Engkau Akan Menjadi SaksiKu

Indonesian
(Kisah 1)
Year: 
2018
Quarter: 
3
Lesson Number: 
1

Pendahuluan: Pernahkah Anda menghadapi krisis dalam hidup Anda ketika seseorang mengecewakan Anda? Anda memiliki rencana tertentu bagi masa depan, tetapi kemudian semua rencana Anda berubah. Apakah Anda ingat gejolak dalam pikiran Anda? Anda tidak tahu apa yang perlu dipercayai dan Anda tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.  Saya pikir disitulah dimana kita menemui murid-murid dalam pelajaran ini. Mari selami ke dalam pelajaran Alkitab kita dan temukan lebih jauh!

 

  1.         Pandangan yang Salah

 

    1.        Baca Markus 10:35-36.  Pernahkah seseorang bertanya kepada Anda, “Maukah Anda melakukan sesuatu bagi saya?” atau “Apakah Anda ada waktu luang Selasa malam?”  Apakah Anda menjawab pertanyan-pertanyaan tersebut, atau ganti mengajukan pertanyaan: “Mengapa?” (Saya tahu pertanyaan-pertanyaan tersebut hampir selalu menyusahkan, sehingga saya tidak memberi jawaban sampai saya temukan apa yang ada dalam benak mereka. Kita lihat kalau Yesus sama berhati-hatinya.)

 

    1.        Baca Markus 10:37-39. Yesus katakan kalau mereka tidak tahu apa yang mereka minta.  Tidak diragukan ini adalah benar.  Menurut Anda apa yang mereka yakini sedang mereka minta? (Mereka berbicara tentang “kemuliaan.” Mereka pikir Yesus akan menjadi Raja dan mereka mau mendapatkan posisi tinggi dalam kerajaanNya di dunia.)

 

    1.        Baca Kisah 1:6-7. Apakah Yakobus dan Yohanes saja dari murid-murid yang berpikir kalau Yesus akan “memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Tidak! Bahkan dihari-hari akhir, beberapa saat sebelum Yesus kembali ke surga, murid-murid masih memiliki pandangan keliru akan masa depan.)

 

    1.        Baca Kisah 1:4-5 dan Markus 10:32-34. Ini yang Yesus katakan sesaat sebelum Yakobus dan Yohanes mengajukan pertanyaan mereka dan murid-murid mengajukan pertanyaan mereka. Bagaimana Anda menjelaskan kegagalan mereka dalam memperhatikan? (Mereka harus lebih memusatkan pada datangnya Roh Kudus atau fakta kalau Yesus baru saja katakan Ia akan segera dibunuh. Gantinya, mereka pertimbangkan apa yang mereka mau untuk terjadi, dan kelihatannya tidak memperhatikan apa yang sesungguhnya dikatakan Yesus.)

 

  1.       Pandangan yang Benar

 

    1.        Baca Kisah 1:8-9. Masa depan apakah yang ada dalam pemikiran Yesus bagi murid-murid? (Mereka akan menjadi saksi-saksi di dunia, bukan penguasa-penguasa.)

 

      1.        Kalau Anda seorang murid, bagaimana reaksi Anda dengan perubahan rencana tersebut?

 

      1.        Rencana umum apa yang Yesus tetapkan untuk menjadi saksi? (Tempat mereka untuk bersaksi adalah satu lingkaran yang terus membesar, untuk menjangkau seluruh dunia.)

 

      1.        Ketika murid-murid bertanya tentang memulihkan “Kerajaan kepada Israel,” menurut Anda apakah mereka maksudkan hanya Israel, atau kalau Israel akan menguasai dunia?

 

    1.        Baca Kisah 1:10-11. Apa yang dipikirkan murid-murid ketika Yesus naik ke surga?

 

      1.        Apakah pemikiran mereka ketika malaikat-malaikat katakan kalau Yesus akan akan datang kembali?

 

    1.        Baca Lukas 24:44-52. Ini adalah tampilan lain dari saat Yesus kembali ke surga. Dilaporkan kalau murid-murid dipenuhi dengan “sukacita besar.”  Bagaimana itu dapat terjadi, mengingat beberapa saat sebelumnya mereka bingung tentang masa depan?

 

      1.        Bagaimana itu terjadi ketika saya yakin mereka pastinya sangat kecewa tidak menjadi penguasa-penguasa di dunia? (Saya tidak yakin mereka mengerti sepenuhnya, tetapi saya perkirakan mereka pikir jika mereka selesaikan tujuan-tujuan bersaksi mereka, Yesus akan kembali dan mendirikan KerajaanNya. Itu memberi sukacita bagi mereka. Itu hanyalah kegembiraan yang tertunda.)

