Roh Kudus dan Buah Roh

Indonesian
(Yohanes 15, 1 Korintus 13, Roma 14, Galatians 6)
Year: 
2017
Quarter: 
1
Lesson Number: 
7

Pendahuluan, Minggu lalu kita mengakhiri pelajaran kita dengan pemikiran jika kita dibaptiskan bersama Roh Kudus, kehidupan kita seharusnya merefleksikan Buah Roh. Buah Roh sebagian besar terdiri dari sikap: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan pengendalian diri. Galatia 5:22-23. Menghidupkan kehidupan yang dituntun oleh sifat dosa alami manusia, secara kontras akan membawa perlakuan yang jahat. Galatia 5:19-21. Mari kita menggali pelajaran Alkitab kita dan menjelajahi bagaimana kehidupan kita dapat didominasi oleh Buah Roh!

 

  1. Terhubung dengan Pokok Anggur

 

  1. Baca Yohanes 15:1-4. Disini Yesus tidak mengatakan apapun mengenai Roh Kudus. Ia hanya menyebutkan nama Bapa dan NamaNya. Peran apakah yang dimiliki Bapa? (Untuk “memotong” ranting yang tidak produktif dan yang berbuah dibersihkannya.)

 

  1. Tidakkah ini membuat saudara gemetar? Ketika saya masih muda, saya dan kakak laki-laki sedang membersihkan (“mengkalengkan”) pohon raspberry. Kita bekerja berseberangan pada sisi pohon yang berlainan. Saya terkenang gemetar (sambil berteriak) ketika kakak saya menaruh guntingnya disekeliling salah satu jari tangan saya!

 

  1. Menurut saudara apakah maksudnya “dibersihkan?” Apakah ini sama dengan kejadian yang hampir menimpa jari tangan saya?

 

  1. Lihat secara rinci Yohanes 15:3. Apakah maksudnya menjadi “bersih?” (Ini berarti saudara telah dibersihkan.)

 

  1. Bagaimanakah murid-murid “dibersihkan?” (Melalui perkataan Yesus yang diucapkan kepada mereka.)

 

  1. Bagaimana hal ini dapat membantu kita mengerti arti membersihkan? (Dalam contoh ini ditunjukkan bahwa hal ini bukanlah merupakan sebuah kehilangan yang sakit dalam hidup kita.Melainkan, hal ini mengartikan bahwa kita mengerti dan mengikuti perkataan Yesus agar kita menajamkan focus kita terhadap kehidupan Kristiani.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Baca Yohanes 15:5. Bagaimana kita tinggal dalam Yesus? (Yesus tidak secara spesifik menunjuk pada Roh Kudus, namun hal ini merupakan cara agar kita “tinggal” dalam Yesus. Roh Kudus tinggal dalam kita dan oleh sebab itu kita memiliki hubungan dengan “pokok anggur.”)

 

  1. Menurut saudara apakah merupakan suatu kebetulan bahwa Galatia 5:22 menunjuk pada “buah Roh” dan Yohanes 15:4-5 menunjuk pada tinggal di dalam Yesus dan menghasilkan “buah?” (Tentu saja tidak. Ini cara kita mengetahui Yesus menunjuk adanya koneksi dengan Roh Kudus.)

 

  1. Baca Yohanes 15.6. Ini terdengar menyakitkan. Tidak terdengar seperti kita menajamkan fokus berdasarkan pengertian lebih baik akan firman Allah. Jika saudara adalah seorang ahli dalam membersihkan, “ranting” bagaimanakah yang akan saudara bersihkan? (Dalam pengalaman saya yang sempit, saya memotong bagian yang telah mati. Saya mengikuti pola yang dilakukan tumbuhan, dengan memotong aliran energi terhadap bagian yang tidak dapat menggunakan energi tersebut.)

 

  1. Pelajaran rohani apakah yang dapat diambil dari ayat ini? (kita “dipotong” karena kita telah mengambil keputusan untuk “mati.”)

