Rekan Kerja

Indonesian
(Lukas 5, Matius 8 & 20, Markus 9)
Year: 
2016
Quarter: 
1
Lesson Number: 
8

Pendahuluan: Apakah saudara memisahkan antara pekerjaan dan kegiatan religi saudara? Bagi sebagian orang hal ini adalah bagian berbeda dari kehidupan. Ketika saya masih duduk di bangku perkuliahan, saya bekerja paruh waktu di pabrik truk trailer selama musim panas. Para rekan kerja saya mengejek saya karena merupakan “anak kuliahan” dan juga atas kepercayaan agama saya. Pada akhir musim panas tersebut, mendatangi saya untuk meminta maaf karena telah mengejek saya. Ia menceritakan bahwa ia adalah seorang “guru sekolah minggu” yang mana menunjukkan apa yang dikatakannya tidak konsisten dengan peranannya di gereja. Alkitab mengajarkan kita untuk mengintegrasikan pekerjaan kita dengan iman kita. Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita untuk melihat bagaimana kita dapat menjadi “rekan kerja” bahkan dalam lingkungan kerja kita!

  1. Profesionalisme Petrus
    1. Baca Lukas 5:1-3. Dengan mengandalkan pengalaman saudara menaiki sebuah perahu, apakah gagasan Yesus bahwa Ia sebaiknya mengajar dari atas perahu akan menimbulkan masalah? (Perahu tidaklah statis kecuali jika saudara memiliki beberapa buah jangkar. Saya menduga bahwa Petrus juga berada pada perahu itu dengan menggunakan dayung untuk menjaga perahu tetap ditempat yang sama.)
    2. Baca Lukas 5:4-5. Asumsinya adalah bahwa malam itu adalah waktunya untuk menjala ikan. Hal ini adalah sesuatu yang bagi Petrus, seorang nelayan terlatih, seharusnya sangat paham. Sebagai tambahan, bahwa mereka telah selesai berbenah bersih untuk hari itu. Menurut saudara bagaimanakah pikiran Petrus ketika Yesus menyarankan agar mereka menurunkan kembali jaringan jala itu? (Yesus telah menggunakan gagasan “mengajar di atas perahu yang terus bergerak” yang menunjukkan jelas latar belakangnya sebagai seorang tukang kayu (Markus 6:3), dan tidak berpengalaman sebagai nelayan. Sekarang, Yesuspun menyarankan sesuatu yang diluar kebiasaan para nelayan.)
      1. Mengapa Petrus mengikuti sesuatu yang diluar kebiasaannya? (karena menghormati Yesus – dan bukan karena pengetahuan Yesus dalam hal menjala ikan.)
    3. Baca Lukas 5:6-7. Apa yang telah terjadi? (Sebuah keajaiban. Jala ikan itu telah dirancang untuk menjaring ikan dalam batas normal. Ini diluar batas normal tersebut!)
    4. Baca Lukas 5:8-9.Menurut saudara apa yang dipikirkan Petrus sehingga ia mengatakan hal tersebut? (Pertama, Petrus melihat ini sebagai sebuah keajaiban. Sesuatu yang menyangkut kuasa supernatural. Kedua, menurut saya selama ini Petrus berpikir bagaimana Yesus adalah seorang yang kurang kompeten dalam masalah perahu dan menjala ikan. Hal itu membuat Petrus lebih merasa bersalah.)
    5. Baca Lukas 5:10. Baca kembali Lukas 5:8. Pelajaran tambahan apakah yang kita peroleh dari pernyataan Yesus, “Jangan takut,” dengan apa yang ada dalam pikiran Petrus? (Melebihi rasa bersalahnya, Petrus merasa takut.)
      1. “Takut” kelihatan seperti perasaan yang aneh akan seorang yang baru saja duduk di perahu mengajar tentang Allah. Bagaimana saudara menjelaskan hal ini? (Satu hal yang paling masuk akal menurut saya adalah bahwa Petrus menyimpulkan bahwa Allah adalah Ilahi. Yesus adalah Juruselamat.)
