“Bangunlah dan Berjalanlah!” Imam dan Kesembuhan

Indonesian
(Matius 8 & 9)
Year: 
2016
Quarter: 
2
Lesson Number: 
4

Pendahuluan: Minggu lalu kita telah mempelajari mengenai Khotbah Yesus di atas Bukit. Minggu ini kita akan mempelajari seri mengenai penyembuhan dan mujizat-mujizat yang dapat memberikan masukan tentang misi pekabaran Yesus dan mendapat kepastian akan argumentasi Matius yang menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita untuk mempelajari lebih banyak lagi mengenai kemuliaan Allah kita!

 

 

I.             Seorang yang sakit Kusta

 

A.           Baca Matius 7:28-8:1. Pada saat kita mempelajari Khotbah di atas Bukit, saudara mungkin akan menyimpulkan bagaimana Yesus mengutarakan tantangan sebenarnya dalam menjalani hidup. Apakah yang telah disimpulkan oleh khalayak ramai itu? (Mereka mengikut Yesus dalam jumlah yang besar. Mereka mungkin belum mengalami kekecewaan.)

 

1.           Apakah kesimpulan yang logis akan pengertian mereka mengenai ajaran Yesus? (Jika saudara mengingat kembali, saya pernah mengutarakan aspek kasih karunia dalam khotbah Yesus. Kelihatannya khalayak itu tidak mengerti bahwa Yesus memanggil mereka kepada sebuah standard yang mustahil, karena kalau mereka mengerti mereka tidak akan terus mengikutiNya dalam jumlah besar. Pengertian kontemporari mereka membentuk pandangan kita tentang pekabaranNya.

 

2.           Matius menyampaikan bagaimana Yesus berbeda dalam cara mengajar karena ia mengajarkan “sebagai seorang yang memiliki otoritas.” Apakah ada keraguan atas otoritasNya) (Benar. Yesus adalah seseorang yang baru bagi mereka.)

 

a.            Apakah yang diajarkan hal ini mengenai cara mengajarkan Alkitab? (Sangat jelas, bahwa kita bukanlah Yesus. Namun, intinya adalah bahwa Alkitab bukanlah sesuatu yang secara mudah digunakan dalam perdebatan yang seenaknya, karena ia mengandung panduan hidup yang perlu kita selidiki untuk dimengerti.)

 

B.           Baca Matius 8:2-3. Apakah doa yang macam inikah yang perlu kita layangkan sewaktu kita sedang sakit? Atau, dapatkah kita mengasumsikan bahwa Yesus pasti bersedia?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.           Baca Matius 8:4. Mengapa Yesus menyuruh orang ini untuk tidak memuliakan Allah? Mengapa menyuruhnya untuk menyembunyikan terang yang dimilikinya? Bukankah hal ini bertolak belakang dengan Matius 5:14-16? (Disini diungkapkan bahwa orang berpenyakit kusta yang disembuhkan ini bukanlah orang terbaik untuk misi pekabaran Yesus. Maka pertanyaan, “Jika Engkau berkenan,” adalah pertanyaan yang tepat. Yesus ingin menyembuhkan kita, dan bahkan jika hal tersebut akan menciptakan sebuah masalah Ia tetap akan melakukanNya. Namun, kita melihat dalam ayat ini bahwa Yesus harus tetap mengingat gambaran lebih besar dari pergerakanNya untuk kerajaanNya. Hal ini juga mengajarkan pada kita untuk berhati-hati pada saat akan membagikan pekabaran injil.)

 

II.           Sang Perwira

 

A.           Baca Matius 8:5-9. Mengapa sang perwira perlu menyampaikan kepada Yesus bagaimana cara Yesus menyembuhkan hambanya? (Baca Kisah 10:28. Pada ayat tersebut Petrus sedang berbicara dengan Kornelius seorang perwira Romawi. Sang perwira mengerti akan masalah yang dapat terjadi jika Yesus datang ke rumahnya, maka ia mencoba untuk membatasi dampak kerugian yang mungkin terjadi atas permintaannya.)

