Penginjilan dan Bersaksi sebagai Gaya Hidup

Indonesian
(Yohanes 17, Markus 5)
Year: 
2012
Quarter: 
2
Lesson Number: 
4

Pendahuluan: Barangsiapa yang sejujurnya menyimak dunia dan standar Allah mengetahui ada perbedaan besar diantara keduanya. Sebagai seorang saksi, dan seorang penginjil, Anda berada diantara keduanya. Anda adalah penghubung antara dunia dan Kekristenan. Antara dunia dan hidup kekal. Paling tidak ada satu masalah besar dengan posisi Anda. Yesus mengatakan dalam Yohanes 17:14 kalau dunia membenci kita. Bagaimana Anda menjadi penghubung yang baik kalau Anda berurusan dengan benci? Bagaimana kita berhubungan dengan benci? Mari segera masuki pelajaran Alkitab kita dan temukan apa yang dapat kita pelajari!

  1. Rencana Pertempuran Yesus
    1. Baca Yohanes 17:1-4. Yesus memberikan doa yang luarbiasa yang menerangkan apa yang telah Ia lakukan di dunia dan rencanaNya untuk masa depan. Apakah tujuan utama Yesus? (Memuliakan Allah.)
      1. Dalam ayat-ayat ini bagaimanakah Yesus memulikan Allah? (Dengan menyelesaikan pekerjaan yang Allah minta Ia lakukan.)
      2. Pekerjaan apakah itu? (Sebagai jembatan. Untuk membawa mereka yang di dunia keseberang kepada hidup kekal.)
      3. Bagaimanakah seseorang menyeberangi jembatan ini? (Hidup kekal didapatkan dengan mengenal Yesus.)
      4. Kalau kita magang untuk Yesus, apakah petunjuk dalam melakukan tugas kita? (Kita perlu memuliakan Allah dengan menolong orang untuk mengenal Allah. Menolong orang untuk menyebrangi jembatan.)
    2. Baca Yohanes 17:13-14. Bagaimanakah Yesus menolong kita untuk mengenal Allah? (Dengan memberikan kita firman Allah.)
      1. Menurut Anda apakah artinya Yesus memberikan kita firman Allah? (Ingat Yohanes 1:1. Yesus adalah pernyataan Allah. Kehidupan dan ajaran Yesus menolong kita untuk mengenal Allah.)
      2. Apakah reaksi dunia terhadap firman Allah? (Dunia membencinya.)
      3. Bagaimanakah perasaan Anda kalau dibenci? (Yesus katakan Ia mau memberikan kita sukacita!)
      4. Bagaimana bekerjanya? Mereka membenci, Anda tertawa? (Kalau Anda mengerti alasan kebencian adalah karena Anda memiliki kebenaran, Anda akan merasa nyaman dalam hidup.)
    3. Dalam Yohanes 17:14 Yesus berbicara tentang ajaranNya, firmanNya. Minggu lalu apa yang kita pelajari tentang kelangsungan pendidikan kita? (Baca Yohanes 16:7-13. Dalam tugas kita sebagai penghubung antara kekafiran dan hidup kekal, dalam tugas kita magang pada Yesus, Ia tidak meninggalkan buku petunjuk. Ia memberikan kita Roh Kudus. Sama seperti kita bertanya pada Yesus, kita harus bertanya pada Roh Kudus. Ingat Roh Kuduslah yang mengilhami Alkitab!)
    4. Baca Yohanes 17:15-18. Apa lagi yang harus kita hadapi, selain kebencian? (Si jahat.)
      1. Apakah yang direncanakan oleh “si jahat” bagi kita? (Apapun itu, Yesus bermaksud untuk melindungi kita dari si jahat.)
      2. Apakah salah satu perlindungan utama kita? (Yesus berdoa agar kita disucikan (diasingkan) oleh firman Allah. Sekali lagi, ini mengarahkan kita kepada Roh Kudus sebagai perlindungan penting bagi kita.)
    5. Mari baca tiga ayat penting: Efesus 6:12, Matius 9:36 dan Lukas 14:26.
      1. Kata yang diterjemahkan sebagai “benci” dalam Lukas 14:26 adalah kata yang sama yang digunakan Yesus untuk menjelaskan sikap dunia terhadap kita. Bagaimanakah itu membentuk sikap kita terhadap dunia? (“Benci” mungkin hanya pilihan bagi hal lain.)
      2. Apakah yang menandai sebagian besar orang yang Anda jumpai? (Mereka adalah domba yang tidak berdaya. Mereka mungkin tidak memilih kita, tetapi kita perlu memiliki belas kasihan terhadap mereka.)
      3. Bagaimanakah kehadiran si jahat dan pembantu-pembantunya menolong kita untuk memiliki perspektif yang benar dalam bersaksi dan kebencian orang kafir? (Sementara ada orang yang benar-benar jahat diluar sana, umumnya pergumulan kita bukanlah melawan manusia, tetapi terhadap kejahatan. Ini berarti kebencian bukanlah antara Anda pribadi dan orang kafir. Tetapi, itu adalah urusan pribadi antara Allah dan Setan. Anda adalah bagian dari gambar yang lebih besar. Anda paling sering menghadapi orang bingung yang memiliki prioritas lain.)
    6. Baca Yohanes 13:34-35. Karena kita berada diantara dunia kafir dan hidup kekal, sikap seperti apa yang harus kita miliki?
