? Para pahlawan dari Perjanjian Baru, disisi lain, secara umum adalah orang miskin. Maka, apakah ini merupakan konflik diantara dua pernyataan yang terdapat dalam Alkitab? Ataukah, terdapat satu pernyataan yang seragam di Alkitab perihal kekayaan? Mari kita lompat ke dalam pelajaran Alkitab kita dan melihat apakah kita dapat menemukan kabar Allah tentang kekayaan!

 

  1. Orang Muda yang Kaya

 

  1. Baca Matius 19:16. Apakah saudara tertarik akan jawaban Yesus terhadap pertanyaan ini? (Ini merupakan jawaban paling penting di dunia! Yesus hendak memberikan kunci kepada hidup yang kekal.)

 

  1. Baca Matius 19:17. Mengapa Yesus menanyakan pertanyaan ini? Yesus adalah Allah! Bagaimana saudara dapat menerima reaksi Yesus atas pertanyaan kritis ini? (Mari kita menyimpan masalah ini dalam pikiran kita dan mendiskusikannya kembali nanti.)

 

  1. Lihat kembali ke bagian akhir dari Matius 19:17. Jawaban apakah yang Yesus berikan? (Untuk memelihara Kesepuluh Hukum.)

 

  1. Kita baru saja menyelesaikan pelajaran dari buku Roma dan Galatia. Apakah Paulus akan kena serangan jantung ketika mendengar jawaban ini? (Baca Roma 3:28. Kita tidak dapat mengandalkan satu ayat saja untuk membentuk teologi kita, namun Paulus mungkin akan berkata, “Saya perlu memahami lebih dalam apa yang engkau katakan, ya Yesus.”)

 

  1. Baca Matius 19:18-19. Apa pendapat saudara atas pertanyaan orang  muda yang kaya tersebut? Apakah hanya sebagian dari hukum itu yang penting? Ini terlihat seperti sebuah jawaban yang tidak masuk akal!

 

  1. Jika saudara merasa bahwa pertanyaan orang muda yang kaya teresebut mengganggu, bagaimana juga dengan jawaban yang Yesus sampaikan? Ia hanya mengutip empat dari Sepuluh Hukum (dengan tidak menyebutkan mengenai Sabat, menginginkan, dan semua tanggungjawab kita keapda Allah – lihat Keluaran 20:1-17), kemudian Yesus mengutip ringkasan eksekutif dari bagian kedua dari Sepuluh Hukum(lihat Matius 22:36-40). Jika kita mencapai keselamatan dengan memelihara hukum, mengapa dengan seleksi perintah-perintah tertentu ini?

 

 

 

 

 

 

 

  1. Baca Matius 19:20. Kabar baik! Seleski yang dikatakan Yesus adalah sama dengan apa yan telah dijalankan anak muda yang kaya. Berikan tiket surga ini kepadanya, benarkah?

 

  1. Baca Matius 19:21. Apakah ada yang berkata perihal menjadi sempurna? Anak muda yang kaya itu menanyakan apa yang perlu dilakukannya untuk mendapatkan hidup yang kekal! Mengapa Yesus menambahkan kesempurnaan sebagai persyaratannya?

 

  1. Atau, apakah saudara perlu menjadi sempurna untuk mengikut Yesus?

 

  1. Dan, mengapa adalah adil bagi Yesus untuk memodifikasi jawabanNya sebelumnya dengan menambahkan persyaratan (yang tidak dituliskan dalam satupun hukum itu) bahwa anak muda yang kaya itu perlu untuk menjual seluruh hartanya dan memberikannya kepada orang miskin?

