Hidup oleh Roh

Indonesian
Galatia 5:6-25; Roma 8
Year: 
2017
Quarter: 
3
Lesson Number: 
12

Pendahuluan: Bertahun-tahun yang lalu, saya berbicara dengan seseorang yang baru saja mengerti arti kasih karunia. Kami sedang membicarakan mengenai hukum Allah dan ia mengatakan pada saya bahwa hukum itu tidak memiliki aplikasi. Kami sepakat bahwa kami tidak sepaham dalam subyek ini. Kira-kira setahun atau dua tahun kemudian saya berpapasan kembali dengannya. Mengingat pembahasan kami sebelumnya, saya menanyakan kembali apakah pandangannya sekarang. Ia telah merubah pendapatnya. Ia tetap percaya akan kasih karunia, namun juga telah menyadari akan pentingnya penurutan. Pelajaran kita minggu ini adalah mengenai penurutan. Yesus membayar penalti atas dosa kita. Kita mati (di dalam Yesus) atas dosa-dosa kita ketika kita dibaptiskan. Namun, dilepaskannya kita dari penalti kematian bukan berarti kita dapat mengacuhkan penurutan. Bagaimanakah cara kerjanya? Bagaimana dan kapankah garis pembatasan ini ditarik? Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita untuk belajar lebih banyak!

 

  1. Roh Kudus vs Keinginan daging

 

  1. Baca Galatia 5:16. Setelah kita diselamatkan oleh kasih karunia, apakah kita tetap memiliki keinginan daging? (Ya! Paulus menuliskan “keinginan-keinginan” daging yang bertentangan terhadap tuntunan Roh Kudus.)

 

  1. Apakah tujuan kita? (Untuk tidak “memuaskan” keinginan-keinginan daging)

 

  1. Apakah ini sama seperti ketika kita ada dibawah hukum? Hukum mengatakan pada kita untuk hidup dalam cara tertentu, sementara keinginan daging kita mengatakan untuk hidup dalam cara yang berbeda.

 

  1. Baca Galatia 5:17. Apa yang ingin kita lakukan (keinginan daging).

 

  1. Mengapa demikian? Saya berpikir bahwa Roh Kudus memberi kita sikap yang baru? (Menurut saya kita akan selalu merasakan konflik yang terjadi. Kita akan selalu merasakan tarikan dari godaan.)

 

  1. Baca Roma 7:14-20. Paulus lebih spesifik dalam ayat-ayat ini. Apakah masalah praktis yang ada dalam kehidupan kita? (Kita menemukan bahwa kita melakukan hal-hal yang kita tidak mau lakukan.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Gereja pertama dimana saya mengajar kelas Alkitab mempunyai perdebatan hebat antara anggota perihal kasih karunia. Saya mengenang bagaimana seorang anggota yang “memiliki” kasih karunia. Ia begitu bersemangat oleh sebab ia tiba-tiba merasa bebas – bebas dari hukum. Apakah hal yang demikiankah yang seharusnya terjadi? (Baca Roma 8:1-2. Ya. Ia tidak lagi dibawah kutukan hukum. Namun, menurut saya ia merasa bahwa ia tidak lagi perlu untuk khawatir atas “tekanan” dosa. Kasih karunia tidak “membunuh” keinginan daging kita. Dosa terus menarik dalam pikiran kita.)

 

  1. Baca Roma 8:3-4. Dapatkah kita tetap “hidup menurut...Roh,” dan tetap memiliki pergumulan seperti yang digambarkan Paulus itu? (Saya pikir situasi yang demikian inilah yang terjadi dalam kebanyakan orang Kristen yang serius.)

 

  1. Baca Roma 8:5-9. Apakah yang Alkitab katakan untuk kita lakukan agar dapat hidup sesuai dengan Roh? (Agar menetapkan pikiran kita akan apa yang diinginkan Roh. Kita membuat pilihan-pilihan, dan inilah hal yang penting.)

 

  1. Apakah ini legalisme? Apakah ini kebenaran melalui pekerjaan, kecuali pekerjaan kali ini adalah sebuah pilihan? (Saya tidak mengetahui jika kasih karunia dapat lebih sederhana dari sebuah pilihan.)

