Nehemiah

Indonesian
(Nehemiah 1 & 2)
Year: 
2019
Quarter: 
4
Lesson Number: 
2

Pendahuluan: Apakah saudara menghadapi tantangan? Adakah bagian dari hidup saudara yang perlu dirubah maupun diperbaiki? Pelajaran kita hari ini mengenang Nehemia sedang mengerima berita buruk, berpaling pada Allah untuk bantuanNya, dan bekerjasama dengan Allah secara tekun untuk memperbaiki masalahnya. Mari kita melompat ke dalam pelajaran Alkitab kita untuk mempelajari pelajaran praktis untuk kehidupan sehari-hari!

 

  1.        Berita Buruk

 

    1.        Baca Nehemia 1:1. Informasi apakah yang kita dapati dalam ayat ini? (Kita mempelajari siapa penulisnya, dan secara tepat waktu dan tempat penulisan buku ini. Kita mengetahui bahwa itu terjadi sekitar bulan November-December of 444 SM.)

 

    1.        Baca Nehemia 1:2. Siapa yang membawa berita kepada Nehemia? (Saudara laki-lakinya dan juga beberapa orang yang telah datang dari Yudea.)

 

      1.        Apakah saudara akan mempercayai berita ini? (Ini adalah saksi mata dan Nehemia sangat pasti menuliskan waktu dan tempatnya dalam tulisannya. Ini menunjukkan tanda yang dapat dipercaya.)

 

    1.       Baca Nehemia 1:3. Siapakah orang tersisa yang selamat dari pengasingan? (Kenang kembali minggu lalu kita ketahui bahwa pengasingan berlangsung selama 70 tahun.  Mereka adalah orang Yahudi yang telah diasingkan dan telah kembali ke Yerusalem.)

 

      1.        Apakah berita yang disampaikan? (Bahwa pertahanan Yerusalem telah menjadi puing. Orang-orang ini ada dalam “masa susah” dan merasa malu.)

 

      1.        Mengapa demikian? (Oleh karena kelalaian untuk mempertahankan kaabah - yang telah dibangun ulang. Kota mereka masih berupa puing. Sesuatu perlu dirubah!)

 

  1.       Reaksi terhadap Berita Buruk

 

    1.        Baca Nehemia 1:4. Bagaimana saudara bereaksi terhadap berita buruk? Apakah reaksi pertama saudara? Bagaimana saudara membandingkan dengan Nehemia?

 

    1.        Baca Nehemia 1:5. Bagaimanakah Nehemiah mengaransi doanya? (Ia memulai dengan sebuah pujian.)

 

      1.        Bandingkan dengan Lukas 11:1-2. Bagaimana seharusnya kita memulai doa kita?

 

      1.        Lihat kembali ke Nehemia 1:5. Apa lagi yang disebutkan Nehemia pada awal doanya? (Bahwa Allah menepati janjiNya bagi mereka yang mengasihi dan menurutiNya.)

 

 

 

 

 

 

 

    1.       Baca Nehemia 1:6-9. Nehemia terdengar seperti seorang pengacara pembuat kontrak. Apakah syarat yang terdapat dalam kontrak ini? Siapa yang telah mengingkarinya?

 

      1.        Jika saudara adalah Allah bagaimana saudara akan bereaksi terhadap doa yang demikian?

 

    1.       Baca Nehemia 1:10-11. Apa usul Nehemiah kepada Allah mengenai perjanjian ini di masa mendatang?

 

      1.        Apakah yang disampaikan pada bagian akhir dari ayat ini? (Bahwa Nehemia sering berhubungan dengan Raja Artahsasta. Ia bukanlah seorang hamba, melainkan “seorang dengan pangkat dan penting” menurut ulasan dari buku komentar Jamieson-Fausset-Brown. Banyak buku komentari menekankan bahwa seorang pembawa cawan merupakan orang terpercaya karena ia bukan hanya mencegah raja dari diracuni, namun ia juga akan mendengar diskusi yang menyangkut masalah pribadi.)

 

  1.      Keberanian

 

    1.        Baca Nehemia 2:1-2. Apa yang dikatakan ayat ini perihal Raja Artahsasta? (Ia tidaklah terlalu serakah sampai tidak memperhatikan orang yang ada disekitarnya. Reaksinya menunjukkan bahwa setidaknya - ia bersimpati pada Nehemia.)

 

      1.        Apa yang ditakuti oleh Nehemia?

 

      1.        Baca Wahyuy 21:8. Dari daftar dosa yang mengerikan ini, mengapa kata “pengecut” ada paling awal? Bagaimana kata ini bahkan terdapat dalam daftar dosa-dosa?

 

    1.        Baca Nehemia 2:3. Dari jawaban ini apakah dua hal yang menurut saudara mewakili sesuatu yang dapat kita pelajari ketika kita ketakutan? (Pertama, Nehemia, seperti sang raja, tidak berfokus pada dirinya sendiri. Hal pertama yang ia sampaikan pada raja adalah hal positif, meski ia diminta untuk memberi laporan perihal dirinya. Kedua, Nehemia memperlihatkan keberanian, meski ia memiliki ketakutan. Ia melangkah maju kepada sesuatu yang dipercayainya telah dibukakan Allah baginya.)

