Karunia Rohani untuk Penginjilan dan Bersaksi

(Kisah 1, 2, 8 & 13, Yohanes 20, Yoel 2))
Indonesian
Year: 
2012
Quarter: 
2
Lesson Number: 
3

Pendahuluan: Apa betul bahwa kita semua paling tidak punya satu karunia rohani? Minggu lalu kita menjawab “ya”. Jangan-jangan ini asumsi tanpa dasar sama sekali. Agar bisa memperoleh karunia rohani pertama-tama kita perlu menerima Roh Kudus, bukan? Semakin memikirkan hal ini, semakin terusik saya rasanya. Pekan ini pelajaran kita akan sedikit berbeda. Gantinya kita membaca Alkitab sama-sama dan saya mengajukan kesimpulan yang saya yakin benar, pekan ini kita akan sama-sama mengekplorasi jawabannya. Pokok pembahasan ini bagi saya masih menyisakan setumpuk ketidakpastian. Mari mulaikan pelajaran Alkitab kita dan lihat apa yang bisa kita pelajari mengenai apa artinya menerima Roh Kudus!

  1. Roh Kudus dan Yesus
    1. Baca Kisah 1:1-5. Apa yang kita dapati mengenai baptisan Roh Kudus? (Yesus menjanjikannya. Kita membutuhkannya. Bukan baptisan air.)
      1. Mengapa para murid ini perlu Roh Kudus?
    2. Mari kita lihat sedikit sejarahnya di sini. Baca Matius 3:11. Apa yang telah dinubuatkan mengenai Yesus dan Roh Kudus? (Iman dalam Yesus membawa hasil yakni Roh Kudus.)
    3. Baca Yohanes 16:5-11. Bagaimana kita membandingkan Roh Kudus dan Yesus? (Kata Yesus Roh Kudus itu sebuah peningkatan mutu! Kata Yesus “lebih berguna” jika Ia pergi, karena “Penghibur” itu (Roh Kudus) tidak akan datang kalau Yesus tidak pergi. Tentu ada gunanya Yesus pergi kalau Roh Kudus tidak lebih baik.)
      1. Sepertinya tidak terpikirkan bahwa ada yang lebih baik dari hadirnya Yesus dalam hidup kita. Apa yang Yesus maksudkan? (Yesus menyebutkan hal-hal yang Roh Kudus akan lakukan. Namun, logika saya mengatakan bahwa Roh Kudus “lebih baik” karena Ia dapat berada di mana-mana pada satu ketika.)
      2. Jika Roh Kudus menjadi pengganti bagi tinggalnya Yesus dalam hidup kita, seberapa pentingkah baptisan Roh Kudus itu? (Kita akan sekarat tanpa Roh Kudus. Jadi Roh Kudus itu penting sekali.
    4. Baca Yohanes 16:13-15. Apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini mengenai hubungan antara Roh Kudus dan Yesus?
  2. Menerima Karunia
    1. Baca Kisah 1:12-14. Bagaimanakah para murid menyiapkan diri untuk menerima Roh Kudus? (Tekun berdoa.)
    2. Baca Kisah 2:1-4. Bagaimana para murid tahu bahwa mereka telah menerima baptisan Roh Kudus? (Bagaimana tidak! Suara gemuruh, api dan apa yang secara fisik dialami oleh para murid.)
      1. Apakah saudara tahu kalau Roh Kudus ada hadir dalam hidup saudara?
      2. Jika saudara tidak tahu, maka tentu jawabnya tentu “tidak”, bukan? Atau ada?
      3. Pernahkah saudara mengalami hal yang serupa: suara gemuruh, api dan pengalaman fisik? (Sobat, terus terang pertanyaan ini mengusik saya. Saya percaya Roh Kudus menuntun saya saat menulis pelajaran ini, namun saya tidak mengalami suara gemuruh, api dan pengalaman fisik.)
    3. Coba kita tengok ayat lain yang mungkin belum pernah saudara perhatikan sebelumnya. Baca Yohanes 20:19-23. Apa yang Yesus berikan kepada para murid? (Ia menghembuskan Roh Kudus ke atas mereka dan mereka menerima kuasa.)
      1. Apa ada pengalaman fisik di sini? (Tidak dituliskan.)
      2. Baca ulang Kisah 1:1-2. Siapa yang memberi perintah kepada para rasul? (Yesus menggunakan Roh Kudus!)
      3. Sesudah Yesus bangkit, para murid dua kali mendapat pertolongan dari Roh Kudus. Mengapa kemudian Yesus mengatakan supaya mereka “menunggu" agar “dibaptis dengan Roh Kudus”? Kisah 1:4-5.
        1. Bagaimana bisa mereka menerima kuasa atau karunia Roh Kudus tanpa adanya suara gemuruh atau api?
        2. Haruskah suara gemuruh dan api menjadi kerinduan kita?
  3. . Cerita tentang Karunia
    1. Baca Kisah 6:1-4. Kualifikasi apa yang dicari dalam diri ketujuh orang tersebut? (Di antaranya, penuh Roh Kudus.)
    2. Baca Kisah 6:5-6. Perhatikan bahwa Filipus merupakan bagian dari kelompok ini. Tidak disebutkan bahwa ia “penuh... Roh Kudus". Mengapa? Bukankah hal itu merupakan salah satu kualifikasi yang diperlukan? (Ini menyiratkan bahwa ada beberapa tingkatan karunia Roh Kudus, dan Filipus tidak sama tingkatnya dengan Stefanus.)