 

  1. Baca Roma 8:10-11. Bagaimana tubuh “mati” kita dapat hidup? (Melalui kuasa yang sama yang membangkitkan Yesus dari kubur, kuasa Roh Kudus.)

 

  1. Baca Roma 8:12-14. Seberapa pentingnya kah pilihan untuk hidup melalui Roh atau hidup dengan keinginan daging? (Kita akan mati jika kita hidup dalam keinginan daging kita.)

 

  1. Baca Galatia 5:18. Kita memiliki pertentangan dalam pikiran kita antara tuntuntan Roh dan kenginan daging. Bagaimana kita mengetahui bahwa kita mengikuti Roh?

 

  1. Pada masa lalu sebagian mobil memiliki alat pengukur vakum yang akan berubah menjadi merah jika saudara menggunakan banyak bahan bakar dan berubah hijau jika saudara menggunakan bahan bakar pada batas yang layak. Bukankah akan sangat baik jika kita memiliki alat pengukur seperti itu agar kita dapat mengetahui apakah kita hidup dalam Roh ataukah kita hidup menurut keinginan daging?

 

  1. Perhatikan bagaimana Paulus menuliskannya. Ia tidak mengatakan bahwa kita sedang hidup sesuai dengan godaan yang diciptakan Setan ataupun salah satu agennya. Paulus mengatakan bahwa adalah sifat “dosa” atau “keinginan daging” kita yang menarik kita ke dalam dosa. Apakah saudara pernah memikirkan bahwa bukan iblis, namun keinginan daging kita yang merupakan musuh terburuk kita jika berbicara mengenai penurutan?

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Baca kembali Galatia 5:18. Dalam hal apakah kita bukan “dibawah” hukum ketika kita hidup dalam Roh? (Kita tidak dibawah kutukan hukum. Baca kembali Roma 8:6-7. Ini menunjukkan bahwa meski kita bukan berada dibawah kutukan hukum lagi, namun hukum tetap merupakan tolok ukur (walau yang lemah sekalipun) untuk menghidupkan suatu hidup ayng membawa kemuliaan bagi Allah dan bagi kita.)

 

  1. Diskusi kita mengenai pilihan membuat saya berpikir bahwa kita secara dasar memiliki tiga pilihan. Kita dapat hidup sesuai keinginan daging, kita dapat hidup sesuai Roh, atau kita dapat menggertakkan gigi dan mencoba untuk menuruti hukum. Menurut saudara bagaimana cara kerjanya dalam praktek? (Hal pertama yang akan saya lakukan adalah untuk hidup dalam Roh adalah berdoa agar Roh Kudus akan menuntun pikiran saya. Mari kita berasumsi bahwa pencobaan yang saudara hadapai adalah perzinahan. Saudara dapat memilih sikap, “Apakah yang akan saya lakukan untuk memuaskan istri saya hari ini?” Saudara dapat memilih sikap, “ Apa yang dapat saya lakukan untuk menggoda seseorang agar melakukan hubungan yang tidak wajar dengan saya?” atau, saudara dapat memilih sikap, “Saya bahkan tida akan melirik wanita lain selain istri saya, agar saya tidak jatuh ke dalam pencobaan. Menurut saya pilihan pertama adalah pilihan yang sesuai kehendak Roh.)

 

  1. Pemeriksaan Sendiri

 

  1. Baca Galatia 5:19.21. Apakah ada satu dari tindakan ini yang timbul dalam hidup saudara?

 

  1. Jika jawabannya adalah, “ya” apakah ini mendemonstrasikan bahwa saudara hidup dalam keinginan daging (yang bertentangan dengan kehendak Roh) dan maka saudara kalah? Atau, apakah ini hanya mendemonstrasikan apa yang Paulus akui, bahwa ia melakukan hal-hal yang tidak ingin ia lakukan?

