Bersatu dalam Iman (Unity in Faith)

Indonesian
Matius 25, Ibrani 6&8, Kisah 4
Year: 
2018
Quarter: 
4
Lesson Number: 
8

Pendahuluan: Ketika saya memikirkan mereka yang saat ini adalah teman dekat saya di luar gereja, pandangan yang mereka sampaikan sesuai dengan saya. Meski sebagaimana dekatnya perjanjian kami, dalam setiap kasus setidaknya akan terdapat satu daerah dimana kami tidak sependapat. Sebagai pengecualian adalah istri saya, dan bahkan dengannya saya dapat memikirkan satu topik yang mungkin kami tidak sependapat, dan tentunya, saya mungkin memiliki opini yang salah. Terkadang kita tidak menyadari seberapa jauhnya ketidaksepahaman yang kita alami dengan teman kita karena kita hanya membahas suatu diskusi yang tidak dalam. Pada minggu yang baru lalu, seorang teman saya terkejut dengan pandangan saya dan sayapun sebaliknya terkejut oleh pendapatnya. Diskusi itu membuat saya merasa bersalah dan berpikir bahwa seharusnya kami tetap membahas hal-hal yang ringan saja. Sebuat pepatah mengatakan “besi menajamkan besi.” Apakah perselisihan ini membantu dalam membentuk pikiran saudara? Atau, perlukah kita menghindari berdiskusi dalam daerah yang dapat menimbulkan perselisihan? Mari kita melompat ke dalam pelajaran kita dan melihat apakah Alkitab dapat membawa terang atas isu-isu ini!

 

  1.        Kesepuluh anak dara

 

    1.        Baca Matius 25:1-4. Dapatkah saudara menyampaikan persamaan yang didapati pada kesepuluh anak dara itu? (Mereka semua memiliki misi yang sama. Mereka berbagi identitas yang sama. Mereka mengandalkan alat dan energi yang sama.)

 

      1.        Perbedaan apakah yang terdapat diantara mereka? (Sebagian dari mereka membawa persediaan minyak. Sebagian dari mereka memiliki sebutan “bodoh” sementara yang lainnya disebut “pintar.”)

 

    1.        Baca Matius 25:5-8. Mengapa sebagian dari anak dara itu disebut “bodoh?”  (Sebab mereka tidak membawa minyak yang cukup.)

 

      1.        Disebutkan bahwa kesepuluh anak dara itu tertidur ketika sendang menanti. Bagaimana jika mereka menggunakan waktu yang ada dalam perdebatan dan semuanya membawa minyak yang cukup? Jika mereka tidak bersatu ketika menanti dan tertidur, dan gantinya memperdebatkan persediaan minyak, apakah permasalahan itu dapat dihindari?

 

    1.       Baca Maitus 25:9.  Bagaimana jika mereka menggunakan waktu yang ada untuk mendiskusikan gagasan moral dalam berbagi sumber yang ada. Adakah masalah yang terjadi terhindari?

 

    1.       Baca Matius 25:10-13. Mengapa penjaga pintu tidak mengenali kelima orang bodoh?

 

      1.        Ketika penjaga pintu berkata bahwa mereka dituntut bersikap “terus berjaga,” apakah hal itu mendeskripsikan kelima anak dara yang pintar? (Mereka semua “mengantuk dan tertidur.”  Tidak satupun yang terjaga, mereka semua terbangun oleh “tangisan tengah malam.”)

 

      1.        Jika “berjaga-jaga” tidak secara literal berarti waspada, maka apakah pengertiannya? (Itu seharusnya diartikan sebagai berjaga dengan minyak yang cukup.)

 

 

 

    1.        Oleh sebab ini berupa perumpamaan, dapatkah saudara menjelaskan apa artinya minyak itu? (Menurut saya sebagian orang akan menanggapnya Roh Kudus atau kemungkinannya rahmat.)

 

    1.        Baca Yohanes 16:7-11. Siapakah “Penasenat” ini? (Ia adalah Roh Kudus.)

 

      1.        Seberapa pentingnyakah memiliki Roh Kudus? Bagaimana dengan memiliki Roh Kudus yang “ekstra”? (Berdasarkan perumpamaan kesepuluh anak dara, jika ini merupakan deskripsi Roh Kudus, memiliki roh Allah adalah perlu demi keselamatan,)

 

      1.        Seberapa pentingnyakah memiliki persatuan dalam isu perihal Roh Kudus? (Ini adalah kepercayaan yang penting.)

 

      1.        Sekali lagi, perlukah kesepuluh dara seharusnya menggunakan waktu senggang mereka untuk berdepat perihal Roh Kudus dan beresiko persatuan dalam kantuk dan tidur?

 

        1.        Jika jawaban saudara, adalah “ya,” apakah ini berarti bahwa persatuan tidak selalu mencapai tujuan tertinggi? Atau, apakah ini berarti bahwa ada saatnya bahwa saudara perlu berdebat demi tercapai persatuan?

 

  1.       Imam Besar

 

    1.        Baca Ibrani 8:1-2 dan bandingkan dengan Matius 27:50-53. Tabir kaabah yang manakah yang cantumkan dalam Matius 27:51? (Baca Ibrani 6:19-20. dalam penyaliban tirai yang memisahkan tempat yang suci dan maha suci terbelah dua. Kita mengetahui bahwa Yesus masuk ke kaabah bagian dalam (tempat yang maha suci) sebagai perwakilan kita sebagai Imam Besar.)