 

  1. Baca Roma 3:19-20 dan Galatia 3:10-11. Apakah ajaran Yesus dan Paulus secara langsung berkontradiksi? Atau, apakah Yesus membuktikan kebenaran mengenai tulisan Paulus – bahwa tujuan dari hukum adalah untuk menutup mulut dari orang-orang muda yang merasa mereka telah secara sempurna memelihara hukum? (Baca Matius 19:22. Saya memilih bahwa Yesus dan Paulus berkesepakatan. Yesus membuktikan penekanan bahwa asumsi dalam pertanyaan orang muda yang kaya itu (Matius 19:16) bahwa saudara dapat melakukan sesuatu untuk mencapai surga adalah salah. Orang muda yang kaya ini tidak dapat melakukan apa yang Yesus katakan tuntutan dari hukum.)

 

  1. Mari kita kembali ke masalah yang kita simpan sebelumnya. Baca-kembali Matius 19:17. Apakah pertanyaan Yesus sekarang lebih masuk akal? Apa yang Yesus sedang usahakan diterima oleh orang muda yang kaya ini? (Baca Galatia 3:21-24. Yesus menginginkan orang muda yang kaya ini untuk mengakui bahwa Yesus adalah Allah.)

 

  1. Jika orang muda yang kaya ini telah menangkap pentingnya pertanyaan Yesus, dan menjawab secara benar, menurut saudara apakah Yesus akan menyuruhnya untuk menjual seluruh harta kekayaannya? (Menurut saya tidak. Inti dari pertukaran percakapan antara Yesus dan orang muda yang kaya ini bukanlah mengenai uang (meskipun menurut saya hal ini menunjukkan bahwa anak muda yang kaya tersebut mengandalkan uangnya gantinya Allah), melainkan ini adalah mengenai bagaimana manusia tidak dapat menyelamatkan diri mereka hanya dengan memelihara hukum.)

 

  1. Oleh sebab itu, mari kita lihat judul dari pelajaran ini. Apakah Allah atau Mamon merupakan pilihan? (Tentu saja, jika saudara ingin mengerti cara untuk sampai ke surga: percayalah bahwa Yesus adalah Allah, dan terimalah bahwa Ia mati demi dosa saudara, sehingga memberikan saudara tiket ke hidup kekal! Menghasilkan uang, menyumbangkan uang, apapun yang berhubungan dengan uang tidak memberikan tiket kepada surga. Pekerjaan tidak dapat menyelamatkan saudara.)

 

 

 

 

 

 

  1. Baca Matius 19:23-26. Apakah ini berkondradiksi dengan kesimpulan kita? Bahwa tidak ada hal yang berhubungan dengan uang yang dapat memberimu tiket ke surga? (Cerita ini menunjukkan bahwa orang muda yang kaya ini tidak rela untuk menyerahkan ketergantungannya akan uang dan bergantung kepada Yesus. Inilah tantangan bagi mereka yang kaya – agar tidak bergantung atas uang mereka, namun bergantung kepada Allah. Bergantung keapda uang adalah bentuk lain dari diselamatkan melalui pekerjaaan,sama bentuk dari penyembahan berhala. Saudara bergantung bukan keapda Allah, namun berdasarkan apa yang dapat dilakukan oleh kedua tangan saudara.)

 

  1. Hadiah berupa Mamon

 

  1. Baca Lukas 16:13. Ayat ini dalam Alkitab adalah dimana judul pelajaran kita terdapat. Di versi King James uang disebut sebagai “mamon.” Apakah ayat ini membantu saudara untuk lebih mengerti cerita mengenai orang muda yang kaya? (Ia bukan sedang mencari Kerajaan Yesus terlebih dahulu. Yesus meminta orang muda yang kaya itu untuk memilih Dia, gantinya memilih uangnya.)

 

  1. Perumpamaan berikut adalah ilustrasi Yesus tentang perkataan bahwa saudara tidak dapat melayani Allah dan uang. Mari kita lihat jika kita dapat membuatnya masuk akal!

 

  1. Baca Lukas 16:1-4. Apakah tuduhan terhadap bendahara tersebut? (ia tidak berusaha untuk mencari hasil keuangan terbaik baik tuannya.)

