Memulihkan Kekuasaan

Indonesian
(Kejadian 1-3, 6-7 & 9; 2 Tesalonika 3)
Year: 
2016
Quarter: 
3
Lesson Number: 
2

1)   Pendahuluan: Apakah arti dari “kekuasaan”? Commonwealth Virginia, dimana saya tinggal, disebut “Old Dominion.”  Ketika saya mencari di Encyclopedia Virginia, saya menemukan kalau Virginia adalah wilayah pertama “di luar kerajaan yang dikuasai oleh raja-raja dan ratu-ratu Inggris.”  Saya pikir “Old Dominion” berarti sesuatu yang hebat. Gantinya, itu berarti saya tinggal di suatu tempat yang tadinya dikuasai negri asing! Alkitab versi King James mengatakan manusia memiliki “kekuasaan” atas ciptaan. Mari selami Alkitab kita dan pelajari apa maknanya!

 

 

2)   Penciptaan dan Kekuasaan

 

a)    Baca Kejadian 1:26-27. Atas apakah Allah memberikan kekuasaan pada manusia? (“Atas seluruh bumi.”  Kemudian Alkitab menamai hewan-hewan, baik yang jinak dan liar. Sepertinya kita memiliki kekuasaan atas semua ciptaan.)

 

i)     Perhatikan kalau Allah kemudian berkata kalau Ia menciptakan kita menurut petaNya. Mengapa? (Karena Allah adalah penguasa tertinggi, Ia membuat kita untuk terlihat seperti Dia. Saya pikir ada baiknya kalau penguasa-penguasa memiliki rupa yang mirip.)

 

ii)    Anda mungkin memperhatikan kalau New International Version menggunakan istilah “memerintah” gantinya “menguasai.” Apakah itu membuat “kekuasaan” lebih mudah dimengerti?

 

(1)Kalau Anda katakan, “ya,” bagaimana Anda memerintah hewan?

 

b)    Baca Kejadian 1:28. Kita temukan kata baru, “takluk.” Bagaimanakah “takluk” menambah pengertian bagaimana kita seharusnya “memerintah” atas ciptaan? (Dengan jelas, manusia yang berwewenang.)

 

c)    Baca Kejadian 1:29-30. Kalau kepada Anda diberikan tanggung jawab terhadap hewan, apakah ini menambah otoritas Anda atau membatasi otorias Anda? (Dalam budaya kita sekarang, ini sangat membatasi otoritas kita. Kita tidak dijinkan untuk memakan hewan. Gantinya, hewan dan manusia pada dasarnya makan makanan yang sama – tanaman hijau.)

 

i)     Apa yang diajarkan pembatasan ini? (Kekuasaan kita terbatas.)

 

d)    Baca Kejadian 2:15-17. Batas tambahan apa yang kita temukan dalam kewenangan? (Adam dan Hawa diperintahkan untuk tidak makan buah dari satu pohon. Sebagai tambahan, mereka diberikan kewajiban terhadap ciptaan. Mereka diperintahkan untuk “mengerjakan” dan “memeliharanya.” Ini adalah pembatasan lain atas otoritas kita.)

 

i)     Dengan adanya pembatasan atas otoritas total kita, bagaimana Anda menjelaskan bentuk otorias kita? (Penuh kebajikan atau saling menguntungkan. Kita memelihara ciptaan dan ciptaan akan memelihara kita.)

 

3)   Kejatuhan dan Kekuasaan

 

a)    Baca Kejadian 3:17-19. Sesudah Adam dan Hawa berdosa, bagaimanakah hubungan mereka dengan ciptaan berubah? (Tidak ada dalam ayat dikatakan kalau manusia tidak lagi berkuasa, gantinya, alam memberontak. Alam tidak bekerja sama seperti sebelumnya.)

 

b)    Baca Kejadian 3:16. Logika apa yang Anda dapatkan dalam hukuman terhadap dosa? (Ingat kita diciptakan untuk menjadi pemerintah seperti Allah? Sekarang kita mengalami apa yang Allah alami dengan kita. Allah adalah Pencipta. Sekarang kita menciptakan lebih banyak manusia, pengalaman yang menyakitkan – sama seperti kita menyakiti Allah. Ciptaan Allah sekarang memberikan kesulitan dan masalah kepadaNya. Tumbuhan sekarang memberikan kesulitan kepada Adam. Allah memberikan pengalaman setara dengan apa yang Ia sekarang alami.)

 

c)    Baca Yohanes 12:31-33. Yesus menyebut Setan “penguasa dunia ini.” Sejauh manakah kekuasaan jatuh kepada Setan ketika Adam dan Hawa berdosa? (Yesus dengan jelas menyebut Setan “penguasa,” dan memberikan sebagian otoritas di dunia padanya.  Tetapi, otoritas Setan terbatas karena Allah yang mengatakan kepada Adam dan Hawa (setelah mereka berdosa) hubungan mereka yang baru dengan ciptaan. Dengan nyata Yesus menyebut Setan “penguasa” bukan “raja.”)

 

d)    Baca Kejadian 6:5-7. Sehubungan dengan ayat-ayat ini, bagaimanakah Anda menjelaskan otoritas Setan dan Yesus sesudah dosa manusia? (Allah memegang otoritas tertinggi. Allah bermaksud membinasakan ciptaan. Kalau Setan memiliki otoritas sepenuhnya atas bumi, ia dapat menghalangi, atau paling tidak secara sah memprotes kalau Allah membinasakan miliknya, kerajaannya.)

 

e)    Baca Kejadian 7:1-4 dan Kejadian 7:20-23. Siapa yang berwenang disini? (Allah!)