    6. Pelajaran apakah yang kita dapati perihal iman dan pekerjaan kita?
    7. Baca Lukas 5:11. Baca Matius 4:18-20. Ini adalah panggilan mula-mula dari Yesus. Bagaimana kita perlu mengartikan pernyataan “mereka meninggalkan segalanya dan mengikuti Dia?” Apakah mereka meninggalkan begitu saja bisnis mereka? (Baca Yohanes 21:1-4. Hal ini menyarankan bahwa bahkan setelah penyaliban Yesus dan kebangkitanNya Petrus tetap mendapatkan penghasilannya daru pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Markus 1:19-20, Lukas 5:8-10 dan Matius 4:21 menyarankan bahwa ini adalah bisnis keluarga dan sahabat-sahabatnya. Para murid mungkin saja meninggalkan bisnis mereka tanpa menelantarkan harta mereka. Namun tentu saja, setelah panggilan terakhir dari Yesus murid-murid itu bekerja sepenuhnya untuk memajukan penginjilan.)
    8. Baca Kisah 18:2-4, Kisah 20:33-34 dan Kisah 22:2-3. Bagaimana Paulus membiayai dirinya? (Sebagai pembuat tenda.)
      1. Apakah latar belakang pendidikan Paulus? Apakah seperti Petrus? (Sama sekali tidak seperti pendidikan Petrus. Paulus adalah seorang teologi terlatih, namun ia membuat tenda untuk membiayai hidupnya.)
  2. Pelajaran apakah yang diajarkan perihal pembahasan mengenai Petrus dan Paulus dengan responsnya terhadap panggilan Yesus untuk mengikut Dia? (Dengan menerima panggilan Yesus sama sekali tidak berarti kita harus meninggalkan profesi yang kita jalankan. Kenyataan bahwa Yesus membuat mujizat atas hasil tangkapan ikan Petrus, menunjukkan bahwa Yesus membuatnya makmur dalam profesi yang dijalankannya.)
  3. Badai di Laut.
    1. Baca Matius 8:23-25. Siapa seharusnya yang merupakan ahli menangani masalah perahu? (Murid-murid yang berprofesi nelayan, dan bukan seorang Tukang Kayu.)
      1. Pelajaran apakah yang kita peroleh untuk menjadi murid dan juga menjalankan profesi kita? (Bahwa kita selalu perlu mengandalkan Allah. Karir kita dan pemuridan kita bukanlah dua hal yang terpisahkan.)
    2. Baca Matius 8:26. Bagaimanakah saudara akan menjawab Yesus? (Saya takut karena kemungkinan akan tenggelam!)
      1. Mengapa Yesus mengkritik iman mereka? Isu utama dalam hidup kita adalah apakah kita mempercayai Allah. Yesus mengatakan pada mereka bahwa selama Ia beserta mereka, mereka tidak perlu takut akan kematian.)
    3. Baca Matius 8:27. Apakah Petrus perlu takjub? (Saudara mungkin beranggapan bahwa keajaiban atas tangkapan ikan bukanlah sebuah mujizat yang besar. Namun hal ini, sangat jelas adalah sebuah mujizat.)
      1. Pelajaran apakah yang kita dapati dari cerita ini mengenai menjadi rekan Allah? (Kita mungkin akan mendapatkan sebuah mujizat. Yesus mengendalikan ikan, angin dan ombak. Apalagi yang dapat diharapkan para nelayan? Jika Yesus mengendalikan seluruh aspek profesi saudara, apa lagi yang saudara butuhkan? Kita perlu mengesampingkan ketakutan kita.)
  4. Sebuah Promosi
    1. Baca Matius 19:27. Petrus mengatakan bahwa mereka telah meninggalkan segalanya untuk mengikut Yesus, meskipun pada titik ini kita tidak terlalu yakin apa yang dimaksudkan. Apa yang diinginkan Petrus?