 

  1.      Dunia Nyata

 

    1.        Baca Kisah 1:12-14. Kalau hidup di jalan yang salah, atau jika Anda bingung tentang masa depan, apa yang harus Anda lakukan? (Berdoa! Itu yang dilakukan murid-murid dan sahabat-sabahat dan keluarga terdekat Yesus.)

 

    1.        Baca Kisah 1:15-17. Pertimbangkan kata-kata Petrus, dan katakan pada saya menurut Anda apa inti dari doa-doa di ruangan atas? (Petrus berbicara tentang Alkitab dan nubuatan-nubuatan. Ia berbicara tentang Roh Kudus. Saya pikir mereka membahas nubuatan-nubuatan tentang Yesus, dan memohon tuntunan dari Roh Kudus. Tidak diragukan mereka ingin tahu apa yang salah dalam rencana masa depan mereka.  Tidak diragukan kegagalan Yudas merupakan satu peringatan serius akan kehilangan arah dalam rencana Tuhan.)

 

    1.        Baca Kisah 1:18-20. Arahan apa yang diberikan Alkitab sehubungan dengan kepemimpinan di masa depan? (Dikatakan kalau seseorang harus menggantikan Yudas.)

 

    1.        Baca Kisah 1:21-22. Ketentuan-ketentuan apakah yang harus dimiliki oleh murid pengganti? (Seseorang yang adalah saksi mata dari semua pelayanan Yesus, termasuk kebangkitanNya.)

 

      1.        Pikirkan hal ini.  Mengapa mereka memerlukan hal ini dari seorang murid pengganti? (Ini menunjukkan kalau mereka telah mendapatkan pandangan yang benar untuk masa depan. Mereka mencari seorang saksi, bukan seorang pemimpin politik. Sekarang mereka memahami masa depan mereka di dunia.)

 

    1.        Baca Kisah 1:23-26. Mengapa Roh Kudus harus memilih dari antara dua orang yang telah dipilih oleh kelompok orang percaya?

 

      1.        Mengapa tidak membiarkan Roh Kudus memilih dari antara semua 120 orang percaya?

 

      1.        Sebagian gereja-gereja masih memilih pemimpin-pemimpin dengan cara seperti ini.  Mengapa tidak semua gereja-gereja?

 

      1.        Apa yang diajarkan kepada kita di sini tentang membuat keputusan dalam hidup kita? (Kita lihat dalam gambaran besar, kita mungkin saja salah - dan Tuhan akan memperbaiki kita.  Tetapi, kita juga melihat satu unsur kuat dari penilaian dan pilihan manusia.  Apa yang kita lihat di sini adalah satu proyek bersama antara Roh Kudus dan manusia.)

 

    1.        Baca Kisah 13:1-3. Mengapa Roh Kudus membuat keputusan secara sepihak di sini?

 

    1.        Baca Kisah 16:6-10. Di sini kita melihat Roh Kudus secara fisik (kelihatannya demikian) mencegah Paulus untuk berkhotbah di daearah-daerah tertentu. Mengapa tidak membuat keputusan bersama dengan Paulus?

 

      1.        Ketika Kisah 16:10 katakan kalau Paulus dan rekan-rekan penginjilnya “berkesimpulan” kalau Tuhan memanggil mereka untuk berkhotbah di Makedonia, apa dikatakan tentang kepastian dari keputusan mereka? (Ini tampak sangat mirip dengan kita.  Kita tidak yakin harus berbuat apa. Kita mau melakukan kehendak Tuhan.  Beberapa jalan yang ingin kita lalui tertutup, tetapi kemudian kita melihat satu tanda kalau kita harus mengikut satu jalan tertentu. Kita “berkesimpulan,” sebaik yang kita bisa, apa kehendak Tuhan.  Kita tidak memiliki kepastian kalau kita memiliki undian ilahi atau Roh Kudus memberikan satu pesan khusus.)

 

    1.        Ke arah mana ayat-ayat ini berikan kita dalam memilih pemimpin-pemimpin gereja dan membuat rencana masa depan bagi gereja? (Kalau kita memandang kepada Tuhan, ia akah mengarahkan rencana-rencana kita.  Adalah baik bagi kita, berdasarkan doa dan akal sehat, dalam membuat perencanaan.  Tetapi, kita perlu untuk mengundang Roh Kudus untuk membuat perubahan kecil atau besar dalam rencana-rencana kita untuk memajukan Kerajaan Tuhan.)

 

    1.         Sahabat, pernahkah Anda kecewa akan masa depan? Apakah rencana-rencana Anda tidak terjadi seperti yang Anda kehendaki? Apakah Anda berdoa dan mengundang Roh Kudus untuk mengarahkan masa depan Anda?  Kalau sudah Anda lakukan, maka Anda harus mulai melakukan apa yang menurut Anda harus dilakukkan, dan undang Roh Kudus untuk mengarahkan langkah-langkah Anda.

 

  1.       Minggu depan: Pentakosta.