Keselamatan dan Akhirt Zaman

Indonesian
(Yohanes 14, Roma 10, Wahyu 22)
Year: 
2018
Quarter: 
2
Lesson Number: 
4

Pendahuluan: Apakah yang membedakan orang Kristen yang benar dengan sistem kepercayaan agama lainnya di dunia? Yakni pengertian yang orang Kristen yakini akan keselamatan melalui iman saja, dan tanpa pekerjaan mereka. Sistem kepercayaan agama lainnya melibatkan semacam pekerjaan untuk “menyucikan” hidup saudara atau untuk menyenangkan ilah yang saudara layani. Kekristenan yang benar terutama terasa lebih sukar bagi mereka yang hidup dalam kultur yang percaya bahwa kerja keras akan menghadiahkan kesuksesan. Bagaimana saudara dapat memiliki filsafat kerja yang begitu bertolakbelakang dengan teologia? Adalah sangat sulit. Itulah sebabnya banyak orang Kristen secara tidak sadar melayani Setan ketika mereka menulis artikel yang menyarankan bahwa orang Kristen yang tidak memenuhi standar keagamaannya secara tepat adalah sesat. Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita dan belajar mengenai perbedaan antara keselamatan dan perjalanan keKristenan menuju kesucian!

 

  1.        Jalan menuju Keselamatan

 

    1.        Baca Yohanes 14:1-4. Jika saudara sedang mendengar Yesus, apakah yang secara langsung harus ditanyakan pada diri saudara sendiri? (Saya akan memeriksa untuk meyakinkan, secara fakta, bahwa saya mengetahui “jalan menuju tempat” tujuan Yesus.)

 

    1.        Baca Yohanes 14:5. Bagaimana saudara akan memberi nilai pertanyaan Tomas? (Saya memberinya nilai “A.” Apakah saudara memperhatikan bahwa sebagian pelajar yang berpura-pura akan bertanya pertanyaan yang merupakan pemikiran dari sebagian orang lainnya?)

 

    1.       Baca Yohanes 14:6. Thomas percaya bahwa jawaban atas pertanyaannya adalah tujuan secara fisik. Itu juga yang merupakan kesimpulan saya jika saya duduk di samping Tomas. Apakah yang Yesus katakan merupakan “jalan menuju tempat dimana saya berada?” (Ini bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah orang:melalui Yesus. Jalan menuju surga adalah melalui Yesus.)

 

    1.       Baca Roma 10:1-2. Apakah orang Israel ini adalah orang-orang yang pekerja keras? (Ya! Saudara akan melihat mereka dan berkata bahwa mereka adalah orang yang “taat.” Bahwa mereka adalah orang yang “berjalan di jalan yang lurus.”)

 

      1.        Apakah ada kesalahan di sini? (Bahwa mereka tidaklah secara tepat dididik. Mereka tidak mengerti jalan Allah.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1.        Baca Roma 10:3-4. Apakah cacat yang terdapat dalam pengetahuan dari orang tekun pengikut Allah ini? (Mereka memiliki pemikiran bahwa .kebenaran datang dari hasil pekerjaan mereka sendiri.)

 

      1.        Apakah mereka memberontak terhadap Allah? Ya. Sejanggal label ini, Alkitab menerangkan bahwa mereka tidak berserah kepada “kebenaran Allah.”)

 

      1.        Apakah memelihara hukum merupakan jalan menuju ke jalan kebenaran? (Tidak. Pernyataan ini mengatakan bahwa “Kristus adalah akhir dari hukum,” dan itu tidak dapat menjadi jalan menuju kebenaran. Sebagai gantinya, Alkitab berkata “ agar terdapat kebenaran bagi semua untuk mempercayainya.” Percaya pada Yesus adalah jalan menuju kebenaran.)

 

    1.        Baca Roma 10:9-11. Bagaimana kepercayaan yang menyelamatkan kita ini digambarkan? (Bahwa saudara mengakui bahwa Yesus adalah Allah. Bahwa Saudara percaya bahwa oleh hidup, pekerjaan dan kebangkitan Yesus saudara diselamatkan. Pengakuan dan rasa percaya ini adalah jalan menuju surga. Jika saudara percaya akan Yesus atas keselamatan saudara, “saudara tidak akan pernah dibuat malu.”)

