Tuhan Orang Yahudi dan Orang Bukan Yahudi

Indonesian
Matius 14 & 15
Year: 
2016
Quarter: 
2
Lesson Number: 
7

Pendahuluan: Sebuah anggapan  adalah bahwa pada umumnya kaum laki-laki kurang memahami kaum wanita. Kemungkinan gagasan ini berasal mula dari kaum wanita! Apakah ada orang-orang yang tidak saudara pahami? Dari mereka yang dapat saudara mengerti, apakah saudara memahami mereka selalu? Salah satu sebab mempelajari Alkitab adalah untuk lebih memahami Allah. Menurut saya salah satu alasan mengapa Matius menuliskan bahan yang akan kita pelajari minggu ini adalah untuk mengajarkan kita agar menaruh percaya kepada Allah, bahkan jika kita kurang memahami keputusan yang dibuatNya. Mari kita menyelam ke dalam pelajaran kita untuk mempelajari lebih banyak lagi pelajaran ini!

 

I.             Kematian Yohanes Pembaptis.

 

A.   Baca Matius 14:6-11. Apakah penyebab kematian Yohanes? (Penyebabnya adalah kesombongan, ketidakdewasaan, dan kekhawatiran Herod akan kehilangan muka. Rencana jahat Herodias, kemarahan karena dicela (oleh Yohanes atas pernikahan yang tidak sepatutnya – lihat Matius 14:3-5.) Semua ini saling berkaitan dengan tarian cabul oleh anak perempuan Herodias.)

 

1.   Jika saudara mengasihi Yohanes, jika saudara salah satu muridnya, kematiannya akan merupakan pukulan berat. Bagaimanakah situasi ini dapat menambah terhadap reaksi saudara?

 

B.   Baca Matius 14:12. Mengapa murid-murid Yohanes mendatangi Yesus?

 

1.   Apakah mereka akan memiliki pemikiran bahwa seharusnya Yesus menyelamatkan Yohanes? (Kita telah membahas dua minggu yang lalu adanya kemungkinan bahwa Yohanes Pembaptis memiliki pemikiran mengapa Yesus tidak membebaskannya.)

 

C.   Baca Matius 14:13. Mengapa Yesus meminta waktu pribadi ketika Ia mendengar kabar kematian Yohanes? (Ia merasa kerugian atas kematiannya. Kemungkinan Yesus memikirkan bagaimana kejadian ini memberikan konfirmasi akan kematianNya kelak ditangan bangsa Romawi. Mungkin ia merasakan kesedihan atas kematian sepupuNya.)

 

D.   Baca Matius 14:14. Apakah saudara melakukan hal tersebut jika saudara adalah Yesus? (Saya kemungkinan akan lebih mementingkan perkabungan dan emosi saya. Tetapi, kita dapat melihat bahwa Yesus lebih memperhatikan untuk menolong orang lain.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.           Memberi Makan

 

A.   Baca Matius 14:15-17. Apakah ini jawaban yang akan saudara berikan?

 

1.   Baca kembali Matius 14:14. Dalam konteks ini, apakah jawaban ini yang seharusnya diberikan para murid tersebut? (Mereka tidak melihat gambaran yang lebih besar dari hal ini. Mereka tidak bersandar pada kuasa Yesus. Mereka lebih mengandalkan harta mereka.)

 

B.   Baca Matius 14:18-21. Bagaimana pentingnyakah murid-murid ini terhadap mujizat ini?

 

1.   Apakah saudara perlu memiliki iman yang sempurna untuk terlibat dalam sebuah mujizat? (Secara jelas, tidak demikian. Ini, sepatutnya, merupakan kabar baik.)

 

2.   Baca kembali Matius 14:16-17. Apakah Yesus mengharapkan para murid untuk membuat mujizat?

 

3.   Baca Matius 14:22. Bagaimana cara Yesus melakukan mujizat – melalui memberikan makan 15,000 orang dengan lima ketul roti dan dua ikan? (Lihat kembali Matius 14:19. Ia memandang kepada surga, memberi syukur dan memecah-mecah ketul roti itu.)

