Penginjilan dan Kesaksian Perorangan

(1 Petrus 2 & 3, Yohanes 1)
Indonesian
Year: 
2012
Quarter: 
2
Lesson Number: 
6

Pendahuluan: Diantara orang-orang yang ingin Anda menangkan bagi Kristus, siapakah yang paling penting bagi Anda? Saya pastikan jawaban Anda adalah sanak saudara! Saya perhatikan kadang-kadang orang lebih baik kepada orang lain daripada kepada anggota keluarga mereka. Apakah ini masuk akal? Dalam pelajaran ini kita akan melihat bagaimana kita dapat menjadi saksi bagi keluarga kita, dan renungkan apakah prinsip ini dapat digunakan kepada orang disekitar kita. Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan temukan apa yang dapat kita pelajari!

  1. Penyesuaian Sikap
    1. Baca 1 Petrus 2:18-21. Apakah Anda dan saya dipanggil untuk menerima pukulan? (Itu yang dikatakan oleh ayat ini! Tepatnya, dikatakan kita dipanggil untuk “menanggung” ketika kita menerima pukulan karena berbuat baik.)
    2. Baca 1 Petrus 2:23-24. Mengapa kita dipanggil untuk menerima pukulan? (Karena Yesus, teladan kita, menerima pukulan untuk dosa-dosa kita! Luka-lukanya menyembuhkan kita.)
    3. Baca 1 Petrus 3:1-2. Apa yang dimaksudkan Petrus ketika ia katakan, “dengan cara yang sama?” (Petrus maksudkan apa yang ia baru saja katakan; hamba harus menerima pukulan karena Yesus menerima pukulan bagi kita.)
      1. Ini sangat mengganggu bagi saya (dan banyak orang lain). Kalau saya dengar seorang pria memukul istri atau anak-anaknya, saya ingin meninjunya. Pria yang memukul atau melecehkan istri mereka adalah cacing keji. Kalau Anda menyerang orang yang tidak dapat membalas, seperti istri Anda, anak-anak Anda, pegawai Anda, bawahan Anda atau pelayan di restoran, Anda adalah seorang penindas. Bagaimana mungkin Petrus menyarankan istri untuk menerima pukulan?
    4. Perhatikan lebih teliti akan Yesus, teladan kita, untuk mengerti sikap ini dengan lebih baik. Baca kembali 1 Petrus 2:24. Mengapa Yesus dipukul? (Ia menanggung dosa-dosa kita. Ia adalah Domba Allah.)
      1. Apakah Yesus selalu dipukuli selama hidupNya? (Tidak. Ia hanya dipukuli pada akhirnya.)
      2. Ketika Petrus menulis, “Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu,” apakah ini berarti menanggung pukulan teratur? (Tidak. Bukan itu yang Yesus tanggung. Lebih penting lagi, Yesus memiliki tujuan yang sangat penting, menyelamatkan kita. Kalau seorang istri menerima pukulan untuk menyelamatkan suaminya, maka saya melihat persamaannya. Tetapi, kalau seorang istri menerima pukulan hanya karena untuk dipukul, maka ini tidaklah “sama!”)
    5. Kalau Petrus tidak berbicara tentang pukulan, apa yang ia bicarakan? (Inti dari misi Yesus adalah untuk memberikan Dirinya bagi kita. Saya pikir itulah sikap yang disarankan Petrus. Penyangkalan diri.)
    6. Baca 1 Petrus 3:3-6. Dengan latar belakang ini, apakah yang Petrus katakan tentang kecantikan, perhiasan, potongan rambut dan pakaian? (Saya pikir ia tidak berbicara tentang apa yang dikenakan seorang wanita. Ia mengatakan kecantikan yang sesungguhnya adalah bersikap terhadap suami sama seperti sikap Yesus terhadap kita.)
      1. Perhatikan kalau istri Abraham, Sarah, disebutkan namanya. Apakah yang ayat ini katakan tentang Sarah dan perhiasan? (Baca Kejadian 24:51-53. Kalau Abraham memberikan perhiasan kepada calon menantunya, tidak mungkin istrinya tidak mengenakan perhiasan. Gantinya, ini melengkapi apa yang dikatakan Petrus tentang pentingnya kecantikan dari sikap, bukan perhiasan.)
      2. Apa kemungkinan perhiasan kita katakan tentang sikap kita terhadap orang lain? (Bukan apa yang kita sebutkan “perhiasan” di Amerika sekarang ini. Metal dan plastik murahan yang dapat dibeli oleh siapa saja. Tetapi, kalau Anda mengenakan perhiasan untuk menunjukkan kalau Anda lebih baik dari orang lain, ini bertentangan dengan sikap Yesus akan penyangkalan diri.)
  2. Penginjilan Perorangan di dalam Keluarga
    1. Sejauh ini kita lihat seorang istri bersaksi kepada suaminya dengan memiliki sikap mengorbankan diri. Baca 1 Petrus 3:7. Sikap seperti apakah yang diperlukan dari seorang suami yang mau bersaksi kepada istrinya?
