Anak-anak Perjanjian

Indonesian
Roma 8:31-Roma 9:31
Year: 
2017
Quarter: 
4
Lesson Number: 
10

Pendahuluan: Apakah saudara mempunyai teman atau sanak saudara yang secara sengaja membuat hidup saudara susah? Apakah mereka menolak keyakinan iman saudara? Bagaimana perasaan saudara terhadap merek? Apakah saudara merindukan mereka diselamatkan dan berhenti menyakit saudara? Inilah yang dirasakan oleh Paulus terhadap orang Yahudi. Ia menginginkan mereka selamat – dan adalah baik jika mereka berhenti untuk mencoba menyakiti dia! Mari kita melompat ke dalam pelajaran kita dalam Roma 9 untuk menemukan pelajaran-pelajaran mengenai menghadapi teman maupun keluarga yang kadang kala terlihat serupa musuh.

 

  1. Penghiburan

 

  1. Baca Roma 8:31. Kita tahu bahwa Setan bertentangan dengan para pengikut Yesus. Mungkin saudara dalam kehidupan saudara ada orang yang “menentang” saudara. Bagaimana pengertian saudara akan ayat ini? (Kita memiliki lawan, namun Paulus menekankan bahwa mereka hampir tidak mungkin mengalahkan kuasa Allah.)

 

  1. Baca Roma 8:32. Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah ada di pihak kita? Bahwa ia rela untuk menolong kita menghadapi musuh kita? (Ia memberikan anakNya yang tunggal bagi kita. Apa lagi yang perlu dilakukanNya untuk menunjukkan kasih dan penyayanganNya terhadap kita?)

 

  1. Ketika kita mengatakan bahwa Allah “ada di pihak kita,” apakah itu berarti bahwa Ia akan melakukan apa yang menurut kita terbaik? (Jika kita memiliki perasaan, maka kita akan menginginkan Allah untuk melakukan apa yang dipandangNya terbaik bagi kita.)

 

  1. Baca Roma 8: 33-34. Apakah peranan Yesus di surga saat ini? (Ia menjadi perantara kita! Ini membawa pikiran kita kepada buku Ibrani yang mengatakan kepada kita bahwa Yesus adalah Imam Besar kita dalam kaabah surgawi yang menjadi perantara bagi kita.)

 

  1. Baca Roma 8:35-39. Bagaimana tanggapan saudara terhadap diskusi ini? (Hal ini seharusnya memberi kita kenyamanan dan keyakinan. Allah beserta kita, Allah mengasihi kita, dan orang yang “meghukum” kita menjadi perantara untuk kita! Kita “lebih dari seorang pemenang!”)

 

  1. Selagi saudara merenungkan ayat-ayat ini, apakah saudara merasa bahwa hidup orang Kristen itu terlihat begitu mudahnya? (Hal ini mengacu pada begitu banyaknya kesusahan yang tidak akan memisahkan kita dari Allah – sehingga menyarankan bahwa mereka yang mencintai Allah mungkin akan menghadapai masalah serius dalam hidup mereka.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penderitaan

 

  1. Baca Roma 9:1-5. Setelah menuliskan bahwa kita adalah lebih dari pemenang, bagaimana mungkin Paulus mengatakan bahwa ia memiliki “penderitaan dan kedukaan yang besar?” (Janji yang indah ini, penghiburan yang besar ini, telah ditolak secara besar-besaran oleh bangsanya, orang Yahudi. Mereka menolak gagasan bahwa Yesus mati bagi mereka dan bahwa Yesus menjadi perantara bagi mereka.)

 

  1. Baca Roma 9:6. Mengapa Paulus merasa kebetulan untuk mempertahankan janji-janji Allah? (Pikirkanlah hal jelas, Allah memberikan berkat khususnya dan mengungkapkan janjiNya secara spesifik kepada orang Yahudi – yang kemudian menolak Yesus.)

