Sosok Petrus

Indonesian
Lukas 5 & 22, Matius 14 & 16
Year: 
2017
Quarter: 
2
Lesson Number: 
1

Pendahuluan: Pada saat saudara memikirkan Petrus sang murid, apa yang ada dalam benak saudara? Saya memikirkan seorang pemimpin – atau seorang yang lebih banyak disebutkan dari kebanyakan murid lainnya. Pola yang timbul dari cerita-cerita perihal Petrus adalah bahwa ialah seorang yang berkata, “Mari kita berbuat ini,” atau “Aku dapat melakukan ini,” namun setelahnya membawa hasil yang kurang. Mungkin saudara mengerti banyak hal mengenai yang serupa dengan hal ini. Pada suatu bagian dalam kehidupan Petrus, setelah begitu banyak cerita yang telah kita ketahui terjadi, Petrus kemudian digambarkan sebagai “tiang” dari gereja mula-mula. Galatia 2:9. Adalah sebuah pembawa semangat!  Petrus menulis dua buku dalam Perjanjian Baru, dan inilah bagian pelajaran kita pada kwartal ini. Mari kita menyelam dalam pelajaran Alkitab kita untuk memperoleh lebih banyak pelajaran lagi mengenai orang ini!

 

  1. Petrus dan Jala Ikan

 

  1. Baca Lukas 5:1-3. Coba saudara bayangkan sebuah adegan yang serupa dengan ini. Para nelayan membersihkan jala ikan, sementara khalayak ramai mengerumuni Yesus untuk mendengarNya mengajar. Apa yang dilakukan Yesus!

 

  1. Dari ayat ini pelajaran apa yang saudara peroleh perihal Yesus sebagai seorang yang bertindak secara praktis? (Saya berpendapat hal ini adalah ide pintar dan praktis)

 

  1. Dimanakah Petrus sementara Yesus mengajar dalam perahunya? (Ia mendengarkan dalam perahunya. Ia tidak sibuk membersihkan jala-jala ikannya.)

 

  1. Apakah kesimpulan Petrus dari cerita ini? Apakah ia seorang yang malas? Apakah ia secara mementingkan diri menyerahkan pekerjaan dilakukan orang lain? (Baca Lukas 10:39-42. Petrus sedang melakukan hal yang “lebih baik”. Saya menduga ada cukup banyak tenaga untuk menjaga agar perahu tetap pada posisinya. Sebagai tambahan, ia kemungkinan pemilih perahu itu maka ia berhak menyuruh pegawainya untuk membersihkan jala-jala ikan.)

 

  1. Baca Lukas 5:4-5. Jika saudara adalah seorang nelayan yang profesional, apakah saudara akan enggan mempersilahkan seorang pengkhotbah memberitahukan saudara bagaimana menjalankan usaha saudara? (Isu yang cukup serius adalah apakah seorang administrator gereja melakukan bisnisnya secara kompeten? Jika saudara melihat dana pensiun yang direkomendasikan oleh gereja saya untuk para pegawainya, banyak dari dana ini lebih mahal dari dana sejenis yang ditawarkan perusahaan lain. Mengapa demikian? Tidak dapat diragukan pemikiran Petrus, “apa yang diketahui seorang pengkhotbah mengenai menjala ikan? Tambahan lagi, Petrus berpikir waktu yang harus digunakan untuk membersihkan jala itu kembali.)

 

 

 

 

 

 

  1. Baca Lukas 5:6-7. Tak seorangpun yang sedang sakit. Tak seorangpun yang sedang sekarat. Tak seorangpun yang sedang menghadapi krisis keuangan. Mengapa Yesus perlu melakukan mujizat ini? Apakah ini balas jasa atas penggunaan perahu Petrus?

 

  1. Baca Lukas 5:8-9. Apakah dampak dari mujizat ini atas hubungan antara Yesus dan Petrus? (Petrus menyadari bahwa Yesus adalah seorang yang istimewa.)

 

  1. Pikirkan hal ini. Bagian mana dari pandangan Yesus yang dapat membuat seorang berkata, Menjaulah dari diriku karena aku adalah seorang berdosa? (Ini terdengar seperti deklarasi bahwa Yesus adalah seorang Mesias, jika bukan, setidaknya hal ini berarti bahwa Yesus adalah seorang yang suci.)

