Saat Anak Domba Duduk di Atas Takhtanya

Indonesian
Wahyu 4 & 5
Year: 
2019
Quarter: 
1
Lesson Number: 
4

Pendahuluan: Pernahkah saudara menjenguk sebuah rumah yang indah dan menemukan bahwa sebagian pintunya terbuka? Apakah saudara tergoda untuk mengintip ke dalam? Apa yang mendorong saudara untuk melihat? Beginilah  pelajaran kita dari buku Wahyu diawali minggu ini! Apa yang akan kita saksikan di dalam akan menakjubkan! Mari kita menyelam ke dalam pelajaran Alkitab kita dan melihat apa yang Allah kehendaki agar kita pelajari!

 

  1.        Sebuah jalan Masuk

 

    1.       Baca Wahyu 4:1. Bayangkan jika saudara adalah orang yang berdiri di depan pintu yang terbuka itu. Alasan apakah yang akan membuat saudara masuk ke dalam rumah itu? (Rasa penasaran! Bukan saja saya ingin melihat apa yang ada dibalik pintu itu, namun saya juga mau mendengar “apa yang akan terjadi setelah ini.” Tentu, Yohanes juga diundang untuk masuk!)

 

      1.       Siapa yang berbicara dengan Yohanes? (Kita pelajari dalam pelajaran kita di Wahyu 1 bahwa “suara yang kuat menyerupai terompet (Wahyu 1:10) adalah Yesus (What 1:12-13).)

 

      1.       Dimanakah “atas” (“naiklah ke mari”) yang ada di balik pintu? (Kita akan mempelajari setelah ini bahwa ini adalah ruang kerajaan Allah)

 

    1.       Baca Wahyu 4:2-4. Apa yang kita lihat setelah melewati pintu dan memasuk ruang kerajaan? (Kita melihat kerajaan yang berada di pusat dan juga duapuluh-empat kerajaan lainnya.)

 

      1.       Siapakah yang duduk di kerajaan pusat? (Tidak dijelaskan siapa yang duduk di kerajaan pusat, namun secara logika adalah Yesus atau Allah Bapa sebab itu ada di posisi otoritas tertinggi.)

 

        1.       Apa yang mengitari kerajaan pusat itu? (Sebuah pelangi.)

 

          1.      Menurut saudara mengapa pergerakan hak atas homoseksualitas mengadaptasi pelangi sebagai lambangnya?

 

      1.       Siapa yang duduk di keduapuluh-empat kerajaan itu? (“Para Penatua.”)

 

        1.       Apakah kita mengetahui siapa mereka? (Tidak dijelaskan di pasal ini. Kenang bahwa ada duabelas rasul dan dua belas bani di Israel. Ini mungkin mewakili pemimpin umat Allah di buku Perjanjian Lama dan keduabelas rasul di Perjanjian Baru.)

 

    1.       Baca Wahyu 4:5. Saya selalu tertarik dengan deskripsi kerajaan Allah yang dapat memberi kita masukan yang praktis. Apakah listrik (kilat), guntur dan gemuruh menyarankan perihal kerajaan ini? (Ini adalah sumber kuasa. Yohanes menggambarkan bagaimana hal-hal di berikan kuasa di masa mendatang.)

 

 

 

 

 

 

 

 

      1.       Apakah lampu-lampu melambangkan? (Kita telah mendiskusikannya sebelumnya. Ini kelihatannya adalah deskripsi dari Roh Kudus.)

 

    1.       Baca Wahyu 4:6-8. Ada sesuatu diantara kerajaan pusat dan keduapuluh-empat kerajaan lainnya. Apakah ini? (makhluk hidup.)

 

      1.       Makhluk hidup ini ditutupi oleh mata. Menurut saudara simbol apakah ini?(Simbol dari pengetahuan.)

 

      1.       Baca Yehezkiel 10:12-15. Ini adalah kutipan dari penglihatan Yehezkiel. Siapakah “makhluk ini”?” (Mereka adalah para malaikat- Cherubim. Dengan menyebut mereka “makhluk” mengartikan bahwa mereka dapat melakukan apa saja. Sayang sekali, menurut saya sebutan “makhluk” memberi kesan  yang negatif. Secara fakta, saya percaya ini adalah malaikat spesial dengan karakteristiks yang terpantul dari wajah mereka. Mereka terus-menerus berinteraksi dengan Allah.)