 

  1. Apakah maksud Paulus dalam menuliskan “bahwa tidak semua mereka yang keturunan Israel adalah orang Israel?” (Baca Roma 9:7-9. Israel bukanlah dibedakan oleh ras. Namun, ia dibedakan oleh mereka yang ditawarkan dan menerima janji-janji Allah. Jika saudara menerima janji Allah, maka saudara adalah seorang Israel.)

 

  1. Pemilihan

 

  1. Baca Roma 9:10-14. Menurut saudara apakah artinya kemampuan Esau untuk diselamatkan? Apakah Allah “membenci” nya sebelum ia dilahirkan? (Adalah susah untuk menerima pandangan Paulus ini. Mengapa Paulus mengekspresikan kedukaan dan kemarahan yang besar (Roma 9:2) jika Allah mengambil keputusan mutlak bahwa sebagian besar orang Yahudi akan menolakNya? Bagaimana saudara menjelaskan penekanan dalam pasal Roma sejauh ini, bahwa rahmat adalah perkara mengenai penerimaan manusia akan hal itu? Bagaimana saudara menjelaskan Roma 5:18 yang mengatakan tindakan adil Yesus “membawa kehidupan bagi seluruh manusia?”)

 

  1. Baca Roma 9:15-18. Menurut saudara apakah Allah telah menunjukkan rahmatnya bagi saudara? Ataukan, bahw Ia telah mengeraskan hatinya terhadap saudara?

 

  1. Baca Roma 9:19. Bukankah ini pertanyaan kita? Bukankah ini pertanyaaan yang kentara atas sifat adil Allah?

 

  1. Baca Roma 9:20-21. Bagaimana tanggapan saudara akan jawaban Paulus? (Jawabannya sepenuhnya benar, namun tidaklah menghibur. Pertama-tama Paulus menyuruh kita untuk menutup mulut. Kemudian ia mengatakan bahwa di sini terlihat sangat jelas otoritas Allah. Ia menjadikan kita. Kita secara nyata akan setuju dengan pertanyaan otoritas ini.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Apakah memiliki otoritas dan bertindak secara adil adalah sama?

 

  1. Atau, apakah fakta bahwa Allah menciptakan kita merupakan jawaban kepada pertanyaan mengenai bertindak secara adil?

 

  1. Mari kita kembali ke bagian awal. Baca kembali Roma 8:32. Bagaimana hal ini serasi dengan gagasan mengenai arbitrary God?

 

  1. Baca kembali Roma 9:3-5. Mari kita mempertimbangkan kembali perbedaan dipilih dan ditunjuk. Apakah saudara secara originil terpilih jika saudara bukan orang Yahudi? (Tidak. Jika kita kembali kepada permulaan percakapan Paulus, kita melihat bahwa ia bukan membicarakan mengenai keselamatan, melainkan mengenai sarana menuju keselamatan. Allah telah memilih Abraham, Ia memilih Isak dan Ia memilih bangsa Yahudi untuk menjadi wakil khusus bagiNya. Ia meilih Firaun untuk mendemonstrasikan kuasa penyelamatanNya.)

 

  1. Apakah ini berarti bahwa orang Yahudi diselamatkan dan kita (orang bukan Yahudi) tidak? (Jelas sekali tidak! Inilah yang dimaksud Paulus dalam Roma 9:6-8. Kita diselamatkan meskipun kita secara originil bukanlah pilihan. Esau dan Firaun memiliki kemungkinan diselamatkan.)

 

  1. Seberapa pentingnya kah pekerjaan saudara untuk keselamatan saudara? (Bukannya ini merupakan pertanyaan yang sangat kentara? Keselamatan dan belas kasihan adalah Allah. Kita berpikir bahwa pekerjaan kita sangatlah penting. Inilah kebodohan yang kita lakukan.)