 

    1.       Mari kita kembali membaca ayat yang baru saja kita pelajari. Baca Wahyu 22:12-15. Apakah yang telah dilakukan orang benar, yang telah mendapat ijin untuk masuk surga?  (Mereka telah membasuh jubahnya. Wahyu 7:14 menunjukkan secara jelas artinya: “Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” Mereka mengandalkan hidup sempurna dan tebusan dari kematian Yesus.)

 

      1.        Lihat kembali Wahyu 22:15. Apa yang telah dilakukan oleh orang jahat? (Sederatan perbuatan dosa.)

 

      1.        Sudahkah orang yang telah mendapat surat ijin ke surga melakukan hal yang sama? Dapatkah hal ini mendeskripsikan mereka? (Kelihatannya hal ini tidak relevan oleh karena Alkitab tidak menyebutkannya. Kita tidak mengetahui dosa spesifik apa yang telah “dicuci” dari jubah orang benar. Kepada kita telah disampaikan dua hal: bahwa pekerjaan ini menghadiahkan saudara kematian yang kekal. Mencuci jubah saudara dengan kebenaran Yesus (apapun kondisi awal dari jubah saudara) memberi saudara ijin masuk surga. Mereka yang diselamatkan mengerti dan menerima hal ini. Lihat Roma 10:2-3.)

 

    1.       Baca Matius 7:21. Apakah ayat ini membuat keraguan dalam pengertian kita setelah membacanya? (Itu mungkin terjadi. Oleh sebab itu, kita perlu untuk dapat mengerti ayat ini.)

 

    1.        Baca Matius 7:22-23. Apakah yang dibicarakan oleh orang-orang ini, mereka yang akan ditolak mendapatkan ijin ke surga? (Tidak. Mereka telah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang hebat sekali. Pekerjaan yang telah mereka lakukan lebih mengesankan dari kebanyakan orang Kristen yang saya ketahui

 

 

 

 

 

      1.        Apa yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang tersesat ini? (Mengenal Yesus.)

 

      1.        Mari kita kembali mengunjungi percakapan antara Yesus dan Tomas. Baca kembali Yohanes 14:6-7. Apakah letak permasalahan Tomas? (Ia tidak mengenal Yesus. Ia tidak mengerti bahwa “tidak ada seorangpun yang datang keapda Bapak, kalau tida melalui Aku.” Saudara tidak datang kepada Bapa melalui pekerjaan besar saudara. Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada mereka yang mengklaim hasil pekerjaan (yang berkuasa) sebagai dasar dari keselamatan, bahwa mereka tidak mengenal Yesus. Mereka tidak mengerti jalan menuju keselamatan hanyalah melalui Yesus.)

 

  1.       Memahami Jalan menuju Kesucian

 

    1.        Mari kita lanjutkan dengan pembicaraan murid-murid dengan Yesus. Baca Yohanes 14:9-14. Ini adalah bacaan yang panjang, namun menurut saya kita perlu membaca ayat-ayat ini untuk memahami instruksi Yesus. Apakah tujuan dari mujizat yang Yesus tunjukkan? (Untuk menginspirasi rasa percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat, yakni Anak Allah.)

 

      1.        Jika mujizat-mujizat ini adalah bukti bahwa Yesus adalah Juruselamat, mengapa Yesus mengatakan Yesus mengatakan bahwa para pengikutNya akan melakukan “pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada in?” Apakah kita menunjukkan kepada orang bahwa kita bersama dengan Allah? (Hal tersebut melenceng dari apa yang dimaksud. Ayat 13 mengatakan kepada kita bahwa mujizat-mujizat yang kita lakukan adalah menghasilkan  “Anak Allah” yang membawa “kemuliaan bagi Bapa.”)

 

    1.        Baca Yohanes 14:15. Menurut saudara mengapa hal ini benar?  Saya mencintai orang tua saya, namun terkadang saya tidak menuruti mereka. (Pertimbangkanlah konteksnya. Yesus mendiskusikan bagaimana kita dapat membawa kemuliaan bagi Allah. Menuruti perintah Allah membawa kemuliaan bagi Allah. Jika saudara mengasihi Allah, maka saudara akan mau membawa kemuliaan bagiNya.)