 

  1. Perhatikan bagaimana saya menujuk pada istilah “dipotong,” yang merupakan istilah yang pertama digunakan oleh Yesus. Bagaimana Yesus merubah istilah itu dalam Yohanes 15:4,6 & 7? (Yesus berbicara agar kita “tinggal” dalam Dia. Hal ini menunjukkan bahwa ini merupakan pilihan kita apakah kita akan mau dihubungkan dengan Yesus atau tidak.)

 

  1. Baca Yohanes 15:7-8.Janji luar biasa apakah yang dibuat Yesus bagi mereka yang terhubung dengan Dia melalui Roh Kudus? (Bahwa Allah akan memberikan saudara apapun yang saudara inginkan.)

 

  1. Bagaimana jika saudara menginginkan sebuah Mercedes Benz? (Seluruh pembicaraan ini adalah tentang buah Roh. Menurut saya Yesus menjelaskan pada kita bahwa bila kita secara spesifik meminta kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran atau buah lainnya, Ia akan memberikannya pada kita!)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Baca Yohanes 15:9-11. Ingat kembali minggu lalu saya mengatakan jika tujuan saudara adalah untuk mentaati hukum bahwa saudara sedang “terlihat sangat rendah?” Apakah hal ini bertentangan dengan saran saya? Secara spesifik, apakah Yesus mengatakan jika kita mentaati hukumNya, bahwa ini menunjukkan bahwa kita mengasihi Dia? Maka, mentaati hukum merupakan bukti kasih kita pada Allah? (Tidak. Disini dikatakan hal yang berbeda. Yesus memberikan kita Sepuluh Hukum (dan hukum-hukum lainnya) demi kepentingan kita. Hukum itu dimaksudkan untuk memberkati hidup kita. Hukum itu diberikan oleh karena Yesus mengasihi kita. Dalam Yohanes 15:9 Yesus meminta kita untuk “tinggal dalm KasihKu.” Jika saudara mengikuti perintahNya, yang mendemonstrasikan kasihNya bagi kita, maka saudara “tinggal” dalam KasihNya.)

 

  1. Baca Yohanes 14:15. Berhenti sejenak! Tidakkah ayat ini secara spesifik mengatakan bahwa jika saudara mengasihi Yesus saudara akan menuruti perintahNya? (Jika saudara membaca konteks dalam Yohanes 14:15-21, saudara akan melihat bahwa Yesus membicarakan akan mengirim Roh Kudus untuk tinggal di dalam kita. Maka, Yesus bukan membicarakan mengenai “perintah,” melainkan supaya kita menghidupkan kehidupan yang dituntun oleh Roh Kudus, dan bukan menuruti keinginan dosa kita. Kita perlu melihat lebih tinggi kemudian menggertakan gigi sambil membuat keputusan mentaati hukum.)

 

  1. Berjalan dalam Kasih

 

  1. Bob Goff baru saja memasuki kampus Regent. Jika saya mengenang dengan benar, ia mengatakan, “Hidup adalah rahmat, berjalanlah dalam kasih.” Mentaati kesepuluh hukum adalah berjalan dalam lindungan kasih Allah. Apakah ada arti lainnya? Mari kita baca      1 Korintus 13:4. Jika saudara panjang sabar, baik budi, puas dan bebas dari kesombongan dan keangkuhan, bagaimana hidup saudara dapat berbeda? (Tanpa ragu saudara akan lebih tenang, dan lebih puas hati.)

 

  1. Apakah orang lain akan lebih senang jika bersama saudara?

 

  1. Baca 1 Korintus 13:1-3. Bagaimanakah saudara akan menggambarkan lidah, dan karunia nubuatan serta iman? (ini adalah buah Roh.)

 

  1. Apa yang dikatakan ayat ini mengenai buah kasih dibandingkan dengan buah lainnya? (kasih adalah penting. Ini adalah fondasi.)

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Baca 1 Korintus 13:5. Apakah saudara “pendendam?” Apakah saudara menyimpan catatan tentang mereka yang menyinggung saudara?