 

    1.       Baca Wahyu 4:9-10 dan bandingkan dengan Wahyu 4:8. Istri saya mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi salah satu “makhluk” ini. Karena itu akan merupakan pekerjaan yang paling membosankan di dunia untuk secara konstan mengulangi “Suci, suci, suci” selama kekekalan masa.  Apakah menurut saudara ini yang sedang dirincikan? (Menurut saya bukan demikian pengertiannya. Jika demikian, maka keduapuluh-empat penatua akan secara konstan jatuh dan bangkit kembali. Hal itu tidak masuk akal. Menurut saya, pengertian dari “tidak berhenti mengatakan” berarti bahwa mereka akan tetap setia kepada Allah. Mereka akan selalu memiliki sikap memuji Allah. Ketika mereka benar-benar memberi pujian, para Penatua ikut serta berlutut di hadapan Allah. Saya memperkirakan bahwa makhluk ini memiliki pekerjaan terbaik di seluruh dunia!)

 

    1.       Baca Wahyu 4:11. Apakah dasar dalam memberi pujian kepada Allah? (Ia adalah Pencipta kita.)

 

      1.       Apakah yang dinyatakan disini mengenai teori evolusi? (Bahwa ini adalah serangan inti atas alasan utama mengapa pujian harus diberikan kepada Allah di surga.  Apakah hal ini memberi masukkan yang besar kepada lobby gerakan homoseksualitas yang mengadaptasi pelangi sebagai simbolnya?)

 

      1.       Apakah hal ini mengungkapkan siapa yang ada di pusat kerajaan? (Baca Yohanes 1:1-3. “Perkataan” jika saudara membaca lebih lanjut dalam pasal ini, mereferensikan Yesus. Maka, Yohanes berkata disini bahwa “semua hal diciptakan” oleh Yesus. Namun, pengertian bahwa Yesus duduk di tahta akan menjadi masalah ketika kita sampai ke pasal berikutnya.)

 

 

  1.       Sebuah Gulungan

 

    1.       Baca Wahyu 5:1. Apakah mereka mempraktekkan konservasi lingkungan di surga? ({Perhatikan bahwa the gulungan memiliki tulisan di kedua sisinya.)

 

      1.       Saya secara berkelakar mengatakan mengenai “pemeliharaan” di surga, namun menurut saudara mengapa Yohanes mencatat hal ini secara detil? (Ini adalah bukti berlanjut mengenai keakuratan dari penglihatannya. Ia memperhatikan detil yang kecil sekalipun.)

 

 

 

 

      1.       Mengapa ada “tujuh meterai (seals)?” (Tujuh adalah angkat sempurna, maka ini secara sempurna dimeteraikan.)

 

    1.       Baca Wahyu 5:2-5. Siapa yang dapat membuka gulungan itu? (Yesus. Komentar yang saya baca setuju bahwa ini adalah Yesus - yang akan dikonfirmasi sewaktu kita terus membaca.)

 

      1.       Bagaimana saudara menjelaskan pertanyaan mengenai kelayakan? Jika Allah Bapa sedang duduk di takhta dan memegang gulungan itu, bagaimana mungkin Ia tidak “layak?” (Buatlah catatan mental tentang hal ini. Kita akan terus megungkap hal ini.)

 

    1.       Baca Wahyu 5:6. Siapakah Domba itu? (Jelas bahwa ini adalah Yesus.)

 

      1.       Bagaimana saudara “berdiri” di “tengah takhta itu”?” Telah dirincikan sebagai tempa untuk duduk! (Kita perlu menyesuaikan pandangan kita mengenai takhta. Setidaknya ada dua individu yang berada di takhta. Yang satu duduk dan Yang Satu berdiri. Keduanya adalah Allah. Orang yang berdiri, Yesus ada di pusat. Kita memiliki waktu sangat sulit untuk mengerti Trinitas. Saran saya adalah untuk mempertimbangkan satu lagi aspek dari Trinitas ini.)

