Lesson 13 Injil dan Gereja

Indonesian
(Galatia 6:1-10)
Year: 
2017
Quarter: 
3
Lesson Number: 
13

Pendahuluan: Hampir seluruh pelajaran kita dari buku Galatia berpusat pada bagaimana kita hidup oleh Roh dan oleh kasih karunia. Paulus sekarang memalingkan perhatiannya kepada bagaimana kita harus berurusan dengan anggota-anggota gereja yang lain. Apa yang harus kita perbuat dengan dosa di dalam gereja?  Apakah bentuk dari dosa penting?  Apakah tingginya posisi anggota penting? Di acara penyegaran akhir minggu gereja baru-baru ini, seorang anggota mau mendiskusikan masalah ini dengan saya. Kami setuju kalau setiap orang di dalam gereja adalah orang berdosa. Kita semua memerlukan kasih karunia. Tetapi, satu perbedaan timbul, ketika seorang anggota menjadi penganjur dosa. Mereka bukan saja berdosa, tetapi mereka mendebat kalau dosa harus diterima. Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan pelajari lebih jauh!

 

 

  1. Pemulihan

 

    1. Baca Galatia 6:1. Menurut Anda apakah artinya “mendapatkan” anggota yang lain dalam dosa? (Itu dapat berarti Anda mengejutkan mereka atau itu dapat berarti kalau mereka “kedapatan” dalam dosa.)

 

      1. Apakah itu ada perbedaannya?

 

    1. Lihat kembali Galatia 6:1. Apakah tujuan kita ketika kita mengetahui tentang dosa? (Untuk memulihkan orang tersebut.)

 

      1. Menurut Anda apakah artinya – untuk memulihkan seseorang? (Untuk menolong mereka meninggalkan dosa.)

 

      1. Bagaimanakan ini mungkin kalau kita semua adalah orang-orang berdosa? (Kita semua adalah orang-orang berdosa, tetapi Paulus membuat satu perbedaan antara “kamu yang rohani” dan mereka yang “kedapatan dalam dosa.”  Kelihatannya itu adalah satu dosa yang perlu diatasi.)

 

      1. Bagaimana seharusnya kita melakukan ini? Dengan berteriak kepada orang berdosa atau coba mempermalukan orang berdosa? (Alkitab katakan untuk memulihkan mereka “dengan lemah lembut.” Tidak berteriak. Jangan coba mempermalukan.)

 

    1. Mari pusatkan pada bagian akhir dari Galatia 6:1. Apakah bahaya dalam memulihkan orang lain dari dosa mereka? (Kita mungkin tergoda.)

 

      1. Tergoda oleh apa? (Ayat tidak mengatakan, tetapi reaksi pertama saya adalah kita harus menghindari godaan dosa yang kita sedang coba atasi.)

 

        1. Pernahkah Anda mengalami hal ini?

 

      1. Kalau masalahnya adalah melihat jauh kedalam dosa, apa yang disarankan disini kepada kita tentang menonton televisi dan bioskop yang mempertunjukkan dosa? (Kita dihadapkan dengan dosa tanpa sisi positif untuk menolong orang lain keluar dari dosa.)

 

    1. Baca Galatia 6:2-3. Ketika saya membaca Galatia 6:1, saya pikir godaannya adalah terlibat dalam dosa yang sama yang telah dilakukan orang yang “kedapatan.” Ini menyarankan jawaban yang lain. Apakah itu? (Masalah dosa disini adalah saya akan berpikir saya lebih baik daripada orang yang saya tolong untuk meninggalkan dosa.)

 

      1. Jika saya menolong orang lain meninggalkan dosa, apakah itu otomatis mengartikan kalau saya “lebih baik” dalam hal dosa ini? (Kalau saya pikirkan tentang itu, Paulus katakan kalau kita telah diperdayai. Kita semua adalah orang-orang berdosa.)

 

      1. Satu hal lain yang Paulus ajar untuk kita lakukan adalah “saling memikul beban satu sama lain.” Jika Anda selalu berpikir kalau Anda adalah lebih baik daripada seseorang yang sedang Anda coba untuk pulihkan dari dosa, apakah ada problem praktis? (Kalau Anda memiliki sikap meninggikan diri, itu akan terlihat. Dipastikan, sikap yang sedemikian menghalangi Anda untuk benar-benar bersimpati. Anda tidak membantu memikul beban orang itu.)

 

    1. Baca Galatia 6:4. Apakah maksudnya untuk “menguji pekerjaannya sendiri”? (Jika Anda seperti saya, saya tidak terlalu tergoda dalam banyak hal di dalam hidup saya. Mencuri uang atau membunuh seseorang bukanlah hal-hal yang menggoda saya. Jika saya menasehati seseorang yang suka mencuri, Tuhan katakan agar saya mempertimbangkan hal-hal dimana saya bermasalah agar saya tidak merasa lebih baik daripada si pencuri.)

 

      1. Tunggu dulu!  Saya baru saja menulis kalau kita jangan merasa lebih baik dari seorang pencuri, tetapi ayat katakan pada kita kalau kita boleh “bermegah” dengan diri kita. Bagaimana kita dapat menghindar dari perasaan lebih tinggi dan pada saat yang sama bermegah akan diri kita?  (Kita jangan bermegah berdasarkan fakta kalau kita lebih baik daripada orang yang sedang kita bantu. Tetapi, kita harus bermegah dengan fakta kalau kita membuat kemajuan dalam perjalanan kita menuju kebenaran.)