    2. Baca Matius 19:28. Apa yang akan diterima murid-murid Yesus?
    3. Baca Matius 20:20-21 dan Markus 10:35-37. Ini mengikuti pembahasan Yesus mengenai kerajaan surga dan menghakimi suku-suku itu. Apakah yang dimaksudkan dengan “yang terbesar” disini? (Yang terbesar ialah kerajaan Yesus.)
    4. Baca Markus 9:33-35. Pelajaran apakah yang kita peroleh perihal bersoal mengenai promosi dalam pekerjaan kita? (Kepemimpinan Pelayanan. Jika saudara mau dipromosikan, saudara perlu memiliki kerelaan untuk melayani semuanya. Saudara perlu rela melakukan pekerjaan yang sulit.)
    5. Baca Markus 9:36-37. Keadaan ini terlihat seperti pertukaran yang aneh. Mengapa seorang dewasa tidak menyambut baik seorang anak? (Karena para orang dewasa merasa memiliki hal lebih penting yang harus mereka kerjakan. Jika saudara mencari kekuasaan dan promosi, seorang anak tidaklah memiliki kuasa untuk dibagikan.)
      1. Penekanan apakah menurut saudara yang Yesus sampaikan perihal promosi? (Jika saudara mau dirpomosikan, saudara perlu memiliki kerelaan untuk menjadi “hamba yang bekerja” dan juga “menyambut” yang bahkan tidak berguna bagi saudara.)
      2. Saya ingin menyampaikan sebuah pertanyaan yang menyangkut hal ini. Apakah saudara mengetahui nama orang yang membersihkan kantor saudara? Bagaimanakah perlakuan saudara terhadap mereka yang saudara bawahi? Bagaimana saudara memperlakukan rekan kerja yang tidak dapat mempromosikan saudara?
    6. Baca Matius 20:17-19. Jika saudara sedang mendengarkan hal ini, bagaimana seriusnya kah hal ini?
    7. Baca kembali Matius 20:20-22. Menurut saudara apakah kedua murid ini (Yakobus dan Yohanes) sedang memperhatikan perkataan Yesus?
      1. Jika tidak, mengapa? (Menurut saya mereka sedang tidak menaruh perhatian, hal ini disebabkan oleh karena mereka sedang berfokus pada diri mereka sendiri.)
        1. Jika mereka tidak menaruh perhatian terhadap inti dari penyaliban, apakah mereka akan mengerti perjanjian untuk meminum “dari cawan yang akan Aku minum?
      2. Pelajaran apakah yang dapat kita simak perihal promosi? (Mereka berfokus pada diri mereka, dan bukan pada kesejahteraan oleh Yesus. Ini adalah bagian dari gambaran lebih besar yang sedang dilukiskan Yesus perihal kepemimpinan. Jika saudara hendak memimpin, saudara perlu untuk tidak mementingkan diri dalam pekerjaan apapun yang rela saudara kerjakan. Jika saudara mau memimpin, saudara perlu tidak mementingkan diri sendiri dan menyambut mereka yang tidak mungkin dapat menjadi pertolongan bagi saudara. Jika saudara mau memimpin, saudara perlu menaruh perhatian terhadap kebutuhan orang lain, dan bukan berfokus terhadap kepentingan diri saudara).
    8. Saudaraku, apakah saudara mau mengintegrasikan iman dan pekerjaan saudara? Bagi saya ini bukan hanya untuk memberitakan pada orang Yesus ketika mereka tidak mau mendengarkan. Ini lebih bagi saudara untuk menggunakan prinsip Alkitab dalam melakukan pekerjaan saudara. Prinsip ini adalah untuk mengandalkan Allah, menaruh percaya pada Allah untuk memeberikan solusi terhadap masalah kita, rela untuk melakukan pekerjaan yang orang lain tidak mau melakukannya, menyambut rekan kerja yang mungkin tidak dapat mempromosikan saudara, dan menaruh perhatian terhadap mereka yang ada disekitar saudara lebih dari berfokus pada diri sendiri. Apakah saudara akan bertekad untuk mengikuti prinsip-prinsip dalam promosi ini?
  5. Minggu depan:Pertentangan Besar dan Gereja Mula-mula