 

  1. Perhatikan kalimat, “mereka yang melakukan hal demikian tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.” Apa yang kalimat ini katakan pada kita mengenai kehadiran tindakan-tindakan jahat ini dalam hidup kita? (Kita tidak menginginkan tindakan jahat dalam hidup kita, namun masalahnya adalah untuk tidka jatuh dalam dosa sekalipun, dan bagaiaman untuk membuat tindakan ini menjadi polah hidup kita. Jika kita secara rutin hidup seperti ini, kita memiliki masalah serius yang menunjukkan bahwa kita tidak memilih untuk hidup dalam Roh.)

 

  1. Baca Galatia 5:22-23. Bagaimanakah daftar ini dapat berbeda dengan daftar sebelumnya? (Nyatalah, bahwa daftar ini berisi hal-hal baik gantinya hal-hal jahat. Apa yang sangat berbeda adalah bahwa ini mencantumkan sikap-sikap, dan bukan tindakan.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Bagaimana fakta dari daftar kedua ini secara umum mendeskripsikan sikap-sikap yang menyuruh saudara untuk hidup dalam Roh? (Inilah kuncinya: jika saudara memilih untuk hidup dalam Roh, maka Roh Kudus akan merubah ahti dan pikiran saudara. Sikap saudara terhadap dosa akan berubah. Saudar tetap akan menemukan bahwa keinginan daging akan bersaing untuk mendapatkan perhatian saudara, namun sikap saudara yang telah berubah membuatnya kurang menarik.)

 

  1. Baca Galatia 5:24. Apakah artinya untuk “menyalibkan keinginan daging?” (Menyalibkan berarti untuk menaruhnya menjadi kematian yang mengerikan.)

 

  1. Jika keinginan daging kita disalibkan, bagaimana saudara dapat menjelaskan Roma 7:15 dimana Paulus mengatakan pada kita bahwa ia melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukannya? Apakah keinginan daging kita serupa karakter dalam film yang terus mendatangi kita untuk menakuti kita? (Menurut saya gambaran paling tepat untuk hal ini terdapat dalam Roma 7:19-8:4. Apakah yang kita ketahui secara pasti ialah bahwa Yesus membebaskan kita dari “hukum dosa dan kematian.” Tanggungjawab kita adalah untuk memilih hidup dalam Roh dan bukan mengikuti keinginan daging kita.)

 

  1. Baca Galatia 5:25. Kita berbicara sebelumnya mengenai gagasan “hidup” menurut Roh gantinya hidup menuruti keinginan daging. Gagasannya adalah bahwa ini mewakili jalan hidup kita, dan bukan tindakan seketika saja. Bagaimanakah Paulus membangun gagasan ini dengan menyarankan agar kita tetap “sejalan dengan Roh?” (Hidup Kristen kita merupakan sebuah perjalanan. Kita menuju arah satu jalan atau jalan lainnya. Maka, tujuan kita adalah untuk menjaga agar langkah kita searah dengan Roh Kudus.)

 

  1. Gambaran Besar

 

  1. Baca Matius 11:28-30.  Mungkin pada titik ini saudara merasa putus asa oleh sebab saudara masih nyaman dengan keinginan daging saudara. Apa yang Yesus katan perihal beban dalam mengikut Dia? (Yesus mengatakan bahwa jika saudara menyelesaikan masalah di bawah kuasaNya, maka beban saudara akan menjadi ringan. Pikirkan mengenai perbedaan praktis antar menurut karena ingin menghindari dosa, dan sebuah kemitraan dengan Allah untuk membawa kemuliaan bagiNya dan membuat hidup saudara menjadi lebih baik.)

 

  1. Sahabatku, kabar buruknya adalah bahwa saudara tetap merasakan pertentangan antara dosa bahkan setelah saudara diselamatkan melalui kasih karunia saja. Saudara bebas dari penalti kematian yang dijatuhkan hukum namun saudara tetap berkewajiban untuk hidup dalam Roh Kudus. Apakah saudara, saa ini juga, akan mememutuskan untuk meminta Roh Kudus menolong saudara untuk “tetap sejalan” degan programNya untuk hidup saudara?

 

  1. Minggu Depan: Injil dan Gereja.