 

B.           Baca Matius 8:13.Baca kembali Matius 8:3 dan baca juga Imamat 13:45-46. Kita dapat melihat dari cerita perwira bahwa Yesus dapat membuat kesembuhan dari jarak jauh. Mengapa ia harus menyentuh orang yang sakit kusta – sementara ia adalah seorang yang dijauhi oleh orang lain? (Baik orang yang sakit kusta maupun sang perwira Romawi adalah orang yang tidak populer dikalangan bangsa Yahudi. Yesus menunjukkan bahwa Ia rela untuk merangkul mereka yang tidak populer di mata masyarakat.)

 

C.           Mari kita kembali membaca Matius 8:10-12. Pengharapan apakah yang kita peroleh sebagai orang yang bukan bangsa Yahudi? (Bahwa dengan iman kita dapat menjadi bagian dari kerajaan yang kekal!)

 

III.         Ibu Mertua

 

A.           Baca Matius 8:14-15. Kita telah melihat bagaimana Yesus menyembuhkan orang kusta, sang perwira dan sekarang ia menyembuhkan seorang ibu mertua. Adakah seorang yang tidak akan disembuhkan Yesus? (saya hanya bercanda.)

 

1.           Perhatikan bagaimana Yesus menyembuhkannya, dengan cara menyentuh tangannya. Jika saudara akan menyembuhkan seorang yang panas badannya, apakah saudara akan menyentuh tangannya ataukah keningnya? (Menurut saya dengan disebutkan bahwa Yesus menyentuh lengan wanita tersebut menunjukkan kepada kita bagaimana Yesus dalam sepintas telah menyembuhkannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

2.           Apakah ini merupakan perkara sepele bagi Petrus? (Saya mengasumsikan tidak. Oleh karenanya, iman Petrus dalam Yesus diperkuat.)

 

B.           Baca Matius 8:16-17. Matius menunjukkan kepada kita (kembali) bagaimana Yesus memenuhi nubuatan Yesaya mengenai sang Mesias. Apakah yang berkesan bagi saudara dalam cara Yesus menyembuhkan orang sakit? (Yesus mengusir setan-setan dengan hanya satu kata. Tiada penyakit yang terlalu sulit untuk disembuhkanNya. Ia menyembuhkan semua orang. Matius menunjukkan kepada kita bagaimana dengan secara kuasa Yesus memenuhi nubuatan.)

 

IV.         Para Murid

 

A.           Baca Matius 8:18-27. Apakah kualifikasi pekerjaan untuk dapat menjadi pengikut Yesus? (Melalui ayat ini kita dapat melihat bahwa kita perlu untuk rela lebih mendahulukan Yesus melebihi penghiburan, keluarga, dan keselamatan kita.)

 

1.           Penekanan apakah yang menurut saudara sedang dilakukan Matius dengan membicarakan mengenai pemuridan ditengah-tengah mujizat-mujizat yang terjadi? (Perhatikan bagaimana kedua calon murid yang potensial ini mendatangi Yesus setelah Ia membuat mujizat yang begitu berkuasa. Kemungkinan Matius ingin menyampaikan kepada kita bahwa kuasa Yesus disaksikan dengan maksud menunjukkan bagaimana efek dari dosa, melebihi dari memberikan kita penghiburan.)

 

V.           Kawanan Babi

 

A.           Baca Matius 8:28-29. Apakah mau menjadi murid Yesus ketika kedua orang itu menemui Dia? (Khalayak itu takut akan mereka terlebih atas sikap membahayakan mereka.)

 

1.           Bagaimana sikap membahayakan setan-setan itu terhadap Yesus? (Mereka takut kepadaNya. Elemen ini mematuhi Yesus dan setan-setan tersebut takut kepadaNya!)

 

2.           Pikirkanlah perkataan setan-setan tersebut. Apa yang saudara pelajari dari sikap musuh tersebut? (Mereka tahu bahwa mereka akan kalah dalam pertentangan antara yang baik dan yang jahat. Mereka mengetahui waktu yang telah ditetapkan untuk saat selesainya konflik yang terjadi. Mereka percaya bahwa saat itu akan menjadi akhir yang sangat sakit bagi mereka.)