 

  1. Apakah bendahara ini takut akan masa depannya? (Ya. Namun, ia mempunyai rencana.)

 

  1. Baca Lukas 16:5-7. Apa pendapat saudara tentang rencana bendahara tersebut? (Sangat tidak jujur! Ia lebih memilih dirinya daripada tuannya – meski ini merupakan uang tuannya. Ia seharusnya dipecat, bukan?

 

  1. Apakah bendahara itu menaruh uang sebelum Kerajaan Allah? (Tidak dapat diragukan!)

 

  1. Baca Lukas 16:8. Tunggu, tunggu, tunggu! Apakah ini? Apakah Yesus mengatakan bahwa orang yang menyelewengkan uang, seperti bendahara ini, adalah lebih pintar dari orang Kristen yang menuruti Allah? (Mereka adalah “lihay.” Mereka lebih menuruti kata hati.)

 

  1. Baca Lukas 16:9. Siapa yang berbicara saat ini? Apakah ini masih merupakan bagian dari cerita tersebut? (Tidak. Tuhan Yesus kita sedang menjelaskan jalan cerita tersebut.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. ”Penghuni kekal” mestinya merupakan referensi bagi surga. Haruskah kita secara lihay menyelewengkan uang dalam nama Allah dan disambut di surga? Dan, bagaimana hal ini dapat membantu kita dalam isu memilih antara Allah atau Mamon – yang seharusnya menjadi pokok pembicaraan dari cerita ini? (Penekanan Yesus adalah bahwa orang Kristen seharusnya menggunakan kata hati dalam masalah uang. Mereka seharusnya menggunakannya untuk “mendapatkan teman baru” (menobatkan orang yang tidak mengenal Allah) agar mereka dapat diterima di kerajaan surga.)

 

  1. Apakah yang dikatakan mengenai pilihan antara Alah dan uang? (Uang bukanlah suatu tujuan. Namun, uang adalah suatu hal penting, sebuah alat yang menggunakan kata hati dalam tujuan Kerajaan Allah.)

 

  1. Baca Lukas 16:10-12. Tidakkah seharusnya kita berkesimpulan bahwa ketidakjujuran, penyelewangan harta tuan seharusnya tidak dipercayakan lagi dengan uang? Namun, Yesus memerintahkannya. Apakah tujuan Yesus disini? (Jika saudara tidak menggunakan kata hati dengan uang saudara, jika saudara tidak menggunakannya untuk “membuat persahabatan” demi Kerajaan dalam cara yang pintar, Allah tidak akan mempercayakan saudara dengan uang lebih banyak lagi!)

 

  1. Perhatikan bahwa ayat 11 mengacu pada “kekayaan sebenarnya.” Menurut saudara apa yang dimaksud Yesus dengan kekayaan sebenarnya? (Mungkin yang dimaksud Yesus adalah jika kita tidak menggunakan uang kita untuk mempromosikan Kerajaan Allah, Ia tidak akan mempercayakan kita dengan karunia roh untuk mempromosikan kerajaan Allah. Secara pasti, Yesus sedang mengacu kepada sesuatu yang lebih dari uang.)

 

  1. Baca-kembali Lukas 16:13. Sekarang setelah kita mempelajari cerita dimana ini adalah ringkasannya, menurut saudara bagaimana selayaknya kita mengartikan ayat ini?

 

  1. Sahabatku, bagaimanakah sikap saudara terhadap uang dan harta kekayaan? Yesus meminta kita untuk menaruh percaya atas hidup kekal dalam Dia, gantinya dalam uang kita. Uang bukanlah hal yang buruk, namun lebih mempercayainya adalah masalah yang serius. Gantinya mempercayai uang, kita perlu menggunakan kata hati dan uang sebagai alat untuk memenangkan teman kepada hidup kekal! Mengapa tidak berkomitmen kepada hal ini sekarang juga?

 

  1. Minggu depan: Melepaskan diri dari cara-cara Dunia