Lesson 10 Dua Perjanjian

Indonesian
(Galatia 4:21-31)
Year: 
2017
Quarter: 
3
Lesson Number: 
10

Pendahuluan: Apa yang memulai diskusi Galatia kita tentang sejauh mana orang-orang bukan Yahudi harus mengambil teologi Yahudi agar menjadi orang-orang Kristen? Apakah itu sunat? Lihat Kisah 15:1. Ini menyebabkan banyak orang-orang Kristen berkata kalau “hukum” yang selalu disebutkan Paulus dalam buku Galatia adalah “hukum upacara,” dan bukan Sepuluh Hukum. Tentu saja, satu masalah logis dalam perdebatan itu adalah karena sunat tidak diberikan sebagai bagian dari hukum upcara. Itu adalah satu perintah yang diberikan jauh sebelumnya kepada Abraham. Kejadian 17:9-10. Pelajaran kita minggu ini adalah pernyataan yang paling jelas sehingga ketika Paulus menyebutkan “hukum” ia memasukkan Sepuluh Hukum (sama seperti hukum upacara dan sunat). Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan pelajari lebih jauh tentang pernyataan yang jelas ini!

 

 

  1. Apa yang Dikatakan Hukum

 

    1. Baca Galatia 4:21. Pertanyaan apakah yang ditanyakan Paulus? (Tidakkah kamu mengetahui apa yang dikatakan oleh hukum?)

 

      1. Apa yang Anda perlu ketahui untuk menjawab pertanyaan ini? (Itu tergantung akan apa  yang Paulus maksudkan dengan hukum. Kalau ia maksudkan Sepuluh Hukum, itu mengatakan sesuatu yang lain daripada hukum upacara atau hukum sunat.)

 

    1. Baca Galatia 4:22-24. Apakah perjanjian (kontrak) yang diberikan di Gunung Sinai? (Baca Keluaran 31:18.)

 

      1. Apakah janji-janji ditukarkan dengan Sepuluh Hukum? (Baca Keluaran 19:3-9. Ya! Seperti apa yang sedang kita pelajari selama beberapa minggu kalau “kontrak” antara Abraham dan Tuhan adalah Abraham mempercayai Tuhan, dan Tuhan akan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran, maka di sini ada kontrak kalau Tuhan akan membuat bangsa Israel sebagai harta kesayanganNya jika mereka menurut.)

 

    1. Baca Keluaran 32:1-4, Keluaran 32:15-16, dan Keluaran 32:19. Berapa lamakah umat Tuhan memegang janjinya? (Mereka telah melanggar janji mereka bahkan sebelum Musa kembali dengan dua loh batu dimana Tuhan telah menuliskan Sepuluh Hukum!)

 

      1. Baca kembali Keluaran 19:5. Bahasa Ibrani menterjemahkan kata “menurut” dalam NIV sebagai “dengarkan baik-baik,” atau “dengarkan dengan cerdas.” Apakah umat Tuhan bahkan mendengar akan Dia? (Saya pikir Tuhan berkata, “Perhatikan baik-baik akan perjanjian kita dan ikuti ketentuan-ketentuannya.” Gantinya apa yang kita lihat, adalah bahkan sebelum mereka membaca atau mendengar apa yang Sepuluh Hukum katakan, mereka pergi menyembah berhala.)

 

  1. Kisah Hagar

 

    1. Baca Kejadian 16:1-4. Mengapa Sarai (Sara) berkata kepada Abram (Abraham) untuk tidur dengan Hagar? (Ia berkata “Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak.”)

 

    1. Baca Kejadian 15:4-6. Apa yang telah terjadi dalam fasal di Alkitab mendahului kisah Hagar? (Kita memiliki janji Tuhan kepada Abraham akan keturunan yang sangat banyak, dan “Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”)

 

      1. Bagaimana pendapat Anda dengan Abraham menerima saran Sara? (Keduanya berpikir kalau Tuhan memerlukan bantuan dalam menggenapi janjiNya.)

 

    1. Baca Galatia 4:25. Apakah “perhambaan” yang dilambangkan oleh Hagar? (Tinjau apa yang telah kita pelajari dua minggu lalu: Galatia 4:1-5. Mereka yang tidak menerima dengan iman apa yang Yesus telah lakukan bagi kita (menghidupkan satu kehidupan sempurna, membayar hukuman mati bagi dosa-dosa kita, dan bangkit untuk hidup kekal) adalah dalam perhambaan kepada hukum. Hagar melambangkan mereka yang percaya kalau dengan menurut kepada hukum mereka dapat selamat. Hagar adalah contoh dari mereka yang berpikiran kalau Tuhan memerlukan bantuan!)

 

III.      Anak Laki-laki Karena Janji

 

    1. Baca kembali Galatia 4:22-23. Siapakah anak “yang lahir karena suatu janji?” (Baca Kejadian 17:15-19. Ishak adalah anak karena janji. Kalau Anda baca isinya, itu menunjukkan kalau sunat ditetapkan sebagai bagian dari janji ini. Oleh karenanya, Anda dapat melihat mengapa mereka yang berargumen mempertahankan sunat dapat salah mengerti apa artinya hanya dengan iman saja.)

 

      1.  “Perjanjilan” lain apakah yang dapat Tuhan katakan dalam Kejadian 17:19? (Perjanjian Kejadian 15:4-6, percaya akan Tuhan dan Ia akan memperhitungkannya sebagai kebenaran.)

 

    1. Baca Galatia 4:25-28. Paralel apakah yang Paulus buat antara Hagar, perhambaan dan “kota Yerusalem sekarang ini?” (Paulus katakan pada kita kalau mereka yang mendorong kebenaran oleh perbuatan (orang-orang Yerusalem) sedang mencoba menjadikan kita hamba-hamba.)