 

        1. Bukankah bermegah kelihatannya bertentangan dengan pengertian kalau Roh Kudus bekerja di dalam kita yang memberikan kita pertumbuhan menuju kekudusan? (Saya pikir itu adalah perasaan sukacita kita dalam kemenangan-kemenangan atas dosa.)

 

    1. Baca Galatia 6:5. Mengapa kita harus memikul “tanggungannya sendiri?” (Paulus telah menulis tentang kita saling memikul beban “satu sama lain”. Disini, ia katakan kita harus memikul beban kita sendiri. Sekali lagi, saya pikir yang penting adalah kalau kita menyadari dosa-dosa kita, itu membuat kita merasa tidak lebih tinggi dari orang-orang lain yang menghadapi jenis-jenis dosa yang berbeda.)

 

II.       Menyokong Pengajar

 

    1. Baca Galatia 6:6. Apa artinya untuk “membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran?” (Itu berarti menyokong orang yang mengajar Anda.)

 

      1. Perhatikan pengajaran yang layak mendapatkan dukungan -“pengajaran akan firman.” Apakah yang dikatakan kepada kita tentang mereka yang mengajar filsafat hidup yang tidak berdasarkan Alkitab? (Pengajaran yang demikian tidak layak mendapatkan dukungan kita.)

 

III.      Hukum Tidak Bisa Berbalik

 

    1. Baca Galatia 6:7. Kita mengerti kalau seorang petani “menuai yang ia tabur.” Bagaimana bekerjanya dalam hal berbuat dosa dan menolong orang lain meninggalkan dosa?

 

    1. Baca Pengkhotbah 8:14 dan Pengkhotbah 9:1-2. Haruskah Raja Salomo dan Paulus berdebat?  Mereka kelihatannya sama sekali bertentangan! (Dua hal sedang berlangsung. Pertama, Salomo mungkin mengatakan kalau ada pengecualian dalam aturan umum. Ibrani 11, khususnya Ibrani 11:35-38, setuju kala hal-hal tidak adil terjadi di dunia ini. Tetapi, itu bukanlah aturan umum. Ditambahkan, Ibrani 11 mengatakan kalau itu akan diperbaiki ketika Yesus kembali. Kedua, Salomo sudah jelas merasa gundah. Banyak orang-orang Kristen yang saya kenal mengutip Pengkhotbah 9:5 untuk membuktikan kondisi orang mati.  Itu adalah kebodohan. Kalau ayat itu diartikan secara harafiah, itu menolak janji dalam Ibrani 11 kalau semua akan diperbaiki di sorga. Salomo gundah - dan fakta ini mendorong mereka yang bergumul dengan kegundahan).

 

    1. Baca Galatia 6:8. Paulus menjelaskan kalau tuaian yang ia bicarakan adalah tujuan kekekalan kita. Itu menyelesaikan sebagian pertentangan dengan Salomo. Apa yang telah Anda temukan? Sudahkah Anda temukan “pembalasan” bahkan semasa hidup di dunia?

 

    1. Baca Galatia 6:9. Apa yang harus kita lakukan jika kita merasa “lemah” karena perbuatan-perbuatan baik kita? (Kita perlu mengingatkan diri kita kalau kita akan menerima upah jika kita tidak menyerah!)

 

      1. Bukankah ini bertentangan dengan pemikiran kasih karunia? (Galatia 6:8 membuat sulit untuk mendebat kalau Paulus sedang berbicara tentang dua hal berbeda, hidup kekal dan upah di sorga. Gantinya, saya pikir Paulus katakan pada kita kalau mereka yang menerima kasih karunia, mereka yang memilih untuk hidup dengan tuntunan Roh Kudus, mereka yang berjalan di jalan kebenaran, memantulkan perbuatan-perbuatan baik dalam hidup mereka.)

 

    1. Baca Galatia 6:10. Bagaimanakah “kesempatan” kita berubah sejak jaman Paulus? (Kita sekarang tahu kebutuhan seluruh dunia. Kita dapat segera mendengar tentang hal itu. Paulus, disisi lain, membicarakan tentang hal-hal yang akan menarik perhatian orang percaya.)

 

      1. Apakah “kesempatan” kita kadang terlihat terlalu berat?

 

      1. Saya baca satu artikel penelitian tentang penggunaan penerimaan pajak local dibandingkan dengan penerimaan pajak negara bagian. Artikel menemukan kalau orang lokal menggunakan dengan bijak pajak lokal untuk masalah-masalah lokal. Mereka mengerti situasi dengan lebih baik dibandingkan mereka yang membagikan penerimaan di negara bagian. Apakah konsep tersebut berlaku dalam menolong orang lain?  Kita mungkin sadar akan masalah-masalah seluruh dunia, tetapi menolong orang yang kita kenali secara lokal menolong kita memberikan bantuan dengan lebih efektif?

 

      1. Apa yang Paulus katakan tentang mengutamakan kawan-kawan seiman dalam memberikan bantuan? (Ia katakan kita harus “terutama” menolong kawan-kawan seiman.)

 

    1. Sahabat, pernahkah Anda mempertimbangkan dengan seksama bagaimana Anda dapat menolong orang-orang disekitar Anda? Apakah Anda perhatikan kalau Paulus memberikan kita perintah spesifik siapa yang harus dibantu? Itu berarti bantuan kita harus disengaja. Paulus mendorong kita untuk suka menolong karena kita akan menuai upah dari bantuan kita. Maukah Anda mempertimbangkan apa yang dapat Anda lakukan untuk menolong orang lain?

 

IV.      Minggu depan: Bermegah dalam Salib.