 

    1.       Baca Nehemia 2:4. Bagaimana cara Nehemiah mengendalikan ketakutannya? (Melalui doa. Baca kembali Wahyu 21:8. Setelah “pengecut” berikutnya dalam daftar adalah “ketidakpercayaan.” Kita menjadi pengecut ketika kita gagal untuk mempercayai Allah. Nehemia seketika berpaling pada Allah dalam doa meminta kebijaksanaan dalam menjawab sang raja.)

 

    1.       Baca Nehemia 2:5. Seberapa lamakah doa Nehemia? (Ini secara jelas merupakan sebuah doa dalam pikiran yang kilat. Kita perlu memiliki kebiasaan melayangkan doa kepada Allah ketika kita perlu bantuan.)

 

      1.        Bagaimana hal ini berhubungan dengan doa Nehemia yang mula-mula? (Kenang kembali Nehemia 1:4-10 Dimana ia berdoa secara detil kepada Allah mengenai kebutuhan Yerusalem. Baca Nehemia 1:11. Nehemia secara rinci berdoa untuk saat ini, kesempatan ini. Kini setelah doanya dijawab, Nehemia menyampaikan sebuah doa kilat. Menurut pikiran saya berbunyi “ Terimakasih Allah! Berilah saya kebijaksanaan.”)

 

 

 

 

 

      1.        Mengapa Nehemia secara sukarela memimpin hal ini?  Keahlian apakah yang dapat diiliki seorang pembawa cawan atas proyek yang demikian? (Inilah bukti tambahan bahwa Nehemia bukanlah hanya seorang hamba. Ia adalah orang yang memiliki pangkat.)

 

    1.        Baca Nehemia 2:6. Penekanan apakah yang dibuat dengan menyatakan kehadiran sang ratu? (Komentari dari buku The Bible Knowledge mencatat bahwa adalah tidak biasanya seorang ratu hadir dalam pesta formil. Hal ini menyarankan bahwa Allah telah mengatur agar Nehemia memiliki waktu untuk berbicara lebih privat dengan sang raja.)

 

      1.        Adakah saudara perhatikan bahwa Nehemia belum menyinggung nama kota yang terlibat? Mengapa demikian? (Kenang kembali bahwa Raja Artahsasta sebelumnya telah memerintahkan berhentinya pekerjaan pembangunan kembali Yerusalem.  Nehemia tidak menghendaki bahwa tanggapan raja yang bertama adalah “bukankah saya telah membuat titah untuk menghentikan pekerjaan di sana?”)

 

      1. Apa yang kita dapati dari pertanyaan raja mengenai berapa lamakah hal ini akan berlangsung? (Bahwa ia menghargai Nehemia dan ingin mengetahui berapa lama Nehemia akan pergi.)

 

    1.        Baca Nehemia 2:7-8. Siapakah yang diberikan kredit oleh Nehemia atas kesuksesannya? (Allah! Nehemia melibatkan Allah pada setiap langkahnya.)

 

  1.      Akal Budi

 

    1.        Nehemia 2:9-10 mengatakan pada kita bahwa para pemimpin lokal “sangatlah terganggu” oleh karena seseorang telah datang untuk membantu bangsa Israel. Baca Nehemia 2:11-15. Apa yang perlu kita praktekan dari pendekatan Nehemia dalam memecahkan masalah? (Ia membuat rencana hanya bagi dirinya sendiri sampai ia dapat sepenuhnya mengerti permasalahannya. Kita perlu menghindari membuat janji atau saran solusi sampai kita secara utuh mengerti letak sebuah permasalahan.)

 

      1.        Menurut prediksi saudara apa yang mungkin terjadi jika Nehemia langsung menyampaikan kepada orang lokal yang menentang bahwa ia akan membangun kembali kota itu?

 

      1.        Apakah yang dapat ia capai dengan menjaga rahasia rencananya untuk sementara waktu? (Ia disanggupkan secara bebas untuk menentukan letak permasalahan yang sebenarnya.)

 

    1.        Baca Nehemia 2:16-17. Apakah yang dipermalukan? (Bahwa kota mereka telah rusak.)                

 

    1.       Baca Nehemia 2:18. Apakah ini cara saudara mengungkapkan rencana saudara kepada umat Allah? (Pertama ia merincikan berkat Allah, dan kemudian menambahkan dukungan raja kepada mereka.)

 

      1.        Bagaimana sambutan bangsa itu? (Mereka mendukungnya!)

 

    1.       Baca Nehemia 2:19. Mengapa para pemimpin lokal menganggap ini sebuah pemberontakan? (Mereka tidak mempercayai Nehemia.  Ini menguatkan malah yang akan timbul jika Nehemia langsung menyampaikan mereka rencananya.)

 

 

 

 

 

    1.        Baca Nehemia 2:20. Apakah ini jawaban yang benar terhadap pertanyaan apakah Nehemia memberontak terhadap raja? (Nehemia secara penuh bergantung kepada Allah!)

 

    1.        Sahabatku, ketika saudara menghadapi masalah serius maukah saudara mengikuti contoh Nehemia? Ia meminta bantuan Allah. Ketika timbul kesempatan, ia maju ke depan melalui iman walaupun ia memiliki rasa takut. Setiap langkah yang diambilnya bermandikan doa. Nehemia  juga menggunakan akal budinya. Ia berhati-hati dalam menyampaikan masalahnya kepada raja dan caranya mengungkapkan solusi kepada orang lokal. Mengapa tidak meminta Allah, pada saat ini, untuk iman dan kebijaksanaan dalam mengikuti tuntunan Nehemia?

 

  1.        Minggu depan: Panggilan Allah.