Hidup Bagi Allah

Indonesian
(1 Petrus 3:8 - 1 Petrus 4:11)
Year: 
2017
Quarter: 
2
Lesson Number: 
6

Pendahuluan: Minggu lalu Petrus katakan bagaimana kita harus berurusan dengan pemerintah, majikan kita dan pasangan kita. Minggu ini ia sambung dengan memberikan kita nasehat dalam hubungan-hubungan kita yang lain. Ketika saya katakan, “hubungan-hubungan” saya bukan saja berbicara tentang interaksi dengan orang lain. Petrus memberi kita saran cara terbaik untuk memajukan Kerajaan Allah. Apakah Anda merasa kalau hubungan-hubungan dengan orang lain dapat lebih baik? Dapatkah pelayanan Anda menjadi lebih baik? Kalau demikian, mari selami pelajaran Alkitab kita dan temukan apa yang dapat kita pelajari untuk memperbaiki hidup dan pelayanan kita!

 

 

  1. Harmonis

 

    1. Baca 1 Petrus 3:8-9. Siapakah pendengarnya disini? Apakah ini ditujukan kepada anggota-anggota gereja dalam urusan mereka dengan anggota gereja yang lain? (Saya pikir demikian karena Petrus katakan, “kasihi sebagai saudara.”)

 

      1. Apakah hasil dari menghadapi penyalahguna dengan berkat-berkat? (Kita diberkati.)

 

    1. Baca 1 Petrus 3:10-12. Apakah upah khusus untuk menjadi jujur dan menjauhi kejahatan? (Anda akan dapatkan hidup  yang mengasihi. Anda akan mengalami “hari-hari baik.” Karena Allah ada dipihak Anda, Anda akan lebih menikmati hidup, sementara Allah akan menjauhkan mereka yang melakukan kejahatan.)

 

    1. Baca 1 Petrus 3:13. Di Amerika Serikat adalah illegal untuk mendiskriminasi pegawai berdasarkan kepercayaan agama mereka. Apakah hal ini ajarkan kepada pengikut-pengikut Allah lebih dari perlindungan hukum? (Jika Anda seorang pegawai yang baik, majikan mau mempertahankan Anda. Perlindungan terbaik dalam hidup bukan hukum, tetapi reaksi dari mereka yang melihat Yesus terpantul dalam diri Anda.)

 

II.       Sikap Yang Benar

 

    1. Baca 1 Petrus 3:14. Apakah selalu benar kalau Anda suka melakukan kebaikan, orang lain akan mempertimbangkan kepentingan-kepentingan Anda? (Lihat apa yang terjadi dengan Yesus. Ada kejahatan di dunia, dan kejahatan mau mecelakakan kebaikan. Oleh karena itu, ada kekecualian-kekecualian dari kebiasaan umum.)

 

    1. Lihat kembali 1 Petrus 3:14. Mengapa Petrus tambahkan “jangan takut akan apa yang mereka takuti?” (Karena, jika melakukan kebaikan, Allah akan memelihara kita.)

 

    1. Baca 1 Petrus 3:15-17. Kita sudah diskusikan sikap seperti apa yang harus kita miliki terhadap sesama anggota gereja. Sikap seperti apa yang harus kita miliki terhadap orang-orang kafir? (Kita harus bersedia menghadapi mereka. Kita harus mempunyai jawaban akan kepercayaan kita dalam Yesus. Kita harus menyampaikan argumen-argumen kita dengan “kelemahlembutan dan hormat.”)

 

      1. Apakah kelemahlembutan dan hormat mudah? (Ini adalah suatu dosa yang saya akui. Diluar pelajaran-pelajaran Alkitab ini, saya telah menulis artikel-artikel yang mentertawakan mereka  yang menyerang iman saya. Humor adalah suatu senjata yang berkuasa, dan saya memiliki keahlian dibidang ini, tetapi saya ragu kalau saya pernah meyakinkan seseorang tentang pandangan saya dengan mentertawakan orang itu. Petrus katakan “Jangan lakukan itu.”)