      1. Perhatikan Petrus memulai, “dengan cara yang sama”. Cara yang sama yang bagaimana? (Sama seperti Yesus memberikan hidupNya bagi kita. Sama seperti seorang istri yang tidak mementingkan diri terhadap suaminya. Suami memiliki kewajiban yang “sama”.)
    2. Baca Kolose 3:19. Apa yang dituntut dari suami? (Petrus katakan suami untuk bersikap baik dan menghormati. Paulus katakan suami untuk mengasihi istri. Untuk tidak berlaku “kasar”, dengan jelas larangan untuk memukul istri.)
    3. Baca Kolose 3:21 dan Efesus 6:4. Sikap seperti apakah yang orangtua harus tunjukkan kepada anak-anak mereka? (Orang tua jangan melakukan tindakan yang mengecewakan atau menyakiti anak. Saya pikir sikap Yesus yang mengorbankan diri bagi kita adalah alat penginjilan terbaik yang sama bagi anggota keluarga kita, termasuk anak-anak kita.)
  3. Penginjilan Perorangan di Komunitas
    1. Baca 1 Petrus 2:11-12. Apa yang penting dalam menginjill kepada dunia? (Hidup dengan benar.)
      1. Apakah ini berarti orang kafir tidak akan menuduh kita berbuat salah? (Tidak. Mereka akan membuat tuduhan palsu, tetapi kita membuktikan mereka salah dengan perbuatan kita.)
    2. Baca 1 Petrus 2:13-17. Sikap seperti apakah yang perlu kita miliki terhadap dunia? (Kita tunduk kepada penguasa. Hidup kita memuliakan Allah.)
    3. Dengan merenungkan apa yang sudah kita bahas, apakah ada persamaan dalam menginjil kepada keluarga kita dan menginjil kepada dunia? (Ya! Persamaannya adalah penyangkalan diri. Hidup Anda harus menjadi berkat bagi orang lain.)
      1. Bagaimanakah kalau dibandingkan dengan sikap dunia? (Dunia mencari kemuliaan diri. Orang Kristen menarik perhatian orang disekeliling mereka karena berlawanan dengan dunia. “Berlawanan” yang menjadi berkat bagi orang lain. Yang mendorong mereka untuk mencari sebab dari sikap Anda.)
  4. Sebuah Contoh
    1. Baca Yohanes 1:32-34. Yohanes Pembaptis berbicara tentang Yesus. Kesaksian apakah yang Yohanes berikan tentang Yesus? (Kalau Yesus adalah Anak Allah.)
      1. Apakah ada penyangkalan diri dalam pernyataan Yohanes?
    2. Baca Yohanes 1:35-37. Apa yang mendorong kedua murid ini untuk mengetahui lebih jauh tentang Yesus? (Apa yang Yohanes katakan.)
    3. Baca Yohanes 1:38-42. Apakah prioritas utama Andreas? (Untuk mengabarkan kepada seorang anggota keluarganya tentang Yesus.)
      1. Bagaimanakah tindakan Andreas cocok dengan pembahasan penyangkalan diri? (Gantinya tinggal dengan Yesus lebih lama, Andreas mencari saudaranya untuk membagikan kabar baik.)
    4. Baca Yohanes 1:43-46. Seandainya Natanael katakan hal ini terhadap penemuan penting Anda. Seperti apakah jawaban yang mementingkan diri? (Berdebat dengan Natanael untuk menunjukkan kalau Anda benar. Gantinya, Filipus hanya katakan, “Mari dan lihatlah”.)
    5. Baca Yohanes 1:47-48. Kita dapat simpulkan kalau Yesus juga mengetahui apa yang Natanael katakan. Bagaimana kalau seseorang mengatakan kepada Anda “Tidak ada yang baik datang dari keluarga Anda, kota Anda, dst?” Jawaban mementingkan diri seperti apa yang akan Anda berikan?
      1. Gantinya mengatakan sesuatu yang baik mengenai diriNya atau seseuatu yang tidak baik dengan Natanael, apa yang Yesus katakan? (Ia memuji Natanael. Gantinya memikirkan penghinaan terhadap dirinya, Yesus mengangkat Natanael. Ini penyangkalan diri.)
    6. Baca Yohanes 1:49. Bagaimanakah hasil dari penyangkalan diri terhadap tugas penginjilan? (Natanael segera bertobat.)
    7. Baca Yohanes 1:50-51. Tunggu dulu! Apakah Yesus mengatakan kepada kita kalau “keajaiban” menobatkan Natanael gantinya penyangkalan diri? (Pendekatan Yesus terhadap Natanael adalah dengan memusatkan dia. Kemudian “keajaiban” (kuasa Allah) datang dan menolong dalam pertobatan.)
    8. Sahabat, apakah Anda berpusat pada orang lain, atau berpusat pada diri Anda? Ketika saya menikahkan orang, saya masukkan satu baris dari upacara pernikahan saya: “Setiap hari saya katakan, ‘Apa yang dapat saya perbuat hari ini bagi pasangan saya?’” Maukah Anda minta Roh Kudus untuk memberikan Anda sikap mengorbankan diri, sikap yang akan memenangkan keluarga Anda, teman dan dunia kepada Yesus?
  5. inggu depan: Penginjilan dan Kesaksian Kelompok