 

      1. Paralel apa yang Paulus buat antara Ishak, anak yang merdeka, dan “Yerusalem sorgawi?” (Mereka yang percaya dalam janji kebenaran oleh iman adalah “merdeka” dan sejalan dengan sorga.)

 

      1. Manakah yang Anda pilih, seorang hamba atau seorang anak yang merdeka?  Maukah Anda memilih berkaitan dengan Yerusalem di bumi atau Yerusalem Baru di sorga?

 

        1. Apakah Anda setuju kalau pilihannya adalah antara kebenaran oleh penurutan Sepuluh Hukum dan kebenaran oleh iman?

 

C.       Mari berputar kembali dimana kita memulai diskusi ini. Baca kembali Galatia 4:21. Kita tidak memahami pertanyaan Paulus karena saya langsung menanyakan Anda “Bagaimana kita dapat katakan apa yang hukum katakan jika kita tidak tahu hukum yang mana yang Paulus maksudkan?” Saya pikir sekarang kita telah melihat kalau hukum yang Paulus sedang bicarakan adalah, paling sedikit, Sepuluh Hukum. Menurut Anda apakah yang sebenarnya Paulus tanyakan ketika ia berkata, “apakah kamu ketahui apa yang dikatakan oleh hukum?” (Apakah Anda tidak menyadari kalau kebenaran oleh perbuatan membuat Anda menjadi seorang hamba, sama seperti Hagar? Apakah Anda tidak menyadari kalau kebenaran oleh iman adalah hasil dari suatu janji, dan jika Anda menerima janji itu Anda menjadi anak Allah yang merdeka, sama seperti Ishak?)

 

IV.      Perselisihan Diantara Kedua Anak Laki-laki

 

    1. Baca Galatia 4:29 dan Kejadian 21:8-10. Mengapa anak laki-lagi Hagar (Ismael) mengejek Ishak? (Itu adalah hal wajar karena ia digantikan oleh anak laki-laki yang lahir kemudian ini.)

 

      1. Apakah ejekan ini masih berlangsung? Apakah mereka yang percaya keselamatan oleh perbuatan mengejek mereka yang percaya kepada kebenaran oleh iman?

 

        1. Kalau demikian, menurut Anda mengapa ini terjadi? (Saya tidak tahu semua kebudayaan, tetapi banyak budaya menghargai kerja keras dan sukses. Jika Anda bekerja keras dan memperoleh sesuatu yang berharga, Anda dipuji. Ini bertentangan dengan kebenaran karena iman, dimana Anda tidak dapat memperoleh apapun yang berhubungan dengan keselamatan. Itu adalah hasil dari pekerjaan Tuhan. Oleh karena itu, kelihatannya pantas kalau “pekerja keras” mengejek “para pemalas.”)

 

    1. Sebelum saya lanjutkan, saya mau Anda perhatikan satu kalimat dalam Galatia 4:29. Bagaimanakah dikatakan di sini kalau Ishak telah lahir? (“Melalui kuasa Roh.”)

 

      1. Apakah demikian kuasa kehidupan rahmat Anda yang baru? (Tepat sekali! Kita tidak bergantung kepada kerja keras kita sendiri, kita bergantung pada kuasa Roh Kudus.)

 

    1. Baca Galatia 4:30. Jika Anda baca cerita yang ditemukan dalam Kejadian 21:11-18, agak menyusahkan ketika Anda mempertimbangkan emosi manusia yang terlibat. Mengapa Paulus menekankan khususnya bagian tersebut dari cerita?

 

      1. Apakah kita “menyingkirkan” orang-orang di jemaat yang mendorong kebenaran oleh perbuatan? Atau, apakah Paulus menyarankan kalau kita harus “menyingkirkan” pemikiran kebenaran oleh perbuatan dari benak kita?

 

      1. Apakah tujuan Paulus dalam mengatakan “menyingkirkan” dan “anak laki-laki hamba perempuan tidak akan pernah mendapat bagian dari warisan dengan anak laki-laki perempuan merdeka?”

 

    1. Baca Galatia 4:31. Anak siapakah Anda?

 

      1. Jika Anda adalah anak laki-laki Sara, anak perjanjian, apakah Anda berperilaku demikian? Atau, apakah Anda berperilaku seperti anak laki-laki Hagar?

 

      1. Pertimbangkan aspek lain dari hal ini. Salah satu dari hal-hal sedih tentang kisah Hagar dan Ismael adalah tidak satupun dari mereka memiliki pilihan dalam hal ini. Apakah Ishak memiliki pilihan dalam kelahirannya sebagai seorang anak perjanjian?

 

        1. Apakah ada satu maksud rohani di sini? (Kita tidak menciptakan pertentangan di alam semesta antara Yesus dan Setan. Mereka yang mau diselamatkan oleh perbuatan-perbuatan mereka akan menyadari kalau mereka sesungguhnya tidak memiliki banyak kendali akan situasi mereka. Itulah sebabnya adalah lebih baik untuk menerima saja janji Tuhan. Terima saja pemberianNya yang cuma-cuma.)

 

    1. Baca kata-kata Yesus dalam Yohanes 6:28-29. Apakah “perbuatan-perbuatan” yang “dituntut Tuhan” dari Anda dan saya? (“Untuk percaya dalam Dia yang telah dikirimNya.”)

 

    1. Sahabat, jika Anda tidak percaya, mengapa tidak mengambil keputusan sekarang? Mengapa tidak berubah dari seorang hamba menjadi seorang anak Tuhan yang merdeka? Mengapa tidak mempercayai Tuhan dengan percaya dalam Yesus?

 

V.       Minggu Depan: Kebebasan dalam Kristus.