      1. Paling tidak dalam ayat ini, perintah mengasihi ditujukan kepada sesama orang percaya. Bagaimanakah seharusnya kita bersikap terhadap sesama orang percaya yang bergabung dengan kita menjadi penunjuk jalan di jembatan menuju hidup kekal? (Kita akan menghadapi kebencian dari dunia dalam tugas kita menjembatani, tetapi kita harus menerima kasih (dan memberikan kasih) dari rekan sekerja kita.)
    7. Mari simak kembali. Sebagai saksi dan penginjil, kita adalah penunjuk jalan ke jembatan antara dunia dan hidup kekal. Tugas kita adalah untuk memuliakan Allah. Kita lakukan ini dengan menolong orang mengenal Allah. Sementara kita bekerja ditengah-tengah pertempuran, dimana kuasa kejahatan membenci kita, tugas kita adalah terhadap orang-orang bingung.
  2. Cerita Mission
    1. Baca Markus 5:1-5. Apakah akibat dari orang ini terhadap nilai rumah disekitarnya? (Buruk. Maukah Anda tinggal di daerah dimana ada orang gila berkeliaran? Bayangkan kalau orang itu berteriak-teriak dimalam hari. Lukas 8:27 menambahkan kalau orang ini tidak berpakaian.)
    2. Baca Markus 5:6-7. Bagaimanakah reaksi murid-murid terhadap orang gila yang telanjang, yang dapat memutuskan rantai, dan berlari mendekati mereka? (Saya pikir mereka akan lari menjauh. Leher mereka mungkin tidak sekuat rantai. Ditambah lagi, seberapa kuatkah mereka? Di fasal sebelumnya (Markus 4) mereka hamper saja tenggelam. Tugas pelayanan dipenuhi dengan hidup petualangan!)
      1. Pernahkah Anda melihat stiker mobil “Benci bukanlah nilai keluarga?” Apakah maksudnya? (Ini adalah hasil dari pendekatan hak kaum homoseksual. Disarankan kalau Anda percaya homoseksual adalah salah, Anda adalah pembenci.)
      2. Tuduhan palsu apakah yang dilontarkan orang gila itu terhadap Yesus? (Kalau Yesus adalah seorang penyiksa. Yesus kejam.)
    3. Baca Markus 5:8. Mengapa orang gila itu mengatakan hal ini? (Itu adalah setan didalam dirinya. Yesus perintahkan roh jahat untuk keluar. Yesus membedakan antara pendosa dan dosa. Tetapi roh jahat memandangnya sebagai hal sama dan menyebut Yesus sebagai seorang yang penuh kebencian sehingga Ia dapat menyiksa orang. Jangan kaget kalau Anda mendapat sebutan dari roh-roh jahat.)
    4. Baca Markus 5:9-13. Apakah yang diinginkan oleh roh-roh jahat untuk terjadi dalam hidup Anda? (Mereka ingin menenggelamkan Anda.)
      1. Mungkinkah? (Tanpa diijinkan tidak.)
    5. Baca Markus 5:14-17. Apakah yang orang-orang ditempat itu, mereka yang nilai tanah/rumahnya baru saja meningkat, minta Yesus lakukan? (Pergi!)
      1. Mengapa? (Nilai babi-babi mereka merosot.)
        1. Apa dikatakan tentang orang-orang itu dan pelayanan Anda? (Kalau mereka lebih menghargai nilai harta daripada keselamatan orang lain.)
      2. Perhatikan kalau ayat-ayat ini juga mengatakan mereka khawatir. Mengapa? Yesus baru saja melenyapkan satu ancaman! (Renungkan satu peristiwa luarbiasa yang baru saja terjadi. Ini adalah satu pertempuran besar antara Allah dan kuasa kejahatan. Mereka tentu saja takut.)
  3. Penginjilan Mendorong - Surat
    1. Baca 2 Korintus 3:2 dan Markus 5:18-19. Apakah orang yang tadinya gila? (Ia adalah “surat” dari Allah.)
  4. Bukankah orang gila itu kurang terlatih dalam bidang keagamaan? Apakah ia harus mengikuti perjalanan Yesus beberapa saat lamanya sebelum dikirim melakukan pelayanan? (Ia adalah seorang saksi. Ia menceritakan pengalamannya sendiri. Untuk hal ini ia tidak memerlukan latihan penginjilan, karena ia mengetahui kisah dirinya lebih baik dari siapapun. Anda mengetahui pengalaman Anda lebih baik dari siapapun.)
    1. Baca Markus 5:20. Apakah orang itu saksi yang efektif? (Orang-orang terheran-heran.)
    2. Baca 2 Korintus 3:3. Berapa seringkah surat kita “diposkan?” (Terus menerus. Tugas kita adalah untuk terus menerus berdiri sebagai penunjuk jalan di jembatan antara dunia kafir dan hidup kekal. Segala sesuatu yang kita lakukan haruslah menjadi “dorongan” menuju hidup kekal.)
      1. Siapakah yang memberikan Anda pengajaran setiap hari bagaimana untuk mendorong? Siapakah yang penting dalam menuliskan surat kehidupan Anda? (“Roh Allah yang Hidup.” Kita tidak dapat melayani sepenuhnya tanpa Roh Kudus menulis surat kehidupan kita!)
    3. Sahabat, maukah Anda berjanji untuk menjadi penunjuk jalan kepada jembatan, menjadi sebuah surat, yang menghubungkan dan mengabarkan kepada dunia yang kafir tentang hidup kekal? Untuk kemuliaan Allah!
  5. Minggu depan: Akibat Penginjilan dan Bersaksi