 

3.           Mengapa mereka berteriak?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.           Baca Matius 8:30-32. Tempatkanlah diri saudara di tempat setan-setan. Apakah yang sedang mereka pikirkan? Apakah gunanya untuk masuk ke dalam kawanan babi itu jika saudara hanya akan membunuh babi-babi tersebut? (Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa tujuan utama para setan adalah memusnahkan. Sebuah kemusnahan yang sia-sia belaka.) Tebaklah apa yang ada di pikiran setan untuk dilakukan kepada saudara?)

 

C.           Baca Matius 8:33-34. Khalayak itu menghendaki Yesus untuk meninggalkan kota. Apakah yang diterangkan disini mengenai nilai dari manusia? (Bahwa manusia lebih mementingkan babi mereka melebihi dari keselamatan kedua orang itu.)

 

VI.         Orang Lumpuh

 

A.           Baca Matius 9:1-2. Jika saudara adalah orang yang lumpuh tersebut, apakah respons yang seperti ini yang ingin saudara dengar dari Yesus? Pada babak sebelumnya kita telah melihat Yesus menyembuhkan semua orang yang datang kepadaNya. Mengapa tidak demikian dengan orang lumpuh ini?

 

1.           Pernahkah dalam kenangan saudara ada masa dalam hidup saudara dimana saudara berdoa agar Allah melakukan sesuatu untuk hidup saudara namun Allah melakukan hal yang lain?

 

2.           Baca Yohanes 9:1-2 dan Mazmur 103:2-3. Orang berpikir bahwa penyakit adalah akibat dosa. Maka, akar permasalahannya adalah dosa. Dalam buku Mazmur, pengampunan dosa dicantumkan sebelum penyembuhan. Yesus menunjukkan apa yang secara yakin merupakan masalah dasar menurut orang ini.

 

B.           Baca Matius 9:3. Apakah ini merupakan tuduhan yang berdasar? (Tentu! Tuntutan yang dibuat Yesus mengartikan bahwa Ia adalah Allah!)

 

C.           Baca Matius 9:4-5. Bagaimanakah saudara akan menjawab pertanyaan Yesus? (Adalah lebih mudah berkata dari pada bertindak.)

 

1.           Mengapa adalah adil untuk menyebutkan penghujatan ini  “jahat?” (Suspek saya adalah karena fakta bahwa para pemimpin agama ini membuat kesimpulan bahwa Yesus bukanlah Mesias.)

 

D.           Baca Matius 9:6-7. Apakah argumentasi ini meyakinkan? Katakanlah ada seorang yang anda yakin tidak disembuhkan namun Allah sembuhkan. Apakah ini merupakan bukti keilahian? (itu tidak membuktikan hal yang saya pikirkan.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.           Mengapakah Yesus menggunakan bukti yang seperti ini? Mengapa Matius menggunakan penyembuhan ini sebagai bagian dari bukti bahwa Yesus ialah Allah? (Adalah sukar bagi saya untuk mencari cara membuktikan secara absolut bahwa Yesus ialah Allah. Oleh sebab itu, Yesus telah melakukan yang terbaik dalam situasi yang dihadapiNya.)

 

2.           Perhatikan bagaimana Yesus mengklaim kuasa keilahian untuk mengampuni dosa. Apakah hal itu merupakan bagian dari bukti yang ditunjukkan Matius? (Benar. Ambil waktu sejenak untuk memikirkan hal ini. Jika Yesus bukanlah Allah, maka siapakah Dia? Ia bisa dianggap seorang yang gila. Seorang yang sangat menyesatkan. Apakah orang yang demikian mampu melakukan mujizat? Adalah kombinasi dari klaim Yesus, dan penyembuhan yang sebenarnya untuk dapat membuktikan keilahian dari Yesus.)

 

E.           Sahabatku, kita melihat bahwa Yesus menawarkan kepada segala jenis orang untuk ditolong dan disembuhkan. Setan-setan, pada sisi lain, berkelut dalam pemusnahan yang sia-sia. Pada sisi manakah pilihan yang akan saudara jatuhkan dalam kontroversi antara yang baik dan yang jahat? Mengapa tidak membuat keputusan yang tegas saat ini?

 

 

VII.       Minggu Depan: Perang yang Kelihatan dan yang Tidak Kelihatan.