Injil Dari Patmos

Indonesian
Wahyu1:1-8
Year: 
2019
Quarter: 
1
Lesson Number: 
1

Pendahuluan: Hari-hari penuh semangat ada di hadapan kita! Kita akan mempelajari Buku Wahyu. Sebenarnya, saya lebih menyukai pelajaran yang diambil dari satu buku, melebihi pembahasan per topik. Dari semua buku yang terdapat dalam Alkitab, buku Wahyu adalah salah satu buku yang sangat menarik, asyik dibahas, dan juga sangat rumit. Ada tantangan yang menanti dihadapan kita! Mari kita menyelam ke dalam pelajaran kita dan melihat apa yang dapat kita pelajari dari Buku Wahyu!

 

  1.        Injil Ini

 

    1.       Baca Wahyu 1:1. Siapakah sumber berita dalam buku ini? (Dikatakan bahwa “Allah” memberikan wahyu kepada “Yesus Kristus”, yang memberikannya kepada malaikatnya, dan kemudian disampaikan kepada Yohanes.)

 

      1.       Siapakah pendengar dari berita yang datang Dari Allah ini? (Hamba-hamba Allah. Ini berarti bahwa buku ini ditulis secara istimewa bagi saudara dan saya!)

 

      1.       Apakah maksud dibalik berita ini? (Untuk menunjukkan kepada kita “apa yang segera akan terjadi.”)

 

        1.       Bagaimana Allah dapat mengatakan bahwa berita ini mengacu kepada hal-hal yang segara akan terjadi, meski setelah mengabarkannya hampir 2,000 tahun lalu dan Yesuspun belum juga datang kembali? (Wahyu bukan saja hanya berisi berita mengenai kedatangan Yesus Yang Kedua kalinya. Buku ini juga membahas mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini dan yang akan terus terjadi di kemudian hari. Bahkan, kita akan menemukan bahwa buku Wahyu mengandung sejarah dari gereja Kristiani!)

 

        1.       Mengapa kita hendak mengetahui perihal masa yang akan datang? (Karena hal tersebut memberi kita keyakinan.)

 

          1.      Keyakinan dalam hal apa? (Bahwa masa depan kita ada dalam tangan Allah. Diantara mereka yang percaya akan Allah terdapat orang-orang yang berpikiran bahwa Allah hanya menyaksikan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Ia tidak secara aktif melibatkan diriNya. Ayat ini menerangkan pada kita bahwa Allah mengetahui masa yang akan datang, dan mau membagikannya kepada kita. Hal ini akan memberi kita percaya dan keyakinan teguh kepada Allah.)

 

    1.       Baca Wahyu 1:2. Seberapa banyakkah Yohanes mengungkapkan kepada kita? (Ia mengatakan bahwa tidak ada yang disembunyikannya dari apa yang dilihatnya.)

 

 

 

 

 

 

 

      1.       Kelihatannya ada dua jenis berita yang terdapat dalam buku Wahyu: “injil Allah dan kesaksian akan Yesus.” Menurut saudara apakah maksudnya ini? (Sebuah kesaksian menghubungkan sebuah pengalaman yang bermaksud untuk memberi dorongan bagi kita. Maka, dalam sebagian hal buku Wahyu bukanlah hanya sebuah pernyataan dari Allah Bapa, namun juga disaksikan oleh Yesus, Anak Allah.)

 

    1.       Baca Wahyu 1:3. Berapa banyak berkatkah yang tersedia bagi kita dalam seri pelajaran ini? (Saya dapat melihat setidaknya dua hal. Kita diberkati karena dapat membaca apa yang akan terjadi. Dan kita secara dua kali lipat diberkati oleh karena menaruh perhatian dan mengambil tindakan dari apa yang kita telah baca.)

 

      1.       Seberapa banyak berkat yang saudara kehendaki? (Saya menginginkan semua berkat yang dapat saya peroleh! Oleh sebab itu, mari kita bersama membaca buku Wahyu dalam seri pelajaran ini, dan bersama menemukan apakah, melalui kuasa Roh Kudus, kita dapat memahaminya.  Kemudian, oleh kuasa Roh Kudus, mari kita mengambil tindakan atas hidup kita dari apa yang telah kita ketahui.)