 

    1.        Baca Ibrani 8:5. Apakah Yang kita ketahui mengenai kaabah di bumi? (Musa diperintahkan untuk membuat pola kaabah belantara serupa dengan kaabah di surga. Hal yang sama; Desain yang sama digunakan dalam kaabah orang Yaudi pada zaman Yesus,.)

 

    1.       Baca Ibrani 10:19-22. Apakah yang dibahas perihal “tirai?”Apakah yang dikatakan ayat ini perihal “tirai?” Hal ini menyebut Yesus, “)

 

    1.       Lihat kembali Ibrani 6:19-20 dan Ibrani 8:1-2).Hal benar apakah yang di ilhamkan kepada orang Ibrani? (Kurban yang dipersembahan dalam kaabah Yahudi? (Kaabah mula-mula dengan kurbannya melambangkan apa yang mungkin  telah dilakukan Yesus demi kita dan Yesus telah memenuhi lambang itu. Cadar yang ada pada mula-mula telah disobekkan, sama seperti badan Yesus yang penuh duri. Inilah berita injil, yakni pengorbanan Yesus gantinya kita memberi kita akses terhadap kehadiran Allah. Yesus adalah Imam besar

 

    1.        Tidak semua orang Kristen setuju dalam perihal waktu - kapankah Yesus  menjadi imam besar di surga demi kita? Jika memang perlu, apakah ini adalah hal penting dalam persatuan? Jika tidak, apakah hal penting untuk kesatuan?

 

      1.        Dalam cerita kesepuluh anak dara, apakah waktu merupakan hal yang penting? (Jika saudara mengerti waktu maka saudara dapat lebih bersiap. Namun, tidak satupun dari mereka yang memiliki waktu yang tepat. Bahkan hal yang penting adalah memiliki minyak yang lebih - yakni kehadiran Roh Kudus)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1.      Hari Sabat

 

    1.        Baca Kejadian 2:1-4. Apakah yang diperingati oleh Sabat? (Sabat lambangkan kerjaan Yesus)

 

    1.        Baca Keluaran 20:8-11. Apakah pernyataan untuk mengingat akan hari sabat memperingati? (Allah sebagai Pencipta Kita.)

 

    1.       Baca Matius 27:58-64, Matius 28:1-3, and Matius 28:5-6. Saya minta saudara baca ayat-ayat ini karena ayat tersebut memberi referensi rinci pada hari-hari yang berbeda. Hari apakah Yesus ? Hari apakah Yesus disalibkan, dan hari apakah ia bangkit kepada hidup? (Ia dikuburkan hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu

 

      1.        Mengapa Yesus beristirahat dalam kubur pada hari Sabtu? (Alkitab tidak mengatakan hal ini secara spesifik, namun secara logika ini adalah ini disebabkan oleh Karena Yesus merayakan kemenanganNya atas dosa. Ia bukan saja menciptakan manusia, namun Ia kini melepaskan mereka dari kematian yang kekal.)

 

    1.       Ketika saudara memikirkan arti dari Sabat, apa yang diperingatinya, adalah, adanya bagian Iman dimana orang Kristen harusnya memiliki persatuan?

 

      1.        Apakah ini serupa dengan diskusi kita terdahulu perihal waktu? Jika waktu adalah terinci, apakah perjanjian Kristiani seharusnya ada pada hakekatnya?  (Hal ini tidak dapat dikurangkan dalam titik perdebatan, karena hal yang dibahas adalah waktu. “Allah memberkati hari ketujuh dan menjadikannya suci, oleh sebab itu ia berhenti dari segala pekerjaanNya”. Kejadian 2:3)

 

  1.      Yesus

 

    1.        Baca Kisah 4:5-7. Mengapa para pemimpin Yahudi menanyakan pertanyaan ini? Apakah mereka telah mengetahui jawabannya? Bukankah ini pertanyaan sempurna untuk Petrus mengjawabnya?

 

    1.        Baca Kisah 4:8-11. Apakah yang ayat ini katakana perihal Yesus? (Bahwa Allah membangkitkannya dari kubur.)

 

    1.       Baca Kisah 4:13-14. Menurut ayat ini apakah alasannya para peminpin Yahudi menanyakan pertanyaan tersebut (Mereka berpikir para murid akan terintimidasi oleh mereka. Perhatikan bahwa pada Kisah 4:8 mengatakan bahwa Petrus “dipenuhi oleh Roh Kudus.” Para pemimpin Yahudi mendapatkan lebih dari apa yang mereka harapkan.)

 

    1.       Mari kita kembali dan membaca ayat yang kita lompati: Kisah 4:12. Seberapa pentingnya jkah untuk mengerti dan menyetujui sesuai ayat ini?

 

      1.        Ketika kita membahas perihal iman yang membawa kita kepada persatuan, seberapakah derajatnya? (Ini adalah hal terpenting. Jika kita tidak setujui, maka kita tidak menyetujui rencana keselamatan. Kita telah menempatkan hal terpenting di belakang, karena iman kita seharusnya dibangun berdasarkan kebenaran.)

 

 

 

 

 

 

 

    1.        Sahabatku, apakah saudara setuju atas semua bagian yang telah kita diskusikan? Jika saudara tidak setuju, putuskan apakah saudara harus mendapatkan hubungan yang kurang serius, atau bersandar pada persatuan yang tidak peradal dari. Minta Roh Kudus untuk menuntun saudara dalam menentukan mana isu yang penting dan memerlukan sru. Ask the Holy Spirit to guide you in determining what issues demand a serious discussion.

 

  1.        Minggu depan: “Persatuan dalam Iman”