 

f)     Baca Kejadian 9:1-5. Siapa yang berwenang disini? (Allah dan manusia.)

 

i)     Sesudah banjir, apa Allah katakan tentang otoritas manusia atas ciptaan? (Allah mengatakan beberapa hal. Pertama, Ia mengumumkan kalau manusia dapat memakan hewan. Kedua, Allah menyatakan tentang hewan “kedalam tanganmulah semua diserahkan,” tetapi Allah melarang memakan darah hewan. Allah mengendalikan dengan sepenuhnya. Sekali lagi, Allah mendelegasikan sebagian dari kendali kepada manusia.)

 

g)    Ketika Anda merenungi ayat-ayat yang kita baca, menurut Anda apakah kita manusia bekerja dibawah kendali Setan, atau Allah memegang kendali dan kita masih bekerja “dalam petaNya” dalam arti masalah yang kita buat bagi Allah sekarang adalah masalah yang harus kita hadapi? (Manusia tidak pernah memiliki otoritas untuk memindahkan kuasa dari Allah kepada Setan. Apa yang manusia lakukan adalah mempersulit otoritas mereka dengan memberontak melawan otoritas Allah.)

 

h)   Baca kembali Kejadian 9:2 dan perhatikan apa yang dikatakan tentang pertengkaran lebih jauh antara hubungan manusia dan hewan. Apa yang berubah? (Hewan sekarang takut kepada manusia. Mereka menjauh dari manusia.)

 

i)     Mengapa Allah melakukannya? (Untuk melindungi hewan karena sekarang manusia memakan hewan!)

 

ii)    Apakah ada kesetaraan, antara otoritas Allah dan otoritas kita dalam “petaNya?” (Manusia sekarang mengerti kalau Allah mampu membinasakan ciptaanNya. Hewan mengerti kalau manusia dapat membinasakan mereka.)

 

4)   III. Menuju Kekuasaan yang Lebih Sempurna

 

a)    Baca 2 Tesalonika 3:1-5. Bagaimanakah kita menangani fakta kalau dosa kita dan pekerjaan Setan membawa masalah nyata bagi kita? (Berdoa agar kita dijauhkan dari orang-orang fasik dan jahat.)

 

b)    Baca 2 Tesalonika 3:6-10 dan Ulangan 15:7-8. Apakah kedua ayat ini bertentangan? Bagaimana Anda mempertemukannya?

 

i)     Baca lagi 2 Tesalonika 3:6. “Pengajaran” apa yang Paulus tuliskan? (Situasinya mengatakan ajarannya adalah teladan mereka dalam bekerja. Jadi, orang miskin yang ditolong dalam Ulangan 15 adalah orang miskin yang bekerja. Ini bukanlah orang yang melanggar ajaran untuk bekerja.)

 

c)    Baca Imamat 19:9-10. Apa kewajiban orang miskin untuk mendapatkan makanan mereka? (Mereka bekerja. Mereka bekerja untuk “memungut” apa yang tertinggal.)

 

d)    Baca 1 Timotius 5:3-4. Apakah aturan bagi janda-janda yang “benar-benar membutuhkan?” (Keluarga haruslah sumber pertolongan pertama.)

 

e)    Baca 1 Timotius 5:9-10. Apakah aturan dalam menolong janda-janda yang tua? (Mereka hanya dapat dimasukkan dalam “daftar” (daftar resmi jemaat yang perlu dibantu) kalau mereka berkelakuan baik dimasa lalu.)

 

f)     Baca kembali Kejadian 3:17-19. Sebelumnya kita sudah memutuskan kalau kerja keras yang diperlukan untuk menghasilkan makanan dari alam yang sekarang memberontak, memantulkan kesulitan besar yang dihadapi Allah karena dosa kita. Apa yang disarankan disini tentang bekerja? (Itu meningkatkan karakter. Bekerja mengajar kita tentang kuasa dan peraturan.)

 

i)     Mengapa Allah umumnya meminta kita memberikan pertolongan kepada orang miskin yang bekerja? (Kalau Anda melihat kembali 2 Tesalonika 3:9, Paulus mengatakan ia adalah contoh bagi pengajaran akan pentingnya bekerja. Kita mengajarkan pentingnya bekerja ketika kita bekerja dan ketika kita menciptakan cara menolong orang miskin yang mengharuskan mereka untuk bekerja.)

 

g)    Diskusi mengenai menolong janda-janda, dan peringatan untuk “menjauh” dari seorang “saudara” yang tidak melakukan pekerjaan (2 Tesalonika 3:6), dimaksudkan kepada mereka dalam kelompok orang percaya. Menurut Anda apakah peraturan ini juga berlaku kepada mereka yang di luar jemaat?

 

h)   Berita di CNS melaporkan, menurut pemerintah Amerika Serikat, hanya 62.8  persen dari penduduk (usia 16 atau lebih dan tidak dalam lembaga perawatan/pemulihan) memiliki pekerjaan. Angka ini termasuk mereka yang tidak bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan. Apakah dikatakan disini tentang kondisi rencana Allah untuk bekerja?

 

5)   Sahabat, manusia memberontak terhadap Allah di Eden dan Ia memberikan hukuman yang mengijinkan kita untuk mengalami penderitaanNya pada saat yang sama memperbaiki karakter kita. Apakah manusia sekarang memberontak dengan memisahkan pertolongan dan tuntutan untuk bekerja? Kalau Anda setuju, maukah Anda mempertimbangkan bagaimana Anda dapat menolong memulihkan pelajaran di Eden tentang kekuasaan Allah?

 

6)  IV. Minggu depan: Keadilan dan Belas Kasihan dalam Perjanjian Lama: Bagian 1.