 

      1.       Apakah Yesus sekarang memiliki tujuh tanduk dan tujuh mata? Bagaimana Ia dapat berupa manusia namun memiliki rupa yang demikian? (Dijelaskan kepada kita bahwa ketujuh mata Yesus adalah simbol. Mereka adalah Roh Kudus. Tujuh, sekali lagi, lambang dari kesempurnaan. Ini juga dapat berarti bahwa ketujuh tanduk adalah simbol juga.)

 

        1.       Pikirkan kembali keempat makhluk dalam Wahyu 4:6-7 dengan semua matanya. Apakah mata ini juga hanyalah simbol? Apakah seluruh deskripsi adalah simbol? Artinya, bahwa makhluk itu tidaklah secara nyata ditutupi oleh mata dan mereka juga tidak memiliki raja yang serupa singa, lembu, manusia maupun elang? (Menurut saya semua ini adalah simbol saja.)

 

        1.       Melambangkan apakah tanduk ini? (Mari kita mengasumsikan bahwa Hal ini tidak terlalu pelik. Tanduk seekor badak, tanduk seekor kambing, atau tanduk rusa semuanya digunakan sebagai senjata. Ini mengatakan pada kita bahwa Yesus memiliki kuasa yang sempurna. Bandingkan dengan Matius 28:18.)

 

    1.       Baca Wahyu 5:7-9. Ingat kembali ketika saya menginginkan saudara memikirkan gagasan “kelayakan”? Bagaimana mungkin Allah Bapa tidaklah layak? Bagaimana ayat-ayat ini menjawab pertanyaan itu? (Yesus adalah layak sebab Ia mengalahkan dosa. Ia memberikan kita kesempatan atas kehidupan kekal tanpa syarat!)

 

      1.       Pikirkan gulungan itu dari konteks siapa yang layak membukanya. Kita akan pelajari isi gulungan ini lebih jauh pada pasal berikut, namun apakah berita yang ada dalam gulungan itu? (Kita memilki masa depan baru yang terbuka di depan kita. Gantinya kematian yang kekal, Yesus membuka sebuah masa depan yang kekal bagi kita. Ini berarti kemenangan atas dosa dan kematian. Secara logik, gulungan itu adalah mengenai kemuliaan dan kemenangan kita di masa depan. Sekarang kita dapat melihat mengapa Yesus adalah satu-satunya yang “layak” untuk membukanya, sebab ia membuka kuncinya bagi kita.)

 

 

 

 

 

 

 

    1.       Baca Wahyu 5:10. Bagaimana lagi kita telah diuntungkan oleh Yesus? (Kita semua adalah imam-imam. Ini merupakan sebuah pencapaian besar Dalam pendirian rohani kita, dan persamaan pendirian kita satu dengan lainnya)

 

  1.      Anak Domba yang Layak

 

    1.       Baca Wahyu 5:11-14. Siapa yang memuji Yesus? (Semua orang! Sebagai catatan mereka juga memuji Allah Bapa.)

 

      1.       Mengapa Yesus layak? (Ia memenangkan perang terbesar di dunia. Ia mengalahkan dosa dengan menghidupkan kehidupan tanpa dosa demi kita. Ia mati bagi kita dan bangkit kepada hidup kekal bagi kita. Ia sukses sementara Adam dan Hawa gagal. Pujilah Dia!)

 

    1.       Sahabatku, pikirkanlah pujian yang baru kita diskusikan. Apakah saudara mengabaikan apa yang telah Yesus lakukan bagi saudara? Pernahkah saudara menolak Yesus? Atau, pernahkah saudara mempercayai bahwa jerih payah saudara akan menyelamatkan saudara - yang merupakan bentuk lain dari penolakan atas apa yang telah Yesus lakukan bagi kita. Mengapa tidak menerima hadiah indah ini dan turut serta dalam pujian kekal bagi Allah kita yang besar!

 

  1.      Minggu depan: Tujuh Meterai.