 

    1. Atas dasar apakah Petrus mengalaskan argumennya kalau kita harus melakukan kebaikan dan menunjukkan hormat dan kelemahlembutan pada mereka yang melakukan kejahatan? (Baca 1 Petrus 3:18. Sikap mengorbankan diri adalah bagaimana Yesus menyelamatkan kita. Itu adalah fokus dari injil - Yesus mati bagi mereka  yang jahat, dan itu termasuk Anda dan saya. Menggunakan humor terhadap orang kafir mengatakan, “Saya lebih pintar dari Anda dan saya akan mempermalukan Anda karena argumen-argumen yang lemah. Itu adalah menyenangkan diri, bukan tidak mementingkan diri.)

 

    1. Baca 1 Petrus 3:19-21. Apakah Yesus pergi ke purgatori atau neraka untuk berkhotbah kepada mereka yang tidak mendengarkan Nuh?

 

      1. Kalau demikian, mengapa hanya berkhotbah kepada mereka yang mengabaikan Nuh? Apakah ada tempat khusus di neraka bagi mereka yang mengabaikan Nuh? (Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan pernyataan Petrus tidak terbatas pada pendengar Nuh. Petrus hanya mengatakan kalau Yesus mati bagi orang yang tidak benar, Ia telah mati bagi orang  yang tidak benar di sepanjang masa – termasuk mereka yang hidup dan mati sebelum Yesus bangkit dari kubur.)

 

      1. Mengapa secara khusus menyebut pendengar Nuh? (Baca Kejadian 6:3. Ini menjelaskan kalau Roh Kudus telah bekerja dengan manusia selama 120 tahun Nuh berkhotbah dan membangun bahtera.)

 

      1. Mengapa menyebutkan air dari air bah? (Petrus menggunakan Nuh sebagai contoh untuk dua hal. Pertama, kalau Roh Kudus telah bekerja dalam hati manusia sebelum Yesus datang untuk hidup dengan kita. Kedua, air bah adalah suatu contoh membersihkan dosa. Air bah menyingkirkan orang-orang berdosa. Baptisan menyingkirkan kehidupan lama kita yang berdosa. Melalui kebangkitan Yesus, Anda dilahirkan kembali kedalam hidup kekal.)

 

    1. Baca 1 Petrus 3:22. Apakah hasil dari sikap menurut Yesus ketika hidup di dunia? (Ia sekarang berada disebelah kanan Allah dan semua menurut Dia.)

 

      1. Akankah itu berlaku disini? Jika Anda tunduk kepada Allah dan kepada kekuasaan, Anda akan diberikan kekuasaan?

 

    1. Baca 1 Petrus 4:1-2. Maukah Anda untuk “tidak berdosa lagi?” Bagaimanakah ayat-ayat ini menyarankan kalau kita dapat tidak berdosa lagi? (Kristus menderita karena dosa-dosa kita. Kita menderita karena dosa-dosa kita. Kalau kita perhatikan hubungan antara penderitaan dan dosa, kita akan tahu kalau keinginan manusia jahat adalah jalan menuju kesusahan, tetapi melakukan kehendak Allah adalah jalan menuju hari-hari baik dan kehidupan yang mengasihi.)

 

    1. Baca 1 Petrus 4:3-4. Kalau ini menggambarkan hidup Anda di masa lalu, dapatkah Anda mengkonfirmasi kalau teman-teman lama Anda heran mengapa Anda meninggalkan cara hidup mereka?  Apakah mereka menyusahkan Anda karena berpaling dari hidup Anda yang dahulu?

 

    1. Baca 1 Petrus 4:5-6. Apakah yang sahabat-sahabat Anda yang telah menolak Allah harus hadapi? (Penghakiman.)

 

      1. Apakah injil dikhotbahkan kepada orang mati? (Lihat kembali 1 Petrus 3:19-20. Saya pikir Petrus berbicara tentang hal yang sama – ia katakan kalau injil harus dikhotbahkan kepada mereka yang hidup sebelum Yesus datang ke dunia, orang-orang yang sudah mati jauh dimasa lalu. Jika mereka menerima Allah, nama-nama mereka tertulis di dalam buku kehidupan. Jika tidak, mereka dihakimi oleh perbuatan-perbuatan mereka. Lihat, Wahyu 20:11-15.)