 

    1.       Baca Yohanes 14:16-17. Mengapa Yesus secara langsung berbicara perihal Roh Kudus? (Roh Kudus adalah Seorang yang memberi kita wawasan, keyakinan dan kuasa untuk menurut – untuk melakukan pekerjaan itu.)

 

    1.       Mari kita melombat beberapa ayat untuk mengaitkannya bersama. Baca Yohanes 14:26. Bagaimana ayat ini mendeskripsikan peranan Roh Kudus dalm kehidupan kita?

 

    1.        Baca Yohanes 14:23-24. Apakah tambahan nilai dari menuruti Allah? (Allah akan mengasihi kita dan membuat rumahNya bersama dengan kita.)

 

 

 

 

 

 

 

      1.        Saya berpikir bahwa Allah mengasihi semua orang! Roma 5:8 mengatakan bahwa Allah begitu mengasihi “orang berdosa” sehingga Ia mati bagi mereka. Bagaimana saudara mengartikan Yohanes 14:23? (Menurut saya ini mengartikan lebih dari kasih yang umum yang Allah miliki untuk semua orang berdosa. Ini berarti bahwa Allah akan memberkati hidup saudara dengan kehadiranNya.)

 

      1.        Baca Mazmur 91:14-16. Detil apakah yang ditambahkan terhadap gagasan bahwa hubungan kasih kita dengan Allah memajukan hidup kita?

 

    1.        Baca 1 Yohanes 2:3-6. Menurut saudara mengapa Yohanes menggunakan istilah “berjalan” untuk mendeskripsikan hidup seorang yang mengasihi Yesus? (Ini adalah hidup yang progresif. Suatu hidup dimana saudara meningkat menuju kesucian.)

 

  1.      Kabarkanlah!

 

    1.        Baca Wahyu 14:6-7. Menurut ayat ini apa yang perlu dilakukan terhadap “injil yang kekal?” (Ini harus diproklamasikan kepada mereka yang hidup di bumi.)

 

      1.        Bagaimanakah gambaran malaikat itu atas injil yang kekal? (Agar takut dan berbaktilah kepada Allah. Allah Pencipta adalah Yesus. Yohanes 1:1-5, 14.)

 

      1.        Hal apa lagikah yang disampaikan malaikat itu kepada kita? (“Untuk memberiNya kemuliaan. Kehidupan kita yang menurut memberi kemuliaan bagi Allah.)

 

    1.        Baca Wahyu 14:8. Bagaimana orang yang sesat digambarkan? (Mereka telah mabuk “anggur” dari hawa nafsu cabulnya terhadap Allah. Dapatkah saudara lihat bagaimana hal ini memanggil agar kita membuat pilihan? Ini bukanlah hanya sebuah diskusi atas adakah saudara telah membuat dosa-dosa secara spesifik. Garis yang memisahkan orang baik dan orang jahat berhubungan dengan kepatuhan. Ingat diskusi kita dalam Roma 10:9-10. Sudahkah saudara menerima yesus sebagai Allah dan Juruselamat? 

 

    1.       Sahabatku, jangan lewatkan kabar ini. Saudara hanya diselamatkan oleh rahmat saja – tidak satupun merupakan hasil dari pekerjaan yang saudara lakukan. Namun, ketika saudara telah diselamatkan, maka saudara ingin untuk membawa kemuliaan bagi Allah karena saudara mengasihi Dia. Hal ini saudara lakukan dengan penurutan. Hal besar mengenai penurutan adalah bahwa hal ini membawa berkat pada saudara. Penurutan adalah hasil dari kasih saudara kepada Allah. Ini bukanlah kunci atas keselamatan saudara. Namun hidup saudara seharusnya merefleksikan  sebuah “jalan” menuju kesucian! Apakah saudara mengerti jaminan keselamatan didasari oleh menerima Yesus? Jika iya, akuilah dan percayalah pada Yesus sekarang juga! Kemudian mintalah Roh Kudus untuk menolong saudara memulai perjalanan saudara menuju kesucian.

 

  1.           Minggu depan: Kristus dalam Bait Suci di Surga