 

C.   Baca Matius 14:22. Ini agak janggal – “Yesus menyuruh para murid untuk masuk ke dalam perahu.” Mengapa mereka tidak ingin pergi? (Baca Yohanes 6:14-16. Ayat ini memberikan kita jawabannya. Perumpamaan Yohanes mengungkapkan bahwa orang-orang itu, dengan melihat mujizat yang besar, memutuskan untuk membuat Yesus raja mereka. Tidak diragukan para murid mengatakan, “Baiklah kita melakukannya! Kita akan menjadi asisten Yesus di kerajaan barunya!”)

 

III.         Badai Angin Ribut

 

A.   Baca Matius 14:23-24. Apakah permasalahan murid-murid dalam menghadapai angin ribut itu merefleksikan sikap mereka – bahwa mereka tidaklah membuat kemajuan dalam hidup mereka?

 

B.   Baca Matius 14:25. Apakah “waktu keempat” itu? (Ini adalah waktu di antara jam 3 sampai jam 6 pagi menurut penjelasan buku Adam Clarke’s Commentary.)

 

1.   Penjelasan apakah yang saudara dapatkan mengenai kesulitan para murid dalam menghadapi angin ribut itu? (Mereka mengalami kemajuan lambat dari malam harinya.)

 

2.   Apakah pemikiran saudara mengenai suasana hati para murid itu? (Mereka tidak senang karena tidak berhasil menjadikan Yesus raja. Mereka juga frustasi dengan badai yang berlangsung.)

 

3.   Mengapa Yesus berjalan di atas danau untuk menemui mereka?

 

 

 

 

 

 

 

 

C.   Baca Matius 14:26. Apakah menurut saudara Yesus mengharapkan reaksi yang seperti ini? (Saya meragukannya. Ia datang untuk menghibur mereka, bukan untuk menakuti mereka.)

 

D.   Baca Matius 14:27-31. Bolehkah saudara mengatakan bahwa Petrus memiliki “iman yang lemah?”

 

1.   Dibandingkan dengan siapa? Dengan murid-murid dalam perahu itu?

 

2.   Mengapa Matius mengikutsertakan cerita ini ke dalam kumpulan seri cerita lainnya? (Kematian Yohanes terlihat sebagai kekalahan bagi orang luar. Murid-murid Yesus merasa kecewa. Matius menceritakan kisah-kisah ini untuk beragumen terhadap kekecewaan. Ia menunjukkan kepada kita bahwa Yesus memiliki kuasa untuk membuat mujizat, kemampuan untuk meyakinkan orang untuk menjadikanNya raja, dan otoritas atas gravitasi dan unsur-unsur. Menurut saya intinya adalah bahwa Yesus memilih kapan Dia akan berintervensi, Ia tidak memiliki kekurangan otoritas dalam hal intervensi.)

 

E.   Baca Matius 14:32. Mengapa tidak berjalan ke arah tepi pantai? (Yesus berfokus atas mereka yang berada di dalam perahu tersebut.)

 

F.    Baca Matius 14:33. Para murid itu sekarang menunjukkan iman. Yesus telah mendatangi mereka dan mengganti suasana hati mereka secara keseluruhan. Apakah Yesus juga akan melakukannya bagi saudara? Apakah Ia akan datang pada waktu dimana saudara sedang kecewa dan frustasi dan menunjukkan saudara KuasaNya?

 

1.   Banyak orang menyangkal Yesus sebagai Allah. Mereka mengatakan bahwa Ia hanyalah seorang “manusia yang baik.” Apa yang disampaikan ayat ini mengenai orang-orang tersebut? (Bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa mengenai Alkitab. Alkitab membuat klaim yang jelas bahwa Yesus adalah Allah.)

 

G.   Baca Matius 14:34-36. Apakah Yesus membuat pertimbangan akan siapa yang akan disembuhkan dan siapa yang tidak akan disembuhkan? (Tidak.)