 

  1.       Ketujuh Gereja

 

    1.       Baca Wahyu 1:4-5. Siapa yang sedang menulis saat ini? (Rasul Yohanes.)

 

      1.       Kepada siapakah ia menulis? (Kepada ketujuh gereja di Asia Kecil.  Hal ini mengkonfirmasikan, dari beberapa hal, bahwa Yohanes sedang menulis bagi mereka yang ada pada masanya. Ini menunjukkan bahwa Wahyu mengandung berita, setidaknya,  perihal hal-hal yang segera akan terjadi. Kita akan pelajari nantinya arti secara penuh dari ketujuh gereja-gereja ini.)

 

      1.       Siapakah yang dimaksud “Dari Dia, yang ada, yang sudah ada, dan yang akan ada?” (Ini seharusnya mengacu kepada Allah Bapa sebab Yesus menyebutkanNya tidak lama kemudian. Allah hidup untuk semua masa.)

 

      1.       Apakah yang Allah ingin Keita peroleh? (“Kasih karunia dan kedamaian.” Apakah saudara menginginkan lebih banyak kedamaian dalam hidup saudara?)

 

      1.       Siapa lagi yang menyambut kita? (“Ketujuh roh” dihadapan tahta Allah.”)

 

        1.       Siapakah roh-roh ini? (Ke”tujuh roh” ini dapat juga diartikan sebagai “tujuh kali lipat Roh.” Dalam Wahyu 5:6 kita baca mengenai Yesus (domba yang “disemblih”) yang memiliki “mata” yang merupakan “ketujuh roh Allah yang dikirim ke seluruh dunia.”  Ini terdengar seperti Roh Kudus bagi saya. Sejauh ini, kita belum menerima sambutan dari Roh Kudus, maka saya cenderung menyimpulkan bahwa ini adalah Roh Kudus yang menyambut kita.)

 

 

 

 

      1.       Akhirnya, kita mendapat sambutan dari Yesus, yang disebut sebagai “saksi yang setia.” Mengapa Yesus disebut sebagai “saksi?” (Ingat bahwa sebelumnya kita telah mencatat bahwa buku ini adalah “kesaksian” dari Yesus, yang terdengar seperti saksi. Yohanes tinggal bersama Yesus. Hidup Yesus di dunia menyaksikan sifat dasar dari Allah Bapa.)

 

        1.       Atribut apa lagi dari Yesus yang diperbincangkan? (Bahwa ia mengalahkan kematian, Ia memerintah bumi, Ia mengasihi kita, dan Ia telah membebaskan kita dari dosa kita melalui pengorbananNya)

 

    1.       Baca Wahyu 1:6. Apakah status baru kita dihadapan Allah? (Kita adalah “kerajaan” dan juga secara bersamaan “imam-imam.”)

 

      1.       Menurut saudara apa maksud Alkitab ketika menyebut kita sebagai “kerajaan?” (Yesus adalah Raja penakluk kita. Ia adalah “pemimpin dari raja di seluruh dunia.” Kita sekarang telah disatukan dengan Dia di kerajaanNya.)

 

      1.       Dalam hal apakah kita adalah imam-imam? (Ini adalah perubahan yang penting. Gantinya keimamatan bani Lewi, kini masing-masing kita adalah imam.)

 

        1.       Aplikasi praktis apakah yang dapat kita terapkan pada hidup kita? (Imam-imam mendekati Allah di kaabah. Kini kita dapat mendekati Allah oleh sebab apa yang telah dilakukan Yesus di salib bagi kita.)

 

      1.       Apakah tujuannya menjadikan kita imam-imam? (Bahwa kita akan melayani Allah.)

 

        1.       Bagaimana para imam melayani Allah dalam sistem di kaabah?

 

        1.       Jika kita semua adalah imam, apakah peran ini berubah dalam suatu cara? (Para imam adalah penghubung antara manusia dan Allah. Mereka mengajarkan mengenai Allah, mereka menjalankan sistem kaabah, dan mereka adalah bagian yang menolong orang agar dosanya dapat dibasuhkan. Semua pekerjaan ini, dalam bentuk modifikasinya, tersedia pada jaman kita sekarang.)

 

        1.        Menurut saudara apakah aspek paling penting dalam masa kini ketika kita menjadi imam? (Adanya akses langsung kepada Yesus. Satu hal penting lainnya adalah pensejajaran dalam sistim. Sekarang kita semua memiliki kualifikasi untuk menjadi imam. Pikirkanlah dampak dari perubahan ini!)

 

    1.       Baca Wahyu 1:7. Mengapakah hal ini ada dalam pendahuluan, pada pasal pertama buku What? (Buku ini menunjuk kepada peristiwa ini! Allah kita akan datang kembali!)

 

 

 

 

 

 

 

 

      1.       Peristiwa yang bagaimanakah ini? (Bukan suatu hal yang pribadi. “Semua mata” dapat memandang Dia. Jika saudara tidak melihat Yesus kembali, maka itu bukan Dia. Jangan menerima berita dari pihak ketiga mengenai kedatangan Yesus.)

 

      1.       Apakah tujuannya mengatakan bahwa mereka yang menyalibkan Yesus akan melihat Dia? (Berbicara mengenai menyadari bahwa saudara telah membuat sebuat kesalahan yang hebat!  Mereka yang berpusat pada penderitaan dan kematianNya akan melihatNya datang dalam kemuliaan!)

 

      1.       Mengapa  kita meratap?  Dapatkah saudara bayangkan peristiwa yang lebih mulia daripada ini? (Hal ini mengikuti jalan pikiran orang-orang yang menyalibkan Yesus. Mereka yang menolak Yesus akan menemui hari tersedih dalam kehidupan mereka.)

 

    1.       Wahyu 1:8. Yesus baru saja mengatakan bahwa Ia akan kembali dengan kemuliaan. Mengapa Yohanes menulis pada ayat berikutnya bahwa Allah adalah permulaan dan akhir (“Alpha and Omega”) dan bahwa Ia sudah ada dan selalu akan ada?

 

      1.       Perhatikan bahwa frase yang sama “dari Dia, yang ada, dan selalu akan ada” telah ditulis pada ayat Wahyu 1:4. Mengapa frase ini diulang kembali? Penekanan apakah yang hendak Allah sampaikan kepada Yohanes dan juga kepada kita? (Buku Wahyu adalah perihal kemenangan akhir Allah atas dosa. Kita memiliki kepastian akan kemenangan (Kedatangan Yang Kedua) dan atas kuasa besar yang dapat memberi kita keyakinan bahwa Allah memiliki kemampuan untuk melakukan apa Ia prediksikan akan dilakukanNya. Ia menghendaki kita untuk percaya akan apa yang akan kita baca dalam buku ini.)

 

      1.       Perhatikan paralel Dari kedua frase “Alpha and Omega,” dan “yang ada, yang sudah ada, dan yang selalu akan ada.” Bagaimana ide ini tepat dengan gagasan bahwa Allah memiliki kemampuan untuk melakukan apa yang diprediksikanNya? (Allah adalah yang pertama dan yang terakhir berada. JIka ada seseorang yang memiliki kuasa untuk membentuk masa depan, maka Ia adalah orang yang dapat melakukannya.)

 

    1.       Sahabatku, saudara adalah imam Allah! Yesus memberitahukan kita masa depan, Ia memberitahukan bahwa Ia akan memenangkan pertandingan melawan kejahatan. Ia memberitahukan kita bahwa Ia memiliki seluruh kuasa. Allah ingin agar kita disemangati! Ia menginginkan kita memiliki keyakinan dalam Dia dan atas masa yang akan datang.l Apakah saudara bersemangat?

 

  1.      Minggu depan: Di Antara Kaki Dian