Penyebab Perpecahan

Indonesian
(Ulangan 28, 1 Raja-raja 12, 1 Korintus 1)
Year: 
2018
Quarter: 
4
Lesson Number: 
2

Pendahuluan: Mengapa Allah memberi kita HukumNya? Adakah ini merupakan ujian untuk melihat jika kita “adalah layak” untuk diselamatkan? Ataupun, bahwa kita cukup baik untuk berada dalam hubungan yang tepat bersama Dia? Banyak orang berpikir demikian, namun bukan itu yang diajarkan Alkitab. Ulangan 4:5-8 mengatakan bahwa Allah memberikan “ketetapan dan peraturan” untuk menjadikan kita “orang bijak dan penuh pengertian.” Allah memberikan kita petunjuk dalam hidup untuk memberkati kita dengan kehidupan yang lebih tinggi. Hidup dengan baik membawa kepujian bagi Allah dan bagi kita. Mari kita menggali pelajaran Alkitab kita dan belajar lebih banyak lagi perihal Hukum Allah dan Persatuan!

 

 

  1. Menghidupkan kehidupan yang lebih Tinggi!

 

    1. Baca Ulangan 28:1-2. Apa hasil dari mengikuti perintah Allah dan menurutinya? (Kita diangkat “di atas semua bangsa-bangsa di bumi.”)

 

      1. Apakah semua ini benar? Ataukah, ini adalah janji yang hanya ditujukan kepada bangsa Israel (Baca Keluaran19:5-6 dan Roma 2:28-29. Dalam Keluaran 19, “perjanjian” yang Allah siapkan bagi umatNya adalah Sepuluh Hukum. Dalam Roma 2 kita pelajari bahwa kita menjadi orang Yahudi spiritual ketika kita menghidupkan kehidupan yang dituntun oleh Roh Kudus. Jika saudara percaya bahwa Sepuluh Hukum masih merupakan peta perjalanan hidup dari Allah bagi saudara, dan bahwa Roh Kudus menolong menuntun saudara ke jalan yang benar, maka adalah tidak masuk akal untuk mempercayai bahwa upah untuk hidup benar telah ditiadakan. Melainkan, Kesepuluh Hukum adalah proses pembentukan petunjuk menuju kehidupan yang tinggi.)

 

    1. Baca Ulangan 28:3-6. Mari kita uji gagasan ini. Apakah memiliki anak-anak yang baik dan hasil tani yang bagus juga hewan yang baik tergantung dari usaha-usaha yang saudara lakukan? Dapatkah saudara lihat hubungannya dengan penurutan? (Kita tidak dapat mengendalikan arah angin. Pada zaman lalu mereka tidak dapat mengkontrol proses reproduksi. Maka, kita perlu mengakui bahwa berkat-berkat itu bukanlah sebuah proses mekanisme yang sederhana - namun penurutan yang menghasilkan kemakmuran. Pandangan paling positif terhadap ayat ini adalah bahwa Allah memberikan kita petunjuk kepada kehidupan yang lebih tinggi, dan Allah berintervensi bagi kita untuk menjadikan hidup kita lebih baik.)

 

      1. Apakah saudara mengenal orang yang meragukan hal ini?  Tidakah kita mengkiritik para pemimpin agama pada zaman Yesus sebab mereka berpikir mereka lebih baik oleh karena mereka menurut dan diberkati? (Mungkin kita semua pernah melihat orang yang menderita karena tidak menurut. Seorang saksi yang jujur tidak akan menyangkal hubungan antara penurutan dan kehidupan yang lebih baik.)

 

      1. Bagaimana dengan murid-murid, Paulus dan Yesus: tidakkah mereka menjalani hidup yang susah? (Mereka menghadapi masa-masa yang sangat sulit, namun menurut saya situasi yang dihadapi adalah sangat spesifik dan unik. Pikirkanlah tambahan kesusahan yang dapat saja mereka hadapi jika hidup mereka terlibat dalam ketidakturutan secara reguler terhadap Allah?)