 

1.   Mengapa tidak? (Kita memulai pasal ini dengan Yesus membuat pertimbangan apakah hendak menyelamatkan Yohanes. Kita mengakhiri Khiri ini dengan kesembuhan bagi semua orang yang datang kepada Yesus.)

 

IV.         Tradisi

 

A.   Baca Matius 15:1-6. Ini adalah contoh lain dimana terlihat seperti Yesus merespons terhadap orang yang berbuat salah dengan mengatakan “ Kalianpun, adalah orang-orang bersalah!” Apakah ini yang benar-benar dikatakan Yesus? (Para pemimpin agama mengklaim bahwa ini adalah pelanggaran atas “tradisi” mereka. Yesus merespons dengan mengatakan bahwa tradisi mereka adalah hal yang berprasangka. Bahwa hal ini meniadakan perkataan Allah dalam beberapa hal yang perlu dihormati.)

 

 

 

 

 

 

B.   Baca Matius 15:7-9. Apakah yang dinubuatkan Yesaya tentang masalah orang yang memihak Allah? (Bahwa mereka mengikuti peraturan-peraturan manusia melebih peraturan Allah. Merea tidak memiliki “hati” penyembahan.)

 

1.   Sebenarnya, bahwa para murid ini perlu menyuci tangan mereka sebelum makan. Mengapa Yesus agak enggan kepada mereka? (Ini adalah poin yang penting. Ada begitu banyak ide-ide yang baik. Pertanyaannya adalah apakah kita berfokus terhadap “ide-ide baik” atau terhadap syarat-syarat yang ditetapkan Allah.)

 

C.   Baca Matius 15:10-11. Apakah Yess merubah topiknya? (Tidak. Ia membuat panggilan kepada khalayak banyak itu agar mereka memahami berita yang disampaikanNYa mengenai percekcokan atas masalah cuci tangan.)

 

1.   Apakah berita yang disampaikan Yesus? (Apa yang keluar dari mulut pemimpin-pemimpin agama hanyalah berupa kritikan. Hal ini lebih buruk dari pembahasan mengenai tidak mencuci tangan.)

 

D.   Baca Matius 15:12. Apakah saudara akan tersinggung atas ide yang mengatakan apa yang masuk ke dalam mulut saudara tidak membuat saudara tidak suci?

 

E.   Baca Matius 15:13-20. Bagaimana pemahaman saudara atas berita yang disampaikan Yesus – apakah Dia hanya berbicara mengenai hal mencuci tangan? (Kelihatannya pemberitaanNya makin mendalam. Apa yang kita makan dan minum, seperti mencuci tangan, adalah perkara mengenai hidup lebih baik. Hal-hal tersebut merefleksikan ide baik. Namun, apa yang kita katakan merefleksikan pikiran kita, dan dalam pemikiran kitalah dimana kita dapat benar-benar menemukan perselisihan atas perkara dosa.)

 

V.           Orang yang bukan Yahudi.

 

A.   Baca Matius 15:22-27. Bagaimana saudara menjelaskan bagaimana Yesus memanggil wanita miskin itu “anjing?” (Baca Matius 15:28. Yesus sedang menguji wanita itu.)

 

B.   Baca kembali Matius 14:36. Apakah hal itu adil? Semua yang menyentuh Yesus akan disembuhkan. Wanita ini harus secara sukses menghadapi cercaan agar anaknya dapat disembuhkan. Apa yang sedang terjadi disini? (Menurut saya hal ini adalah demi keuntungan para murid (lihat Matius 15:23). Yesus hendak menunjukkan mereka bahwa orang yang bukan Yahudi dapat memiliki iman yang besar. Ambillah pelajaran dari hal ini pada masa-masa saat saudara rasa Allah menolak saudara.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.   Saudaraku, kita melihat bagaimana Yesus membuat keputusan dan membantu dan menyembuhkan yang terkadang sulit untuk dapat dimengerti. Maukah saudara memutuskan hari ini, dengan kuasa Roh Kudus, untuk mempercayai Allah?

 

Minggu Depan: Petrus dan Batu Karang.