 

  1. Apakah saudara masih terbebani dengan gagasan bahwa Allah mungkin memilih saudara (seperti Firaun) untuk mendemonstrasikan kuasaNYa? Mari kita jelajahi pembahasan selanjutnya ini.

 

  1. Belas kasihan

 

  1. Baca Roma 9:22. Apakah hal  yang pantas kita dapatkan? (Dosa kita mengakibatkan kita layak akan kematian yang kekal.)

 

  1. Jika saudara menggunakan kesimpulan tersebut sebagai konteks saudara, maka kita akan melihat bahwa Allah telah menunjukkan kepada manusia, termasuk mereka yang menolak Dia, besarnya belas kasihanNya. Inilah sebabnya Firaun, dan mereka yang serupa dengannya, tidak memiliki alasan untuk memprotes. Apa yang layak bagi kita semua adalah kematian. Allah memberikan kita semua sebuah hadiah yaitu kesempatan untuk memiliki hidup kekal!)

 

  1. Baca Roma 9:23-26. Apakah berita baik yang hebat bagi kita? (Bahwa kini kita adalah milik Allah. Kisah dari Esau dah Firaun menggarisbawahi belas kasihan Allah. Bahkan mereka yang secara original bukanlah dipilih dapat menikmati berkat dari menjadi “ anak-anak dari Allah yang hidup.”)

 

 

 

 

 

 

 

  1. Baca Roma 9:27=28. Atribut apakah dari Allah, selain belas kasihan, yang dirinci oleh Paulus? (Bahwa Allah adalah Hakim yang akan menjatuhkan hukuman bagi mereka yang menolak dia. Ia akan melakukannya dengan “cepat dan secara final?”

 

  1. Apakah gunanya penggunaan kata “final” terhadap gagasan dari mereka yang hilang dan menjadi bagian dari neraka yang terbakar secara kekal? (Terbakar secara kekal tidak terdengan sangat final.)

 

  1. Baca Roma 9:29. Apakah yang disarankan dari gagasan mengenai neraka yang terbakar secara kekal ini? (Oleh karena Sodom dan Gomora tidaklah terbakar saat ini, hal ini menyarankan bahwa neraka membakar mereka yang menolak Allah. Konsistensi dengan argumentasi bahwa kita memiliki Allah yang berbelas kasihan, maka mereka yang hilang tidak memiliki hidup kekal yang penuh penyiksaan.)

 

  1. Baca Roma 9: 30-32. Mengapa seseorang akan mengejar pembenaran oleh pekerjaan? (Karena mereka berpikir merelah lebih baik dari orang lain. Mereka yang bukan Yahudi, yang dianggap oleh Orang Yahudi sebagai yang dari kalangan bawah, memperoleh pembenaran!)

 

  1. Baca Roma 9:33. Siapakah Batu di Zion? (Yesus!)

 

  1. Apakah yang Allah panggil untuk kita lakukan saat Yesus datang kembali? (Untuk mempercayaiNya. Jika kita percaya, maka kita tidak akan pernah dibuat malu.)

 

  1. Bagaimana jika kita tidak percaya kepada Nya? (Maka kita akan “tersandung” dalam hidup kita dan kehilangan hidup yang kekal.)

 

  1. Apakah saudara menyukai damai dan sukacita? Apakah saudara ingin menghindari rasa malu? Dengan memilih Yesus sebagai juruselamat Saudara merupakn jalan menuju berkat-berkat tersebut!

 

  1. Saudaraku, ingat kembali bahwa kita memulai pembicaran kita mengenai sahabat dan keluarga yang menyakiti kita. Kita mengakhiri dengan janji bahwa jika kita menerima Yesus sebagai kebenaran kita, kita tidak akan pernah dipermalukan. Allah memberikan kita kemenangan yang mutlak kepada mereka yang percaya pada Nya. Jika saudara menginginkannya, mengapa tidak menerima Yesus dalam iman dan bergambung ke dalam keluarga Allah?

 

  1. Minggu Depan: Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan.