Apakah yang Mereka Lihat di Rumah Anda?

Indonesian
Yesaya 38, 2 Raja 20, 2 Tawarikh 32
Year: 
2019
Quarter: 
2
Lesson Number: 
12

Pendahuluan: Hizkia adalah seoran raja yang besar! Ia menuruti kehendak Allah dan memalingkan negaranya dari penyembahan berhala. Ketika ia menghadapi kematian, ia berpaling pada Allah untuk pertolongan. Dalam banyak perkara ia setia pada Allah. Namun, Ia kurang bijaksana dan bergumul atas kesombongannya. Masalah-masalah ini membawa bahaya besar bagi negara dan keturunannya. Bagaimana dengan saudara? Apakah kekurangbijaksanaan saudara, kesombongan saudara, atau kekurangpenurutan saudara mengurangi keinginan saudara untuk memajukan Kerajaan Allah? Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab dan Hizkia untuk melihat pelajaran yang dapat kita raih!

 

  1.        Penangguhan Hukum

 

    1.       Baca Yesaya 38:1-3. Allah menentukan inilah akhir bagi Hizkia, namun memberinya waktu untuk “membereskan rumahnya.” Atas dasar apakah Hizkia meminta Allah merubah keputusanNya? (Bahwa ia telah melakukan pekerjaan yang baik. Ia sedih dalam kepahitannya.)

 

    1.       Baca Yesaya 38:4-5. Mengapa Allah menambahkan lima belas tahun terhadap hidup Hizkia? (Oleh karena doa dan air matanya.)

 

      1.       Mengapa Allah tidak menyebutkan pekerjaan baik Hizkia?

 

    1.       Baca Yesaya 38:6. Apa lagi yang dijanjikan Allah pada Hizkia? (Bahwa mereka akan aman dari Asyur. Saudara mungkin terkenang bagaimana sejarah Hizkia dengan raja Asyur. Baca Yesaya 36.)

 

      1.       Mengapa Allah menambahkan janji itu? (Bayangkan bagaimana jika terjadi penambahan lima belas tahun dalam tawanan!)

 

      1.       Baca 2 Raja-raja 20:6 untuk cerita paralelnya. Apakah alasan untuk mempertahankan kota di sini (Allah mempertahankan kota itu demi kehendakNya dan demi raja Daud.)

 

        1.       Pelajaran apaka kita dapatkan di sini tentang hubungan yang penting dengan Allah? (Bahwa itu akan menjadi berkat bagi keturunan kita.)

 

      1.       Saya menaruh perhatian terhadap artikel riset yang mengatakan jika saudara melakukan hal “X” maka saudara akan menambah lima tahun pada hidup saudara. Sejauh ini, saya telah melakukan banyak dari hal yang disebutkan agar saya dapat hidup hingga umur 150! Cerita apakah yang disampaikan mengenai hidup panjang dan Allah kita? (Bahwa hidup kita di tangan Allah.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1.       Baca Yesaya 38:7. Mengapa Hizkia butuh pertanda? Apakah perkataan Allah saja tidaklah cukup? (Baca paralelnya dalam 2 Raja-raja 20:8. Hizkia meminta pertanda. Pada kenyataannya, perkataan Allah tidaklah cukup baginya. Sebagian komentator mengatakan bahwa ini bukanlah tanda keraguan Hizkia, namun adalah wajar untuk meminta sebuah tanda.)

 

    1.       Baca 2 Raja-raja 20:9-11. Apakah saudara setuju bahwa adalah lebih mudah bagi bayangan untuk bergerak maju daripada mundur? (Setelah saya mengerti sains, maka pertanda ini menunjukkan kuasa penyembuhan yang lebih besar. Allah telah merubah posisi dunia maupun matahari! Adalah mungkin juga bagi Allah untuk merubah persepsi atau merubah cahaya pada daerah tersebut.)

 

      1.       Apakah yang diajarkan mengenai sikap Allah kepada kita? (Allah bukan hanya menambah usia Hizkia, namun ia menunjukkan sifat panjang sabarNya dengan membuat mujizat untuk menguatkan perkataanNya. Sebagai tambahan, Ia memberi pilihan bagi Hizkia atas detil mujizat yang diinginkannya.)

 

  1.       Kesombongan

 

    1.       Baca 2 Tawarikh 32:24-25. Bagaimana respons Hizkia atas perpanjangan hidup yang diberi Allah? (Kita melihat cerita paralel lainnya yang memberi informasi tambahan bagaimana Hizkia tidak merespons secara benar terhadap apa yang telah Allah perbuat padanya.)

 

      1.       Menurut saudara bagaimana Hizkia mempertunjukkan kesombongannya dalam mujizat yang dihadapinya? (Menurut saya ia memutuskan bahwa ia layak untuk mendapatkan perpanjangan hidupAdalah tidak adil bahwa ia harus mati sekarang. Jika saudara baca Yesaya 38:9-17 ayat ini memberi bukti atas teori ini, meskipun buktinya terlihat bercampur.)

 

        1.       Apakah kita memiliki sikap ini – bahwa kita layak untuk mendapatkan hal baik yang terjadi pada kita?

 

    1.       Yesaya 39:1. Tidakkah baik jika saudara sakit dan diingat oleh teman-teman dengan kedudukan tinggi?

 

    1.       Baca Yesaya 21:1-2. Bible Knowledge Commentary mengatakan bahwa “penyusup” itu adalah Merodakh, orang yang sama yang menulis surat kepada Hizkia. Ia telah menyerbu Asyur, menaklukkan Babel, dan telah dinobatkan sebagai “Raja Babel.” Menurut saudara apakah ini hanyalah sebuah surat bersahabat, yang bertanya kabar baik saudara? (Kenang kembali ketika kita sebelumnya menyebutkan sejarah antara Hizkiah dan Asyur? Ia telah diancam dan dihina oleh mereka, dan Allah secara mujizat telah menyelamatkan Yehuda. Orang yang membuat surat itu adalah yang telah menyerang Asyur. Adalah wajar jika ia menjangkau Hizkia untuk mendapatkan mitra melawan bangsa Asyur.)

 

 

 

 

 

 

 

    1.       Baca Yesaya 39:2. Mengapa Hizkia mempertunjukkan kekayaan dan perlengkapan perangnya kepada perwakilan Merodakh?

 

    1.       Baca 2 Tawarikh 32:31. Allah mengatakan bahwa kedatangan perwakilan Merodakh adalah sebuah ujian. Ujian atas apa? (Ingat bahwa Hizkia memiliki masalah kesombongan.)

 

      1.       Mari kita asumsikan bahwa masalah kesombongan yang kita bicarakan adalah benar, bagaimanakah hal ini merupakan ujian terhadap masalah kesombongan Hizkia? (Jawaban yang jelas terlihat adalah bahwa Hizkia memiliki kekayaan. Hal yang kurang terlihat adalah bahwa Hizkia adalah mitra yang layak untuk membantu dalam mengalahkan bangsa
        Asyur
        .)

 

    1.       Baca Yesaya 10:5 dan Yesaya 10:10-13. Mengapa bangsa Asyur direferensikan sebagai “cambuk murka [Allah]?” (Allah menggunakan bangsa kafir untuk menghukum orang yang tidak menurut.)

 

      1.       Siapakah yang ada diantara mereka yang tidak menurut? (Yesaya menubuatkan bangsa Asyur menghukum umat Allah atas penyembahan berhala mereka.)

 

    1.       Bagaimana analisa saudara atas apa yang Hizkia lakukan? Bagaimana hubungannya dengan ujian atas kesombongan Hizkia? Ingat bahwa ia adalah seorang raja baik yang memusnahkan berhala atas ilah palsu. (Gantinya membiarkan Allah untuk melakukan sesuatu, gantinya bergantung pada janji Allah atas keselamatan terhadap Asyur selama hidupnya, Hizkia mencoba untuk mengalahkan Asyur sendiri.)

 

  1.      Sikap Menyedihkan

 

    1.       Baca Yesaya 39:3-6. Bagaimana kesombongan Hizkia dan rencana perangnya menjadi bumerang baginya? (Merodakh akan menyerang Yehuda. Ia bukan datang membuat mitra dengan Hizkia. Allah telah berjanji untuk membuat Yehuda aman dari bangsa Asyur, namun Hizkialah yang telah membawa Babel ke gerbang mereka.)

 

    1.       Baca Yesaya 39:7-8. Bagaimana Hizkia dapat mempertimbangkan hal ini sebagai perkataan yang baik? (Hanya jika saudara melihatnya melalui cara yang mementingkan dirilah hal ini dapat terlihat “baik.Keturunannya, keluarganya, akan dijajah. Mereka akan menjadi sida-sida. Hal ini membuat saya kurang menaruh respek bagi Hizkia.)

 

    1.       Mari kita kembali dan meninjau pencapaian Hizkia. Baca 2 Raja-raja 20:20, 2 Tawarikh 31:21 dan 2 Tawarikh 32:30. Hidup Hizkia adalah sebuah hidup yang mempromosikan penyembahan atas Allah yang benar dan perbaktiannya. Ia telah memajukan Yerusalem dalam cara yang akan menjadi pencapaian yang bertahan lama. Bagaimanakah hal ini konsisten dengan komentar “perkataan baik” Hizkia  yang mengakibatkan keburukukan di masa depan atas Yerusalem dan keluarganya? (Menurut saya ini adalah kebalikan dari segala hal ynag telah dilakukan Hizkia selama hidupnya.)

 

 

 

 

 

      1.       Apakah didasar dari penderitaan Hizkia sebagai kebalikan dari segala hal yang telah dikerjakannya selama hidupnya, termasuk hal-hal keagamaan yang besar? (Kesombongan. Kepentingan diri sendiri.)

 

      1.       Baca kembali 2 Tawarikh 31:21. Siapa yang membuat Hizkia kaya? (Allah.)

 

      1.       Bagaimana kita memisahkan menikmati kekayaan atas kehidupan yang berjalan baik dengan kesombongan atas kekayaan yang kita miliki? (Baca kembali 2 Tawarikh 32:25. Alkitab menyampaikan pada kita bahwa kegagalan Hizkia adalah karena tidak merespons terhadap kebaikan Allah. Menurut saya ini berarti ia tidak menunjukkan terima kasih kepada Allah karena telah membuatnya kaya dan telah menyelamatkan hidupnya.)

 

    1.       Saudaraku, apakah yang orang lain saksikan dari hidup saudara? Apa yang mereka lihat dirumah saudara? Apakah mereka melihat kesombongan? Kepentingan diri sendiri? Atau, apakah mereka menyaksikan rasa terimakasih kepada Allah atas kebaikkanNya? Mengapa tidak meminta Roh Kudus saat ini untuk memberi saudara sikap yang benar? Sebuah sikap yang akan membawa orang lain lebih dekat kepada Allah?

 

  1.      Minggu depan: Membalikkan Hati di Akhir Zaman