 

  1. Baca Lukas 5:10. Kesimpulan apa yang dapat saudara tarik dari respons Yesus, “Jangan takut?” (Frase ini dapat kita temukan ketika malaikat atau Allah muncul di hadapan seorang manusia. Lihat Kejadian 15:1. Petrus menyimpulkan bahwa Yesus adalah Mesias.)

 

  1. Baca Lukas 5:11. Apa yang sekarang dapat kita lihat sebagai tujuan Yesus dalam membuat mujizat itu? (Untuk memilih Petrus (dan Yakobus dan Yohanes) menjadi muridNya.)

 

  1. Pernahkah Yesus membuat mujizat dalam hidup saudara untuk menuntun hidup saudara dalam melayani Dia?

 

  1. Kesimpulan apa yang ditunjukkan pada saudara akan hubungan Yesus ketika ia melakukan mujizat untuk membujuk Petrus agar bekerja bagiNya?

 

  1. Petrus dan Pertanyaannya

 

  1. Baca Matius 16:13. Menurut saudara mengapa Yesus mengajukan pertanyaan ini pada murid-muridNya?

 

  1. Baca Matius 16:14. Jika saudara adalah Yesus, bagaimana perasaan saudara tentang jawaban-jawaban ini?

 

  1. Baca Matius 16:15-16. Sudah berapa lamakah Petrus menyimpan pendapat ini? (Ini dapat kembali ke masa mujizat penangkapan ikan.)

 

  1. Baca Matius 16:17-19. Ada banyak kontroversi atas, apa yang sebenarnya, dimaksud Yesus. Jika saudara adalah Petrus, apakah saudara akan menganggap ini sebagai respons positif atas jawaban saudara? (Tentu saja. Apakah Yesus sedang berkata bahwa Ia akan mendirikan gerejaNya dalam kepercayaan bahwa Ia adalah Kristus, Anak dari Allah yang Hidup (pemikiran saya), maupun ia sedang memberkati Petrus dengan otoritas istimewa, kepada kuping Petrus ini merupakan berita baik.)
     

 

 

 

 

 

 

 

  1. Baca Matius 16:20. Mengapa Yesus berkata demikian? Jika ia khawatir sehingga berkata “Menurut orang-orang siapakah Anak Manusia itu? (Matius 16:13), maka mengapa Ia tidak menghendaki agar murid-muridNya mempromosikan berita itu?

 

  1. Baca Matius 16:21. Menurut saudara apakah ini berhubungan dengan menjaga kerahasiaan dari identitas Yesus? (Waktu yang tepat atas kejadian-kejadian ini adalah penting adanya. Jika pada saat itu para murid mulai menyampaikan kepada orang banyak bahwa Yesuslah Mesias, hal ini dapat menyebahkan masalah sebelum waktunya tiba.)

 

  1. Baca Matius 16:22. Menurut saudara mengapa Petrus mengenyampingkan Yesus dalam mengabarkan berita ini? (Ia tidak mau mempermalukan Yesus di hadapan murid-muridNya.)

 

  1. Baca Matius 16:23. Cobalah untuk menaruh diri saudara di tempat Petrus. Saudara baru saja mengidentifikasikan Yesus sebagai Kristus, anak dari Allah yang hidup (secara tepat). Bagaimana mungkin Anak Allah dibunuh?

 

  1. Lebih buruk lagi, bagaimana seseorang dapat disebut sebagai “Setan” karena mengatakan bahwa Anak Allah tidak akan terbunuh? Saudara secara terus menerus mengatakan hal positif dan menyemangati tentang Yesus! Bagaimanakah hal ini dianggap cukup untuk mendapat tegoran yang keras?

 

  1. Baca Matius 16:24-25 dan baca kembali bagian akhir dari ayat dalam Matius 16:23. Apakah yang salah dalam sikap Petrus?