 

      1. Sebagian orang berdebat artinya “makmur.” Kemakmuran apakah yang ditawarkan Allah? Apakah hanya merasa baik karena menurut? (Tentu saja tidak. Allah mendeskripsikan secara jelas apa artinya kemakmuran: memiliki banyak anak dan usaha yang sukses. Jika saudara masih tidak yakin, baca Ulangan 28:12.)

 

      1. Apakah saudara berpikir bahwa penurutan pada Allah adalah “semua hal yang menyangkut kita?” Tidakkah ini suatu undangan yang serakah? (Ayat-ayat ini mengidentifikasikan kehidupan baik bersama Allah. Dengan menghidupkan kehidupan yang benar yang menghasilkan kemakmuran, kita membawa pujian bagi Allah.)

 

      1. Saya memiliki teman lama yang sudah tidak peduli mentaati Allah. Ia seorang yang ekstrim mengkritik Joel Osteen, seorang pendeta senior di Lakewood Church, oleh Karena rumahnya. Ia tinggal dirumah seluas 17,000 kaki persegi. Lakewood church memiliki rata-rata 52,000 pengunjung setiap minggu! Jika setiap pendeta tinggal di rumah yang 1/3 kaki persegi dibanding anggota gerejanya, apakah menjadi masalah?

 

 

    1. Mari kita lompat dan membaca Ulangan 28:9-11. Maukah saudara kehidupan yang “memiliki kemakmuran yang berlimpah?”

 

    1. Oleh sebab pelajaran kita adalah mengenai perpecahan, apakah kemungkinan hubungan antara kemakmuran dan persatuan? (rencana Allah adalah untuk memiliki umat yang sukses dan makmur yang dapat menjadi bukti argumen hidup dalam mengikuti Allah di surga yang benar. Jika kelompok ini memiliki tujuan dan peraturan yang sama, dan jika mereka menyadari nilai dari artinya menjadi bagian dari sebuah komunitas, maka hal ini akan membawa persatuan.)

 

  1. Pembagian Kerajaan

 

    1. Baca 1 Raja-raja 11:42-43. Adakah Salomo seorang raja yang hebat?

 

    1. Baca 1 Raja-raja 12:1-4. Rehoboam hendak menjadi suksesi Salomo sebagai Raja, namun ini belum terjadi. Apa permintaan rakyat sebelum menjadikannya raja? (Agar menurunkan pajak yang tinggi.)

 

    1. Baca 1 Raja-raja 12:5. Apa pendapat saudara atas jawaban Rehoboam atas komplain yang diajukan? (Ia menunjukkan kebijaksanaan dengan tidak langsung memberi jawaban.)

 

    1. Baca 1 Raja-raja 12:6-7. Jenis kepemimpinan apakah yang direkomendasikan para penatua kepada Rehoboam? (Kepemimpinan yang melayani. Dengan mendengar kata bangsanya maka mereka akan mengikut saudara. Rehoboam menunjukkan bahwa ia memerlukan nasehat.)

 

    1. Baca 1 Raja-raja 12:8-11. Jenis kepemimpinan apakah yang disarankan orang-orang muda? (Pemerintah yang ditakuti.)

 

    1. Rehoboam menerima saran dari orang muda. Mari kita baca 1 Raja-raja 12:16-20. Bagaimana reaksi bangsa itu atas janji Rehoboam untuk memerintah dengan rasa takut?

 

    1. Mari kita kembali dan membaca sebuah ayat yang kita lompati. Baca 1 Raja-raja 12:15. Siapakah yang ada dibalik pemberontakan itu? (Allah.)

 

      1. Jika saudara mau benar-benar mengerti latar belakang janji Jeroboam, baca 1 Raja-raja 11. Pada masa kemudian dalam hidupnya, Salomo tidak setia kepada Allah. Allah menjanjikan Jeroboam, sebagai bagian dari hukuman kepada raja Salomo, bahwa Jeroboam akan memimpin sebuluh bani setelah kematian Salomo.

 

      1. Mari kita kembali kepada isu perpecahan. Sejauh ini pelajaran apakah yang kita peroleh dari pelajaran ini? Mari kita cantumkan beberapa pertanyaan:

 

        1. Apakah sukses dan kekayaan selalu membawa kesatuan? (Allah memberkati Salomo - sesuai dengan janji-janji yang kita diskusikan dalam bagian pertama. Namun, kekayaan Salomo dan kesuksesannya menyebabkannya berpaling dari Allah. Ini menghasilkan perpecahan dalam kerajaan.)

 

        1. Pelajaran apakah yang kita dapati tentang kepemimpinan di gereja? Atau, adakah janji Allah untuk menghukum Salomo menghapuskan segala pengetahuan yang kita dapati perihal kepemimpinan? (Rehoboam mendengarkan nasehat dari orang yang mementingkan diri sendiri dan memilik arogansi. Para penasehat muda ini meraup keuntungan dari pajak tinggi dari rakyat. Kemakmuran dari Allah memberkati semua orang. Saudara kembar dari kemakmuran, yaitu keserakahan, menarik uang dari orang lain. Pelajaran bagi pemimpin gereja agar setia kepada Allah, dan menghindari untuk secara tidak tepat membebani para anggota.)

 

        1. Apakah pemberontakan merupakan gagasan Allah? (Pada cerita ini benar adanya. Namun, Alkitab secara konsisten memperingati untuk tidak memberontak. Lihat Amsal  24:21-22.)

 

 

  1. Perpecahan Gereja

 

    1. Baca 1 Korintus 1:10. Seberapa realitaskah ini? Dapatkah kita menyuruh orang untuk setuju? Mungkinkah adanya perdebatan dalam sifat dasar sebuah persetujuan?

 

    1. Baca 1 Korintus 1:11-12. Apakah sumber permasalahannya? (Orang memiliki pemimpin favorit mereka.)

 

    1. Baca 1 Korintus 1:13. Paulus kini memiliki argumennya sendiri yang dapat dimengerti terhadap perpecahan. Apakah argumen Paulus? (Bahwa kita semua dipersatukan dalam Yesus. Bahwa peran pemimpin Kristen adalah untuk menunjuk orang kepada Yesus, dan bukan kepada diri sendiri.)

 

    1. Pelajaran apakah yang kita dapati pada cerita ini yang membantu mempersatukan gereja masa kini? (Kita perlu berfokus pada kesatuan kita dalam Yesus. Orang yang menobatkan atau membaptiskan kita seharusnya tidaklah menjadi fokus kehidupan spiritual kita.)

 

    1. Baca Kisah 20:27-31. Bahaya apalagikah yang ada terhadap persatuan? (“Serigala buas.”)

 

      1. Apakah yang terlibat dalam perkataan “jagalah dirimu dan jagalah kawanan?” Perlukah kita mengambil tindakan yang aktif? Jika ya, tindakan yang bagaimana?

 

    1. Baca Matius 13:24-30. Apakah solusi dari Yesus?

 

      1. Apakah artinya peringatan Yesus perihal “mencabut gandum” ketika “mencabut lalang?” (Orang Kristen yang baik mungkin tidak mengerti semua isu yang ada. Untuk kebanyakan problema yang ada, adalah terbaik jika membiarkan saja masalah itu.)

 

      1. Bagaimana jika saudara memiliki guru ataupun pengkhotbah yang adalah “serigala?” (Ini merupakan masalah yang lebih serius daripada lalang yang tumbuh bersama dengan gandum. Gereja seharusnya tidak mendukung secara keuangan musuh yang menuai lalang.)

 

    1. Sahabatku, apakah saudara menghargai persatuan dalam gereja? Jika tidak, apakah disebabkan oleh tidak sadarnya saudara akan berkat penuh dari persatuan dalam Yesus? Mengapa tidak meminta Roh Kudus untuk menunjukkan kepada saudara kehendak Allah yang lebih baik untuk hidup saudara?

 

III.Minggu depan: “Supaya mereka semua menjadi satu.”