 

  1. Sukakah saudara jika orang mengingat tindakan salah saudara terhadap mereka?

 

  1. Baca 1 Korintus 13.6. Apakah maksudnya bersuka “dalam kebenaran.” Daripada bersuka dalam kejahatan? (Kita senang ketika orang yang memiliki kebajikan mengalami kesuksesan. Kita bersuka ketika kebenaran menang.)

 

  1. Baca 1 Korintus 13.7. Pikirkanlah setiap bagian dari tindakan atau sikap yang terdapat pada ayat ini. Apakah ini merupakan refleksi dari kehidupan saudara?

 

  1. Baca Roma 14:12-16. Apakah ini merupakan contoh hidup dalam kasih? (Jika saudara belum mengikuti argumentasi Paulus, baca Roma 14:1-11. Paulus menuliskan bahwa menjadi benar dalam hal-hal berbantahan kurang penting dibandingkan dengan menunjukkan kasih kepada sesama orang percaya.)

 

  1. Baca Roma 14:17-18. Mengapa Pulus membandingkan makanan dan minuman dengan “kebenaran, kedamaian dan sukacita dalam Roh Kudus?” (Kita perlu mengkoreksi fokus dalam hidup kita. Seberapa banyakah Orang Kristen yang saudara kenal yang berfokus terhadap apakah yang dimakan orang adalah baik atau buruk/pantang dilakukan, dan bukannya kasih terhadap orang lain? Bahkan jika orang melakukan hal yang menurut kita tidak layak dilakukan, dapatkah kita mencari jalan untuk menunjukkan kasih tanpa berbuat dosa?)

 

  1. Baca Roma 14:19. Jika saudara menulis di Facebook kepada sesama orang Kristen, apakah saudara menuruti sarannya?

 

  1. Baca Galatia 6:1-2. Apakah hal yang telah kita diskusikan sejauh ini mengajarkan kita akan sikap kita terhadap dosa? Apakah yang dikatakan ayat ini? (Kita harus berdiri melawan dosa. Namun, kita juga diperintahkan untuk memperbaiki orang berdosa dengan “kelemahlembutan”)

 

  1. Apakah yang dimaksud ayat ini dengan  “jagalah dirimu?” (kita diarahkan untuk menunjukkan kasih dan lembah lembut terhadap orang berdosa. Kita langsung menunjukkan jalan yang benar secara lembah lembut. Kita diarahkan untuk menunjukkan kebijaksanaan akan hal-hal yang berbantahan.)

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Baca Galatia 6:3-5. Mengapa Paulus mengamarkan tentang kesombongan kita?

 

  1. Pernahkah saudara bertanya pada diri sendiri apakah perdebatan saudara tentang dosa orang lain adalah karena kesombongan saudara, melebihi dari keinginan saudara untuk “menanggung beban” orang tersebut?

 

  1. Tunggu dulu! Paulus berkata kepada kita untuk “bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu” (Galatia 6:2) dan kemudian dia mengatakan “sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya” (Galatia 6:5). Tidakkan ini bertolak belakang? (Menurut saya tidak. “Tanggungan” dari seorang yang terlibat dalam dosa yang kentara adalah untuk berhenti berbuat dosa. Tanggungan dari orang yang hendak mengkoreksi dosa tersebut adalah untuk menaruh kesambingan kesombongan dan menunjukkan kasih. Setiap orang memiliki “tanggungan”)

 

  1. Pada titik ini apakah saudara menggelengkan kepada dan berkata, “Hal ini terlalu sukar dilakukan!” jika demikian, ingatlah bahwa memiliki sikap yang benar bermula dari menghidupkan kehidupan yang dituntun oleh Roh Kudus!

 

  1. Sahabatku, jika saudara memeriksa “buah” saudara dan menemukan kekurangan, mengapa tidak mengundang Roh Kudus untuk menuntun pikiran saudara?

 

  1. Minggu depan: Roh Kudus dan Karuniah Roh