    3. Baca Kisah 8:5-8. Kita bertemu Filipus lagi di sini. Apakah ia dipenuhi oleh Roh Kudus?
    4. Baca Kisah 8:9-11. Filipus membuat mujizat. Simon juga. Andai saudara sementara mengamati Simon, bagaimana caranya saudara tahu kalau Roh Kuduslah yang menjadi sumber kuasanya?)
      1. Baca 1 Petrus 4:10. Apakah yang diajarkan di sini mengenai pemanfaatan karunia rohani? (Karunia rohani dimaksudkan untuk melayani orang lain. Karena Simon memuliakan dirinya sendiri, jelaslah bahwa bukan kuasa Roh Kudus yang ia sedang gunakan.)
    5. Baca Kisah 8:12-13. Apa yang terjadi pada si ahli sihir? (Ia menjadi orang percaya! Ia dibaptis.)
    6. Baca Kisah 8:14.17. Apa yang kurang dalam pelayanan Filipus? (Roh Kudus belum turun ke atas orang-orang di sana.)
      1. Bagaimana saudara menjelaskan hal ini? Filipus dipenuhi oleh Roh Kudus. Tadi kita telah melihat bahwa "tangan-tangan" ditumpangkan ke atasnya dan Ia membuat mujizat-mujizat besar. Bagaimana bisa orang-orang yang ia baptis tidak menerima karunia Roh Kudus?
        1. Baca Matius 28:19-20. Tentunya Filipus telah membaptis sesuai dengan apa yang Yesus instruksikan. Bukankah intrusksi Yesus itu memastikan bahwa baptisan harus dilakukan dalam nama Roh Kudus?
      2. Coba tengok lagi Kisah 8:17. Apakah hanya Petrus dan Yohanes yang bisa menumpangkan tangan ke atas orang-orang di sana supaya mereka memperoleh Roh Kudus?
        1. Apakah Filipus dikecualikan? Jika ya, mengapa ada orang yang dipenuhi Roh Kudus namun dikecualikan?
        2. Jika Filipus tidak dikecualikan, mengapa ia tidak menumpangkan tangan ke atas orang-orang yang ia baptiskan?
    7. Baca Kisah 8:18-19. Simon melihat orang percaya lainnya telah menerima karunia Roh Kudus. Simon memiliki tujuan besar, bukan? Ia ingin berbagi Roh Kudus dengan orang lain.
    8. Baca Kisah 8:20-23. Salah satu cara mengukur kecintaan kita kepada Allah adalah dalam cara kita menggunakan uang. Simon ingin menyerahkan uangnya demi memperoleh Roh Kudus. Apa yang salah dengan keinginan tersebut? (Dapatkan saudara membeli Allah? Roh Kudus itu pemberian, seperti halnya keselamatan. Kita tidak bisa menuntut agar memperoleh Roh Kudus, atau “barter" dengan hal lain.)
      1. Mengapa Petrus mengatakan bahwa Simon dikecualikan dari karunia ini? (Hatinya pahit seperti empedu dan ia terjerat dosa.)
        1. Dapatkan kita dikecualikan dari pemberian Roh Kudus untuk alasan yang sama?
        2. Apakah Simon tidak punya karunia rohani sama sekali?
    9. Coba kita lihat lagi bagaimana caranya Roh Kudus turun ke atas kita. Baca ulang Kisah 8:15-17. Bagaimana kita menerima apa yang Simon sangat dambakan? (Lagi-lagi kita dapati bahwa kuncinya adalah doa. Namun, Petrus dan Yohanes bagaimanapun juga punya peran penting di sini.)
    10. Jika saudara baca pasal ini lebih lanjut, saudara akan mendapati cerita menakjubkan mengenai bagaimana Roh Kudus menuntun Filipus untuk bertemu dengan Bendahara Negara Etiopia. Bagaimana bisa Filipus bisa dituntun secara langsung oleh Roh Kudus sedemikian rupa, namun orang-orang yang ia baptiskan tidka menerima Roh Kudus? (Saat kita pertama kali berkenalan dengan Filipus, kepada kita diinformasikan (dengan menyimpulkan) bahwa karunia Roh Kudus yang ada padanya lebih sedikit dibanding Stefanus. Kini, tampaknya karunia yang ada padanya lebih sedikit (atau berbeda) dengan yang ada pada Petrus dan Yohanes.)
  4. Kuasa Penuh Roh Kudus di Masa Sekarang?
    1. Baca Joel 2:28-29. Siapa yang layak untuk menerima kuasa Roh Kudus? (Kita semua.)
    2. Baca Kisah 2:14-17. Bagaimana Petrus menjelaskan suara gemuruh dan api Roh Kudus? (Katanya ini adalah kegenapan dari Yoel 2.)
      1. Sebagian orang mengatakan bahwa sekarang ini tidak ada kemungkinan bagi kita untuk memiliki "kuasa penuh" Roh Kudus. Benarkah demikian? (Jika Kisah 2 merupakan “hari-hari terakhir", kita sedang hidup di hari-hari terakhir!)
    3. Sobat, bagaimana dengan engkau? Sudahkah Roh Kudus turun ke atasmu? Sudahkah Ia datang dalam kuasa? Jika belum, bagaimana kalau engkau berdoa agar hal tersebut terwujud?
  5. Pekan depan: Penginjilan dan Bersaksi sebagai Gaya hidup.