 

  1. Pelajaran apa yang kita dapati dari cerita ini perihal Petrus? Apakah yang dianggap sebagai masalah “Setan”? (Respons Yesus memberikan kita masukan atas pemikiran Petrus. Petrus berpikir bahwa Anak Allah seharusnya datang untuk mengambil alih kuasa atas bangsaNya. Petrus berpikir telah diberi kunci untuk menghubungkan antara dunia dan surga. Bagaimana mungkin akhir yang terjadi adalah penyiksaan dan kematian? Itu “tidak pernah akan terjadi”. Matius 16:22)

 

  1. Mengapa Yesus tidak mengatakan, “Salah Petrus,” dan Ia memanggilnya “Setan?” Tidakkah ini terlalu keras? Jelaslah, bahwa Petrus bukanlah Setan! (Baca kembali Matius 16:17. Siapa yang menginspirasikan Petrus disini? Adalah “Bapaku yang disurga.” Yesus berkata dengan akurat ketika mengatkaan, “Setan,” karena adalah Setan yang menginsipirasikan Petrus untuk mengatakan “ini tidak akan pernah terjadi.”)

 

  1. Bagaimana bisa pada satu menit perkataan Allah yang keluar dari mulut Petrus, sementara menit berikutnya perkataan Setan yang keluar?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pelajaran apa yang kita dapati dari cerita Petrus ini?

 

  1. Pelajaran apa yang kita peroleh disini? (Kita dapat memperoleh pengertian teologi yang penting secara tepat. Namun pada saat yang sama juga kita dapat secara menyeluruh tidak mengerti bagaimana cara kerjanya oleh karena motif mementingkan diri kita. Kita perlu untuk waspada dan menjaga atas keadaan demikian.)

 

  1. Petrus dan Air.

 

  1. Baca Matius 14:23-28. Jika Petrus memang meragukan bahwa “hantu” ini adalah Yesus, mengapa ia menyarankan ujian ini? Hantu dapat berkata, “Tentu saja, mari keluar.”

 

  1. Baca Lukas 4:3. Bagaimanakah tantangan Petrus berbeda dengan tantangan Setan untuk Yesus berbuat mujizat? Apakah sekali lagi Petrus sedang berbicara untuk Setan? (Petrus memiliki pertanyaan yang sungguh-sungguh. Permintaan Petrus akan sebuah mujizat tidak bermanfaat bagi Yesus.)

 

  1. Baca Matius 14:29-31. Bagaimana bisa Petrus, ketika berada dalam perahu, tidak memperhatikan fakta bahwa saat itu angin kencang sedang berhembus? (Jika saudara merasa aman, angin kencangpun terasa tidak terlalu berbahaya.)

 

  1. Menurut saudara dapatkah Petrus berenang? Ia seorang nelayan! Berita baik apakah yang ayat ini sampaikan perihal Petrus? (Ia berpaling kepada Yesus untuk pertolongan, ia tidak berusaha untuk berenang sendiri. Imannya bisa goyah, tapi tidak demikian dengan ketergantungannya akan Yesus.)

 

  1. Petrus dan Penyangkalan Diri

 

  1. Yesus telah ditangkap, dan telah memulai perjalanannya menuju tempat eksekusi. Petrus memiliki keberanian untuk mengikuti Yesus. Baca Lukas 22:54-57. Bagaimana saudara dapat menjelaskan ketika Petrus berkata bahwa ia tidak mengenal Yesus?

 

  1. Baca kembali Matius 16:21-22. Apakah yang tengah terjadi dalam hidup Petrus? (Segala hal sedang bergerak salah. Kejadian yang sangat popular dimana Petrus mengangkat pedangnya untuk mempertahankan Yesus pada saat Ia ditangkap. Lukas 22:49-50. Petrus tidak takut ketika hal berjalan secara tepat, ia mulai takut ketika hal yang diinginkannya tidak terjadi.)

 

  1. Apakah hal ini berlaku juga dengan saudara?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saudaraku, salah satu kehebatan dari Yesus sebagai Imam Besar kita (Ibrani 7-9) adalah bahwa Ia mengalami kehidupan di sini. Hal besar dari mempelajari buku Petrus di Alkitab adalah, bahwa kita dapat melihat diri kita dalam Petrus. Maukah saudara bertekad untuk secara setia mempelajari perkataan Petrus yang menginspirasi selama kwartal ini?

 

  1. Minggu depan: Warisan yang tidak Dapat Binasa.