 

III.      Akhirnya sudah Dekat

 

    1. Baca 1 Petrus 4:7. Ini adalah kali ketiga Petrus berbicara tentang melapangkan jalan bagi doa-doa kita. Ia telah menyebutkan sebelumnya dalam 1 Petrus 3:7 dan 1 Petrus 3:12. Mengapa dalam keadaan “mengendalikan diri” dan “pikiran jernih” menolong kita dalam berdoa? (Kita tidak mau terganggu. Kita mau kejernihan pemikiran. Kita mau untuk dapat memahami apa yang Roh Kudus mau katakan kepada kita sebagai jawaban atas doa-doa kita.)

 

    1. Baca 1 Petrus 4:8. Apakah Anda seseorang  yang cenderung membuat kesalahan dan menghina dan menyakiti orang lain? Apakah pendekatan terbaik bagi merea yang mempunyai “banyak dosa-dosa”? (Mengasihi. Menunjukkan kasih menutupi banyak kesalahan-kesalahan.)

 

    1. Baca 1 Petrus 4:9-10. Apakah hubungan sukacita keramahtamahan dan pelayanan kepada orang lain dengan kasih? (Ini menunjukkan kepada orang lain kemurahan yang telah Allah tunjukkan kepada kita.)

 

    1. Baca 1 Petrus 4:11. Salah satu dari tugas saya adalah menasehati pegawai-pegawai yang memiliki alasan-alasan keagamaan untuk menolak mendukung serikat buruh. Ini menuntut pegawai untuk memberitahukan serikat buruh akan agama kepercayaannya. Selama berpuluh tahun, ada beberapa pegawai yang menulis pemberitahuan mereka kepada serikat buruh dalam bahasa yang Anda temukan dalam Alkitab versi King James. Reaksi saya adalah pegawai-pegawai ini tidak tulus dalam kepercayaan agama mereka. Mereka pikir mereka akan kelihatan beragama menulis dengan cara demikian. Inikah yang Petrus maksudkan ketika ia katakan kalau kita harus “berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah?” (Kalau Anda menyimak ayat-ayat sebelumnya, Petrus mengatakan kepada kita tentang melayani orang lain. Petrus menasehati kita, “Pikirkan bagaimana Yesus akan menghadapi permasalahan ini.”  Kalimat yang populer adalah, “Apa yang Yesus akan lakukan?”)

 

      1. Bagaimanakah Anda meminta “kekuatan yang diberikan Allah?” (Minta kepada Allah. Kabar baiknya adalah Anda tidak perlu melakukan semua ini dengan kekuatan Anda sendiri.)

 

      1. Apa yang Allah minta dari kita? (Ia mau melihat keluhuran, kerajinan dan ketekunan dalam pekerjaan injil kita. Kekuatannya yang tidak terbatas tersedia bagi kita!)

 

        1. Berapa banyak Anda melihat pekerjaan jemaat yang dilakukan dengan cara sembarang dan tidak profesional? Pernahkah Anda melihat anggota-anggota gereja yang memutuskan di saat terakhir siapa yang mengambil acara dalam pelayanan jemaat? Apakah Anda memperhatikan pendeta-pendeta yang meluangkan sedikit waktu mempersiapkan khotbah-khotbah dan hasilnya khotbah yang panjang dan tidak beraturan? (Contoh-contoh ini melanggar hukum-hukum keluhuran, kerajinan dan ketekunan.)

 

      1. Lihat bagian akhir dari 1 Petrus 4:11. Apa yang Petrus katakan sebagai tujuan dari pelayanan yang luhur? (Untuk membawa kemuliaan bagi Allah! Tanyakan diri Anda apakah pekerjaan Anda membawa kemuliaan bagi Allah?)

 

    1. Sahabat, periksalah hubungan-hubungan Anda dan pelayanan Anda bagi Allah. Apakah perlu ada perbaikan? Mengapa tidak meminta Roh Kudus untuk mengarahkan hubungan-hubungan Anda dan memperbaiki pelayanan Anda?

 

IV.      Minggu Depan: Menderita Karena Kristus.